cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 482 Documents
Analisis Pelaksanaan Metode Bermain Peran Dalam Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun di TK Harapan Islamiyah I Medan Novender, Ade; Anggraini, Elya Siska
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2646

Abstract

The purpose of this study is to analyzing the implementation of the role-playing method in the speaking ability of five to six year old children at Harapan Islamiyah I Kindergarten The study use a descriptive qualitative method. Children between the ages of five and six as well as kindergarten classroom teachers are involved in this study. To obtain a thorough grasp of how the role-playing method is applied in educational activities, information was acquired through observations, interviews, and documentation. The Miles and Huberman data analysis model was used to examine the gathered data. The results show that youngsters between the ages of five and six benefit from the role-playing approach in terms of their speaking abilities. This approach helps kids become more self-assured while speaking, expressing themselves, and utilizing a larger vocabulary. Additionally, a crucial component of the effective use of the role-playing method is the active role that educators play in offering examples and reinforcement. As a result, role-playing can be regarded as a successful strategy for assisting and enhancing the speaking abilities of kids between the ages of five and six.ABSTRAKTujuan penelitian menganalisis pelaksanaan metode bermain peran dalam kemampuan berbicara anak usia lima hingga enam tahun di Taman Kanak- Kanak Harapan Islamiyah I. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Anak-anak berusia lima hingga enam tahun serta guru taman kanak-kanak mereka dilibatkan dalam penelitian ini. Untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana teknik bermain peran diterapkan dalam kegiatan pendidikan, informasi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data Miles dan Huberman kemudian diterapkan pada data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bermain peran meningkatkan kemampuan berbicara anak-anak usia lima hingga enam tahun. Dengan menggunakan pendekatan ini, anak-anak memperoleh kepercayaan diri yang lebih besar saat berbicara, meningkatkan kemampuan mereka untuk mengartikulasikan pikiran mereka, dan memperluas kosakata mereka. Lebih lanjut, faktor kunci dalam penggunaan teknik bermain peran yang efektif adalah partisipasi guru dalam memberikan penguatan dan contoh. Akibatnya, pendekatan bermain peran dianggap bermanfaat dalam membantu anak-anak usia lima hingga enam tahun meningkatkan kemampuan berbicara mereka.
Analisis Penggunaan AI dalam Pembelajaran PAI dan Tantangan Guru pada Era Digital di SMA UII Yogyakarta Putri, Saukina Salsabila; Putra, Lovandri Dwanda; Rokhimah, Afifa Ummi; Nur Cahyani, Raisma Dewi; Nandayu, Restu
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2653

Abstract

The development of the digital era encourages the use of Artificial Intelligence (AI) as an innovation in learning, including in Islamic Religious Education (PAI) subjects, which have distinctive spiritual values. This study aims to analyze the use of AI in PAI learning and identify the challenges faced by teachers in the digital era at SMA UII Yogyakarta. This study used a descriptive qualitative approach with data collection through observation of the learning process, in- depth interviews with PAI teachers, and documentation of digital-based teaching tools. The results show that AI is utilized as a tool in material development, enrichment of learning resources, and learning evaluation, but its use is still limited and has not been systematically integrated into lesson planning. Teachers face challenges such as limited technological literacy, concerns about student dependence on automated systems, and ethical issues in maintaining the authenticity of religious values. Efforts undertaken include technology training, strengthening the role of teachers as primary facilitators, and strengthening religious pedagogical principles in the use of AI. This study concludes that the use of AI in PAI learning has the potential to increase learning effectiveness if balanced with teachers' digital competence and a strong commitment to upholding spiritual values as the main foundation of education.ABSTRAKPerkembangan era digital mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi dalam pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki karakter nilai spiritual yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru pada era digital di SMA UII Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI, dan dokumentasi perangkat ajar berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam penyusunan materi, pengayaan sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran, namun penggunaannya masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi teknologi, kekhawatiran terhadap ketergantungan siswa pada sistem otomatis, serta persoalan etis dalam menjaga otentisitas nilai-nilai keagamaan. Upaya yang dilakukan meliputi pelatihan teknologi, penguatan peran guru sebagai fasilitator utama, serta peneguhan prinsip pedagogik religius dalam penggunaan AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran PAI memiliki potensi meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila diimbangi dengan kompetensi digital guru dan komitmen kuat dalam menjaga nilai spiritual sebagai landasan utama pendidikan.
IMPLEMENTASI GAMIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA N 1 PRAMBANAN SLEMAN Tiyas, Sucining; Putra, Lovandri Dwanda; Hamidah, Siti; Azzurha, Nazwa Widhy; Jihad, Faizah khairah; Purnama, Radhita Adystyanindra
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2642

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) learning often faces challenges with conventional methods that are monotonous, resulting in low student motivation and active participation in class. This study aims to analyze the implementation of gamification in PAI learning and its impact on student learning outcomes at SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. The method used in this research is qualitative descriptive, with data collection techniques through participatory observation and in-depth interviews with teachers and students. The results showed that the application of gamification, which combines digital platforms (such as Quizizz and Kahoot) and non-digital activities, was able to create an interactive, competitive, and joyful learning atmosphere. Students showed increased enthusiasm, activeness in taking notes, and better understanding of the material compared to conventional learning. It is concluded that gamification is an effective strategy to improve the quality of PAI learning processes and outcomes, although its success is still influenced by technical obstacles such as internet network stability and the availability of student devices.ABSTRAKPembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan metode konvensional yang monoton, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan partisipasi aktif siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gamifikasi dalam pembelajaran PAI serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi, yang memadukan platform digital (seperti Quizizz dan Kahoot) serta aktivitas non-digital, mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan (joyful learning). Siswa menunjukkan peningkatan antusiasme, keaktifan dalam mencatat, serta pemahaman materi yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa gamifikasi merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar PAI, meskipun keberhasilannya masih dipengaruhi oleh kendala teknis seperti stabilitas jaringan internet dan ketersediaan perangkat siswa.
Manajemen pengembangan Lifeskill melalui Pelatihan Kecantikan Kulit di LKP Srimaya Bandung Rohimah, Dewi; Handayani, Sri; Wasliman, Eva Dianawati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2501

Abstract

The competency gap between vocational training graduates and industry needs remains a serious problem in Indonesia, indicating weak training program management in developing lifeskills relevant to labor market demands. This research aims to analyze the implementation of lifeskill development management through beauty skincare training at LKP SRIMAYA Bandung, focusing on planning, organizing, implementing, and controlling program functions. The study employs a qualitative approach with case study method, where data collection was conducted through in-depth interviews with managers, instructors, and trainees, direct observation of learning processes, and analysis of curriculum documents and standard operating procedures. The findings reveal that LKP SRIMAYA faces significant weaknesses in all four management functions, including curriculum planning that is unresponsive to industry developments, suboptimal resource organization with non-ideal supervision ratios and inadequate facilities, conventional learning implementation without structured industry partnerships, and absence of evaluation systems and tracer studies resulting in no continuous improvement mechanisms. These management weaknesses impact declining enrollment numbers and low graduate competitiveness. The research concludes that the effectiveness of vocational lifeskill development heavily depends on systematic and integrated management function implementation, and the necessity of strengthening managerial capacity of non-formal education institution managers to improve training program quality and relevance.ABSTRAKKesenjangan kompetensi antara lulusan pelatihan vokasional dengan kebutuhan industri masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, yang mengindikasikan lemahnya manajemen program pelatihan dalam mengembangkan lifeskill yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pengembangan lifeskill melalui pelatihan kecantikan kulit di LKP SRIMAYA Bandung dengan fokus pada fungsi planing, organizing, actuating, dan controling program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, instruktur, dan peserta pelatihan, observasi langsung proses pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum dan standar operasional prosedur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa LKP SRIMAYA menghadapi kelemahan signifikan pada keempat fungsi manajemen, meliputi perencanaan kurikulum yang tidak responsif terhadap perkembangan industri, pengorganisasian sumber daya yang tidak optimal dengan rasio pembimbingan tidak ideal dan fasilitas tidak memadai, pelaksanaan pembelajaran yang masih konvensional tanpa kemitraan industri terstruktur, serta ketiadaan sistem evaluasi dan tracer study yang menyebabkan tidak ada mekanisme perbaikan berkelanjutan. Kelemahan manajemen ini berdampak pada penurunan jumlah pendaftar dan rendahnya daya saing lulusan. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pengembangan lifeskill vokasional sangat bergantung pada implementasi fungsi manajemen yang sistematis dan terintegrasi, serta perlunya penguatan kapasitas manajerial pengelola lembaga pendidikan nonformal untuk meningkatkan kualitas dan relevansi program pelatihan.
Strategi Pengembangan Literasi Menulis Siswa SMP melalui Pendekatan Multiliterasi pada Kegiatan Antologi Cerpen Faridah, Faridah; Wasliman, Eva Dianawati; Handayani, Sri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2567

Abstract

The evolution of literacy concepts toward multiliteracies demands transformation of writing instruction in junior high schools; however, its implementation has not been systematically integrated with instructional management. This study aims to describe and analyze strategies for developing junior high school students' writing literacy through a multiliteracy approach in short story anthology writing activities, examined through the functions of planning, organizing, implementing, and evaluating instruction. The research employed a qualitative approach with a case study design at SMPIT Al Fitrah Bandung. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with teachers and the school principal, and documentation studies of instructional materials and student work. Data analysis utilized the Miles, Huberman, and Saldaña model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Findings reveal that multiliteracy strategies were implemented through pre-writing, writing, and post-writing stages by integrating various literacy modes (textual, visual, digital). Implementation of strategies managed through instructional management functions effectively improved writing quality, particularly in idea development, plot construction, accuracy of intrinsic elements, creativity, motivation, and students' confidence. This study confirms that integrating the multiliteracy approach with instructional management effectively enhances junior high school students' writing literacy and provides theoretical and practical contributions to Indonesian language instruction developmentABSTRAKPerkembangan konsep literasi menuju multiliterasi menuntut transformasi pembelajaran menulis di sekolah menengah pertama, namun implementasinya belum terintegrasi dengan pengelolaan pembelajaran yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi pengembangan literasi menulis siswa SMP melalui pendekatan multiliterasi pada kegiatan penulisan antologi cerpen, yang ditinjau dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMPIT Al Fitrah Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan kepala sekolah, serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran dan karya siswa. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multiliterasi diterapkan melalui tahapan pramenulis, menulis, dan pascamenulis dengan mengintegrasikan berbagai moda literasi (teks, visual, digital). Penerapan strategi yang dikelola berdasarkan fungsi manajemen pembelajaran terbukti meningkatkan kualitas tulisan, terutama pengembangan ide, alur, ketepatan unsur intrinsik, kreativitas, motivasi, dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan multiliterasi dengan manajemen pembelajaran efektif meningkatkan literasi menulis siswa SMP dan memberikan kontribusi teoretis serta praktis bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia.
Deep Learning dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI di SMP Kabupaten Sumedang: Studi Kasus di SMP Plus Tanjungsari Munawar, Supian; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2680

Abstract

The quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at the junior high school level is often limited to a rote approach (surface learning), thus less encouraging internalization of values and changes in student behavior. Deep learning offers an alternative approach that focuses on in-depth understanding, reflection, and contextual relevance. However, its implementation is often hampered by poorly integrated management factors. This study aims to investigate how the integration of the learning management function (POAC) with deep learning pedagogy can improve the quality of PAI learning in junior high schools. The study used a qualitative approach with a case study design at SMP Plus Tanjungsari, Sumedang. Data were collected through in-depth interviews with the principal and PAI teachers, participant observation, and document study, then analyzed interactively. The implementation of deep learning integrated with the POAC function has been proven to improve the quality of PAI learning holistically. Participatory planning resulted in a Deep Learning Plan (RPM), effective organization through PAI teams and student differentiation, student-centered implementation with active and contextual methods, and comprehensive evaluation covering cognitive, affective, and spiritual aspects. Supporting factors such as the principal's instructional leadership and a flexible curriculum reinforced this success. Improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning requires synergy between a deep learning pedagogical approach and a structured management framework. The resulting integrative model can serve as a reference for other schools in implementing meaningful and transformative learning.ABSTRAKMutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP masih sering terbatas pada pendekatan hafalan (surface learning), sehingga kurang mendorong internalisasi nilai dan perubahan perilaku siswa. Deep learning menawarkan pendekatan alternatif yang berfokus pada pemahaman mendalam, refleksi, dan keterkaitan kontekstual. Namun, implementasinya sering terkendala oleh faktor manajemen yang kurang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana integrasi antara fungsi manajemen pembelajaran (POAC) dengan pedagogi deep learning dapat meningkatkan mutu pembelajaran PAI di SMP Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Plus Tanjungsari, Sumedang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru PAI, observasi partisipatif, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara interaktif. Implementasi deep learning yang terintegrasi dengan fungsi POAC terbukti meningkatkan mutu pembelajaran PAI secara holistik. Perencanaan partisipatif menghasilkan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), pengorganisasian efektif melalui tim PAI dan diferensiasi siswa, pelaksanaan berpusat pada siswa dengan metode aktif dan kontekstual, serta evaluasi komprehensif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Faktor pendukung seperti kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan kurikulum fleksibel memperkuat keberhasilan ini. Peningkatan mutu pembelajaran PAI memerlukan sinergi antara pendekatan pedagogis deep learning dan kerangka manajemen yang terstruktur. Model integratif yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna dan transformatif.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di HomeSchooling Maesaroh, Nimas; Handayani, Sri; Wasliman, Eva Dianawati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2519

Abstract

The competency gap between vocational training graduates and industry needs remains a serious problem in Indonesia, indicating weak training program management in developing lifeskills relevant to labor market demands. This research aims to analyze the implementation of lifeskill development management through beauty skincare training at LKP SRIMAYA Bandung, focusing on planning, organizing, implementing, and controlling program functions. The study employs a qualitative approach with case study method, where data collection was conducted through in-depth interviews with managers, instructors, and trainees, direct observation of learning processes, and analysis of curriculum documents and standard operating procedures. The findings reveal that LKP SRIMAYA faces significant weaknesses in all four management functions, including curriculum planning that is unresponsive to industry developments, suboptimal resource organization with non-ideal supervision ratios and inadequate facilities, conventional learning implementation without structured industry partnerships, and absence of evaluation systems and tracer studies resulting in no continuous improvement mechanisms. These management weaknesses impact declining enrollment numbers and low graduate competitiveness. The research concludes that the effectiveness of vocational lifeskill development heavily depends on systematic and integrated management function implementation, and the necessity of strengthening managerial capacity of non-formal education institution managers to improve training program quality and relevance.ABSTRAKPendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan layanan pembelajaran yang terencana, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan individual peserta didik. Dalam konteks homeschooling, peran dominan orang tua menjadikan kolaborasi antara sekolah dan orang tua sebagai aspek strategis dalam administrasi pendidikan guna meningkatkan mutu pembelajaran ABK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi sekolah dan orang tua dalam peningkatan mutu pembelajaran ABK di Homeschooling Focus Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, melalui penerapan fungsi manajerial Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas orang tua ABK, guru, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi sekolah dan orang tua telah dilaksanakan secara terencana dan terstruktur melalui penyusunan perencanaan pembelajaran individual, pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas, pelaksanaan pembelajaran secara kolaboratif, serta evaluasi berkelanjutan terhadap perkembangan peserta didik. Kolaborasi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran ABK, yang tercermin pada aspek akademik, kemandirian, dan perkembangan sosial-emosional. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi sekolah dan orang tua yang dikelola melalui fungsi-fungsi POAC merupakan bagian integral dari administrasi pendidikan dan berperan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran ABK di Homeschooling Focus.
Persepsi Siswa dalam Penerapan Perubahan Jam Masuk Sekolah terhadap Pola dan Karakter Disiplin Siswa: Studi Fenomenologi Karma, Otong; Wasliman, Eva Dianawati; Handayani, Sri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2560

Abstract

Changes in school starting times are educational policies that directly affect students' daily routines and have the potential to shape disciplinary character through consistent habituation. Although extensive research exists on school start time policies, most studies employ quantitative approaches that inadequately capture students' subjective experiences. This study aims to deeply understand students' experiences in responding to changes in school starting times and to analyze their impact on the formation of discipline patterns and character at SMPN 38 Bandung. The study employed a qualitative approach with phenomenological methods involving six participants from various grade levels. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using phenomenological stages including bracketing, data reduction, and synthesis of experiential essence. Results indicate that students experienced three adaptation phases: an initial phase with significant obstacles including sleep pattern disruptions and transportation constraints that increased tardiness, a habit formation phase that reduced tardiness after two months, and a character internalization phase encompassing meaningful responsibility, independence, and adherence. This study concludes that changes in school starting times can serve as effective instruments for disciplinary character formation when managed through humanistic approaches that acknowledge students' subjective experiences, accompanied by dialogical socialization, adaptation support, and educative supervision.ABSTRAKPerubahan jam masuk sekolah merupakan kebijakan pendidikan yang berdampak langsung pada rutinitas harian peserta didik dan berpotensi membentuk karakter disiplin melalui pembiasaan konsisten. Meskipun telah banyak penelitian tentang kebijakan jam masuk sekolah, sebagian besar menggunakan pendekatan kuantitatif yang kurang mampu menggali pengalaman subjektif siswa. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam pengalaman siswa dalam menghadapi perubahan jam masuk sekolah serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan pola dan karakter disiplin di SMPN 38 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis terhadap enam partisipan dari berbagai tingkatan kelas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan fenomenologis meliputi bracketing, reduksi data, dan sintesis esensi pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami tiga fase adaptasi: fase awal dengan hambatan signifikan berupa gangguan pola tidur dan kendala transportasi yang meningkatkan keterlambatan, fase pembentukan kebiasaan baru yang menurunkan keterlambatan setelah dua bulan, dan fase internalisasi karakter berupa tanggung jawab, kemandirian, dan kepatuhan yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan jam masuk sekolah dapat menjadi instrumen efektif pembentukan karakter disiplin apabila dikelola dengan pendekatan humanis yang memperhatikan pengalaman subjektif siswa, disertai sosialisasi dialogis, pendampingan adaptasi, dan pengawasan edukatif.
MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU MADRASAH (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Swasta KBB) Komara, Budi; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2665

Abstract

Background: Academic supervision is a strategic instrument for teacher mentoring and professional development. However, its implementation in private madrasas often faces structural, cultural, and technical constraints, which impact the stagnation of teachers' pedagogical competence improvement. Objectives: This study aims to describe and analyze the management of madrasah supervisors' academic supervision based on the POAC functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) and its effectiveness in improving the pedagogical competence of teachers in Private Madrasah Tsanawiyah in West Bandung Regency. Methods: The research used a qualitative approach with a multisite case study method in three private MTs. Data were collected through observation, in-depth interviews with 3 supervisors, 9 teachers, and 3 madrasah principals, and documentation studies. Data analysis followed an interactive thematic analysis model. Results: The findings reveal that the four POAC management functions in academic supervision are not yet optimal. Planning is top-down and lacks needs assessment; organizing is constrained by supervisor-madrasah ratios and time; implementation is dominated by brief observations with normative feedback; and evaluation and follow-up are almost non-existent. Consequently, the impact of supervision on improving teacher pedagogical competence is minimal and only visible in administrative aspects. Conclusions: Academic supervision in the research locus experiences decoupling, where formal activities are separated from the substantive goal of teacher development. Reformulation of policies, restructuring of supervisor workloads, strengthening clinical supervision capacity, and transformation of supervision culture towards collaborative-participatory approaches are needed.ABSTRAKLatar Belakang: Supervisi akademik merupakan instrumen strategis dalam pembinaan dan pengembangan profesional guru. Namun, implementasinya di madrasah swasta sering kali menghadapi kendala struktural, kultural, dan teknis, yang berimplikasi pada stagnasi peningkatan kompetensi pedagogik guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen supervisi akademik pengawas madrasah berdasarkan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru Madrasah Tsanawiyah Swasta di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus multisitus di tiga MTs swasta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 3 pengawas, 9 guru, dan 3 kepala madrasah, serta studi dokumentasi. Analisis data mengikuti model analisis tematik interaktif. Hasil: Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keempat fungsi manajemen POAC dalam supervisi akademik belum berjalan optimal. Perencanaan bersifat top-down dan minim analisis kebutuhan; pengorganisasian terkendala rasio pengawas-madrasah dan waktu; pelaksanaan didominasi observasi singkat dengan umpan balik yang normatif; serta evaluasi dan tindak lanjut nyaris tidak ada. Akibatnya, dampak supervisi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru sangat minimal dan hanya terlihat pada aspek administratif. Kesimpulan: Supervisi akademik di lokus penelitian mengalami decoupling, di mana aktivitas formal terpisah dari tujuan substantif pengembangan guru. Diperlukan reformulasi kebijakan, penataan ulang beban kerja pengawas, penguatan kapasitas supervisi klinis, dan transformasi budaya supervisi menuju kolaboratif-partisipatif.
Implementasi Kebijakan Budaya Literasi Bahasa Inggris sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMPN 1 Teupah Barat Wulansari, Destianti; Handayani, Sri; Wasliman, Eva Dianawati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2528

Abstract

Improving the quality of learning in schools requires contextual and sustainable micro-policies. English literacy as a global competence is still narrowly understood as part of certain subjects and has not yet developed as a school culture. This study analyzes the implementation of English literacy culture policy as a strategy to improve learning quality at SMPN 1 Teupah Barat, covering the policy formulation process, implementation, and implications for learning quality. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and students, as well as documentation study. Data analysis was conducted thematically referring to Miles and Huberman's (2014) model while maintaining validity through source and method triangulation. The findings reveal that the policy was formulated simply with a focus on habituation of greeting and permission expressions. Implementation was carried out consistently in various school interaction contexts and has been internalized as an organizational culture. The policy positively impacts students' self-confidence, reduces language anxiety, and creates a conducive academic climate. This study concludes that the English literacy culture policy represents an effective micro-policy model in improving learning quality through transformational leadership, contextual design, and school culture management.ABSTRAKPeningkatan mutu pembelajaran di sekolah memerlukan kebijakan mikro yang kontekstual dan berkelanjutan. Literasi bahasa Inggris sebagai kompetensi global masih dipahami secara sempit sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu, belum berkembang sebagai budaya sekolah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan budaya literasi bahasa Inggris sebagai strategi peningkatan mutu pembelajaran di SMPN 1 Teupah Barat, mencakup proses perumusan, pelaksanaan, dan implikasi kebijakan terhadap mutu pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik mengacu pada model Miles dan Huberman (2014) dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dirumuskan secara sederhana dengan fokus pada pembiasaan ungkapan greeting dan permission. Implementasi dilakukan secara konsisten dalam berbagai konteks interaksi sekolah dan telah terinternalisasi sebagai budaya organisasi. Kebijakan berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa, penurunan kecemasan berbahasa, dan pembentukan iklim akademik yang kondusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan budaya literasi bahasa Inggris merepresentasikan model kebijakan mikro yang efektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui kepemimpinan transformasional, desain kontekstual, dan pengelolaan budaya sekolah.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue