cover
Contact Name
Fitra Yanti
Contact Email
prodi_pmi@uinib.ac.id
Phone
+6285727714556
Journal Mail Official
prodi_pmi@uinib.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Jl. Prof. Mahmud Yunus, Lubuk Lintah Padang, West Sumatera, Indonesia 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 20861281     EISSN : 26572079     DOI : 10.15548/jt.v12i2
Jurnal Tathwir adalah jurnal ilmiah tentang isu-isu sosial dan perkembangan masyarakat Islam. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan April 2009 oleh Departemen Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang. Nama Jurnal Tathwir terinspirasi dari semangat perubahan yang merupakan derivasi dari kata “tathwir” (perubahan). Jurnal ini terbit secara berkala setiap bulan April dan Oktober. Jurnal Tathwir memuat artikel-artikel dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan kajian ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 92 Documents
Menumbuhkembangkan UMKM di Indonesia: Analisis Faktor Pendukung Inklusi Keuangan Ulfah, Muthia
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i1.8492

Abstract

Financial inclusion can be an alternative to breaking the chain of poverty by supplying access to business capital financing to improve the welfare of underprivileged people who have had difficulty getting financial services from formal financial institutions. In other words, financial inclusion policies can develop new MSMEs, create job opportunities, reduce unemployment, and ultimately reduce poverty rates. Furthermore, financial inclusion can increase national income and inclusive economic growth.  The aim of this reseach is to determine the supporting factors for financial inclusion in developing MSMEs. This research is a literature review research by collecting literature from Google Scholar. The content analysis is used dor data analysis. This research found that there are 3 key factors supporting financial inclusion in developing MSMEs. These factors are financial literacy, financial technology, and empowerment. Financial literacy contributes to providing information to MSME regarding financial products as well as increasing the knowledge of MSME in financial management. Financial technology provides easy access for MSME to get the financial services. On the other hand, empowerment carried out by financial institutions that deliver microfinancing has an impact on the sustainability of MSMEs.Key Word :  Financial Inclusion, MSMEs, Financial Literacy, Financial Technology, Empowerment. Inklusi keuangan dapat menjadi alternatif dalam memutus mata rantai kemiskinan dengan menyediakan akses pembiayaan modal usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan keuangan dari institusi keuangan formal. Artikel ini membahas kebijakan inklusi keuangan dapat menumbuhkembangkan UMKM baru, membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Lebih jauh, inklusi keuangan mampu meningkatkan pendapatan nasional dan pertumbuhan perekonomian yang inklusif.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali faktor-faktor penunjang inklusi keuangan dalam menumbuhkembangkan UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan mengumpulkan literatur dari google scholar. Analisis data dilakukan melalui content analysist. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 3 faktor kunci pendukung inklusi keuangan dalam menumbuhkembangkan UMKM. Faktor tersebut adalah literasi keuangan, teknologi keuangan, dan pemberdayaan. Literasi keuangan berkontribusi dalam memberikan informasi kepada pelaku UMKM terkait produk-produk keuangan serta meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan. Teknologi keuangan memberikan kemudahan akses kepada pelaku UMKM dalam mendapatkan akses layanan keuangan. Di sisi lain, pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan mikro berpengaruh pada keberlanjutan UMKM Kata Kunci: Inklusi Keuangan, UMKM, Literasi Keuangan, Teknologi Keuangan, Pemberdayaan. 
UPAYA MAJELIS TAKLIM AT-TAKWA DALAM PEMBINAAN KEBERAGAMAAN MASYARAKAT PADANG ALAI KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN Riana Melti, Riana melti
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v14i2.7444

Abstract

This research is motivated by the lack of public awareness in carrying out congregational prayers at mosques, attending Islamic studies and events held at mosques. The efforts of the At-Takwa Taklim Council can be seen from the guidance carried out by the Padang Alai taklim at-takwa council based on the aspects of faith, worship and muamalah. With these three aspects, the guidance by the Taklim Council takes the form of activities such as weekly afternoon Wirid activities at the Padang Alai Taqwa Mosque, weekly Wirid Evening at the Taqwa Padang Alai Mosque, and weekly wird yasin. This research uses qualitative methods, supported by observations and interviews, so that systematic results and implementation are found. The results of this research show that society is starting to show changes for the better, such as: starting to diligently attend the Koran, being willing to give alms and help others, not gossiping and discussing other people's problems, and starting to do good deeds that are beneficial for themselves and others. . This indicates that the presence of the Taklim assembly has had a good impact on the religious community.
Memahami Penerapan Manajemen Pengembangan Masyarakat a la Rasulullah Yanti, Fitra
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i1.9238

Abstract

 The success of Islamic Community Development during the time of the Prophet Muhammad is the basis for implementing Islamic Community Development programs today. This article discusses the success of community development management carried out during the time of the Prophet Muhammad period. The aim of this research is to see in detail the applications and areas that demonstrated the success of the management of the Prophet's time. The method used is content analysis of texts related to the implementation of PMI Management during the time of the Prophet. Content analysis conducted based on literature that explains how the Prophet Saw implemented community development management. It is conducted from planning, organizing, actualizing and evaluating efforts to build and develop community welfare in his time. The results obtained show that the Prophet Muhammad exemplified the principles of community empowerment management in every da'wah activity by delegating jobs to appropriate and competent people in their respective fields, such as religious, social, economic, political and military, conflict management, as well as maintain environmental sustainability principles. The implication is that the results of this analysis confirm the exemplary management of Islamic community development that originates directly from the treatise handed down by Muhammad the Prophet.Keywords: Revelation, Management of the Prophet, Empowerment Theory, Development of Muslim Society, ABSTRAKKesuksesan Pengembangan Masyarakat Islam pada masa Nabi Muhammad merupakan dasar dari pelaksanaan program-program Pengembangan Masyarakat Islam hari ini. Artikel ini mendiskusikan kesuksesan manajemen pengembangaan masyarakat yang dilakukan pada masa Rasulullah Saw. Tujuannya untuk merinci penerapan dan bidang yang menunjukkan keberhasilan manajemen masa Rasulullah Saw. Metode yang digunakan adalah content analysis terhadap teks yang berkaitan dengan pelaksanaan Manajemen PMI pada masa Nabi. Analisis isi dilakukan terhadap literatur yang menjelaskan bagaimana Nabi saw. mengimplementasikan manajemen pengembangan masyarakat mulai merencanakan, mengorganisasi, mengaktualisasi, dan mengevaluasi upaya membangun dan mengembangkan kesejahteraan masyarakat di masanya. Hasil yang didapatkan bahwa Nabi Muhammad mencontohkan prinsip-prinsip manajemen pemberdayaan masyarakat dalam setiap kegiatan dakwah dengan melimpahkan tugas kepada orang yang tepat dan kompeten di bidang masing-masing, seperti bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, perekonomian, politik dan militer, pengelolaan konflik, serta prinsip menjaga kelestarian lingkungan hidup. Implikasinya bahwa hasil analisis ini menjadi penegasan terhadap teladan manajemen pengembangan masyarakat Islam bersumber langsung kepada risalah yang diwariskan Rasulullah Saw.Kata Kunci: Pewahyuan, Manajemen Rasulullah, Teori Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat Muslim,
Implementasi Teknologi Eco-Enzim untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa: Tinjauan dari Aspek Sosial dan Ekonomi Annisa, Yulia Annisa
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i1.8417

Abstract

ABSTRACTEco-enzyme technology, a sustainable solution for waste management, has shown potential in promoting community empowerment. Empowering rural communities through eco-enzyme technology has become the primary focus in efforts to improve community welfare. This article proposes a comprehensive review of the implementation of eco-enzyme technology in the context of empowering rural communities, with a focus on social and economic aspects. This research     conducted through a case study on a farmers' group in Simpang Baru village. The methods used involved data collection through interviews, direct observation, and economic analysis to explore the implementation of eco-enzyme technology and its social and economic impacts. The results indicate that the use of eco-enzymes can empower communities, increase environmental awareness, improve community health, and reduce organic waste. Economically, the use of eco-enzymes increases income through product sales, reduces production costs, and creates new job opportunities. Thus, eco-enzyme technology can be an effective tool in supporting sustainable development and improving community welfare. These findings emphasize the importance of applying eco-enzyme technology on a larger scale to achieve greater impact.Keywords: Eco-enzyme, Rural Community Empowerment, Social Aspects, Economic Aspects, Technology Implementation ABSTRAKTeknologi eco-enzim, solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limbah, telah menunjukkan potensi dalam mendorong pemberdayaan komunitas. Pemberdayaan masyarakat desa melalui teknologi eco-enzim menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan   masyarakat. Artikel ini mengusulkan tinjauan menyeluruh tentang implementasi teknologi eco-enzim dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa, dengan fokus pada aspek sosial dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus pada kelompok tani di kelurahan Simpang Baru. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis ekonomi untuk mendalami implementasi teknologi eco-enzim serta dampaknya secara sosial dan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan eco-enzim dapat memberikan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesadaran lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mengurangi sampah organik. Secara ekonomi, penggunaan eco-enzim meningkatkan pendapatan melalui penjualan produk, menghemat biaya produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, teknologi eco-enzim dapat menjadi alat efektif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan teknologi eco-enzim dalam skala yang lebih luas untuk mencapai dampak yang lebih besar.Kata Kunci: Eco-enzim, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Aspek Sosial, Aspek Ekonomi, Implementasi Teknologi
TIGA STRATEGI KOMUNITAS GENKOMPAK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PUBLIC SPEAKING GENERASI MUDA Haris, Muhammad; Adilah, Ananda Refiona; Laksana, Bayu Indra
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v14i2.7151

Abstract

ABSTRACT The aim of this study is to provide valuable insight into the GenKompak community's strategy to improve the public speaking skills of the younger generation and its contribution to the social development and personal branding of the younger generation. To explain this, the approach used in this research uses a qualitative approach by describing all visible phenomena by collecting data through participant observation, interviews and documentation. From the studies conducted, it was found that there were three strategies carried out by the GenKompak community to improve the public speaking of the younger generation, namely through the stage program to make speaking fluently, the story sharing program, comparative studies and collaboration, the GenKompak service program. Meanwhile, its contribution is to improve the communication skills of the younger generation, increase self-confidence, develop leadership abilities, encourage the younger generation to participate in discussions and problem solving and promote public awareness about important issues.
Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Sapik Aceh Selatan Haris, Muhammad; Mas’od, M. Mochtar; Mandasari, Yunita Dwi; Fatimah, Fatimah; Anshori, Ahmad Maulana
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i1.8383

Abstract

ABSTRACTCommunity empowerment through Gampong-Owned Enterprises (BUMG) has become an important strategy in efforts to improve village welfare and independence. This research aims to evaluate the implementation of community empowerment policies by the Sapik Gampong-Owned Enterprise (BUMG) in South Aceh, as an integral part of grassroots community empowerment efforts. The method used in this research is descriptive qualitative which focuses on describing the phenomenon of implementing community empowerment in the field. The data collection process was carried out through interviews, observation and documentation. The research results show that the main obstacles lie in the lack of facilities and infrastructure, limited funds, and minimal participation from communities who still follow primitive thought patterns. Evaluation was carried out using William N Dunn's theoretical framework which includes effectiveness, efficiency, adequacy, alignment, responsiveness and accuracy. The biggest obstacle was identified as limited financial resources, followed by Human Resources (HR) problems.Keywords: Evaluation, Policy, Community Empowerment, Gampong-Owned Enterprises (BUMG)ABSTRAKPemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) telah menjadi strategi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Sapik di Aceh Selatan, sebagai bagian integral dari upaya perberdayaan masyarakat dengan akar rumput. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berfokus pada gambaran fenomena implementasi pemberdayaan masyarakat di lapangan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada kekurangan sarana dan prasarana, keterbatasan dana, serta minimnya partisipasi masyarakat yang masih mengikuti pola pikir primitif. Evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan kerangka teoritis William N Dunn yang mencakup efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Kendala terbesar teridentifikasi pada keterbatasan sumber daya finansial, diikuti oleh permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM).Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan, Pemberdayaan Masyarakat, Badan Usaha Milik Gampong
Balambai Ari: Pemberdayaan Pemuda Melalui Kearifan Lokal di Nagari Sungai Nanam Sumatera Barat Mistarija, Mistarija
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10315

Abstract

This study aims to identify the potential of youth and the application of local wisdom in empowerment efforts in Nagari Sungai Nanam, West Sumatra. Using a qualitative-descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The findings indicate that youth in Nagari Sungai Nanam hold significant potential in the horticultural agriculture, livestock, and nature-based tourism sectors. However, their empowerment is constrained by limited access to entrepreneurial training, business capital, and market opportunities. Local wisdom, such as the gotong-royong (mutual cooperation) culture and the Balambai Ari system, serves as a valuable social asset that strengthens social bonds and enhances the role of youth within the community. Based on Rappaport’s empowerment theory, the application of local wisdom effectively increases youth’s sense of responsibility and self-confidence, though it remains suboptimal. This study concludes that additional support, including technical training and market access, is essential for maximizing youth potential and sustainably enhancing the local economy.Keywords: youth empowerment, local wisdom, Nagari Sungai Nanam, horticulture ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemuda dan penerapan kearifan lokal dalam pemberdayaan di Nagari Sungai Nanam, Sumatera Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda di Nagari Sungai Nanam memiliki potensi besar di sektor pertanian hortikultura, peternakan, dan pariwisata berbasis alam. Namun, pemberdayaan mereka terkendala oleh kurangnya akses pelatihan kewirausahaan, modal usaha, dan akses pasar. Kearifan lokal, seperti budaya gotong-royong dan sistem Balambai Ari, menjadi aset sosial penting yang memperkuat ikatan sosial dan peran pemuda dalam masyarakat. Berdasarkan teori empowerment Rappaport, penerapan kearifan lokal efektif dalam meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri pemuda, meskipun belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan tambahan dalam bentuk pelatihan teknis dan akses pasar sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi pemuda dan meningkatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.Kata Kunci: pemberdayaan pemuda, kearifan lokal, Nagari Sungai Nanam, pertanian hortikultura, pariwisata
Antara Kesalihan dan Gaya Hidup: Hijab Syar’i dalam Pusaran Praktik Komodifikasi Industri Budaya Islami pada Mahasiswi di Kota Mataram RAHIM, ABDUL
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10201

Abstract

The syar’i hijab has become a global fashion product targeting Muslim women today as part of the cultural industry captured by capitalism to pursue profit. The sharia hijab, which displays a visualization of the discourse of piety and beauty, makes consumption practices an effort to articulate the identity of Muslim women regarding their obedience to religion. The fairly massive distribution through the media or fashion show events is part of the visualization of the lifestyle of fashion enthusiasts (fashionistas) which is echoed for the sustainability of capitalism in the circulation of production, distribution and consumption of hijab products which are echoed through the discourse of covering the genitals according to sharia. Consumption of hijab product brands shows social class to differentiate themselves. This often gives rise to aesthetic violence in an effort to equalize the tastes of the lower class to force themselves to buy hijab products with the same brand as the figures they idolize. Consumption practices that show the articulation of the identity of Muslim women in the discourse of religion are increasingly captured by capitalism in an effort to create changes in hijab fashions. The concept of planned obsolescence planning is part of the production management of the ever-expanding hijab product offerings, and the increasing perpetuation of capitalism disguised behind the discourse of piety.Key Word : Commodification, piety, fashion, consumption, syar'i hijab, obsolescence.ABSTRAKHijab syar'i menjadi produk fashion global yang menyasar perempuan muslim saat ini merupakan bagian dari industri budaya yang ditangkap oleh kapitalisme untuk mengejar profit. Hijab syar'i yang menampilkan visualisasi atas wacana kesalihan dan kecantikan menjadikan praktik konsumsi sebagai upaya untuk artikulasi identitas perempuan muslim atas kepatuhan dalam beragama. Distribusi yang cukup masif melalui media atau even-even fashion show adalah bagian dari visualisasi gaya hidup dari penggemar mode (fashionista) yang digaungkan untuk langgengnya kapitalisme dalam sirkulasi produksi, distribusi dan konsumsi atas produk hijab yang digaungkan melalui wacana menutup aurat yang sesuai syar’i. Konsumsi atas brand produk hijab menunjukkan kelas sosial untuk membedakan diri. Hal ini tak jarang memunculkan kekerasan estetik dalam upaya menyamakan selera dari kelas rendah untuk memaksakan membeli produk hijab dengan brand yang sama dengan figur yang mereka idolakan. Praktik konsumsi yang menunjukkan artikulasi identitas perempuan muslim dalam wacana keberagamaan semakin ditangkap oleh kapitalisme dalam upaya menciptakan perubahan mode-mode hijab. Konsep pengusangan yang direncanakan (obsolescence planning) adalah bagian dari manajemen produksi untuk tawaran-tawaran produk hijab yang terus berkembang, dan semakin langgengnya kapitalisme terselubung di balik wacana kesalihan.Kata Kunci: Komodifikasi, Kesalihan,  fashion,  konsumsi, hijab syar'i, pengusangan.
Peran Modal Sosial dalam Peningkatan Ekonomi Pedagang Kaki Lima: Tinjauan Sosiologi Ekonomi di Objek Wisata Putri Kacamayang – Pekanbaru Haris, Muhammad; Anshori, Ahmad Maulana; Laksana, Bayu Indra; Yefni, Yefni
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10114

Abstract

This study aims to analyze the role of social capital in enhancing the economy of street vendors (PKL) at the Putri Kacamayang tourist site in Pekanbaru. A qualitative research method was employed, involving in-depth interviews and observations of PKL productive aged in the range 25-55 years at the study location. The results show that social capital, in the form of strong social networks and high levels of trust among PKL, significantly contributes to increased income. Consumer trust in reputable PKL also supports customer loyalty and market expansion. Additionally, supportive social norms, such as maintaining cleanliness and respecting trade boundaries, create a conducive business environment. Thus, social capital plays an essential role in strengthening economic resilience and income stability for PKL in the tourist area, ultimately enhancing the economic welfare of the vendor community. Keywords: Social Capital, Street Vendors, Community Economy, Tourist Site, PKL IncomeABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam meningkatkan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di objek wisata Putri Kacamayang, Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap PKL berusia produktif dalam rentang 25-55 tahun di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berupa jaringan sosial yang solid dan tingkat kepercayaan tinggi di antara PKL berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan mereka. Kepercayaan konsumen terhadap PKL yang memiliki reputasi baik turut mendukung loyalitas pelanggan dan memperluas pasar. Selain itu, norma sosial yang mendukung, seperti saling menjaga kebersihan dan menghormati batas berdagang, menciptakan lingkungan usaha yang kondusif. Dengan demikian, modal sosial berperan penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi dan stabilitas pendapatan PKL di kawasan wisata, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas pedagang tersebut.Kata Kunci: Modal Sosial, Pedagang Kaki Lima, Ekonomi Komunitas, Objek Wisata, Pendapatan PKL 
Program Makan Gratis di Masjid Pemuda Indonesia sebagai Strategi Inovasi untuk Meningkatkan Kecintaan Generasi Muda kepada Masjid Mirza, Ghaitsa Shazia; Bramayudha, Airlangga
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10629

Abstract

 This study aims to explore and analyze the innovation strategies implemented by the Masjid Pemuda Indonesia in Surabaya in increasing the love of the younger generation for the mosque. The participation and love of the younger generation of Muslims in religious activities in the mosque often decreases along with the development of the times and changes in lifestyle. Therefore, an innovative approach is needed to attract their interest and involvement. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with mosque administrators, direct observation, and documentation analysis. The results of the study indicate that effective innovation strategies include organizing programs that are in accordance with the interests of the younger generation, utilizing social media as a means of communication and promotion, and collaborating with local communities. The implementation of this strategy has been proven to increase the presence and active participation of the younger generation in mosque activities. These findings are expected to be a reference for other mosques in developing relevant strategies to enggage the young generation in religious environments.Key Words: free meal, young generation, love the mosqueABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi inovasi yang diterapkan oleh Masjid Pemuda Indonesia di Surabaya dalam meningkatkan kecintaan generasi muda kepada masjid. Partisipasi dan kecintaan generasi muda Muslim dalam kegiatan keagamaan di masjid seringkali mengalami penurunan seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif untuk menarik minat dan keterlibatan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus masjid, pengamatan langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inovasi yang efektif meliputi penyelenggaraan program yang sesuai dengan minat generasi muda, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dan promosi, serta kolaborasi dengan komunitas lokal. Implementasi strategi ini terbukti meningkatkan kehadiran dan partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan masjid. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masjid-masjid lain dalam mengembangkan strategi yang relevan untuk merangkul generasi muda di lingkungan keagamaan.Kata Kunci: makan gratis, generasi muda, cinta masjid

Page 9 of 10 | Total Record : 92