cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 482 Documents
PEMANFAATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) AI; PENGEMBANGAN MODEL DIGITAL SPIRITUAL CONSTRUCTIVISM DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 4 YOGYAKARTA Aisyah Ali, Tria Bella; Nabila, Childan; Setiawati, Erlin Putri; Saputri, Alya Zalikhah; Putra, Lovandri Dwanda
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2656

Abstract

The use of artificial intelligence (AI) in the teaching and learning of Islamic Religious Education (PAI) is increasingly becoming a necessity in the digital era, but it must be maintained to ensure it aligns with the values of faith and morals of students. This study seeks to investigate the application of AI in PAI education at the high school level through the formulation of the Digital Spiritual Constructivism model. This model places particular emphasis on teachers' understanding, delivery methods, spiritual aspects, and ethics in the use of AI. This study used qualitative methods through in-depth interviews with PAI teachers at SMA Muhammadiyah 4 Kotagede, and the results were then analyzed thematically. The research findings indicate that AI, particularly through application-based digital learning platforms, can increase student engagement and make the learning process more efficient, especially for the digital generation. However, the use of AI has not fully integrated aspects of spiritual reflection and in-depth religious understanding. Teachers have a crucial role as facilitators in guiding the use of AI to remain in line with Islamic values, such as honesty, responsibility, and digital etiquette, and preventing the misuse of AI that could diminish students' academic honesty and religious depth. The research conclusion shows that the development of the Digital Spiritual Constructivism model must be directed by combining technology, the principles of constructivism learning, and Islamic values in a balanced manner so that AI can truly become an effective, meaningful, and spiritually based Islamic education learning tool.ABSTRAKPemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) semakin menjadi kebutuhan di tengah era digital, tetapi harus tetap dijaga agar sesuai dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan AI dalam pembelajaran PAI di tingkat SMA melalui pengembangan model Digital Spiritual Constructivism. Model ini memberi perhatian khusus pada pemahaman para guru, cara penyampaian materi, aspek spiritual, serta etika dalam penggunaan AI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam pada para guru PAI di SMA Muhammadiyah 4 Kotagede, lalu hasilnya dianalisis secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI, terutama melalui platform pembelajaran digital berbasis aplikasi, mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat proses belajar lebih efisien, terutama bagi kalangan generasi digital. Namun, penggunaan AI belum sepenuhnya mengintegrasikan aspek refleksi spiritual dan pemahaman keagamaan yang mendalam. Para guru memiliki peran penting sebagai fasilitator untuk mengarahkan penggunaan AI agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan adab digital, serta mencegah penggunaan AI secara salah yang bisa mengurangi kejujuran akademik dan kedalaman keagamaan siswa. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model Digital Spiritual Constructivism harus diarahkan dengan menggabungkan teknologi, prinsip konstruktivisme pembelajaran, dan nilai-nilai Islam secara seimbang, agar AI benar-benar bisa menjadi sarana pembelajaran PAI yang efektif, bermakna, dan sesuai dengan nilai spiritual.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA MADRASAH DI KOTA SERANG Baijuri, Ade; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2668

Abstract

Background: The potential of local wisdom as a contextual character education medium is immense, yet its implementation in madrasahs in Serang City is suboptimal, impacting the formation of students' Akhlakul Karimah. This study aims to analyze the implementation of local wisdom-based learning management (PBKL) and develop a holistic model to enhance Akhlakul Karimah. Methods: The research used a qualitative approach with a multi-site study design across five madrasahs in Serang City. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document study, then analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, Saldana. Results: Findings indicate that PBKL implementation is weak across all POAC functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). The rich values of Banten's local wisdom have not been systematically integrated into the curriculum, learning implementation, and evaluation. The main inhibiting factors are limitations in teacher competence, teaching materials, and an unsupportive school culture. The impact on student morals remains temporary (output), not sustainable (outcome). Conclusion: A holistic and contextual PBKL management model is needed, one that synergistically strengthens all four management functions by making local wisdom the core of integration, not merely an add-on.ABSTRAKLatar Belakang: Potensi kearifan lokal sebagai medium pendidikan karakter yang kontekstual sangat besar, namun implementasinya di madrasah Kota Serang belum optimal, yang berdampak pada pembentukan Akhlakul Karimah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran berbasis kearifan lokal (PBKL) dan mengembangkan model holistik untuk meningkatkan Akhlakul Karimah. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs di lima madrasah di Kota Serang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, Saldana. Hasil: Temuan menunjukkan implementasi PBKL lemah dalam seluruh fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Kearifan lokal Banten yang kaya nilai belum terintegrasi secara sistematis ke dalam kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan kompetensi guru, bahan ajar, dan budaya sekolah yang belum mendukung. Dampak terhadap akhlak siswa masih bersifat temporer (output), belum berkelanjutan (outcome). Kesimpulan: Diperlukan model manajemen PBKL yang holistik dan kontekstual, yang memperkuat keempat fungsi manajemen secara sinergis dengan menjadikan kearifan lokal sebagai inti integrasi, bukan sekadar tempelan.
Penerapan Prinsip Teknik Industri dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Pendidikan di Perguruan Tinggi Haviana, Evan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.2022

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of educational management in higher education institutions using an industrial engineering approach. The research focuses on evaluating administrative workflows, faculty workload distribution, the quality of academic services, and resource utilization efficiency. Methods employed include in-depth interviews, observation, documentation, Focus Group Discussions (FGD), as well as analyses based on work study, lean management, quality function deployment (QFD), and system simulation. The results indicate the presence of non-value-added administrative activities, uneven workload distribution, and suboptimal inter-unit communication. System simulations and the application of industrial engineering principles demonstrate a potential efficiency improvement of up to 30%, enhanced service quality, and increased satisfaction among students and staff. This study emphasizes the importance of integrating industrial engineering principles into educational management to create a more efficient, adaptive, and sustainable system.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen pendidikan di institusi pendidikan tinggi dengan menggunakan pendekatan teknik industri. Fokus penelitian meliputi evaluasi alur kerja administrasi, distribusi beban kerja dosen, kualitas layanan akademik, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Metode yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), serta analisis berbasis work study, lean management, quality function deployment (QFD), dan simulasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas administrasi yang tidak bernilai tambah, distribusi beban kerja yang tidak merata, dan komunikasi antarunit yang kurang optimal. Simulasi sistem dan penerapan prinsip teknik industri memperlihatkan potensi peningkatan efisiensi hingga 30%, perbaikan kualitas layanan, serta peningkatan kepuasan mahasiswa dan staf. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip teknik industri dalam manajemen pendidikan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan
Dari Riyadah ke Etika Hidup: Internalisasi Manhaj Attahqiq dan Keberlanjutan Spiritualitas Alumni Pesantren Munir, Badrul; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2669

Abstract

This study addresses the challenge of sustaining religious character and spiritual resilience among pesantren alumni after returning to broader social environments. Many graduates experience a decline in religious consistency when institutional structures are no longer present. This research aims to explore how the Manhaj Attahqiq at Banuraja Islamic Boarding School is internalized and how it influences the sustainability of religious practices, moral development, and spiritual well-being of alumni. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews, open-ended questionnaires, and triangulation with significant others. Data were analyzed thematically to capture patterns of lived experiences and subjective meanings. The findings indicate that Manhaj Attahqiq does not merely cultivate ritual habits but internalizes spiritual discipline (riya?ah) as a sustainable life ethic, reflected in consistent worship practices, emotional stability, self-regulation, and meaningful life orientation. Dhikr, spiritual routines, and ethical discipline function as primary sources of spiritual resilience in navigating life challenges. The study concludes that a manhaj-centered internalization model emphasizing inner awareness and ethical embodiment is more effective in sustaining spiritual continuity than purely normative-instructional approaches, offering significant implications for the development of pesantren-based spiritual education models.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan keberlanjutan pembentukan karakter dan spiritualitas alumni pesantren setelah kembali ke masyarakat. Banyak lulusan lembaga pendidikan keagamaan mengalami penurunan konsistensi ibadah dan ketahanan akhlak ketika tidak lagi berada dalam lingkungan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Manhaj Attahqiq di Pondok Pesantren Banuraja diinternalisasikan dan berdampak pada keberlanjutan ibadah, pembentukan akhlak, serta kesejahteraan lahir dan batin alumni. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, angket terbuka, dan triangulasi dengan orang-orang terdekat alumni. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan makna subjektif alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manhaj Attahqiq tidak hanya membentuk kebiasaan ritual, tetapi menginternalisasikan riya?ah sebagai etika hidup yang berkelanjutan, tercermin dalam konsistensi ibadah, stabilitas emosi, pengendalian diri, serta orientasi hidup yang lebih bermakna. Praktik dzikir, wirid, dan disiplin adab menjadi sumber utama ketahanan spiritual alumni dalam menghadapi dinamika kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi manhaj yang berorientasi pada pembentukan kesadaran batin lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan spiritual dibandingkan pendekatan normatif-instruksional semata, sehingga memiliki implikasi penting bagi pengembangan model pendidikan pesantren berbasis tasawuf amali.
MEMBANGUN KESADARAN EKOLOGIS DI SEKOLAH: REFLEKSI NILAI EKOLOGIS RACHEL CARSON DALAM KURIKULUM BERWAWASAN LINGKUNGAN Jalaludin, Achmad; Hadi, Saiful
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2407

Abstract

This study examines Rachel Carson’s ecological values in Silent Spring and analyzes their relevance to Indonesia’s environmentally oriented curriculum. The global ecological crisis marked by pollution, biodiversity loss, and climate change, highlights the need for education to cultivate ecological awareness from an early age. Through a qualitative library research approach, this study identifies three core ecological values in Carson’s thought: interconnectedness, moral responsibility toward nature, and the obligation to endure. Findings show that these values align with Indonesia’s environmental education policies, including the Adiwiyata program and the integration of environmental themes in subject areas such as science, social studies, and civics. The study argues that Carson’s reflective and ethical perspective strengthens the foundation of ecological character formation in schools. Practically, this research underscores the importance of integrating environmental ethics into classroom learning and positioning teachers as ecological role models.ABSTRAKKrisis ekologis global yang ditandai dengan pencemaran, kerusakan ekosistem, dan penurunan biodiversitas menuntut pendidikan berperan aktif dalam membentuk kesadaran ekologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai ekologis dalam pemikiran Rachel Carson melalui Silent Spring serta relevansinya dengan kurikulum berwawasan lingkungan di Indonesia. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah sumber primer karya Carson (1962) dan berbagai penelitian terbaru mengenai pendidikan lingkungan, Adiwiyata, dan integrasi kurikulum ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carson mengemukakan tiga nilai utama: keterhubungan ekologis, tanggung jawab moral manusia terhadap alam, dan the obligation to endure. Ketiga nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan kebijakan PLH nasional, implementasi Adiwiyata, serta integrasi tema ekologi dalam pembelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan PPKn. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi ekologis berbasis karya sastra lingkungan dapat memperkaya pendekatan pendidikan berkelanjutan dengan memberikan landasan moral, humanistik, dan reflektif. Temuan ini diharapkan memberi kontribusi pada pengembangan kurikulum yang tidak hanya menanamkan kebiasaan ramah lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekologis yang mendalam pada peserta didik.
Pengaruh Integrasi Artificial Intelligence dan Media YouTube dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Plus Qurrota A’yun Garut Komarudin, Ahmad Najib; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2666

Abstract

In the increasingly digitalised landscape of vocational education, Islamic Religious Education faces challenges in maintaining methodological relevance and learning effectiveness, particularly within technically oriented schools. This study aims to examine the impact of integrating Artificial Intelligence (AI), optimised through the YouTube platform, on students’ cognitive learning achievement in Islamic Religious Education at SMK Plus Qurrota A’yun, Garut Regency. The research is grounded in the pedagogical transformation required in the Society 5.0 era, where vocational students demand learning approaches aligned with their digital ecosystem while remaining rooted in Islamic spiritual values. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed, involving 100 Year 11 students divided into an experimental group and a control group. The technological intervention utilised Large Language Models for pedagogical script development and Generative AI for content visualisation, distributed via YouTube. Statistical analysis using an independent t-test revealed a significant post-treatment difference between the two groups. The experimental group demonstrated a substantial increase in mean scores, a large effect size (d = 1.43), and a high level of student engagement. These findings indicate that the integration of AI and YouTube reduces cognitive load when learning abstract religious concepts, enhances information retention, and offers an effective blended learning model. The study concludes by recommending the adoption of adaptive curricula that position technology as a catalyst for religious understanding while preserving the teacher’s authoritative role.ABSTRAKDalam lanskap pendidikan vokasi yang semakin terdigitalisasi, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan relevansi dan efektivitas metodologis, khususnya di sekolah kejuruan yang lekat dengan ekosistem teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dioptimalkan melalui platform YouTube terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAI di SMK Plus Qurrota A’yun, Kabupaten Garut. Penelitian dilandasi urgensi transformasi pedagogis di era Society 5.0, yang menuntut pendekatan pembelajaran selaras dengan karakteristik digital siswa tanpa mengabaikan nilai spiritual Islam. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest kelompok kontrol, melibatkan 100 siswa kelas XI yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Intervensi dilakukan melalui pengembangan video pembelajaran berbasis YouTube yang dioptimalkan menggunakan Large Language Models untuk penyusunan skrip pedagogis dan Generative AI untuk visualisasi konten. Hasil analisis uji-t independen menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan, dengan peningkatan skor rata-rata yang tinggi pada kelompok eksperimen serta ukuran efek besar (d = 1,43) dan tingkat keterlibatan siswa yang tinggi. Temuan ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan YouTube efektif dalam menurunkan beban kognitif, meningkatkan retensi pemahaman materi PAI yang abstrak, serta mendukung model blended learning yang adaptif.
A Systematic Review of Intrinsic and Extrinsic Motivation in EFL Classrooms: Implications for Student Engagement and Learning Outcomes Moro, Anjas; Fuadiyah, Alda; Zain, Sifa Irvana; Fitrianida, Anisa
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2716

Abstract

Motivation is a crucial factor influencing students’ engagement and achievement in English as a Foreign Language (EFL) learning. This study aims to systematically review recent research on intrinsic and extrinsic motivation in EFL classrooms and to examine their implications for student engagement and learning outcomes. Employing a qualitative systematic literature review design, 20 peer-reviewed articles published between 2020 and 2025 were selected through a PRISMA-based screening process and analyzed using thematic synthesis. The findings indicate that intrinsic motivation, driven by enjoyment, autonomy, and personal relevance, is strongly associated with sustained cognitive, emotional, and behavioral engagement as well as long-term language development, whereas extrinsic motivation, shaped by grades, examinations, institutional demands, and future career expectations, effectively supports short-term academic performance and task completion but is less strongly related to lasting communicative competence. The review further reveals that motivational orientations are highly context-dependent, particularly in exam-oriented and digitally mediated learning environments. This study proposes a conceptual perspective termed motivational magnetism, referring to the dynamic interaction between autonomy-supportive instruction and performance-oriented demands in sustaining learners’ engagement, and suggests that EFL teachers should balance intrinsic and extrinsic motivational strategies to enhance both academic achievement and long-term learner engagement.ABSTRAKMotivasi merupakan faktor krusial yang memengaruhi keterlibatan dan prestasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap penelitian terkini mengenai motivasi intrinsik dan ekstrinsik di kelas EFL, serta menganalisis implikasinya terhadap keterlibatan siswa dan hasil belajar. Menggunakan desain tinjauan literatur sistematis kualitatif, 20 artikel yang telah direview oleh rekan sejawat yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 dipilih melalui proses penyaringan berdasarkan PRISMA dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Temuan menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, yang didorong oleh kesenangan, otonomi, dan relevansi pribadi, memiliki hubungan yang kuat dengan keterlibatan kognitif, emosional, dan perilaku yang berkelanjutan serta perkembangan bahasa jangka panjang. Di sisi lain, motivasi ekstrinsik, yang dipengaruhi oleh nilai, ujian, tuntutan institusional, dan harapan karir masa depan, secara efektif mendukung kinerja akademik jangka pendek dan penyelesaian tugas, tetapi kurang terkait erat dengan kompetensi komunikatif yang berkelanjutan. Tinjauan ini juga mengungkapkan bahwa orientasi motivasi sangat bergantung pada konteks, terutama dalam lingkungan pembelajaran yang berorientasi ujian dan didukung teknologi digital. Studi ini mengusulkan perspektif konseptual yang disebut “magnetisme motivasi,” merujuk pada interaksi dinamis antara instruksi yang mendukung otonomi dan tuntutan berorientasi kinerja dalam mempertahankan keterlibatan peserta didik, dan menyarankan agar guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) menyeimbangkan strategi motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS PJBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DI MATA KULIAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN Wahyudi, Alvin Diki; Habibah, Nur Faiz; Syahid, Mar
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2760

Abstract

This study aims to: (1) identify the need for developing a Project-Based Learning (PjBL)–based digital module in the Instructional Media Development course, (2) design and develop a PjBL-based digital module, and (3) measure the level of validity, practicality, and effectiveness of the digital module in improving students’ creative thinking skills. The research method used is Research and Development (RD) with the 4D model (Define, Design, Development) adapted into 3D. The research subjects were 30 students from the Educational Technology Study Program, Graduate School, Makassar State University. The data collection instruments included a needs identification questionnaire, expert validation sheets for content and media, individual and group trial questionnaires, and learning outcome tests. The results of the study show that: (1) the needs identification obtained a percentage of 57% for the learning process condition (very poor qualification) and 70% for the need for learning media (good qualification); (2) the product was developed through instructional script design and multimedia design; (3) the level of validity from the content expert reached 90% (good) and from the media expert reached 71.11% (good); (4) the level of practicality in the individual trial was 87% (very good) and in the group trial was 95% (very good); and (5) the effectiveness of the product was indicated by an improvement in learning outcomes from the pretest score of 14% (very low) to 100% (very high) in the posttest. The PjBL-based digital module has proven to be valid, practical, and effective in improving students’ creative thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kebutuhan pengembangan modul digital berbasis Project-Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran, (2) mendesain dan mengembangkan modul digital berbasis PjBL, (3) mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul digital dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Metode penelitian menggunakan Research and Development (RD) dengan model 4D (Define, Design, Development) yang diadaptasi menjadi 3D. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan PPS Universitas Negeri Makassar. Instrumen pengumpulan data meliputi angket identifikasi kebutuhan, lembar validasi ahli materi dan media, angket uji coba perorangan dan kelompok, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) identifikasi kebutuhan memperoleh persentase 57% untuk kondisi proses pembelajaran (kualifikasi sangat kurang) dan 70% untuk kebutuhan media pembelajaran (kualifikasi baik), (2) produk dikembangkan melalui perancangan naskah pembelajaran dan desain multimedia, (3) tingkat validitas dari ahli materi mencapai 90% (baik) dan ahli media 71,11% (baik), (4) tingkat kepraktisan pada uji coba perorangan 87% (sangat baik) dan uji kelompok 95% (sangat baik), (5) efektivitas produk ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar dari tes awal 14% (sangat rendah) menjadi 100% (sangat tinggi) pada tes akhir. Modul digital berbasis PjBL terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa.
HAMBATAN LITERASI DALAM PEMECAHAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI MI AL HIKMAH 1 SUKONATAR Aldino, Fals; Kulzum, Putri Maja Mulia; Hadi, Mahrus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2744

Abstract

This study aims to delineate the cognitive obstacles of Madrasah Ibtidaiyah students in solving mathematical word problems triggered by low reading literacy. Employing a qualitative descriptive approach, this research involved three fifth-grade students from MI Al Hikmah 1, selected through purposive sampling based on high, moderate, and low Mathematical Initial Ability (MIA) categories. Data were collected via numeracy literacy tests and interviews, followed by analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal significant variations in cognitive obstacles: students in the low category exhibit "number grabbing" phenomena and functional decoding failures regarding key terms, while those in the moderate category demonstrate incomplete processing and cognitive overload in multi-step problems. Conversely, students in the high category possess strong reading stamina, enabling them to integrate textual narratives into accurate mathematical models. This study concludes that reading literacy serves as the primary navigation in mathematical reasoning, where cognitive obstacles are predominantly driven by a failure to logically interpret problem narratives rather than a mere lack of basic arithmetic skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguraikan hambatan kognitif siswa Madrasah Ibtidaiyah dalam menyelesaikan soal cerita matematika akibat rendahnya literasi baca. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga siswa kelas V MI Al Hikmah 1 yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM) tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi serta wawancara, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan variasi hambatan kognitif yang signifikan: siswa kategori rendah mengalami fenomena number grabbing dan kegagalan dekode fungsional pada istilah kunci, sementara siswa kategori sedang menunjukkan incomplete processing serta cognitive overload pada soal multitahap. Sebaliknya, siswa kategori tinggi memiliki reading stamina yang baik dalam mengintegrasikan narasi menjadi model matematika akurat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi baca merupakan navigasi utama dalam penalaran matematis, di mana hambatan kognitif dominan dipicu oleh kegagalan menafsirkan narasi secara logis dan bukan sekadar ketidakmampuan berhitung dasar.
MANAJEMEN SERTIFIKASI GURU AL-QUR’AN METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK (Studi Kasus di TPA Al-Ba’lawi Cikarang) Kurniasih, Suci Dwi; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2679

Abstract

The Ummi Method Quran Teacher Certification is a strategic tool for ensuring the quality of Quran education; however, its implementation in the field has not yet been fully optimized in terms of developing teachers’ pedagogical competencies. This study aims to analyze the management of the Ummi Method Quran Teacher Certification and its contribution to improving teachers’ pedagogical competencies at the Al-Ba’lawi Quran Learning Center in Cikarang. The study employs a qualitative approach with an intrinsic case study design, collecting data through observation, in-depth interviews, and document analysis, which were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that certification management remains largely administrative and focused on technical aspects (tahsin), while post-certification mentoring and evaluation of pedagogical impact have not been optimally implemented. This has hindered the full development of teachers’ pedagogical competencies, particularly in contextual lesson planning, the implementation of active learning strategies, and the conduct of authentic assessment. Therefore, a paradigm shift in certification is needed—moving beyond mere testing toward continuous learning through strengthened mentoring, the development of communities of practice, and the integration of the values of the Ummi Method into the certification management cycle. ABSTRAKSertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi merupakan instrumen strategis dalam penjaminan mutu pendidikan Al-Qur’an, namun implementasinya di lapangan belum sepenuhnya optimal dalam mengembangkan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sertifikasi guru Al-Qur’an Metode Ummi serta kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru di TPA Al-Ba’lawi Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sertifikasi masih cenderung bersifat administratif dan berfokus pada aspek teknis (tahsin), sementara pendampingan pasca-sertifikasi serta evaluasi dampak pedagogik belum berjalan optimal. Hal ini berdampak pada belum berkembangnya kompetensi pedagogik guru secara maksimal, terutama dalam perencanaan pembelajaran kontekstual, penerapan strategi pembelajaran aktif, dan pelaksanaan penilaian autentik. Oleh karena itu, diperlukan transformasi paradigma sertifikasi dari sekadar pengujian menuju pembelajaran berkelanjutan melalui penguatan pendampingan, pengembangan komunitas praktik, serta integrasi nilai-nilai Metode Ummi dalam siklus manajemen sertifikasi. 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue