cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 520 Documents
MANAJEMEN INTEGRASI ZAKAT MAL DAN PEMBERDAYAAN KEARIFAN LOKAL PERELEK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMAT (Studi Kasus : Masjid Jami Al-Amin Desa Sukawening Kec. Ciwidey Kab. Bandung) Eep Jamaludin; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2670

Abstract

Background: The management of Zakat Mal at the village mosque level is often trapped in a traditional paradigm characterized by the absence of formal institutions, lack of transparency, and short-term consumptive distribution patterns. This phenomenon contrasts sharply with the vitality of local wisdom, such as the "Perelek" system, which thrives as a community-based social finance mechanism with participatory and accountable governance.Objective: This study aims to (1) identify and analyze the management gap between the Zakat Mal and "Perelek" systems at the mosque level, and (2) design and propose a synergistic integration model based on the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) framework to optimize the role of Islamic philanthropy in enhancing community welfare holistically and sustainably. Method: Using a qualitative approach with an intrinsic case study strategy at the Al-Amin Jami Mosque, Sukawening Village, Bandung Regency. Data collection was conducted through triangulation via participatory observation, in-depth semi-structured interviews with 15 key informants (mosque board members, muzakki, mustahik), and in-depth analysis of financial documents from the "Perelek" program. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, Saldana. Results: The findings reveal a sharp management dichotomy. Zakat Mal management experiences dysfunction across all POAC aspects: lack of data-based planning, ad-hoc institutionalization, passive-reactive implementation, and non-existent control. Conversely, "Perelek" demonstrates optimal performance with routine planning, organization within the mosque board structure, participatory-responsive implementation, and highly transparent control. The significant economic potential of Zakat Mal from the agricultural and convection sectors remains untapped due to a public trust deficit. Conclusion: It is concluded that the main gap lies in the aspects of organizing and controlling. The proposed integration model is "Functional Differentiation with Convergence of Governance Principles", where "Perelek" is consolidated as a consumptive social safety net, while Zakat Mal is transformed into a productive economic empowerment instrument, fully adopting the transparency and participation principles of "Perelek". Implementing this model requires UPZ legalization, contextual zakat fiqh education, and a transformation of the reporting system.ABSTRAKLatar Belakang: Pengelolaan Zakat Mal di tingkat masjid pedesaan seringkali terperangkap dalam paradigma tradisional yang ditandai dengan ketiadaan kelembagaan formal, minimnya transparansi, dan pola distribusi konsumtif jangka pendek. Fenomena ini berbanding terbalik dengan vitalitas kearifan lokal, seperti sistem “Perelek”, yang justru tumbuh sebagai mekanisme keuangan sosial berbasis komunitas dengan tata kelola partisipatif dan akuntabel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan manajemen antara sistem Zakat Mal dan “Perelek” di tingkat masjid, serta (2) merancang dan mengusulkan model integrasi sinergis berbasis kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) untuk mengoptimalkan peran filantropi Islam dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara holistik dan berkelanjutan. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus intrinsik di Masjid Jami Al-Amin, Desa Sukawening, Kabupaten Bandung. Pengumpulan data dilakukan secara triangulasi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 15 informan kunci (pengurus DKM, muzakki, mustahik), dan analisis mendalam terhadap dokumen keuangan program “Perelek”. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, Saldana. Hasil: Temuan mengungkap dikotomi manajemen yang tajam. Pengelolaan Zakat Mal mengalami disfungsi pada seluruh aspek POAC: tidak ada perencanaan berbasis data, kelembagaan yang ad-hoc, pelaksanaan yang pasif-reaktif, dan pengawasan yang nihil. Sebaliknya, “Perelek” menunjukkan kinerja optimal dengan perencanaan rutin, pengorganisasian dalam struktur DKM, pelaksanaan yang partisipatif-responsif, dan pengawasan yang sangat transparan. Potensi ekonomi Zakat Mal dari sektor pertanian dan konveksi yang signifikan tidak tergarap akibat defisit kepercayaan publik. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kesenjangan utama terletak pada aspek kelembagaan (organizing) dan akuntabilitas (controlling). Model integrasi yang diusulkan adalah “Diferensiasi Fungsi dengan Konvergensi Prinsip Tata Kelola”, di mana “Perelek” dikonsolidasikan sebagai jaring pengaman sosial konsumtif, sementara Zakat Mal ditransformasi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi produktif, dengan mengadopsi sepenuhnya prinsip transparansi dan partisipasi dari “Perelek”. Implementasi model ini memerlukan legalisasi UPZ, edukasi fikih zakat kontekstual, dan transformasi sistem pelaporan.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN CRITICAL THINKING SISWA Moh Mundzir
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2803

Abstract

This study aims to: (1) analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving students’ critical thinking skills in Islamic Religious Education (PAI), and (2) examine the relevance of PBL implementation to the characteristics of PAI learning and the demands of 21st-century education. This research employs a Research and Development (RD) approach, consisting of needs analysis, model design, product development, expert validation, field testing, and revision stages. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and critical thinking tests, which are analyzed using both descriptive and quantitative methods. The results of the study indicate that the implementation of the PBL model is effective in enhancing students’ critical thinking skills, as evidenced by improvements in analysis, evaluation, and rational decision-making abilities. Furthermore, the PBL model is proven to be relevant to PAI learning as it integrates cognitive, affective, and psychomotor aspects through active, collaborative, and contextual problem-based learning. Therefore, PBL is considered an appropriate learning model to address the challenges of 21st-century education and to improve the overall quality of Islamic Religious Education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis efektivitas model pembelajaran problem based learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), serta (2) mengkaji relevansi penerapan PBL dengan karakteristik pembelajaran PAI dan tuntutan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (RD) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba, dan revisi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes kemampuan berpikir kritis, yang dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan secara rasional. Selain itu, model PBL juga terbukti relevan dengan pembelajaran PAI karena mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis masalah kontekstual. Dengan demikian, PBL menjadi salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 serta meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara menyeluruh.
INTERNALISASI NILAI PEMAAF MELALUI PENDEKATAN STORYTELLING QUR’ANI DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 1 PALANGKA RAYA Aditya Syahputra; Rahmah Aulia; Rahimah Aulia; Surawan Surawan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2792

Abstract

This study aims to describe the process of internalizing the value of forgiveness through a Qur’anic storytelling approach in Islamic Education (PAI) classes at SMP Negeri 1 Palangka Raya and to analyze its impact on students’ social behavior. This study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the internalization of the value of forgiveness occurs through the stages of moral knowing, moral feeling, and moral acting. Students demonstrated increased empathy, the ability to resolve conflicts peacefully, and an awareness of the importance of asking for and granting forgiveness in social interactions at school. This study employs a Qur’anic storytelling approach based on the story of Prophet Yusuf as a strategy for internalizing the value of forgiveness, integrated with students’ social experiences at the junior high school level. Thus, Qur’anic storytelling can serve as an effective approach in strengthening character education within Islamic Education (PAI) instruction. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai pemaaf melalui pendekatan storytelling Qur’ani dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Palangka Raya serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pemaaf berlangsung melalui tahapan moral knowing, moral feeling dan moral acting. Siswa menunjukkan peningkatan empati, kemampuan menyelesaikan konflik secara damai, serta kesadaran untuk meminta dan memberi maaf dalam interaksi sosial di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan storytelling Qur’ani berbasis kisah Nabi Yusuf sebagai strategi internalisasi nilai pemaaf yang diintegrasikan dengan pengalaman sosial siswa pada jenjang SMP.  Dengan demikian, storytelling Qur’ani dapat menjadi pendekatan efektif dalam penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran PAI.
INDUSTRIALISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANTARA TUNTUTAN PASAR KERJA DAN KRISIS NILAI HUMANISTIK Siti Maspuah Fitrianingsih; Rustam Ibrahim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2847

Abstract

Education is a fundamental human right and a means of character building and improving the quality of human resources. However, the development of globalization and industrialization has pushed education in Indonesia towards a market orientation that places greater emphasis on the needs of the workforce than on strengthening humanistic values. This study aims to analyze the phenomenon of the industrialization of education, its relationship to job market demands, and its implications for the weakening of humanistic values. The study used a qualitative approach with library research methods through a review of various scientific journals, books, and relevant academic sources. The results show that the industrialization of education has pushed educational institutions to become increasingly oriented towards market mechanisms and labor production. This condition has resulted in increased commercialization of education, unequal access to education, and the weakening of humanistic values such as justice, empathy, social responsibility, and character building. Thus, the industrialization of education not only influences the orientation of national education but also gives rise to a crisis of humanistic values that threatens the goal of education as a process of humanization. ABSTRAKPendidikan merupakan hak dasar setiap manusia sekaligus sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, perkembangan globalisasi dan industrialisasi telah mendorong pendidikan di Indonesia menuju orientasi pasar yang lebih menekankan kebutuhan dunia kerja dibandingkan penguatan nilai-nilai humanistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena industrialisasi pendidikan, kaitannya dengan tuntutan pasar kerja, serta implikasinya terhadap melemahnya nilai-nilai humanistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi pendidikan mendorong lembaga pendidikan semakin berorientasi pada mekanisme pasar dan produksi tenaga kerja. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya komersialisasi pendidikan, ketimpangan akses pendidikan, serta melemahnya nilai-nilai humanistik seperti keadilan, empati, tanggung jawab sosial, dan pembentukan karakter. Kesimpulannya, industrialisasi pendidikan tidak hanya memengaruhi orientasi pendidikan nasional, tetapi juga memunculkan krisis nilai humanistik yang mengancam tujuan pendidikan sebagai proses humanisasi manusia. 
EPISTEMOLOGI PESANTREN: STUDI INTERPRETATIF TERHADAP MAKNA KITAB KUNING BAGI GURU DAN SANTRI Imamuddin Yusup; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2673

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) represent the oldest form of Islamic educational institutions in Indonesia and possess a distinctive epistemological system, which is particularly reflected in the tradition of kitab kuning (classical Islamic texts) learning. The kitab kuning function not only as primary sources of classical Islamic scholarship but also as media for the transmission of values, scholarly authority, and the formation of students’ character. This study aims to examine the epistemology of pesantren through an interpretative approach to the meaning of kitab kuning as perceived by teachers (kiai/ustaz) and students. Employing a qualitative research design with an interpretative–phenomenological method, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis within the pesantren environment. The findings reveal that kitab kuning are understood as (1) sources of scholarly legitimacy and religious authority, (2) media for the internalization of Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah (Aswaja) values, and (3) instruments for the formation of students’ intellectual and moral habitus. The epistemology of pesantren, as grounded in the kitab kuning tradition, emphasizes the integration of knowledge, ethics, and spirituality, thereby offering a holistic model of Islamic education that remains relevant amid the challenges of modernity. ABSTRAKPesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki sistem epistemologi khas, terutama tercermin dalam tradisi pembelajaran kitab kuning. Kitab kuning tidak hanya berfungsi sebagai sumber rujukan keilmuan keislaman klasik, tetapi juga menjadi medium transmisi nilai, otoritas keilmuan, dan pembentukan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi pesantren melalui pendekatan interpretatif terhadap makna kitab kuning bagi guru (kiai/ustaz) dan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretatif-fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab kuning dimaknai sebagai (1) sumber legitimasi keilmuan dan otoritas religius, (2) media internalisasi nilai Aswaja, dan (3) sarana pembentukan habitus intelektual dan moral santri. Epistemologi pesantren yang berbasis kitab kuning menekankan integrasi antara pengetahuan, etika, dan spiritualitas, sehingga relevan sebagai model pendidikan Islam yang holistik di tengah tantangan modernitas.
ANALISIS HAMBATAN IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI RUMAH QUR’AN RIYADHUL MUTTAQIN CIKARANG UTARA Jaenal Mutaqin; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2671

Abstract

Quranic education through the Ummi Method is a quality-based system that integrates the 10 Pillars of the Quality System to achieve the ability to read the Quran with proper recitation (tartil) and fluency. This study aims to analyze the barriers to implementing the Ummi Method at the Riyadhul Muttaqin Quran House in North Cikarang and to identify strategies for optimizing learning. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with administrators, teachers, students, and parents, as well as document analysis, and were subsequently analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana. The results indicate that the primary barriers lie in the duration of learning sessions, an unbalanced teacher-to-student ratio, suboptimal coordinator supervision, inconsistent application of mastery learning, irregular external quality control, and a manual student progress reporting system. External factors, such as insufficient independent practice at home and gadget usage, also impact learning effectiveness. This study concludes that optimizing the implementation of the Ummi Method requires systemic strengthening of the 10 Pillars of the Quality System through improved supervision, correction of the teacher-student ratio, digitization of reporting, and strengthening the role of parents in supporting Quranic learning at home. ABSTRAKPembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Ummi merupakan sistem berbasis mutu yang mengintegrasikan 10 Pilar Sistem Mutu untuk mencapai kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan implementasi Metode Ummi di Rumah Qur’an Riyadhul Muttaqin Cikarang Utara serta mengidentifikasi strategi optimalisasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola, guru, santri, dan wali santri, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terdapat pada aspek waktu pembelajaran, rasio guru dan santri yang belum ideal, supervisi koordinator yang belum optimal, inkonsistensi penerapan mastery learning, kontrol mutu eksternal yang belum rutin, serta sistem pelaporan perkembangan santri yang masih manual. Faktor eksternal berupa rendahnya latihan mandiri di rumah dan penggunaan gadget turut memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi implementasi Metode Ummi memerlukan penguatan sistemik terhadap 10 Pilar Sistem Mutu melalui peningkatan supervisi, perbaikan rasio guru-santri, digitalisasi pelaporan, dan penguatan peran orang tua dalam pendampingan belajar Al-Qur’an di rumah.
EFIKASI DOSEN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM KH. RUHIAT CIPASUNG TASIKMALAYA Lelah Nurjamilah; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2672

Abstract

Faculty efficacy is one of the key factors influencing the quality of learning in higher education, particularly in the Islamic Religious Education (IRE) program, which requires the integration of academic and pedagogical competencies with Islamic values. This study aims to analyze faculty efficacy in improving the quality of learning in the Islamic Religious Education program at KH. Ruhiat Cipasung Islamic University in Tasikmalaya. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving 5 tenured faculty members, 1 Program Chair, and 10 students. Data analysis was conducted using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that lecturers possess a high level of efficacy in mastering course content, applying teaching strategies, managing the classroom, conducting assessments, and utilizing instructional media. Lecturers’ efficacy is supported by teaching experience as well as institutional support through training and academic supervision. The research findings indicate that lecturers’ efficacy contributes to the creation of learning that is more effective, participatory, and meaningful for students. Therefore, strengthening lecturers’ efficacy needs to be an important part of efforts to improve the quality of learning at Islamic higher education institutions. ABSTRAKEfikasi dosen merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut integrasi antara kompetensi akademik, pedagogik, dan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efikasi dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 5 dosen tetap, 1 Ketua Program Studi, dan 10 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen memiliki tingkat efikasi yang tinggi dalam penguasaan materi, penerapan strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, pelaksanaan evaluasi, dan pemanfaatan media pembelajaran. Efikasi dosen didukung oleh pengalaman mengajar serta dukungan institusional melalui pelatihan dan supervisi akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efikasi dosen berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, partisipatif, dan bermakna bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penguatan efikasi dosen perlu menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di perguruan tinggi Islam.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS NILAI ASWAJA DI PESANTREN: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG SANTRI LINTAS DAERAH Abdah Muhammad Hasan; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2667

Abstract

The diversity of the students’ cultural backgrounds at Islamic boarding schools presents both a challenge and an opportunity for strengthening character education and tolerance. This study aims to describe multicultural learning practices, analyze the integration of Aswaja Annahdiyah values, and examine their impact on the character development and social competencies of students at Pesantren Annur, Garut Regency. The study employs a qualitative phenomenological approach, involving 28 students from various regions through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results indicate that cross-cultural interactions in dormitory activities, halaqah sessions, and collective activities foster tolerant attitudes, intercultural communication skills, and the ability to collaborate. The Aswaja Annahdiyah values—tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and ta’awun (cooperation)—are integrated into the students’ daily lives and serve as the foundation for building an inclusive character. This study concludes that Pesantren Annur has developed an effective experience-based multicultural education model that strengthens students’ social competencies and character, while also demonstrating the synergy between multicultural education and the Aswaja Annahdiyah values within the pesantren context. ABSTRAKKeberagaman latar belakang budaya santri di pesantren menjadi tantangan sekaligus peluang dalam penguatan pendidikan karakter dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pembelajaran multikultural, menganalisis integrasi nilai Aswaja Annahdiyah, serta mengkaji dampaknya terhadap pengembangan karakter dan kompetensi sosial santri di Pesantren Annur, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan 28 santri dari berbagai daerah melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lintas budaya dalam kegiatan asrama, halaqah, dan aktivitas kolektif mampu menumbuhkan sikap toleran, keterampilan komunikasi antarbudaya, serta kemampuan bekerja sama. Nilai Aswaja Annahdiyah, yaitu tasamuh, tawazun, dan ta’awun, terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari santri dan menjadi landasan pembentukan karakter inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pesantren Annur mengembangkan model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang efektif dalam memperkuat kompetensi sosial dan karakter santri, sekaligus menunjukkan sinergi antara pendidikan multikultural dan nilai Aswaja Annahdiyah dalam konteks pesantren.
PENGARUH PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACA BAHASA INGGRIS SISWA SD KELAS I Fatma Dewani Harahap
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2925

Abstract

Learning a language requires mastery of four skills, one of which is speaking. To improve students' speaking skills, teachers must encourage them to be bold and able to express their opinions. This classroom action research aims to improve students' speaking skills using the Picture and Picture model in first-grade students at Medan Estate Elementary School 106162. The study aimed to determine whether the implementation of the Picture and Picture learning model can improve students' reading outcomes in English learning in first-grade students at Medan Estate Elementary School 106162. The research used a classroom action research (CAR) model with two cycles. The study was conducted on 20 first-grade students at Medan Estate Elementary School 106162. After two cycles of research, it was concluded that: 1) Students' reading outcomes in English learning in first-grade students at Medan Estate Elementary School 106162 improved from cycle one to cycle two. 2) Applying the Picture and Picture learning model during learning can improve students' reading outcomes, according to two observers, from cycle one to cycle two. ABSTRAKDalam mempelajari bahasa dituntut untuk menguasai empat kemampuan salah satunya yang harus dikuasai oleh siswa adalah kemampuan berbicara. Agar kemampuan berbicara siswa dapat meningkat maka, adanya dorongan dari guru agar siswa berani dan mampu mengungkapkan pendapat mereka. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan model picture and picture pada kelas I SD Negeri 106162 Medan Estate. Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  apakah  penerapan  model  pembelajaran Picture  and  Picture dapat  meningkatkan hasil belajar membaca siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas I 106162 Medan Estate. Jenis penelitian  yang  digunakan  adalah  penelitian tindakan  kelas  (PTK) yang  dilakukan  dengan  2  silkus. Penelitian dilakukan pada siswa kelas I SD 106162 Medan Estate dengan jumlah 20 siswa. Setelah penelitian berlangsung selama  dua  siklus  dapat  disimpulkan  bahwa;  1)  Hasil  belajar membaca  siswa  pada  mata  pembelajaran  bahasa  Inggris  di kelas I SD 106162 Medan Estate meningkat dari siklus I ke siklus 2) Dengan menerapkan model pembelajaran Picture  and  Picture selama  pembelajaran dapat  meningkatkan  hasil membaca  siswa  menurut  dua pengamat dari siklus I ke siklus II.
PENGARUH PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP WORK-LIFE BALANCE PADA GURU SMA DI TORAJA Rika Nasa; Asniar Khumas; Haerani Nur
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2841

Abstract

The low level of work-life balance among teachers in regions with high professional, geographical, and cultural demands requires serious attention. This study aimed to examine the influence of psychological well-being and social support on work-life balance among senior high school teachers in North Toraja Regency. A quantitative survey approach was employed involving 301 teachers selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that psychological well-being and social support, both partially and simultaneously, had a positive and significant effect on teachers’ work-life balance. Social support was found to be a more dominant predictor than psychological well-being. These findings indicate that strengthening psychological well-being and developing adequate social support systems are essential to improving teachers’ work-life balance, particularly within the context of multidimensional demands in North Toraja. ABSTRAKRendahnya work-life balance pada guru di daerah dengan tuntutan profesional, geografis, dan kultural yang tinggi merupakan permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological well-being dan dukungan sosial terhadap work-life balance pada guru SMA di Kabupaten Toraja Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan melibatkan 301 guru yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being dan dukungan sosial, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap work-life balance guru. Dukungan sosial ditemukan sebagai prediktor yang lebih dominan dibandingkan psychological well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kesejahteraan psikologis dan pembangunan sistem dukungan sosial yang memadai sangat penting untuk meningkatkan work-life balance guru, khususnya dalam konteks tuntutan multidimensional di Toraja Utara.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue