cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 2 (2017)" : 10 Documents clear
KONSELING KELOMPOK ISLAM DALAM PENDAMPINGAN LANSIA Leksono, Tri
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.967 KB)

Abstract

bertambahnya usia merupakan proses natural dari manusia yang tidak bisa dihindari, perlahan pasti akan berdampak pada fisiologis, psikologis dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan perubahan–perubahan dalam lansia, ada yang bisa di terima dan di jalani ada yang tidak yang berdampak pada masalah pribadi, sosial dan belajar. Pendekatan konseling kelompok islam sebagai alternative untuk menyalurkan kebutuhan, permasalahan di desain konsep islam (spiritual), sehingga diharapkan lansia akan dapat hidup lebih sehat, damai, tenang dan bahagia serta mandiri dalam kehidupan yang tersisa di dunia, sehingga hidupnya dalam usia senja tetap produktif dan bermanfaat serta bermartabat
MENGATASI KECEMASAN SISWA MENGHADAPI UJIAN NASIONAL MELALUI STRATEGI INTERVENSI KONSELING Gitayati, Prih
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.555 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi emosional yang ditimbulkan oleh sebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. Timbulnya kecemasan biasanya didahului oleh faktor-faktor tertentu, misalnya meghadapi ujian nasional. Demikian pula kecemasan yang di alami oleh para siswa di SMA Negeri 4 Semarang yang berakibat pada pesimistik setiap kegiatan yang dilakukan. Sebab-sebab kecemasan ini bisa berupa kurangnya kepercayaan diri, adanya putus asa, frustasi, tidak dapat bertindak secara efektif, dan bahkan hingga sampai pada kegagalan dalam berprestasi. Oleh sebab itu tindakan intervensi konseling model ini dirasa mampu mengurangi dan bahkan menghilangkan rasa kecemasan yang ada pada diri siswa dalam menghadapi ujian nasional tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) membandingkan tingkat kecemasan siswa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD), dan (2) membandingkan keefektifan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD) yang dikombinasikan dengan tanpa dikombinasikan keduanya untuk menangani kecemasan siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperiman dengan menggunakan model pretest-postest control group, yaitu untuk membandingkan antara kedua konseling tersebut. Sedangkan sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling pada siswa kelas XII yang akan menghadapi ujian nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan Strategi Intervensi Konseling (SIK), dan (2) SIK mampu mengatasi kecemasan pada siswa dalam menghadapi ujian nasional.
PROSES PEMBENTUKAN KELEKATAN PADA BAYI Hardiyanti, Dwi
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.883 KB)

Abstract

Kelekatan merupakan sebuah ikatan emosional antara anak dan orang tuanya yang terjalin sejak dini. Kelekatan ini bukan hanya sebatas ikatan emosional melainkan juga dasar bagi perkembangan sosial emosi anak ke depannya. Anak membangun kelekatan ini dengan figur lekatnya yang dapat saja berupa ibu, ayah, pengasuh atau anggota keluarga lainnya. Kelekatan pasti terbentuk pada anak, hanya ada anak yang mengembangkan bentuk kelekatan aman sedangkan yang lainnya mengembangkan bentuk kelekatan yang tidak aman. Kelekatan yang aman akan membawa dampak positif bagi perkembangan anak sedangkan kelekatan yang tidak aman akan membawa dampak negatif bagi perkembangan anak. Dampak negatif ini dapat berupa permasalahan perilaku, sosial atau emosi yang akan sulit tertangani karena letak permasalahannya ada pada hubungan orang tua dan anak yang tidak berjalan harmonis. Dampak positif yang muncul pada anak dengan kelekatan yang aman adalah anak akan menjadi individu yang mandiri, berani dan percaya diri walaupun berada di lingkungan baru serta kemampuan adaptasinya baik yang akan membuat anak ini menjadi individu yang menyenangkan. Kesimpulannya adalah sangat penting membentuk kelekatan yang aman pada anak agar perkembangan sosial emosionalnya menjadi lebih optimal.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Zusrotin, Zusrotin
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.011 KB)

Abstract

Negara-bangsa Indonesia memiliki keberagaman, baik suku bangsa, agama, budaya, ethnis, ras, kewilayahan, dan sebagainya. Nilai-nilai multikultural (multicultural values) untuk dimasukkan ke dalam kurikulum merupakan kebutuhan yang sangat urgen, setidaknya di “titipkan” pada mata pelajaran lain yang relevan, seperti: PKn, Sejarah, dan Agama. Pendidikan multikultural mencakup seluruh peserta didik tanpa membedakan kelompok, seperti: gender, etnik, ras, suku bangsa, budaya, strata sosial, kewilayahan, dan agama, yang telah menjadi tuntutan dan keharusan dalam membangun Indonsia baru. Namun perlu disadari, pendidikan multikultural memerlukan kajian yang mendalam tentang konsep dan praksis pelaksanaannya, bahkan hingga saat ini konsep pendidikan multikultural belum dikaji secara serius dalam dunia pendidikan. Namun bila ditilik secara yuridis, sebetulnya Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah memberi peluang untuk menjabarkan lebih lanjut terhadap konsep pendidikan multikultural, melalui lembaga pendidikan yang mempertimbangkan nilai-nilai kultural masyarakat dan suku bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika
MEMAHAMI PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM Samidjo, Jacobus; Suharso, Yohanes
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.201 KB)

Abstract

Pamanasan gblobal terjadi karena peningkatan jumlah Gas Rumah Kaca (GRK) di lapisan udara dekat muka bumi (atmosfer). Gas tersebut memerangkap panas dari matahari sehingga menebarkan suhu bumi dan air laut semakin panas dan akhirnya lebih panas dari pada suhu normal. Dengan terjadinya pemanasan global, berbagai parameter iklim akan terganggu, sehingga dalam jangka panjang akan mengalami perubahan yang bersifat tetap. Perubahan iklim akan menimbulkan perubahan pada musim sehingga menjadi sulit diperkirakan. Pada beberapa bagian wilayah akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang berpotensi memicu terjadinya banjir dan tanah longsor, sedang di bagian lain bisa mengalami musim kering yang berkepanjangan, karena kenaikan suhu dan turunnya kelembaban. Dampak perubahan iklim pada kehidupan di antaranya: ketahanan pangan terancam, kelangkaan air, ancaman kesehatan, degradasi lingkungan, dampak ekonomi dan dampak pada sosial politik serta budaya.
PENGARUH PERMAINAN KARTU TOSS TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN TK PEMBINA 3 PEKANBARU novianti, ria; solfiah, yeni
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.105 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh permainan kartu tossterhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun.Penelitian ini dilakukan di TK Pembina 3 Kota Pekanbaru selama Bulan Oktober hingga November 2016.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan jumlah sampel 14 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pembina 3 Pekanbaru sebelum diberi perlakuan tergolong kurang, sedangkan sesudah diberi perlakuan permainan Kartu Toss tergolong cukup baik, karena sebagian besar anak telah memiliki kemampuan berhitung permulaan yang tergolong pada kategori cukup. Permainan Kartu Toss memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pembina 3 Pekanbaru, yakni sebesar 29.4%. Hal ini dapat diketahui dari adanya perbedaan berupa peningkatan kemampuan berhitung permulaan sebelum dan sesudah perlakuan.
IbM LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) PENJAHIT GARMEN DI KECAMATAN GUNTUR KABUPATEN DEMAK widiastuti, eko heri; Marliyah, Lili; Suharyanto, Yohanes
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.713 KB)

Abstract

Masalah ketenagakerjaan merupakan masalah yang penting, terutama menyangkut masalah SDM, sebab saat ini kualitas SDM menjadi modal utama pencari kerja. Rendahnya kualitas tenaga kerja medorong LKP Bilqis dan LKP Bintang Novi untuk ikut berperan dalam meningkatkan SDM pencari kerja khususnya di bidang garmen. Permasalahan yang dihadapi LKP Bilqis terdiri dari pemenuhan sarana prasarana dan proses pembelajaran dalam hal ini SDM instruktur serta managemen organisasi LKP. Permsaahan LKP Bintang Novi adalah dalam hal pemenuhan sarana prasarana dan proses pembelajaran dalam hal ini adalah tidak tersedianya kurikulum yang digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran serta rendahnya SDM instruktur dan managmen organisasi LKP. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut maka SDM instruktur dan pengelola perlu ditingkatkan, maka target dari kegiatan ini adalah meningkatnya soft skill dan hard skill mereka, sedangkan luarannya adalah kurikulum yang disempurnakan, modul pelatihan dan sertifikat sebagai standar kualifikasi instrutur dan pengelola. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan terhadap instruktur dan pengelola LKP. Kegiatan tersebut meliputi sarasehan tentang perbaikan kurikulum, pelatihan untuk meningkatkan kualitas instruktur, pelatihan tentang pengembangan penyelenggaraan lembaga kursus dan pelatihan (LKP), pendampingan dalam menentukan strategi perluasan kemitraan. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan penuh keterbukaan, sehingga permasalahan yang dihadapi mitra dapat terpecahkan bersama dengan tim. Hasil dari kegiatan yang dilakukan tim, terlihat pada kemampuan instruktur dan pengelola mengalami peningkatan hal ini terlihat dari cara instruktur dalam mendampingi peserta kursusu, penambahan sarana dan prasarana, tersusunnya kurikulum pad level 3 dan pengelolan LKP yang semakin baik. Hal ini dibuktikan ditunjukkan kedua LKP ini untuk menyelenggarakan Program Kecakapan Kerja (PKK) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Demak.
PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH slamet, slamet
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.642 KB)

Abstract

Indonesia penuh dengan keberagaman, baik suku bangsa, agama, budaya, ethnis, ras, kewilayahan, dan sebagainya. Dalam memiliki kesamaan persepsi terhadap keberagaman suatu bangsa-negara Indonesia, pendidikan multikultural sudah menjadi suatu keharusan. Pendidikan multikultural (multicultural education) dimasukkan kedalam ke dalam kurikulum adalah sangat urgen, setidaknya di “titipkan” pada mata pelajaran lain yang relevan, seperti: PKn, Sejarah, dan Agama. Pendidikan multikultural merupakan respons terhadap perkembangan keberagaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap warga negara. Dimensi lain, pendidikan multikultural merupakan pengembangan kurikulum dan aktivitas pendidikan untuk memasuki berbagai pandangan, sejarah, prestasi dan perhatian terhadap orang-orang non-Eropa. Pendidikan multikultural mencakup seluruh peserta didik tanpa membedakan kelompok, seperti: gender, ethnik, ras, budaya, strata sosial, kewilayahan, dan agama, yang telah menjadi tuntutan dan keharusan dalam membangun Indonsia baru. Namun perlu disadari, pendidikan multikultural memerlukan kajian yang mendalam tentang konsep dan praksis pelaksanaannya, bahkan hingga saat ini konsep pendidikan multikultural belum dikaji secara serius dalam dunia pendidikan. Namun bila ditilik secara yuridis, sebetulnya Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) telah memberi peluang untuk menjabarkan lebih lanjut terhadap konsep pendidikan multikultural, utamanya pada Pasal 4 ayat (1) yang mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan yang mempertimbangkan nilai-nilai kultural masyarakat yang sangat beragam.
MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING DALAM LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan di sekolah. Beberapa kasus penyimpangan perilaku siswa akhir-akhir ini ditengarai akibat kurang serius dan intensifnya pendidikan karakter di sekolah. Pembelajaran di sekolah terkesan bermuara kepada capaian akademik yang unggul bukannya pribadi yang unggul. Bimbingan dan Konseling sebagai komponen dan pilar pendidikan di sekolah sesungguhnya dapat mengambil peranan dalam pengembangan karakter siswa. Salah satu layanan bimbingan dan konseling yang sarat muatan pendidikan karakter adalah konseling kelompok. Hal ini dikarenakan pada setiap tahapan konseling kelompok penuh dengan muatan pengembangan karakter. Namun demikian, dalam implementasinya harus dipadukan dan berbasis pendekatan experiential learning agar muatan itu menjadi lebih bermakna pada diri klien dalam mengembangkan perilaku yang dikehendaki.
PENINGKATAN KREATIVITAS SENI RUPA KOLASE DENGAN MEDIA DAUN PADA ANAK KELOMPOK B TK KEMALA BHAYANGKARI 03 BANYUMANIK SEMARANG
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kreativitas membuat kolase pada anak kelompok B. Subyek penelitian ini adalah Siswa dan Guru TK Kemala Bhayangkari 03 kelompok B kelas B2 berjumlah 25 siswa. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran sebanyak 2 siklus Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing siklus I pertemuan 1 mencapai peningkatan kreativitas 59,7%, pertemuan ke 2 mencapai 66,1% dan 3 mencapai 69,9%. Pada siklus II pertemuan 1 peningkatan kreativitas mencapai 73,9%, pertemuan ke 2 mencapai 75,7% dan siklus II pertemuan 3 mencapai 83,7%. Dapat dilihat bahwa pembelajaran siklus I dan II yang menekankan pada kegiatan kolase dengan media daun dapat meningkatkan kreatifitas anak sehingga perkembangan kreativitas seni rupa anakpun meningkat. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dengan kegiatan pembelajaran membuat kolase dengan media daun dapat meningkatkan kreativitas seni rupa anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 10