cover
Contact Name
Rudianto Artiono
Contact Email
rudiantoartiono@unesa.ac.id
Phone
+6281554785969
Journal Mail Official
mathunesa@unesa.ac.id
Editorial Address
The Department of Mathematics, The first floor of C-8 Building, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang, Surabaya 60231, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika
ISSN : 23019115     EISSN : 2716506X     DOI : https://doi.org/10.26740/mathunesa
Core Subject : Education,
MATHunesa is a mathematical scientific journal published by the Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, The State University of Surabaya with e-ISSN 2716-506X and p-ISSN 2301-9115. This journal is published every four months in April, August, and December. One volume consists of three publication numbers. MATHunesa aims at providing a platform and encourages emerging scholars and academicians globally to share their professional and academic experiences to explore, but not limited to the following topics: 1. Analysis Mathematics, 2. Algebra, 3. Applied Mathematics, 4. Statistics, 5. Computation, 6. Combinatorics, and 7. Also giving an opportunity to show the power of innovation and finding new things in the field of mathematics. This journal was published online for the first time in 2013 as part of the graduation for students majoring in Mathematics at the State University of Surabaya.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024)" : 24 Documents clear
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN AGENSI HIBURAN KOREA TERBAIK MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS Hermawan, Fazhahra Aida; Sulaiman, Raden
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri hiburan Korea Selatan di dunia sangat berkembang pesat dan cepat menyebar luas. Keberadaannya cenderung diterima publik dari berbagai kalangan sehingga menghasilkan suatu fenomena Korean wave. Seiring dengan berkembangnya zaman, fenomena Korean wave menyebabkan para pendiri agensi hiburan Korea membuka audisi di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Persaingan antar agensi hiburan Korea untuk mempromosikan artis-artisnya juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urutan prioritas kriteria dalam memilih agensi hiburan Korea dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk pe-ranking-an alternatif. Hasil analisis dengan menggunakan metode ini menyimpulkan bahwa urutan kriteria yang paling diprioritaskan dalam memilih agensi hiburan Korea adalah manajemen dengan bobot senilai 0.234, cara agensi menangani rumor dengan bobot senilai 0.175, penjualan album dengan bobot senilai 0.153, pembagian penghasilan antara artis dan agensi dengan bobot senilai 0.127, konser dengan bobot senilai 0.124, banyaknya penghargaan yang didapat oleh artis tersebut dengan bobot senilai 0.071. Sedangkan, peringkat agensi hiburan Korea terbaik adalah HYBE Labels dengan nilai 0.857, JYP Entertainment dengan nilai 0.711, YG Entertainment dengan nilai 0.626, Starship Entertainment dengan nilai 0.424, dan SM Entertainment dengan nilai 0.266. Kata Kunci: agensi hiburan Korea, AHP, TOPSIS.
Goal Programming Optimisasi Biaya Produksi UMKM Mie Wahyu Sepanjang Sidoarjo Menggunakan Goal Programming Diadi, Difa Ar Rosid; Astuti, Yuliani Puji
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Mie Wahyu Sepanjang merupakan suatu badan usaha perorangan yang dikategorikan dalam skala usaha kecil dan menengah. UMKM Mie Wahyu ini bergerak di bidang makanan setengah jadi yakni mie basah dan kulit pangsit. Perencanaan produksi merupakan bagian awal yang berusaha ditetapkan badan usaha untuk menjalankan proses produksinya. Badan usaha berusaha menetapkan setiap sasaran secara optimal akan tetapi terkendala pada model matematis yang harus digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengaplikasikan model goal programming untuk tahap perencanaan produksi agar dapat menghasilkan gambaran optimal terkait produksi yang akan dilakukan di periode berikutnya. Goal programming merupakan perluasan yang dilakukan terhadap model linear programming dengan sasaran lebih dari satu. Penggunaan model goal programming bertumpu pada dua variabel deviasi di setiap sasarannya. Penggunaan variabel deviasi ini bertujuan menampung penyimpangan hasil penyelesaian terhadap sasaran yang akan dicapai. Model goal programming dapat dibagi menjadi dua macam yakni model goal programming dengan prioritas sasaran dan model goal programming tanpa prioritas sasaran. Model goal programming dapat dilakukan dengan permulaan menentukan fungsi tujuan, merumuskan fungsi kendala (sasaran), dan mengoptimalkan menggunakan tabel simpleks. Penelitian ini menghasilkan solusi optimal untuk proses produksi mie basah sebanyak 374,103 kg dan kulit pangsit sebanyak 23,821 kg, meminimalkan waktu pengerjaan produk menjadi 139.196,121 menit/tahun, meminimalkan harga jual yakni sebesar Rp 22.000,00., memaksimalkan keuntungan setiap harinya sebesar Rp 4.823.143,786., serta meminimalkan jam lembur sebesar 0 menit per tahun (tanpa perlu tambahan jam lembur).
ESTIMASI CADANGAN KLAIM IBNR PADA ASURANSI KREDIT MENGGUNAKAN METODE MUNICH CHAIN LADDER DAN BORNHUETTER-FERGUSON PADA PT XYZ Suardi, Lenny
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN TRANSFORMASI WAVELET DISKRIT UNTUK DENOISING CITRA MENGGUNAKAN VISUSHRINK, BAYESSHRINK, DAN NORMALSHRINK Umam, Ahmad Khairul; Ngastiti, Pukky Tetralian Bantining; Isro'il, Ahmad; Wahyuni, Zuanita May Tri; Alfiani, Faradillah Siska
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wavelet topics can be applied for image denoising. Wavelet transform is divided into discrete wavelet transform and continuous wavelet transform. Discrete wavelet transform is useful for image denoising, image compression, etc. In this research, we discuss image denoising using wavelets with hard thresholding and soft thresholding. We will also compare results of image denoising using VisuShrink, BayesShrink, and NormalShrink in determining threshold value. In this research, we use grayscale test image with size pixels. To measure algorithm, peak signal to noise ratio (PSNR) value is used. Image denoising uses hard thresholding: PSNR values of Haar, Daubechies 7, and biorthogonal 3.5 wavelets are same for three methods (VisuShrink, BayesShrink, NormalShrink). PSNR value of symlets 11 wavelet is highest for VisuShrink and NormalShrink methods. Whereas, PSNR value of coiflets 3 wavelet is highest for VisuShrink method. Fastest computing times of Haar, Daubechies 7, biorthogonal 3.5, and symlets 11 wavelets are for VisuShrink method. Whereas, fastest computing time of coiflets 3 wavelet is for NormalShrink method. Image denoising using soft threshoding: PSNR values of Haar, Daubechies 7, biorthogonal 3.5, and coiflets 3 wavelets are same for three methods (VisuShrink, BayesShrink, NormalShrink). Whereas, PSNR value of symlets 11 wavelet is highest for VisuShrink and BayesShrink methods. Fastest computing times of all wavelets (Haar, Daubechies 7, biorthogonal 3.5, symlets 11, and coiflets 3) are for NormalShrink method.
Taylor Series of Trigonometric Function for Lower Order Visualization Shah, Yogendra Prasad
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v12n2.p352-357

Abstract

Abstract About the simplest kind of functions are polynomials. Under addition, multiplication, integration, and differentiation, they are closed. A function can be roughly expressed in terms of polynomials of a certain degree using Taylor series. This provides a clear picture of the function's local behavior. The Taylor series fits the function at the place where it is computed more closely the more terms there are. In various fields of natural and social science, trigonometric functions are used. In this work, we examine the tailored series of trigonometric functions using Wolfram Mathematica. The visualization of nature is also obtained using the same software, with point 0 and up to 5 order for sin, cos, sec, tan, cot, and cosec. Keywords:Polynomials, Taylor Sereis, Nautral and Social Science, Trigonometric function, Wolffram Methematica etc.
PEMODELAN MATEMATIKA OPSI SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE BLACK-SCHOLES Putra Anam, Muhammad Aghil
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Opsi saham merupakan salah satu sistem kompensasi antara penjual opsi (writer) dan pembeli opsi (holder) untuk membeli atau menjual saham pada harga yang telah disepakati saat atau sebelum tanggal tertentu. Metode Black-Scholes adalah salah satu pemodelan matematika dalam penentuan harga opsi saham. Metode Black-Scholes pertama kali dikembangkan pada tahun 1973 oleh Fischer Black dan Myron Scholes dan biasa digunakan pada opsi saham tipe Eropa pada jangka waktu tertentu (expiration date). Dalam penelitian ini, digunakan metode studi literatur. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan uji coba simulasi untuk mengevaluasi kesesuaian antara hasil analisis dari model matematika dengan perhitungan numerik. Data yang dikumpulkan berupa informasi closing price harga saham per hari pada perusahaan yaitu tanggal 17 April 2023 yang diperoleh dari website http://yahoo.finance.com.Adapun hasil yang diperoleh pada Opsi saham menggunakan pemodelan Black-Sholes adalah nilai return harga saham sebesar -0,00455715, standar deviasi opsi saham sebesar 0,002278575, volatilitas harga saham sebesar 0,002278575, tingkat suku bunga sebesar 5,75% dan nilai strike price sebesar 6678. Sehingga harga opsi saham yang diperoleh sebesar IDR 4017,3459 dengan menggunakan model Black-Scholes. maka dapat disimpulkan bahwa persamaan Black-Scholes dalam digunakan dalam penentuan harga opsi, khususnya harga opsi tipe Eropa.
PENGELOMPOKAN KABUPATEN /KOTA DI JAWA TIMUR BERDASARKAN INDIKATOR KASUS DBD MENGGUNAKAN COMPLETE LINKAGE DAN AVERAGE LINKAGE Mustafidah, Mutia Eva; Purnama, Mohammad Dian
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan permasalahan serius dalam sektor kesehatan masyarakat Indonesia, dengan tingkat kematian yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut data, kasus DBD tersebar di 449 kabupaten/kota atau sekitar 87,3% dari total wilayah administratif di 34 provinsi Indonesia. Pada tahun 2022, Dinas Kesehatan mencatat tingginya jumlah kasus DBD, mencapai 131.265 kasus. Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat kedua dalam jumlah kasus DBD tertinggi, dengan 8.894 kasus tercatat di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus DBD menggunakan sembilan indikator, termasuk persentase penduduk miskin, kepadatan penduduk, persentase Indeks Pembangunan Manusia (IPM), jumlah sarana kesehatan, persentase keluhan kesehatan, persentase rumah tangga dengan sanitasi layak, persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan, persentase air minum layak, dan persentase jaminan kesehatan. Algoritma yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma hierarki clustering dengan metode complete linkage dan average linkage. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan kelompok-kelompok Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator yang berkaitan dengan kasus DBD. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat kelompok, yakni kelompok 1 dengan 28 Kabupaten/Kota, kelompok 2 dengan 5 Kabupaten/Kota, kelompok 3 dengan 4 Kabupaten/Kota, dan kelompok 4 dengan 1 Kabupaten/Kota.
ANALISIS MODEL MANGSA PEMANGSA DENGAN PEMANENAN KONSTAN PADA POPULASI MANGSA Yulfani, Windi Ika; Winanda, Rara Sandhy
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MODEL PENYEBARAN TUBERCULOSIS DENGAN PENGURANGAN WAKTU KONTAK DAN VAKSINASI PUTRI, INTAN DWI MARITA; ABADI, ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis yang berpindah dari individu terinfeksi TB ke individu rentan terinfeksi akibat adanya kontak yang terjadi. Penularan ini dapat dikendalikan dengan pengurangan waktu kontak individu terinfeksi TB dengan model insiden baru dan melakukan vaksinasi pada individu rentan. Pengendalian ini dianalisis dengan mengkonstruksi model matematika penyebaran penyakit TB dengan adanya pengurangan proporsi waktu kontak individu terinfeksi dan adanya vaksin. Model ini dibagi menjadi empat sub populasi, yakni rentan(S), vaksinasi(V), terinfeksi(I), dan sembuh(R). Dari model yang dikonstruksi didapatkan dua titik ekuilibrium, yaitu titik ekuilibrium bebas penyakit yang bersifat stabil asimtotik ketika nilai bilangan reproduksi dasar dan titik ekuilibrium endemik stabil asimtotik ketika memenuhi kriteria Routh-Hurwitz. Selain itu, dilakukan simulasi numerik dengan software Matlab R2019a. Simulasi numerik menunjukkan bahwa penyebaran penyakit TB dapat dikendalikan dengan meningkatkan pengurangan proporsi waktu kontak individu terinfeksi dan meningkatkan laju vaksinasi terhadap individu rentan.
MODEL INFEKSI HIV DENGAN PENGARUH RESPON SEL CD8+ DAN ANTIRETROVIRAL TREATMENT Aisyah, Ivon Tressyta Nanda; Abadi, Abadi
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menginfeksi sel-sel dalam tubuh manusia, sehingga infeksi HIV menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh secara bertahap. Dalam mengendalikan infeksi HIV tiap individu memiliki sel imun dalam tubuh, yang akan aktif ketika terdapat organisme asing yang menyerang. Selain itu setiap individu yang terinfeksi perlu sesegera mungkin mendapatkan pengobatan, salah satu pengobatan yang sering digunakan adalah antiretroviral treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan model matematika dari penyebaran infeksi HIV dengan respon sel imun CD8+ dan antiretroviral treatment. Pada model infeksi HIV ini terdapat 5 populasi yaitu, populasi sel T CD4+ (T), populasi sel T CD4+ yang telah terinfeksi (I), populasi virus HIV (V), populasi sel T CD8+ yang belum teraktivasi (Z), populasi sel T CD8+ yang telah teraktivasi . Dalam penelitian ini akan ditentukan titik kesetimbangannya yang terdiri dari 3 jenis , yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit (DFE), titik kesetimbangan endemik tanpa respon sel imun CD8+ (E1) dan titik kesetimbangan endemik dengan respon sel imun CD8+ (E2). Titik kesetimbangan bebas penyakit (DFE) akan stabil asimtotik ketika R0 <1 dan titik kesetimbangan endemik (EE) akan stabil asimtotik ketika R0 >1 dan memenuhi syarat kriteria Routh Hurwitz yaitu a1 >1, a1a2-a3 >1, a3>0. Selanjutnya akan dilakukan simulasi numerik menggunakan aplikasi Replit online dengan bahasa pemrograman python berdasarkan parameter dan nilai awal yang ada pada artikel rujukan, sehingga didapatkan penggabungan antiretroviral treatment dan respon sel imun CD8+ secara bersamaan dalam pengendalian infeksi HIV ini lebih baik daripada hanya menggunakan antiretoviral treatment dalam pengendaliannya.

Page 1 of 3 | Total Record : 24