cover
Contact Name
Fitra Yanti
Contact Email
prodi_pmi@uinib.ac.id
Phone
+6285727714556
Journal Mail Official
prodi_pmi@uinib.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Jl. Prof. Mahmud Yunus, Lubuk Lintah Padang, West Sumatera, Indonesia 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 20861281     EISSN : 26572079     DOI : 10.15548/jt.v12i2
Jurnal Tathwir adalah jurnal ilmiah tentang isu-isu sosial dan perkembangan masyarakat Islam. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan April 2009 oleh Departemen Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang. Nama Jurnal Tathwir terinspirasi dari semangat perubahan yang merupakan derivasi dari kata “tathwir” (perubahan). Jurnal ini terbit secara berkala setiap bulan April dan Oktober. Jurnal Tathwir memuat artikel-artikel dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan kajian ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 96 Documents
Kolaborasi Organisasi Kepemudaan dengan Pengurus Masjid dalam Membentuk Generasi Islami (Studi Pada Kampung Karang Tangah, Kab. Pesisir Selatan) Putra, Ahmad
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.8557

Abstract

This research discusses collaboration between youth organizations and mosques and is supported by migrants. This collaboration is not just a formality, but this collaboration aims to bring about changes in teenagers and young people so that they become a useful and moral generation. If this can be realized, an Islamic generation will be born which will certainly continue the struggle of Islam in spreading goodness and things that are useful to many people. For this reason, youth and mosque administrators in Karang Tangah Village, Lengayang District, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra have agreed to involve the younger generation in the activities being held in the hope that they will get used to being active in positive activities while also minimizing their influence and behavior. bad things they could have done. This research uses qualitative methods, complemented by observations and interviews. The results of this research, it was found that; firstly, the younger generation is assigned to be active on Ramadan nights such as hosting Ramadan study events, secondly, the younger generation is involved as a committee member in religious events such as being on the MTQ competition committee, funeral prayers, and so on, thirdly, the younger generation is invited to attend meetings -youth meetings held at mosques by youth and mosque officials, fourth, the young generation is involved in social activities, such as collecting donations when there is misfortune and mutual cooperation.Key Word: Youth, Mosques, Next GenerationABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan Masjid serta didukung oleh para perantau. Kolaborasi ini berjalan bukan sekedar sebatas formalitas saja, akan tetapi kolaborasi ini bertujuan untuk melahirkan perubahan dari para remaja dan pemuda agar menjadi generasi yang bermanfaat dan berakhlak. Jika hal ini dapat terwujud, maka akan lahir generasi Islami yang tentunya akan meneruskan perjuangan Islam dalam menebar kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat untuk banyak orang. Oleh sebab itu, pemuda dan pengurus Masjid di Kampung Karang Tangah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat bersepakat melibatkan para generasi muda pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dengan harapan mereka terbiasa aktif pada kegiatan yang positif sembari di samping itu meminimalisir pengaruh dan perilaku buruk yang bisa saja mereka lakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan dilengkapi dengan dilakukannya observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa; pertama, generasi muda ditugaskan untuk aktif di malam-malam ramadhan seperti menjadi pembawa acara kajian ramadhan, kedua, generasi muda dilibatkan sebagai panitia dalam acara keagamaan seperti menjadi panitia lomba MTQ, shalat jenazah, dan lain sebagainya, ketiga, generasi muda diundang untuk menghadiri rapat-rapat kepemudaan yang diadakan di masjid oleh perangkat kepemudaan dan masjid, keempat, generasi muda dilibatkan dalam kegiatan sosial, seperti mengumpulkan donasi ketika ada kemalangan dan gotong royong.Kata Kunci: Pemuda, Masjid, Generasi Penerus
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Muda Dompet Dhuafa Riau dalam Pemberdayaan Masyarakat Islam Azwar, Azwar
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.9739

Abstract

This research is to determine the training and development processes and methods carried out by Dompet Dhuafa Riau. This is important to study because training and development can improve employee performance significantly for current and future needs. This research uses qualitative methods with interview techniques with the managers of Dompet Dhuafa Riau. The selection of managers as key informants was based on their strategic role, who had a deep understanding of the performance strengthening and employee development programs implemented at this institution. Through this interview, it is hoped that relevant and comprehensive information regarding human resource management practices and strategies in Dompet Dhuafa Riau can be obtained. The research results show that the employee training and development program carried out by Dompet Dhuafa Riau has proven to be effective and efficient. The positive impact of this program can be seen in improving the quality of services to the community, the successful implementation of empowerment programs, and strengthening the position of Dompet Dhuafa Riau as an institution based on Islamic values. Apart from that, this program also encourages sustainable Islamic human resource development, creating employees who are more competent and committed to carrying out the community empowerment mission more effectively and efficientlyKeywords; Training and Development, Performance Enhancement, Sustainable Islamic Human Resource Development ABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui proses dan metode pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Riau. Hal ini menjadi penting untuk dikaji karena pelatihan dan pengembangan bisa membuat kinerja pegawai menjadi lebih meningkat secara signifikan untuk kebutuhan masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap manajer Dompet Dhuafa Riau. Pemilihan manajer sebagai informan kunci didasarkan pada peran strategisnya yang memiliki pemahaman mendalam mengenai program penguatan kinerja dan pengembangan karyawan yang diterapkan di lembaga ini. Melalui wawancara ini, diharapkan dapat diperoleh informasi yang relevan dan komprehensif terkait praktik serta strategi pengelolaan sumber daya manusia di Dompet Dhuafa Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan dan pengembangan karyawan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Riau telah terbukti efektif dan efisien. Dampak positif dari program ini terlihat pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan, dan penguatan posisi Dompet Dhuafa Riau sebagai lembaga berbasis nilai-nilai Islam. Selain itu, program ini juga mendorong pembangunan sumber daya manusia Islami yang berkelanjutan, menciptakan karyawan yang lebih kompeten dan berkomitmen dalam menjalankan misi pemberdayaan masyarakat secara lebih efektif dan efisien.Kata kunci; Pelatihan dan Pengembangan Karyawan, Peningkatan Kinerja, Pembangunan Sumber Daya Manusia Islami Berkelanjutan
Empowerment Strategies to Build Food Security at The Miftahussalam Islamic Boarding School in Penagan Village, Indonesia Sopian Hadi; Tayfur Dereli; Sajjid Husain; David Winkler
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v16i2.11263

Abstract

Food security is a strategic issue for the sustainability of Islamic Boarding Bchools Miftahussalam in Bangka Regency utilizes non-productive land that has not been optimized. Local asset-based empowerment is needed to build sustainable food independence. Analyzing the strategy of empowering student in building independent food security through the asset-based community development (ABCD) approach. The study used the Participatory Action Research/PAR method with the approach through the 5 stages; Discovery, Dream, Design, Define, Destiny. The results of the study looked at what kind of empowerment strategies includes practical training in horticulture cultivation and utilization of non-productive land. non-productive land utilization. Implementation succeeded in increasing the food security of pesantren, reduce external supply dependence, and create a “green pesantren” model as an integrated agricultural learning center. pesantren” model as an integrated agricultural learning center. This is effective in building independent food security based on local assets through mobilizing the active participation of student, land optimization, and institutional strengthening. This program not only meets short-term food needs, but also creates economic and environmental sustainability. Recommendations further research includes the development of a student agripreneurship model and long-term economic impact analysis agripreneurship model and long-term economic impact analysis.
Peran Kelompok Tani Gabungan Semua Gang 07 dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Urban Farming Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih; Isna Rahmawati
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v16i2.12566

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta telah menyebabkan berkurangnya luas lahan pertanian yang signifikan, terutama di wilayah padat penduduk seperti di Kelurahan Kembangan Utara. Alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain semakin mempersempit ruang terbuka hijau. Sehingga program urban farming yang dijalankan Kelompok Tani GSG 07 menjadi solusi untuk menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan Kelompok Tani GSG 07 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam program urban farming. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber data.  Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagai fasilitator Kelompok Tani GSG 07 telah menjalankan perannya dalam memberdayakan masyarakat melalui program urban farming sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Jim Ife dan Tesoriero yakni peran fasilitatif, peran mendidik, peran perwakilan, dan peran teknik. Faktor pendukung program urban farming diantaranya kerjasama antara kelompok tani dan masyarakat, bantuan materi dan non materi, serta faktor penghambat yaitu faktor sosial, cuaca, dan hama.
Transformasi Dakwah Islam di Minangkabau: Kontinuitas Tradisi dan Gerakan Pembaruan Sarwan Sarwan; Alwa Hidul Kohar; Ferdian Yordan
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v17i1.12035

Abstract

This study explores the dynamics of Islamic da‘wah in Minangkabau within a historical trajectory, beginning with the initial process of Islamisation and extending to the emergence of reformist movements such as the Kaum Padri and Kaum Muda. Islamic da‘wah in Minangkabau was not merely a matter of religious propagation; it also constituted a complex socio-cultural transformation. The early phase of Islamisation occurred peacefully through trade routes, networks of ‘ulama, and traditional religious institutions such as the surau. A central figure in this phase was Shaykh Burhanuddin of Ulakan, who played a pivotal role in laying the foundations of Sufi-oriented da‘wah through the development of the Shattariyah order. In the nineteenth century, the Kaum Padri movement emerged, advocating Islamic purification through radical approaches. This was followed in the early twentieth century by the Kaum Muda, who emphasised rationalism, modern education, and religious reform. The research employs a qualitative approach with a case study design and thematic analysis of secondary sources, including scholarly books and journal articles. The findings indicate that the Islamisation of Minangkabau was a gradual and acculturative historical process, marked by both tensions and syntheses between Islamic law (sharī‘a) and local custom (adat). The principle “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” (Custom is founded upon Islamic law, and Islamic law upon the Qur’an) reflects the successful integration of Islamic values with local culture. This study underscores Minangkabau’s strategic role in shaping the character of Islamic da‘wah in the Malay-Indonesian world. 
A Model for Islamic Community Development Based on Local Commodities: An Analysis of the TRENDI Movement in Enhancing the Self-Reliance of Sugarcane Farmers Mahlil Bunaiya; Zelfeni Wimra
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v17i1.13916

Abstract

This study examines the model of Islamic community development based on local commodities through the TRENDI (Tebu Aren Indonesia) movement in Nagari Bukik Batabuah, Agam Regency. The research employs a qualitative inquiry and research design with a case study approach conducted over three months (January–March 2026). Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving community producers, traditional actors, innovators, and institutional leaders. The findings reveal that the main challenges faced by sugarcane farmers are structural dependency on middlemen, limited innovation, and low economic literacy, which hinder value creation. The TRENDI movement addresses these issues through an integrated approach combining traditional values, empowerment, and literacy, leading to increased capacity, product innovation, and improved bargaining position. This study formulates a model of Islamic community development based on three pillars: strengthening communal values, innovation-based economic empowerment, and capacity building. The study concludes that sustainable economic independence can be achieved through the integration of social values, knowledge, and innovation within a community-based framework.

Page 10 of 10 | Total Record : 96