cover
Contact Name
Hilda Hilaliyah
Contact Email
diskursus.unindra@gmail.com
Phone
+6287878741498
Journal Mail Official
diskursus.unindra@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Building 2, 3rd Floor | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
ISSN : 26154935     EISSN : 26154943     DOI : http://dx.doi.org/10.30998/diskursus.v4i2
Core Subject : Education,
Diskursus: Jurnal Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is a peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing original articles concerned with research, theory development, or program applications related to Indonesian Language teaching in across settings.
Articles 237 Documents
Spiritualitas Alam dan Tokoh Utama pada Novel Partikel Karya Dewi ‘Dee’ Lestari (Perspektif Ekofeminisme) Monica Harfiyani
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 03 (2019): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.074 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v2i03.6704

Abstract

Penelitian ini membahas  mengenai spiritualitas alam dan ekofeminisme tokoh utama yang terdapat pada novel Partikel  karya Dewi Lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan spiritualitas alam dan ekofeminisme tokoh utama pada novel Partikel  karya Dewi Lestari. Metode yang digunakan adalah melalui persfektif ekofeminisme dengan cara memahami secara keseluruhan isi dari novel Partikel dan juga pendekatan ini mengutamakan kedalaman penghayatan antar konsep melalui pengkajian secara empirik terhadap teks sastra. Sumber data adalah novel Partikel  karya Dewi Lestari. Simpulan hasil penelitian ini adalah: 1) Rekapitulasi hasil temuan penelitian  mengenai spiritualitas alam yang terdiri dari  Prinsip hormat terhadap alam mencapai 15% atau sebanyak 9 adegan, Prinsip tanggung jawab sebanyak 11% dengan adegan sebanyak 14 adegan, Solidaritas kosmis sebanyak 23% atau 30 adegan, Prinsip kasih sayang dan kepedulian 14% atau 18 adegan, Prinsip moral 13%, Prinsip hidup sederhana-selaras dengan alam 19% atau 24 adegan, Prinsip keadilan 1% atau 1 adegan, Prinsip demokrasi 4% atau 6 adegan. Pada penelitian ini terdapat prinsip solidaritas kosmis yang muncul paling dominan dalam novel Partikel karya Dewi Lestari. 2) rekapitulasi hasil temuan penelitian  mengenai ekofeminisme tokoh utama yang terdiri dari  Ekofeminisme Spiritual sebanyak 49% atau 47 adegan, Ekofeminsime Transformatif 21% atau 20 adegan, Ekofeminisme Alam 14% atau 13 adegan, Ekofeminisme Etika Lingkungan 16% atau 15 adegan.  3) Pada penelitian ini terdapat ekofeminisme spiritual dan solidaritas kosmis yang muncul paling dominan dalam novel Partikel karya Dewi Lestari. Kata Kunci: Ekofeminisme, Ekologi Sastra, Spiritualitas Alam, Tokoh Perempuan, Novel Partikel.
Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal dalam Kumpulan Cerpen Konvensi Karya A. Mustofa Bisri Sanajaya Sanajaya; Gustaman Saragih; Restoeningroem Restoeningroem
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3, No 03 (2020): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.891 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v3i03.8230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) Aspek kohesi gramatikal dalam kumpulan cerpen konvensi karya A. Mustofa Bisri dan (2) Aspek kohesi leksikal dalam kumpulan cerpen konvensi karya A. Mustofa Bisri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak bebas libat cakap dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik lesap dan teknik ganti. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan beberapa temuan, sebagai berikut; (1) Kohesi gramatikal dalam penelitian ini ditemukan 109 data dengan rincian sebagai berikut; aspek pengacuan sebanyak 99 data atau 91%, konjungsi sebanyak 8 data atau 7%, ellipsis sebanyak 2 data atau 2%, dan subtitusi 0 data atau 0%. Sedangkan (2) Kohesi leksikal ditemukan 26 data dengan rincian sebagai berikut; aspek repetisi 6 data atau 23%, sinonim sebanyak 6 data atau 23%, antonim 6 data atau 23%, ekuivalensi sebanayak 4 data atau 15%. hiponimi sebanyak 2 data atau 8%, dan kolokasi sebanyak 2 data atau 8%. Masing-masing aspek dari kohesi, baik kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal   ini memiliki peran dalam pembentukan teks dalam wacana, sehingga wacana dapat tersusun secara koheren.Kata Kunci : Kohesi Gramatikal, Kohesi Leksikal, Cerpen  
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Jaka Sunarya
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 02 (2018): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.606 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v1i02.5290

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Status social-ekonomi orang tua dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri di Jakarta Utara dengan jumlah populasi sebanyak 598 dari siswa kelas VIII MTs Negeri 5 dan MTs Negeri 39 Jakarta Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan status social-ekonomi orang tua dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa MTs Negeri Jakarta Utara. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan Fhitung= 50,900. Secara bersama-sama variabel status social-ekonomi orang tua dan lingkungan belajar memberikan kontribusi sebesar 64,1% kepada variable prestasi belajar bahasa Indonesia. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan status socialekonomi orang tua terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa MTs Negeri Jakarta Utara. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig.0,000 <0,05 dan thitung = 4,632. Kontribusi yang diberikan variabel status social-ekonomi orang tua kepada variabel prestasi belajar bahasa Indonesia sebesar 26,15%. 3). Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa MTs Negeri Jakarta utara. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig.0,000 < 0,05 dan thitung= 6,050. Kontribuai yang diberikan varialbel lingkunagn belajar kepada variabel prestasi belajar bahasa Indonesia sebesar 37,9% Kata Kunci: status sosial-ekonomi orang tua, lingkungan belajar, prestasi belajar bahasa Indonesi
Kritik Sosial dalam Dua Puisi Dikumpulan Puisi “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (Majoi)” Karya Taufiq Ismail Esa Klara Sukmawati
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 02 (2019): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.382 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v2i02.6673

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui berbagai masalah sosial, serta siapa saja yang dikritik, isi kritik dan cara penyampaian dalam dua puisi di kumpulan puisi “Majoi” karya Taufiq Ismail. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, menganalisis, dan mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam dua puisi dengan pendekatan semiotika. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian memperoleh simpulan sebagai berikut: 1) Masalah yang terjadi pada puisi “Majoi” dan Puisi “12 Mei 1998” adalah saling berkaitan di kedua puisi tersebut di mana pada puisi “Majoi” adalah masalah perselingkuhan birokrasi, kecurangan dalam berbisnis, keputusan pengadilan yang dapat tawar-menawar sehingga hukum bisa dibeli, masalah politik di mana pemilu dapat dipermainkan terang-terangan dan masyarakat kelas bawah dan menengah dapat ditindas oleh pemerintah. Dalam puisi “12 Mei 1998” menjelaskan ketidaksetujuan sistem pemerintahan Orde Baru sehingga KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan empat syuhada tersebut menggelar aksi untuk revolusi total. Hingga aksi tersebut diberi nama Tragedi Trisakti. 2) Sasaran yang ditujukan pada puisi “Majoi” adalah pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. Puisi “12 Mei 1998” ditujukan untuk lembaga pendidikan. 3) Cara menyampaikan kritikan pada kedua puisi tersebut yaitu di sampaikan secara jelas, lugas dengan penuh bahasa sindiran yang disusun secara sistematis tanpa ada satu peristiwa yang terlewati. Kata Kunci: kritik, sosial, puisi
Kekhasan Penokohan Mandeh dalam Novel Limpapeh Karya A.R Rizal (Sebuah Kajian Semiotika) Riska Shannia; Apsanti Djokosujatno; Restoeningroem Restoeningroem
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3, No 02 (2020): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.4 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v3i02.6978

Abstract

Karya sastra adalah hasil kreasi artistik yang masuk ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah novel. Gambaran kehidupan manusia pada masyarakat di daerah tertentu di dalam novel membentuk sebuah penyajian yang khas. Novel Limpapeh menceritakan sebuah keluarga yang sarat dengan adat dan istiadat Minangkabau. Keluarga ini dipimpin oleh seorang Bundo Kanduang yang dipanggil Mandeh. Dalam kehidupannya, Mandeh banyak menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan keluarga dan tradisi adat. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai kekhasan kedudukan Mandeh dalam alur cerita dan kekhasan penyajian tokoh dalam novel Limpapeh karya A.R Rizal. Penelitian ini menggunakan penelitain kualitatif dengan metode analisis isi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotik Todorov. Teori tiga tataran semantik Todorov membagi cerita ke dalam tiga aspek, yaitu aspek semantik, aspek sintaksis, dan aspek verbal. Novel ini terbagi menjadi dua puluh enam episode. Dari dua puluh enam episode tersebut, terlihat bahwa Mandeh selalu muncul dalam tiap episode sebagai pusat peristiwa. Itu menunjukan bahwa peran utama dalam novel Limpapeh adalah Mandeh. Sifat-sifat Mandeh terlihat lebih menonjol ketika dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya. Sifat-sifat Mandeh tersebut disimpulkan melalui tindakan-tindakannya yang dimunculkan pada setiap episode. Hal itu disebut dengan teknik ragaan. Mandeh digambarkan sebagai orang yang memegang erat adat, bijaksana, menyayangi keluarga, pekerja keras, penuh empati dan pereda konflik. Sosoknya merupakan contoh ideal untuk perannya sebagai Bundo Kanduang. Hal ini sesuai dengan judul novel, Limpapeh, yaitu tiang utama menyangga rumah.Kata Kunci: Minangkabau, Bundo Kanduang, Penokohan, Pendekatan Semiotika Todorov
Penggunaan Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal pada Kumpulan Cerpen Surat Kecil untuk Ayah Karya Boy Candra Sella Susilawati
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.782 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v4i2.9820

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui penggunaan kohesi gramatikal yang terdapat dalam kumpulan cerpen Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra. 2) Untuk mengetahui penggunaan kohesi leksikal yang terdapat dalam kumpulan cerpen Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra. 3) Untuk mengetahui perbandingan pengunaan kohesi gramatikal dengan kohesi leksikal yang terdapat dalam kumpulan cerpen Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik yang digunakan, yaitu teknik kepustakaan. Sumber data yang digunakan adalah 18 cerpen dalam kumpulan cerpen Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra. Alat kohesi gramatikal yang dianalisis dalam keempat cerpen tersebut, yaitu referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Setelah dianalisis ternyata penggunaan alat kohesi gramatikal dalam cerpen tersebut berjumlah 1900. Jumlah tersebut terbagi ke dalam empat jenis alat penanda kohesi gramatikal, yaitu referensi sebanyak 954 (50%), substitusi sebanyak 113 (6%), elipsis sebanyak 39 (2%), dan konjungsi sebanyak 794 (42%) sehingga total menjadi 1900. Pada jenis referensi terbagi lagi menjadi tiga, yaitu referensi endofora (katafora), referensi endofora (anafora), dan referensi eksofora. Sedangkan kohesi leksikal yang dianalisis dalam kedelapan belas cerpen tersebut, yaitu repetisi, sinonim, antonim, hiponim, kolokasi, dan ekuivalensi. Setelah dianalisis ternyata penggunaan kohesi leksikal dalam cerpen tersebut berjumlah 507. penanda kohesi leksikal, yaitu repetisi sebanyak 215 (42%), sinonim sebanyak 54 (11%), antonim sebanyak 63 (12%), himponim sebanyak 71 (14%), kolokasi sebanyak 2 (0,3%), ekuivalensi sebanyak 102 (20%) sehingga total menjadi 507. Sedangkan dalam cerpen dari kumpulan cerpen Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra tidak terdapat meronim. Temuan data tersebut ditemukan secara menyeluruh dalam delapan belas cerpen dari kumpulan cerpen Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra. Kata kunci: analisis, kohesi gramatikal dan kohesi leksikal, serta cerpen.
Pengaruh Penguasaan Ragam Bahasa Kritik dan Kalimat Efektif terhadap Pembelajaran Menulis Teks Resensi Firdaus Firdaus
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 01 (2018): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.76 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v1i01.3512

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penguasaan berbagai bahasa kritik dan penguasaan kalimat efektif terhadap pembelajaran menulis teks siswa. SMK Swasta di kota Bekasi. 2) Pengaruh berbagai kritik penguasaan bahasa 0f studi menulis teks ulasan siswa SMK swasta di Bekasi. 3) Pengaruh penguasaan kalimat efektif terhadap pembelajaran menulis teks ulasan siswa SMK swasta di Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan analisis korelasi dan regresi, dengan menghubungkan pengkaji pembelajaran. Data pada variabel penguasaan bahasa keragaman kritik dan penguasaan kalimat efektif dengan data yang menunjukkan pembelajaran menulis teks resensi. Data tentang pengajaran menulis ulasan teks diperoleh melalui tes langsung dengan meminta responden untuk membuat artikel berbentuk buku-buku terbaru yang telah ditentukan oleh peneliti. Dari hasil analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa 1) Ada pengaruh yang signifikan penguasaan terhadap berbagai kritik dan kalimat efektif pembelajaran menulis teks terbaru dari siswa SMK swasta di Kota Bekasi. ini dibuktikan oleh Sig = 0,000 <0,05 dan Fcount = 49,431; (2) ada pengaruh yang signifikan penguasaan terhadap berbagai kritik bahasa terhadap pembelajaran menulis teks siswa siswa SMK swasta di Kota Bekasi, hal ini dibuktikan dengan nilai Sig = 0,002 <0,05 dan thitung = 2,901; dan (3) ada pengaruh yang signifikan penguasaan kalimat efektif terhadap pembelajaran menulis teks siswa SMK di Kota Bekasi, hal ini dibuktikan dengan Sig = 0,000 <0,05 dan thitung = 4,877. Kata Kunci: Ragam bahasa kritik, kalimat efektif, pembelajaran menulis teks resensi
Aspek Psikologi dan Nilai Moral Tokoh Utama dalam Novel “Anak Rantau” Karya Ahmad Fuadi Maya Adi Wira Citra
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 01 (2019): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.972 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v2i01.6664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikologi dan nilai moral tokoh utama dalam novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Objek penelitian yang menjadi sumber data primer adalah dalam novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengidentifikasi data, menyeleksi data, mereduksi data, dan menginterpretasi data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis halaman demi halaman dari aspek psikologi dan nilai moral tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi mengandung aspek psikologi tokoh utama dengan unsur id 48,57% yaitu dengan 68 temuan, unsur ego 30,71% yaitu dengan 43 temuan, dan unsur superego 20,71% yaitu dengan 29 temuan. 2) novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi mengandung aspek nilai moral tokoh utama dengan unsur moral individu 48,53% yaitu dengan 66 temuan, unsur moral sosial 34,56% yaitu dengan 47 temuan, dan unsur religi 16,91% yaitu 23 temuan.Kata Kunci: Aspek Psikologi, Nilai Moral, Novel Anak Rantau
Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan dalam Novel Pulang Karya Tere Liye Windi Rahmayanti; E. Zaenal Arifin
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3, No 01 (2020): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.304 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v3i01.6686

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penggunaan gaya Bahasa dalam novel Pulang karya Tere Liye dan menganalisis nilai Pendidikan yang terdapat dalam novel Pulang karya Tere Liye. Dengan memahami gaya Bahasa dan nilai-nilai Pendidikan, pembaca memperoleh dua manfaat yaitu pemahaman tentang gaya Bahasa dan pengetahuan tentang nilai Pendidikan religi, moral dan sosial. Gaya Bahasa yang akan dianalisis peneliti hanya meliputi gaya Bahasa personifikasi, metafora dan hiperbola. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menganalisis novel ini adalah metode kualitatif dengan Teknik deskriptif analitik, yaitu menguraikan sekaligus menganalisis kata-kata yang mengandung gaya Bahasa personifikasi, metafora dah hiperbola, serta nilai pedidikan yang terkandung dalam novel tersebut. Adapun langkah-langkah dalam menganalisis data adalah 1) membaca keseluruhan novel agar memperoleh gambaran tentang isinya; 2) menganalisis kalimat yang mengandung gaya bahasa personifikasi, metafora dan hiperbola yang terkandung dalam novel Pulang karya Tere Liye; 3) menganalisis kalimat yang mengandung nilai-nilai Pendidikan yang terkandung dalam novel Pulang karya Tere Liye.  Setelah penulis menganalisis novel maka dapat disimpulkan bahwa dari gaya bahasa personifikasi, metafora dan hiperbola, penulis lebih dominan menggunakan gaya Bahasa personifikasi berjumlah 39,62%, kemudian gaya bahasa metafora berjumlah 33.96% dan gaya bahasa hiperbola berjumlah 26,42%. lebih sedikit digunakan pengarang. Novel Pulang juga mengandung nilai Pendidikan religi berjumlah 18,75%, nilai moral berjumlah 50% dan nilai sosial berjumlah 31,25%. Kata Kunci: Analisis gaya bahasa, Nilai Pendidikan
Kritik Ideologi terhadap Nilai Sosial Budaya Pernikahan dalam Novel Di bawah Bayang-Bayang Ode Suriadin P Suriadin P; Apsanti Djokosujatno
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.856 KB) | DOI: 10.30998/diskursus.v4i2.9396

Abstract

This study aims 1. To gain an in-depth understanding of the intrinsic elements contained in Sumiman Udu's novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode. 2. To gain an in-depth understanding of the extrinsic elements contained in Sumiman Udu's novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode. 3. To gain an in-depth understanding of the social and cultural values of marriage in Sumiman Udu's novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode. 4. To gain an in-depth understanding of the ideological critique of the socio-cultural values of marriage in Sumiman Udu's novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode. The method used in this research is qualitative research using a genetic structuralism approach. The ideological criticism in the novel “Di Bawah Bayang-Ode” is a rejection of the belief of the Ode clan community that requires marriage to other clans so that parents are forced to marry their children to other clans. This is not only a form of discrimination against social classes that do not have an Ode clan, but also does not reflect the morals of an Ode clan. Besides that, the existence of the title "Ode" in the Butonese people is still very much appreciated, so that the marriage is done forcibly. Problems that occur next, when living the behavior of the household. Feelings of dislike (hate) are still lingering in the minds of the family, on the basis that they are not only entitled "Ode". Keyword: Ideological Criticism, Socio-Cultural Values of Marriage, Under the Shadow of Ode

Page 11 of 24 | Total Record : 237


Filter by Year

2018 2025