cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
IbM MEBEL UKIR KAYU DI DESA BANJAR AGUNG KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di juluki Bumi Kartini. Tetapi dengan kemahiran mengukir yang indah warga Jepara sampai sekarang, Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel ukir di desa Banjar Agung kecamatan Bangsri kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Banjar Agung mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran unit usaha, kurangnya modal dan sulitnya mengakses dana bantuan. Tujuan pengabdian pada masyarakat program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yaitu merubah proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, mengenalkan produk dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya, kurangnya pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Metode yang dipakai pada program IbM adalah merubah proses mengukir manual menjadi proses otomatis, melatih mendesain ukir kayu yang modern dan futuristik, pendampingan dan pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Luaran program yaitu Menerapkan Iptek tentang pembuatan mesin ukir kayu, desain ukir kayu modern, e-commerce penjualan produk, Mampu menerapkan manajemen usaha, pembukuan, akutansi keuangan dan Cash flow, sertifikat kegiatan Iptek bagi masyarakat. laporan kegiatan dan publikasi nasional hasil kegiatan program IbM.Keywords : mebel, kayu, ukir, e-commerce, usaha.
DEVELOPING REFLECTIVE WEBBED THEMATIC LEARNING DOCUMENTS TO FOSTER CRITICAL THINKING SKILL
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The questioner that was given for 20 science teachers of SMP shows that only 20% teacher reflects their lesson plan before applicated to the next class. This fact indicates that the teacher’s reflection awarness is low. The other problem founded in former research is 70% teacher feels hard to carry meaningful learning.The aims of this study is for developing the reflective webbed-thematic learning documents to learn the relationship between photosynthesis and global warming that is valid and reliable to be applicate on SMP Grade  VIII. This learning documents can helps the teacher to do reflection and foster the critical thinking skill. This study is Research and Development which consist of four steps (Define, Design, Develop, and Dessiminate) that is modificated. On the develop stage the learning documents are reflected three times to produce the final product. The implementation of learning document could develop the critical thinking skill. The second meeting gave the best score for critical thinking skill. The open-ended question developed can motivates the students to express their prediction and argument. The implementation learning documents which mainly focuse on reflection has sucessfully improve the quality of teaching and learning process. It caused by the teachers were already knew the weakness and the correct it. Keywords: Critical thinking skill, webbed thematic learning, reflective lerrning, photosynthesis, global warming
Meningkatkan Pemberdayaan Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Semakin Sejahtera Di Jawa Tengah
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengurangi tingkat kemiskinan pada hakekatnya untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera dan merupakan tugas bersama tidak hanya tugas Pemerintah saja. Namun perlu kerjasama yang baik dan konsisten antara pemerintah pusat dan daerah agar program penanggulangan kemiskinan bisa terus berlanjut dari waktu ke waktu. Pemerintah daerah juga dituntut makin responsif agar bisa mereplikasi program penanggulangan kemiskinan. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, Pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Dalam perpres tersebut, telah ditetapkan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dikonsolidaasikan menjadi 3 kelompok program penanggulangan kemiskinan, yaitu :ï‚· Kelompok Program Berbasis Bantuan dan Perlindungan Sosialï‚· Kelompok Program Berbasis Pemberdayaan Masyarakatï‚· Kelompok Program Berbasis Pemberdayaan Usaha Mikro dan KecilPada kelompok program berbasis pemberdayaan masyarakat, pendekatan pemberdayaan masyarakat selama ini telah banyak diupayakan melalui berbagai kegiatan pembangunan sektoral maupun regional. Namun berbagai kegiatan itu masih dianggap kurang efektif dan dilaksanakan secara parsial dan tidak berkelanjutan, sehingga digulirkanlah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri oleh Presiden RI pada tanggal 30 April 2007 di kota Palu, Sulawesi Tengah. Ada 2 program inti salah satu Program intinya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan. Salah satu strategi dasar dalam PNPM Mandiri Perkotaan adalah menciptakan sustainibility development atau pembangunan berkelanjutan dalam hal penanggulangan kemiskinan. Agar hal itu terwujud, dibutuhkan sejumlah langkah agar pelaku-pelaku PNPM Mandiri Perkotaan mampu mengintegrasikan perannya dengan program pemberdayaan lainnya.. Dan dalam pelaksanaan PNPM-Mandiri Perkotaan baik yang program Reguler, Paket, maupun program PLP-BK/ND dintegrasikan dengan prinsip: (1) Desentralisasi, (2) Keterpaduan, (3) Efektif dan Efisien, (4) Partisipatif, (5) Transparasi dan Akuntabel, (6) Keberlanjutan. Sedangkan unsur-unsur yang diintegrasikan adalah: (1) Nilai/Prinsip, (2) Mekanisme Pengambilan Keputusan, (3) Mekanisme Proses Perencanaan, (4) Mekanisme Pengelolaan Kegiatan, (5) Mekanisme Pertanggungjawaban, (6) Pelaku. Peningkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat perlu dilakukan beberapa langkah/kegiatan yang dilakukan dengan pendekatan struktural dan kultural. Pendekatan struktural dan kultural ini implementasinya dapat dilakukan secara struktural di tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat Kelurahan/Desa, sedangkan pendekatan kultural mengikuti sesuai kultural/budaya lokal.Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, kemiskinan, partisipasi
Pengaruh Panggung Boneka Seri Terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Cempaka
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media panggung boneka seri berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak dan apakah pengaruh panggung boneka seri terhadap kemampuan kognitif anak di PAUD Cempaka Tenggarong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen untuk mengetahui pengaruh panggung boneka seri tehadap kemampuan kognitif anak usia dini yaitu memberikan pretest dan posttest dengan disain adalah pretest and posttest control group design by random. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun sebanyak 20 orang anak dan penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling yaitu sampel eksperimen sebanyak 10 orang anak dan pembanding sebanyak 10 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Uji Statistik berdasarkan hasil perhitungan Uji t sebelum dan sesudah eksperimen dan diperoleh hasil analisis nilai Sig. = 0,000 <? , dan nilai thitung = 14.419 > ttabel = 1.812, maka HO ditolak dan Ha diterima. Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dua belas perlakuan yang terlihat dengan anak mampu membuat garis diagonal, membuat garis melingkar berulang, membuat beraneka bentuk, membuat simbol dan dapat dikenali bentuknya, mengelompokkan benda yang merupakan kegiatan penugasan dan hasil karya menggunakan media panggung boneka seri memberikan pengaruh terhadap kemampuan kognitif anak usia dini di PAUD Cempaka Tenggarong.
TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKTAKRAW MAHASISWA PJKR REGULER DAN NONREGULER FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dan perbedaan dalam bermain sepaktakraw mahasiswa PJKR reguler dan nonreguler Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Populasi adalah mahasiswa putra program studi PJKR reguler dan nonreguler semester ganjil tahun 2007/2008 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta yang memilih mata kuliah olahraga pilihan sepaktakraw sebanyak 149 orang Mahasiswa PJKR reguler sebanyak 58 orang dan PJKR nonreguler 91 orang. Teknik pengambilan sampel secara sensus, Metode penelitian dengan metode survey, teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes keterampilan bermain sepaktakraw buatan M. Husni Thamrin (2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 149 orang testee, 3 orang (2,01%) berkategori ”Baik Sekali”, 18 orang (12,08%) berkategori ”Baik”, 76 orang (50,01%) berkategori ”Sedang”, 51 orang (34,23%) berkategori ”Kurang”, dan 1 orang (0,67%) berkategori ”Sangat Kurang”. Kalau dilihat dari masing- masing program studi, untuk prodi PJKR reguler yang berjumlah 58 orang, 3 orang (5,17%) berkategori ”Baik Sekali”, 11 orang (18,97%) berkategori ”Baik”, 25 orang (43,10%) berkategori ”Sedang”, 19 orang (32,76%) berkategori ”Kurang”, yang berkategori ”Sangat Kurang” tidak ada. Program studi PJKR nonreguler berjumlah 91 orang, yang berkategori ”Baik Sekali” tidak ada, 7 orang (7,70%) berkategori ”Baik”, 51 orang (56,04%) berkategori ”Sedang”, 32 orang (35,16%) berkategori ”Kurang”, dan hanya 1 orang (1,1%) berkategori ”Sangat Kurang”. Mahasiswa PJKR reguler memiliki tingkat keterampilan lebih baik bila dibandingkan dengan non reguler dikarenakan memiliki kategori ”Baik” persentasenya lebih besar dan kategori ”Kurang” persentasenya lebih kecil. Kata Kunci : Sepaktakraw, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Mahasiswa PJKR
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Mranggen
Pawiyatan Vol 28 No 02 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis persiapan atau perencanaan guru PKn dalam proses pembelajaran; 2) untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PKn; dan 3) untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan evaluasi atau penilauan guru PKn dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Mranggen Kabupaten Demak. Model penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu penelitian yang cara memperoleh datanya berdasarkan kata-kata atau tindakan, sumber data tertulis, dan photo-photo kegiatan. Sedangkan sumber data diperoleh dari data berupa dokumen sekolah terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran oleh guru PKn. Informan penelitian adalah: 1) Kepala sekolah yang ditetapkan sebagai informan kunci atau key informan, sedang informan lapangan atau pelengkap adalah: 2) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 3) perwakilan guru, dan 4) perwakilan peserta didik. Teknik pengumpulan data digunakan: 1) wawancara; 2) observasi partisipatif; dan 3) studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data digunakan analisis interaktif model Miles & Huberman. Hasil penelitian diperoleh temuan: 1) perencanaan pembelajaran oleh guru PKn berjalan secara efektif dan efisien, dalam arti mempertimbangkan waktu yang tersedia dengan perbandingan atau cakupan materi yang rekatif luas; 2) pelaksanaan pembelajaran PKn, guru selalu berpedoman pada Garis-garis Besar` Program Pengajaran (GBPP) yang dioperasionalkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan 3) penilaian atau evaluasi pembelajaran oleh guru PKn digunakan penilaian sistem berkelanjutan, mulai dari nilai harian dalam bentuk pop quis, kuis, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan ketiga aspek, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Kata kunci: pembelajaran PKn.
KEBIJAKAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia  termasuk Indonesia telah  merebak konflik sosial antar kelompok baik bersifat horisontal maupun vertikal. Kecenderungan inilah menjadi alasan yang kuat untuk melakukan kajian terhadap masalah multikultural. Multikulturalisme adalah sebuah gerakan atau paham yang memperjuangkan kesetaraan untuk mengakui dan menghargai perbedaan dari ras, agama, etnik, budaya, gender, dan kelas sosial untuk menghadapi polarisasi dan permasalahan dunia. Paham ini dapat diinternalisasi melalui pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural    adalah proses dan strategi untuk membentuk sikap setiap orang untuk menghormati orang lain dengan berbagai perbedaan yang ada pada dirinya  dari aspek budaya, ras, etnik, agama, kelas sosial, maupun gender  dengan yang dimiliki orang lain, karena setiap orang memiliki dimensi yang berbeda dalam pengalaman, pikiran, persepsi,  sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pendidikan multikultural di Indonesia menghadapi tantangan yang luar biasa antara lain:1). keragaman identitas budaya daerah, 2).pergeseran kekuasaan dari pusat ke daerah, 3). kurang kokohnya nasionalisme, 4). fanatisme sempit, 5). konflik kesatuan nasional dan multikultural, 6). kesejahteraan ekonomi yang tidak merata di antara kelompok budaya, 7). keberpihakan yang salah dari media massa khususnya televisi swasta dalammemberitakan peristiwa Kata kunci: kebijakan, pendidikan multikultural, Indonesia.
PENDIDIKAN KARAKTER: SALAH SATU ALAT PEMERSATU BANGSA
Pawiyatan Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Selain itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Pendidikan karakter pada anak-anak sangat penting, karena anak-anak adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Pada anak-anak,  proses pendidikan karakter di mulai proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur.  Peran guru dalam pendidikan karakter untuk peserta didik di sekolah ialah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan perilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transpormasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama dalam kesatuan organis, harmonis, dan dinamis, lebih besar dalam konteks negara-bangsa. Kata Kunci: Pendidikan karakter, pemersatu bangsa
Pelaksanaan Supervisi Akademik Pada Sma Negeri 3 Semarang
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam dunia pendidikan sangat penting. Untuk meujudkan profesionalitas guru dalam proses pembelajaran tidak bisa terlepas dari peran serta Kepala sekolah, khususnya peran dalam bidang supervise akademik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru dalam proses penbelajaran, hal ini perlu dilakukan megingat mutu pendidikan dan kualitas dalam proses pembelajaran merupakan salah satu core-bussines bidang pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) tingkat pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan Kepala sekolah di SMA Negeri 3 Semarang, (2) indikator pelaksanaan supervisi akademik yang belum optimal, dan (3) kondisi instrumen penunjang pelaksanaan supervisi akademik di SMA Negeri 3 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan expost facto. Teknik pengumulan data digunakan angket atau kuesioner dan data yang digunakan berupa data primer. Sampel diambil dengan menggunakan metode proportional simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 73 orang guru. Alat analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan supervisi akademik di SMA Negeri 3 Semarang sudah berjalan dengan sangat baik yang dikemukakan oleh 27 orang atau 36,99% dari 73 responden, (2) aspek atau indikator yang berjalan dengan sangat baik adalah cara guru dalam memahami konsep, prinsip, teori dasar, bidang ilmu, dan dalam proses pembelajaran, dan (3) aspek atau indikator yang masih perlu ditingkatkan adalah: (a) kegiatan membimbing guru dalam menentukan, menyusun dan menggunakan unsur-unsur dalam proses pembelajaran, (b) membimbing guru untuk menentukan dan menyusun aspek keberhasilan pembelajaran, menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, menilai kinerja sekolah, mengolah dan menganalisis data hasil penilaian hasil kinerja sekolah, (c) memantau pelaksanan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa, dan (d) membina dan memberikan saran kepada guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk meningkatkan hasil kinerjanya.Kata Kunci: Supevisi Akademik
Pengelolaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Keluruahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan pajak bumi dan bangunan di Keluruahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif analitis yaitu menggambarkan serta menganalisis fakta-fakta yang sesuai dengan identifikasi masalah secara sistematis dan faktual. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yakni suatu metode pendekatan yang melihat permasalahan yang diteliti dengan menitikberatkan pada data sekunder. Teknis pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pajak bumi dan bangunan di Keluruahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang. Pemerintah Keluruahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang senantiasa berupaya optimal melakukan jemput bola dan memberikan pelayanan kepada para Wajib Pajak dalam pembayaran pajak, sekaligus melakukan penyuluhan, sosialisasi, dan menyebarkan informasi gratis baik dengan pamflet, brosur, ataupun bulletin Pajak. Kewenangan Pemerintah Pusat terhadap Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan tidak diatur. Adapun kendala-kendala yang terjadi dalam hal pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan oleh Pemerintah Keluruahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang, yaitu: masih adanya daerah yang belum menerbitkan Peraturan Kepala Daerah mengenai pelaksanaan pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), lemahnya sistem pengelolaan basis data objek, subjek dan wajib pajak, dan lemahnya sistem administrasi dan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak.