cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
PENGARUH PERMAINAN KARTU TOSS TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN TK PEMBINA 3 PEKANBARU novianti, ria; solfiah, yeni
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.105 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh permainan kartu tossterhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun.Penelitian ini dilakukan di TK Pembina 3 Kota Pekanbaru selama Bulan Oktober hingga November 2016.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan jumlah sampel 14 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pembina 3 Pekanbaru sebelum diberi perlakuan tergolong kurang, sedangkan sesudah diberi perlakuan permainan Kartu Toss tergolong cukup baik, karena sebagian besar anak telah memiliki kemampuan berhitung permulaan yang tergolong pada kategori cukup. Permainan Kartu Toss memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pembina 3 Pekanbaru, yakni sebesar 29.4%. Hal ini dapat diketahui dari adanya perbedaan berupa peningkatan kemampuan berhitung permulaan sebelum dan sesudah perlakuan.
Analisis Dan Simulasi Dengan Program Win-Gen (Strategi Dalam Mengkonstruk Instrumen Soal)
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui pengaruh N (jumlah peserta) terhadap kestabilan parameter estimate, 2) mengetahui pengaruh model terhadap kestabilan item dan parameter estimasi fix N n respons, 3) Pengaruh N (jumlah peserta) dan n (jumlah butir soal) terhadap kestabilan item parameter dan examinee estimate, dan 4) mengetahui pengaruh N (jumlah peserta), n (jumlah butir) dan model (1PL, 2PL, 3PL) terhadap kestabilan item parameter (b). Metode penelitian yang digunakan adalah permodelan dengan menggunakan teknik simulasi data guna menghasilkan replikasi menurut kriteria yang diinginkan. Pemilihan item tes dalam prosedur pengembangan tes menggunakan CTT didasarkan pada: (a) nilai kesukaran item, dan (b) korelasi skor item dan skor total atau disingkat korelasi item-total. Item yang memiliki korelasi item-total paling tinggi dipakai sebagai elemen suatu tes untuk membentuk suatu skala dengan konsistensi internal tinggi guna memperkecil sumbangan error acak skor-skor tes. Program yang digunakan adalah Win-Gen (Han Software) yang berfungsi untuk melakukan simulasi data dengan menyusun spesifikasi N, n, tingkat kemampuan, dan model parameter pengukuran dengan membuat replikasi yang akan kita inginkan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa untuk memaksimalkan nilai estimasi theta (θ) yang tinggi maka perlu melihat dari besar N (peserta), n (butir) dan model yang digunakan (1PL, 2PL atau 3PL) sehingga dapat menjadi sebuah instrumen yang baik dan teruji secara empiris.Kata Kunci : peserta, butir, examinee estimate, parameter test
Kepekaan Orang Tua Terhadap Perkembangan Seksualitas Anak geografi, khasanah mpd
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.921 KB)

Abstract

Dewasa ini sering kali terjadi kasus penyimpangan seksual di masyarakat, baik kekerasan seksual maupun kelainan seksual dan free sex. Banyaknya kejadian amoral, asusila pada anak usia remaja yang sangat penting dan perlu digaris bawahi adalah kurang perhatian orang tua terhadap pendidikan seks pada anak-anaknya. Artikel konseptual ini dibuat dengan tujuan agar orang tua dapat mengetahui tentang pendidikan seks, tetapi juga dimaksudkan agar mereka mengerti permasalahan seks saat ini dan dampak melakukan hubungan seksual di luar menikah dan selain itu dapat memposisikan anak untuk bersikap sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku serta dapat menghargai dirinya sendiri. Berdasarkan hasil dari pembahasan pendidikan seks dilakukan secara bertahap sesuai tahapan umur, dan perkembangan anak baik secara biologis, psikologis, ataupun sosialnya. Dalam hal ini orang tua harus bisa berkomunikasi secara suportif, sehingga terjalin kedekatan dan keterbukaan anak dengan orang tua dalam segala hal.
Peran dan Tanggungjawab Guru Sebagai Tenaga Profesional
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti telah diketahui bahwa dalam lingkup pendidikan yang terkecil yaitu sekolah, guru memegang peran yang amat penting dan strategis. Kelancaran proses seluruh kegiatan pendidikan terutama di sekolah, sepenuhnya berada dalam tanggung jawab para guru. Guru adalah seorang pemimpin yang harus mengatur, mengawasi dan mengelola seluruh kegiatan proses pembelajaran di sekolah yang menjadi lingkup tanggungjawabnya. Dalam menghadapi tuntunan situasi perkembangan zaman dan pembangunan nasional, sistem pendidikan nasional harus dapat dilaksanakan secara tepat guna dan hasil guna dalam berbagai aspek dimensi, jenjang dan tingkat pendidikan. Keadaan semacam itu pada gilirannya akan menuntut para pelaksana dalam bidang pendidikan di berbagai jenjang untuk mampu menjawab tuntutan tersebut melalui fungsi-fungsinya sebagai guru. Guru memegang peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya membentuk watak bangsa dan mengembangkan potensi siswa dalam kerangka pembangunan pendidikan di Indonesia. Tampaknya kehadiran guru hingga saat ini bahkan sampai akhir hayat nanti tidak akan pernah dapat digantikan oleh yang lain, terlebih pada masyarakat Indonesia yang multikultural dan multibudaya, kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan tugas-tugas guru yang cukup kompleks dan unik. Oleh sebab itu, diperlukan guru yang memiliki kemampuan yang maksimal untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan diharapkan secara berkesinambungan mereka dapat meningkatkan kompetensinya, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Profesional artinya dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan didukung oleh para petugas secara profesional. Petugas yang profesional adalah petugas yang memiliki keahlian, tanggung jawab, dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yanng kuat. Untuk menguji kompetensi tersebut, pemerintah menerapkan sertifikasi bagi guru khususnya guru dalam jabatan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa guru yang profesional merupakan salah satu indikator penting dari sekolah berkualitas. Guru yang profesional akan sangat membantu proses pencapaian visi dan misi sekolah. Mengingat strategis peran yang dimiliki oleh seorang guru, usaha-usaha untuk mengenali dan mengembangkan profesionalitas guru menjadi sangat penting untuk dilakukan.  Kata Kunci :  Peran, Tanggungjawab, Tenaga Profesional.
Nilai-nilai Pedagogik dalam Pendidikan Soelistijanto, R.
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.008 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan tugas mulia bagi Umat Manusia kepada generasi muda dan para siswa dan siswi. Pendidikan memiliki nilai-nilai luhur untuk mengajarkan ketrampilan, pengetahuan dan kepribadian kepada para siswa. Siapapun yang akan melaksanakan tugas Pendidikan harus memiliki nilai-nilai Pedagogik. Guru memiliki Iman dan Taqwa karena akan menjadi teladan bagi Siswa, Guru harus Rajin belajar dan mempersiapkan rancangan pembelajaran, karena akan melaksanakan pembelajaran bagi Siswa, Guru harus bisa menguasai metode pembelajaran karena akan melaksanakan tugas pembelajaran bagi Siswa, Guru harus bisa memberi semangat kepada Siswa supaya Siswa memiliki semangat untuk belajar dan tampil di kelas maupun di masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci: Pendidikan, Nilai-nilai Pedagogik, Guru, Siswa..
PENINGKATAN PEMAHAMAN BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DI MTS RAUDHATUL MUTA’ALLIMIN TUGU SEMARANG
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah biasanya lebih menekankan pada metode ceramah, bersifat hafalan, dan cenderung berpusat pada guru (teacher centered) sehingga  pembelajaran yang ada kurang efektif. Observasi dilakukan di MTS Raudhatul Muta’allimin kecamatan Tugu Kota Semarang. menunjukkan bahwa hasil belajar, motivasi dan aktivitas belajar siswa masih rendah (ketuntasan belajar klasikal masih sebesar 52%). Salah satunya disebabkan oleh model pembelajaran yang diterapkan guru kurang variatif. Siswa kurang termotivasi untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga aktivitas belajar rendah. Penelitian ini mencoba menerapkan model pembelajaran  kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang 3 siklus dengan 6 kali pertemuan.. Evaluasi hasil dan refleksi tindakan pembelajaran sebanyak tiga siklus, diperoleh data bahwa pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan lebih efektif dengan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan hasil belajar dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam aktivitas belajar pada mata pelajaran Akidah akhlak. Hasil selama proses pembelajaran berupa tes dan observasi mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 72,4% menjadi 82,8% pada siklus II dan 93,1% pada siklus III. Sementara aktivitas belajar sebesar 51,72% dari siklus I menjadi 72,41% pada siklus II dan 89,65% pada siklus III. Demikian halnya dengan tingkat motivasi belajar meningkat dari kategori cukup dari siklus I menjadi kategori baik dengan prosentasi 100% pada akhir siklus III. Penggunaan materi akidah akhlak bisa disesuaikan dengan model cooperative learning tipe STAD. Kata Kunci : STAD, motivasi, aktivitas belajar, hasil belajar.
ANALISIS POTENSI HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI DESA LABUHAN KECAMATAN SRESEH KABUPATEN SAMPANG PULAU MADURA SEBAGAI PENGEMBANGAN BAHAN DASAR PEWARNA ALAM PADA KARYA KERAJINAN KRIYA TEKSTIL sugianto, herman
Pawiyatan Vol 28 No 01 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.375 KB)

Abstract

Wilayah pesisir memiliki sumberdaya berupa perikanan, kelautan dan hutan mangrove. Hutan mangrove di wilayah Pesisir kabupaten Sampang masih tergolong lestari, dimana keberadaannya memberikan nilai ekonomis tinggi. Hutan mangrove memliki fungsi untuk menjaga garis pantai dari terjadinya abrasi dan banjir. Hutan mangrove yang terdapat di pesisir pantai Desa Labuhan kecamatan Sreseh yang masih tergolong banyak, merupakan salah satu aspek strategis sebagai pengembangan bahan pewarna alam yang ramah lingkungan. hutan mangrove yang terdapat dipesisir pantai Desa Labuhan Kecamatan Sreseh Kabupaten sampang tidak dimanfaatkan secara tepat guna, masyarakat desa pesisir lebih memanfaatkan hutan mangrove sebagai bahan bakar kayu, sebagai makanan hewan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pengembangan dalam mengelolah bahan baku yang diambil dari hutan mangrove sebagai bahan dasar pewarna alami. Faktor keberhasilan dari penelitian ini adalah ketersedian bahan pewarna alam yang didapat dari hutan mangrove. Resiko yang akan timbul adalah dengan pengambilan bahan baku dari hutan mangrove, maka akan terjadi pengambilan bagian-bagian dari pohon mangrove seperti daun, bunga dan kulit, walaupun hal itu tergolong tidak berbahaya, karena tidak melakukan penebangan atau pengrusakan dari hutan mangrove itu sendiri, maka perlu diadakan regenerasi ulang atau penanaman bibit pohon mangrove. Produk yang dihasilkan dari pemanfaatan hutan mangrove ini berupa warna alam yang dihasilkan dari masing-masing bagian pohon dari berbgai jeni pohon mangrove yang ada, untuk diaplikasikan kriya tekstil.
ANALISA PENAMBAHAN PIPA KATALIS HYDROCARBON CRACK SYSTEM DENGAN MEMANFAATKAN UAP TANGKI TERHADAP PENGHEMATAN BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR ZUPITER Z
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda motor sebagai salah satu alat transportasi praktis dan hemat dibandingkan dengan angkutan umum. Alasan lain untuk mempercepat aktivitas ke tempat yang diinginkan. Sepeda motor dengan bahan bakar irit sebagai penentu konsumen untuk menentukan pilihan, karena harga bahan bakar yang mahal. Harga eceran premium Rp 6.500 Per liter, dan pertamax Rp 9.050 per liter. Maka perlu inovasi pembuatan alat untuk penghematan bahan bakar yang tujuanya untuk menaikan kinerja mesin, mengurangi emisi gas buang dan mengurangi resiko kerusakan. Penelitian ini adalah membuat alat penghemat BBM memakai metode hydrocarbon crack system (HCS) menggunakan pipa katalis untuk menghemat bahan bakar dan emisi gas buang. Metode penelitian menggunakan variabel bebas dengan mengatur putaran mesin, panjang pipa katalis dan volume pertamax untuk mengetahui pengaruh penghematan BBM, temperatur mesin, kebisingan, dan emisi gas buang Sepeda Motor Zupiter Z 113,7 cc. HCS sangat efektif dipakai untuk power supelmen kendaraan bermotor sebagai penghemat bahan bakar yang mampu menghemat minimal 50% sampai 70% bahan bakar. Sebelum memakai pipa katalis waktu performa mesin 12:45 menit, temperatur mesin 109oC, kebisingan 58 db dan emisi gas buang masih diatas nilai batas yang diizinkan, setelah menggunakan pipa katalis menjadi waktu performa mesin 20:49, temperatur naik 99oC, kebisingan 52 db dan emisi gas buang sesuai standar nilai emisi gas buang yang diizinkan. Metode HCS mampu menghemat BBM 50% dan menurunkan kadar emisi gas buang dengan peningkatan panjang pipa katalis dan volume premium.  Kata kunci : pipa katalis, hydrocarbon crack system, premium, uap, emisi.
Pengaruh Lingkungan Sekolah, Penggunaan Teknologi, Dan Prestasi Akademik Terhadap Kecurangan Akademik Susiatik, Titik; srihadi, Srihadi; slamet, Slamet
Pawiyatan Vol 29 No 1 (2022): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.334 KB)

Abstract

Kecurangan akademik adalah tindakan yang dilakukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan cara melakukan perbuatan yang tidak baik atau dilarang seperti menyontek, diskusi dengan teman saat ujian berlangsung atau cara lainnya. Pada Ujian Nasional (UN) 2019 Kemendikbud menerima sebanyak 126 kasus aduan dan meningkat dibandingkan tahun 2017 dan 2018 yaitu masing-masing 71 dan 79 kasus aduan. Beberapa penelitian terdahulu juga menunjukkan hasil tentang angka kecurangan akademik yang cukup tinggi. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: 1) apakah lingkungan sekolah berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik?; 2) apakah penggunaan teknologi informasi berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik?; dan 3) apakah prestasi akademik berpengaruh terhadap perilaku kecurangan akademik? Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) berdasarkan analisis statistik deskriptif, variabel kecurangan akademik termasuk tinggi, sedangkan lingkungan sekolah cukup tinggi, adapun penggunaan teknologi informasi termasuk kriteria tinggi dan nilai prestasi akademik termasuk cukup tinggi; 2) berdasarkan uji hipotesis hanya variabel lingkungan sekolah yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan akademik, sementara variabel penggunaan teknologi informasi dan prestasi akademik ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap kecurangan akademik. Kata kunci: lingkungan sekolah, penggunaan teknologi, prestasi dan Kecurangan akademik.
PERSYARATAN LINGKUNGAN HUNIAN SEHAT
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah yang stretagis merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang dicirikan oleh batasan administratif yang di atur dalam peraturan perundangan serta didominasi oleh kegiatan produktif bukan pertanian. Disamping itu, wilayah tertentu yang strategis  memiliki peran dan fungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, pariwisata dan sebagainya, bahkan memiliki daya tarik bagi kaum urbanis untuk tinggal di dalamnya. UU RI Nomor 1/2011 menyatakan bahwa permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Adapun  ciri-ciri hunian  yang sehat di antaranya: (1) sarana dan prasarana sanitasi ada dan terawatt, (2) adanya ventilasi udara yang cukup untuk pertukaran udara sehat, (3) bangunan yang teratur. Kemudian ciri-ciri lainya, fungsi bangunan sebagai hunian, bukan berfungsi yang lain. Ciri-ciri pemukiman sehat yang terkahir adalah ada peng-hijauan. Rumah sehat adalah kondisi fisik , kimia, biologi, didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat, maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: (1) sirkulasi udara yang baik, (2) penerangan yang cukup, (3) air bersih terpenuhi, (4) pembuangan air limbah diatur dengan baik agar  tidak menimbulkan pencemaran, (5) bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lengkap serta tidak terpengaruh pen-cemaran seperti bau, rembesan air kotor, maupun udara kotor. Kata Kunci : Hunian sehat.