cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 502 Documents
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah KejuruanYPIB Tanjungsari Sumedang (Kompetensi Keahlian Farmasi dan Keperawatan) Rohman, Saepul; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2683

Abstract

This study aims to analyze the use of digital technology to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at a Vocational High School (SMK YPIB Tanjungsari Sumedang). The study used a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were obtained through a questionnaire of 30 students at SMK YPIB Tanjungsari Sumedang and analyzed using descriptive statistics. Qualitative data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed thematically. The results indicate that the use of digital technology is in the good category and contributes positively to increasing student motivation, engagement, and understanding in PAI learning. The integration of digital technology, pedagogically and contextually designed, has been proven to improve the quality of PAI learning at SMK YPIB Tanjungsari Sumedang. This study provides practical implications for PAI teachers in developing digital-based learning that is relevant to the characteristics of vocational students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPIB Tanjungsari Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui angket terhadap 30 peserta didik SMK YPIB Tanjungsari Sumedang dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital berada pada kategori baik dan berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran PAI. Integrasi teknologi digital yang dirancang secara pedagogis dan kontekstual terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran PAI di SMK YPIB Tanjungsari Sumedang. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru PAI dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan karakteristik peserta didik vokasional. 
PERAN SELF EFFICACY DALAM MEMEDIASI PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP TECHNOSTRESS GURU SMA DI MAKASSAR Windasari Windasari; Lukman Nadjamuddin; M. Ahkam Alwi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2474

Abstract

Rapid technological integration in education often triggers psychological pressure among teachers, known as technostress. This study examines the mediating role of self-efficacy in the relationship between Perceived Organizational Support (POS) and technostress. Using a quantitative survey design, data were collected from 180 public high school teachers in Makassar through cluster random sampling. Instruments included the Technostress Scale, POS Scale, and Self-Efficacy Scale, with mediation analysis performed using Hayes’ PROCESS Model 4. The results indicate that self-efficacy fully mediates the relationship between POS and technostress ($b = -0.1024, 95\% \text{ CI } [-0.1797, -0.0414]$). Higher POS enhances teachers' self-efficacy, which in turn significantly reduces technostress levels. These findings highlight self-efficacy as a crucial psychological mechanism in managing digital adaptation. This study contributes to the literature on teacher well-being by emphasizing the importance of organizational support in fostering digital competence confidence. ABSTRAKIntegrasi teknologi yang masif dalam dunia pendidikan sering kali memicu tekanan psikologis pada guru yang dikenal sebagai technostress. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-efficacy sebagai mediator dalam hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dan technostress. Menggunakan desain survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 180 guru SMA Negeri di Makassar melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Technostress, Skala POS, dan Skala Self-Efficacy, yang dianalisis menggunakan Hayes’ PROCESS Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara POS dan technostress ($b = -0,1024, 95\% \text{ CI } [-0,1797, -0,0414]$). Dukungan organisasi yang dirasakan guru mampu meningkatkan self-efficacy, yang kemudian berdampak signifikan pada penurunan technostress. Temuan ini menegaskan bahwa self-efficacy merupakan mekanisme psikologis kunci dalam moderasi dampak adaptasi digital. Penelitian ini berkontribusi pada kajian kesejahteraan guru dengan menekankan pentingnya dukungan institusional untuk membangun kepercayaan diri dalam kompetensi digital.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS PJBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DI MATA KULIAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN Abdul Hakim; Nurhikmah H Nurhikmah H; Farida Febriati; Reski Reski
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2759

Abstract

This study aims to develop a Project-Based Learning (PjBL)-based digital module that is valid, practical, and effective for enhancing students' creative thinking skills. The research method used Research and Development (RD) with the 4D model adapted into 3D (Define, Design, Development). The research subjects were 30 students of the Educational Technology Study Program, Graduate School, Universitas Negeri Makassar. The results showed that: (1) the validity level of the module from material experts reached 90% (good criteria) and from media experts 71.11% (good criteria); (2) the practicality level based on individual trials was 87% (very good), small group trials was 95% (very good), and lecturer response was 95.55% (very good); (3) the effectiveness of the module in improving creative thinking skills was demonstrated by an increase in the percentage of students in the high creative category from 14% in the pretest to 100% in the posttest. The developed PjBL-based digital module is proven to be valid, practical, and effective as an alternative teaching material for developing students' creative thinking skills in practical coursework. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan modul digital berbasis Project-Based Learning (PjBL) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Metode penelitian menggunakan Research and Development (RD) dengan model 4D yang diadaptasi menjadi 3D (Define, Design, Development). Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan PPS Universitas Negeri Makassar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat validitas modul dari ahli materi mencapai 90% (kriteria baik) dan ahli media 71,11% (kriteria baik); (2) tingkat kepraktisan berdasarkan uji coba perorangan 87% (sangat baik), uji coba kelompok kecil 95% (sangat baik), dan tanggapan dosen 95,55% (sangat baik); (3) efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif ditunjukkan dengan peningkatan persentase mahasiswa berkategori kreatif tinggi dari 14% pada pretest menjadi 100% pada posttest. Modul digital berbasis PjBL yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif sebagai bahan ajar alternatif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa dalam perkuliahan praktik.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN MEDIA PAPAN KATA DI RA AL FATAH 1 PARAKANCANGGAH Tri Alifah; Nahdiyah Hidayah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2735

Abstract

This study aims to enhance the reading abilities of children aged 5–6 years through the use of word board media at RA Al Fatah 1 Parakancanggah. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, involving 20 children from Group B as research participants. Data were collected through systematic observations focusing on three key indicators of early reading skills: letter recognition, letter differentiation, and the ability to read simple words. The findings revealed a significant improvement across all indicators. The ability to recognize letters increased from 47% to 98%, letter differentiation improved from 45% to 95%, and the ability to read simple words rose from 40% to 80%. These improvements were attributed to the effectiveness of the word board media in creating an engaging, interactive, and child-centered learning environment that actively involves learners in the learning process. In conclusion, the use of word board media is effective in improving early reading skills among children aged 5–6 years, while also fostering greater learning interest and participation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5–6 tahun melalui penggunaan media papan kata di RA Al Fatah 1 Parakancanggah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 20 anak kelompok B sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi sistematis terhadap tiga indikator utama kemampuan membaca awal, yaitu kemampuan mengenal huruf, membedakan huruf, dan membaca kata sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Kemampuan mengenal huruf meningkat dari 47% menjadi 98%, kemampuan membedakan huruf meningkat dari 45% menjadi 95%, dan kemampuan membaca kata sederhana meningkat dari 40% menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan kata mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berpusat pada anak, sehingga mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media papan kata efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca awal anak usia 5–6 tahun sekaligus meningkatkan minat dan partisipasi belajar anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL TEKSTUR ANAK USIA 3–4 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS SENSORY PLAY Irmayana Nurhasanah; Nahdiyah Hidayah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2734

Abstract

This study aims to enhance texture recognition skills among children aged 3–4 years through the implementation of sensory play-based learning at PAUD Langkah-Langkah Mungil Banjarnegara. The research adopts a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, involving 20 children from the Bee group as participants. Data were collected through structured observations focusing on three key indicators: the ability to identify types of textures, distinguish texture characteristics, and provide examples of textured objects. Data analysis was carried out quantitatively by calculating the percentage of achievement in each cycle and supported by qualitative descriptions of the learning process. The findings reveal a substantial improvement across all indicators, with the ability to identify textures increasing from 47% to 98%, distinguish textures from 45% to 95%, and provide examples from 40% to 80%. These results indicate that sensory play effectively promotes interactive and engaging learning experiences grounded in direct sensory involvement, thereby enhancing children’s participation and supporting cognitive development in early childhood education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal tekstur pada anak usia 3–4 tahun melalui penerapan media pembelajaran berbasis sensory play di PAUD Langkah-Langkah Mungil Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 20 anak kelompok Bee sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur yang mengukur tiga indikator utama, yaitu kemampuan menyebutkan jenis tekstur, membedakan karakteristik tekstur, serta memberikan contoh benda yang memiliki tekstur tertentu. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui perhitungan persentase ketercapaian pada setiap siklus dan diperkuat dengan deskripsi kualitatif terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu kemampuan menyebutkan jenis tekstur meningkat dari 47% menjadi 98%, membedakan tekstur dari 45% menjadi 95%, serta memberikan contoh benda bertekstur dari 40% menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media sensory play efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan berbasis pengalaman langsung, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan anak sekaligus mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenal tekstur pada pendidikan anak usia dini.
LAYANAN KLASIKAL BIMBINGAN KARIER DENGAN TEORI KEPRIBADIAN JOHN HOLLAND DALAM MEMBANTU PERENCANAAN KARIER SISWA SMA Desire Maria Gracela Kwaelaga; Rosa Mustika Bulor
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2773

Abstract

High school students’ career planning can be supported through classroom-based career guidance services using John Holland’s personality theory. This study aims to describe the role of traditional career guidance services using John Holland’s personality theory as one of the strategies employed by guidance and counseling teachers in assisting high school students with career planning. This study employs a qualitative method using a literature review approach to analyze various scientific sources related to traditional career guidance services and John Holland’s personality theory among high school students. The results of the study indicate that classical career guidance services play a crucial role in helping students understand their potential, obtain career information, and enhance their career decision-making skills through the Holland (RIASEC) theory approach. Thus, the integration of classical career guidance services with John Holland’s personality theory can assist high school students in planning their careers more thoroughly, realistically, and in alignment with their interests and potential. ABSTRAKPerencanaan karier siswa SMA dapat didukung melalui layanan klasikal bimbingan karier dengan pendekatan teori kepribadian John Holland. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dari layanan klasikal bimbingan karier dengan teori kepribadian John Holland sebagai salah satu strategi guru bimbingan dan konseling dalam membantu perencanaan karier siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait layanan klasikal bimbingan karier dan teori kepribadian John Holland pada siswa SMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan klasikal bimbingan karier berperan penting dalam membantu siswa memahami potensi diri, memperoleh informasi karier, serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier melalui pendekatan teori Holland (RIASEC). Dengan demikian, integrasi layanan klasikal bimbingan karier dengan teori kepribadian John Holland dapat membantu siswa SMA merencanakan karier secara lebih matang, realistis, dan sesuai dengan minat serta potensi yang dimiliki.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR ANAK USIA 4-5 TAHUN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH Annisa Nur Oktaviana; Habib Hambali
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2733

Abstract

This study aims to enhance the learning activeness of children aged 4–5 years through the implementation of the Index Card Match method at RA Al Fatah 1 Parakancanggah. The research employs a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, involving 22 children in Group A. Data were collected through structured observation using an activeness assessment instrument comprising three key indicators: (1) the ability to identify matching card pairs, (2) the ability to name picture card pairs, and (3) the ability to explain the relationship between matched picture cards. Data analysis was carried out quantitatively by calculating the percentage of achievement for each indicator in each cycle and comparing the results to assess progressive improvement. The Index Card Match activities were designed to be engaging and interactive through the use of colorful illustrated cards, collaborative pair-matching tasks, and guided question-and-answer sessions to stimulate active participation. The findings demonstrate significant improvements across all indicators: identifying card pairs increased from 44% to 98%, naming picture pairs from 48% to 96%, and explaining card relationships from 42% to 92%. These results indicate that the Index Card Match method is effective in enhancing learning activeness while also supporting the cognitive and communicative development of early childhood learners. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar anak usia 4–5 tahun melalui penerapan metode Index Card Match di RA Al Fatah 1 Parakancanggah. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 22 anak kelompok A. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar penilaian keaktifan yang mencakup tiga indikator utama, yaitu: (1) kemampuan menemukan pasangan kartu, (2) kemampuan menyebutkan pasangan kartu bergambar, dan (3) kemampuan menjelaskan hubungan pasangan kartu bergambar. Setiap indikator dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung persentase ketercapaian pada setiap siklus, kemudian dibandingkan untuk melihat peningkatan antar siklus. Kegiatan Index Card Match dirancang secara menarik dan interaktif melalui penggunaan kartu bergambar berwarna, aktivitas mencari pasangan secara berkelompok, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator, yaitu kemampuan menemukan pasangan kartu meningkat dari 44% menjadi 98%, menyebutkan pasangan kartu dari 48% menjadi 96%, dan menjelaskan pasangan kartu dari 42% menjadi 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Index Card Match tidak hanya efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan kognitif dan komunikasi anak usia dini.
PENDIDIKAN SEKS DALAM KELUARGA: PERSPEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA Sabrina Syifaurrahmah; Jefpi Milda; Muhajirin Muhajirin; Mukmin Mukmin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1090

Abstract

Sex education is a very important education, including for children and teenagers. Of course, in its own application there are still pros and cons. However, in the modern era where the dissemination and access of information is very easy to obtain, it is hoped that sex education can be taught to children from an early age with patterns and teaching given according to their respective levels and based on Islamic teachings because it can guide them to a directed life. The type of research used is library research by collecting data through sources such as books, journals, articles and previous research found online then reviewed and analyzed using descriptive analysis techniques. The results showed that sex education is an effort to introduce and guide children who are not only related to sexuality, but how to respond and respond to sex itself rationally, starting from caring and protecting so that children's lives can be guided properly. The provision of sex education must be adjusted to the development of children's age so that children can receive it properly and effectively. The strategies that can be given to children regarding sex education include introducing aurat and its limits, separating beds between boys and girls, teaching children to ask permission when entering parents' rooms and maintaining genital hygiene.AbstrakPendidikan seks merupakan pendidikan yang sangat penting, termasuk bagi kalangan anak dan remaja. Tentunya dalam penerapannya sendiri masih terdapat pro dan kontra. Namun, di era modern yang mana penyebaran dan pengaksesan informasi sangat mudah untuk didapatkan, maka diharapkan agar pendidikan seks dapat diajarkan kepada anak sejak dini dengan pola dan pengajaran yang diberikan sesuai tingkatan masing-masing dan didasarkan pada ajaran Islam karena dapat membimbingnya pada kehidupan yang terarah. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research kemudian dikaji dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks merupakan sebuah upaya mengenalkan dan membimbing anak yang tidak hanya terkait dengan seksualitas semata, namun cara menyikapi dan menanggapi seks itu sendiri secara rasional, mulai dari merawat dan menjaga sehingga kehidupan anak dapat terbimbing dengan baik. Pemberian pendidikan seks harus disesuaikan dengan perkembangan usia anak sehingga anak dapat menerimanya dengan baik dan efektif. Adapun strategi yang dapat diberikan pada anak mengenai pendidikan seks, di antaranya mengenalkan aurat dan batasannya, memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan, mengajarkan anak untuk meminta izin ketika memasuki kamar orang tua serta menjaga kebersihan kelamin.
VARIASI BAHASA BERFOKUS PADA PENGGUNA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN: DIALEK, SOSIOLEK, GENDER, USIA, DAN RAGAM DIGITAL Zamil Hasibuan; Yetty Morelent; Romi Isnanda
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i2.2736

Abstract

This article examines user-centered language variation within the Indonesian sociolinguistic landscape by providing a comprehensive analysis of regional dialects, sociolects, gender- and age-based variations, as well as digital language practices. The study aims to reconstruct a conceptual framework explaining how speakers strategically mobilize linguistic resources to construct identity, foster solidarity, and negotiate social positioning in dynamic communicative contexts. Employing a qualitative approach based on a systematic literature review, the study draws on scholarly journal articles retrieved from Google Scholar and analyzes them using thematic synthesis techniques. The findings reveal that these five dimensions of language variation are not discrete; rather, they are intricately interconnected in shaping speakers’ communicative repertoires. In digital environments, this interplay becomes increasingly complex through code-mixing practices, the use of slang, and multimodal markers that reflect hybrid identities. The study further identifies that social factors such as class, education, and access to technology significantly influence linguistic choices. The implications highlight the urgency of strengthening context-sensitive register competence in language education, public services, and media communication to enhance communicative effectiveness in multicultural societies. ABSTRAKArtikel ini mengkaji variasi bahasa berfokus pada pengguna dalam lanskap sosiolinguistik Indonesia dengan menelaah secara komprehensif dialek regional, sosiolek, variasi berbasis gender dan usia, serta ragam digital. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi kerangka konseptual mengenai bagaimana penutur secara strategis memobilisasi sumber daya linguistik guna membentuk identitas, membangun solidaritas, dan menegosiasikan posisi sosial dalam konteks yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka sistematis, dengan sumber data berupa artikel jurnal ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik. Temuan menunjukkan bahwa kelima dimensi variasi bahasa tidak bersifat terpisah, melainkan saling berkelindan dalam membentuk repertoar komunikatif penutur. Dalam ruang digital, interaksi antarvariasi tersebut semakin kompleks melalui praktik campur kode, penggunaan slang, serta pemanfaatan penanda multimodal yang merefleksikan identitas hibrid. Studi ini juga mengungkap bahwa faktor sosial seperti kelas, pendidikan, dan akses teknologi berperan signifikan dalam menentukan pilihan bahasa. Implikasi penelitian menegaskan urgensi penguatan kompetensi alih ragam berbasis konteks dalam pendidikan bahasa, pelayanan publik, dan komunikasi media guna meningkatkan efektivitas interaksi di masyarakat multikultural.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN PEMBENTUKAN KESADARAN MORAL GENERASI MUDA Heryanti, Heryanti; Rinjani, Asti Wanda
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v%vi%i.2806

Abstract

Pancasila Education plays a strategic role in shaping the moral awareness of the younger generation amid rapid social, cultural, and technological changes. The challenges of globalization, digital media development, and shifting social values require strengthening value-based education rooted in national ideology. This article aims to analyze the role of Pancasila Education in fostering moral awareness among young people and to examine its relevance in contemporary social life. This study employs a literature review method by analyzing scientific articles, books, and previous research related to Pancasila Education, moral education, and character building. The findings indicate that Pancasila Education functions not only as a medium for transferring knowledge about national values but also as a means of internalizing moral values, ethics, and social responsibility. Through contextual and reflective learning approaches, Pancasila Education contributes to developing moral awareness reflected in attitudes of tolerance, justice, and social concern. In conclusion, strengthening adaptive Pancasila Education is essential for forming a morally grounded, value-oriented, and nationally committed young generation. ABSTRAKPendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran moral generasi muda di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang semakin kompleks. Tantangan globalisasi, perkembangan media digital, serta pergeseran nilai sosial menuntut adanya penguatan pendidikan nilai yang berakar pada ideologi bangsa. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis peran Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan kesadaran moral generasi muda serta mengkaji relevansinya dalam konteks kehidupan sosial kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan hasil penelitian terkait Pendidikan Pancasila, pendidikan moral, dan pembentukan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer pengetahuan tentang nilai-nilai dasar negara, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan reflektif, Pendidikan Pancasila mampu membangun kesadaran moral generasi muda yang tercermin dalam sikap toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, penguatan Pendidikan Pancasila yang adaptif terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang bermoral, berkarakter, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue