cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016): September 2016" : 37 Documents clear
PREDIKSI KEBISINGAN DI JALAN ARTERI SEKUNDER (Studi Kasus : Jalan Ir. Juanda Surakarta) Handayani, Dewi; Kundarto, Rahmat; Hadiani, Raden Roro Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.607 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37068

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang berada di propinsi Jawa Tengah yang terletak pada jalur yang strategis, yaitu pertemuan antara jalur dari Kota Semarang, Yogyakarta dan kota-kota di Jawa Timur. Banyaknya kendaraan seperti kendaraan pribadi, bus besar dan angkutan barang yang melintas di ruas-ruas jalan kota Surakarta. Hal ini dapat menyebabkan permasalahan di bidang transportasi, salah satunya adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan dengan beberapa faktor seperti volume kendaraan, kecepatan sepeda motor, kecepatan kendaraan ringan, kecepatan kendaraan berat dan jarak pengukuran kebisingan pada jalan arteri sekunder. Lokasi penelitian berada di Jalan Ir. Juanda Kota Surakarta merupakan jalan kelas II dengan fungsi jalan arteri sekunder. Menurut MKJI 1997 Jalan Ir. Juanda termasuk jalan dengan tipe 2 arah tak terbagi (2/2UD). Kondisi sekitar adalah kawasan perdagangan dan pemukiman serta beberapa lokasi pendidikan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pencatatan volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas dan nilai kebisingan selama 6 jam dari pukul 06.00-12.00 pada jarak 0-15 meter dari tepi jalan. Metode analisis digunakan analisis regresi linear dengan kebisingan (Y, dBA) sebagai variabel terikat dan variabel bebas antara lain volume kendaraan (X1, kendaraan/jam), kecepatan sepeda motor (X2, km/jam), kecepatan kendaraan ringan (X3, km/jam), kecepatan kendaraan berat (X4, km/jam) dan jarak pengukuran (X5, meter). Berdasarkan uji asumsi klasik, hanya variabel jarak pengukuran (X5) yang memenuhi uji tersebut, sehingga diperoleh model persamaan Y = 87,3303 - 0,9933 X5 dengan nilai r2 adalah 0,785. Model persamaan tersebut diketahui bahwa jarak pengukuran berpengaruh terhadap kebisingan.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON MUTU TINGGI Prayitno, Slamet; Rismunarsi, Endang; Mulatno, Untung Joko
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.019 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37084

Abstract

Disebabkan perkembangan zaman, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Dalam pembuatan benda uji, metode yang digunakan adalah metode ACI. Benda uji berupa silinder 15cm x 30cm untuk pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Hasil penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggi setelah ditambah serat bendrat pada kadar 1% dari berat volume dengan bahan tambah Abu Sekam Padi. Penambahan kadar serat sebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 8,66%; 5,03%; dan 57,92% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT, ABU SEKAM PADI DAN BESTMITTEL TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Prayitno, Slamet; Sugiyarto, Sugiyarto; Nara Murti, Febryan Rochmadhona
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.745 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37100

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, tower, jalan beton dan bangunan air. Struktur demikian membutuhkan beton dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat bendrat pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Selain itu dengan menambahkan abu sekam padi untuk menjaga kepadatan beton dan bestmittel untuk mempercepat pengerasan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat, abu sekam padi dan bestmittel terhadap kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujiankuat tekan, dan kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian dilakukan pada hari ke 14 menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine). Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Penambahan kadar serat sebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 7,87 % 5,13 %; dan 75,98 % dibandingkan dengan beton tanpa serat. Berdasarkan grafik fungsi polynomial kuat tekan, kadar serat optimum pada 0,56% dengan nilai kuat tekan sebesar 37,22 MPa. Berdasarkan grafik fungsi polynomial kuat tarik belah, kadar serat optimum pada 0,5% dengan nilai kuat tarik belah sebesar 4,35 MPa. Berdasarkan grafik fungsi polynomial modulus elastisitas, kadar serat optimum pada 0,859% dengan nilai modulus elastisitas sebesar 43135,61 MPa.
STUDI BANDING KARAKTERISTIK BETON BERPORI ANTARA BENDA UJI DI LABORATORIUM DENGAN BENDA UJI DI LAPANGAN (STUDI KASUS PADA BAHU JALAN DI DESA KADOKAN, KECAMATAN GROGOL, KABUPATEN SUKOHARJO) Yudhi Prasetyo, Rhobertus Mahadi; Setyawan, Ary; Budiarto, Arif
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.646 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37079

Abstract

Perkerasan beton berpori merupakan bentuk perkembangan infrastruktur yang baik dalam pengelolaan air hujan dan efektif dalam menanggulangi permasalahan pembangunan yang berwawasan lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengaplikasikan rancang campur beton berpori, perbandingan nilai kuat tekan pada benda uji beton berpori, perbandingan nilai benda uji densitas/kepadatan (gr/cm3), dan perbandingan nilai benda uji porositas di lab dan pada bahu jalan. di Desa Kadokan, Kec. Grogol, Kab Sukoharjo.Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Mix design perhitungan rencana menggunakan acuan Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton SNI T-15-1990-03, selanjutnya dibuat benda uji di lab. Pembuatan benda uji di lab menggunakan satuan berat sedangkan pada bahu jalan menggunakan satuan volume. Selanjutnya membuat job mix formula beton berpori untuk diaplikasikan di lapangan yaitu pada bahu jalan. Kemudian akan diuji densitas/kepadatan (gr/cm3), porositas, dan kuat tekan. Hasil analisis nilai densitas/kepadatan(gr/cm3) bahu jalan lebih kecil daripada nilai densitas di lab, penurunan nilai densitas antara 2-7%. Nilai porositas di bahu jalan lebih tinggi daripada nilai porositas di lab, kenaikan nilai porositas berkisar antara 5% sampai 16%. Nilai porositas terlalu tinggi yaitu >30%, sedangkan beton berpori adalah beton dengan nilai porositas sebesar 15 - 30 %. Hasil analisis benda uji kuat tekan pada bahu jalan lebih rendah dibanding dengan kuat tekan yang di lab. Penurunan nilai kuat tekan berkisar antara 20% sampai 34%. Adanya perbedaan satuan dalam komposisi campuran beton berpori di lab dan pada bahu jalan mengakibatkan perbedaan komposisi material yang tercampur sehingga terjadi perbedaan nilai kuat tekan.
STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN CAMPURAN GYPSUM SINTETIS (CaSO4 2H2O) dan GARAM DAPUR (NaCl) DITINJAU DARI PENGUJIAN CBR Rizki, Dwi; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.738 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37095

Abstract

Tanah gambut dikategorikan tanah lunak yang berarti tanah dalam keadaan kurang baik dan bermasalah apabila akan dibangun suatu konstruksi perkerasan jalan raya diatasnya. Perlu adanya upaya peningkatan daya dukung tanah gambut salah satunya yaitu stabilisasi tanah secara kimiawi, dengan cara menambahkan zat aditif (bahan tambah) yang dapat bereaksi dengan tanah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gypsum sintetis (CaSO4. 2H2O) dan garam dapur (NaCl). Reaksi yang terjadi disini diamati dan dianalisis pada perubahan nilai parameter CBR laboratorium keadaan terendam (soaked) dan tak terendam (unsoaked). Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Besar persentase gypsum sintetis yaitu 10%, 15%, 20% dan garam dapur sebesar 2%, 4%, 6%. Variasi campuran dibuat empat varian yaitu tanah gambut asli, tanah gambut ditambah gypsum sintetis, tanah gambut ditambah garam dapur dan tanah gambut ditambah gypsum sintetis dan garam dapur. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CBR yang terbesar berada pada campuran, tanah gambut + 20% gypsum + 6% NaCl sebesar 5.08 dalam keadaan terendam dan 5.21 pada keadaan tak terndam.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Modulus Of Rupture dan Kuat Kejut Prayitno, Slamet; Sunarmasto, Sunarmasto; Putra, Candra Sedya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.907 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37074

Abstract

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat tekan, modulus of rupture dan kuat kejut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 54 buah. Benda uji terdiri dari beton normal tanpa bahan tambah, beton bahan tambah abu sekam padi serta beton bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi dangan variasi serat bendrat 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, balok dimensi 10 cm x 10 cm x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian kuat kejut (impact). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat dari 0,79% - 0,97% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan, modulus of rupture, dan kuat kejut. Masing-masing sebesar: 24,683 MPa; 2,688 MPa; 3555,14 J (pada saat retak pertama); 3973,05 J (pada saat runtuh total). Penambahan kadar serat bendrat diatas 1% tidak menunjukkan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun.
Prioritas Perbaikan Saluran Drainase Dengan Metode Analytic Network Process (ANP) Di Kelurahan Kadipiro Bagian Barat Suprapto, Mamok; Suyanto, Suyanto; Prasetya, Edwin
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.616 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37090

Abstract

Genangan menyebabkan kerugian ekonomi maupun sosial. Namun akibat terbatasnya dana dari pemerintah daerah maka perbaikan sistem drainase secara menyeluruh tidak dapat dilaksanakan, maka diperlukannya prioritas perbaikan saluran drainase yang efektif untuk mencegah terjadinya genangan di Kelurahan Kadipiro Bagian Barat Dalam penelitian ini dibagi dalam empat tahap penelitian. Tahap pertama yaitu melakukan anlisis debit rencana menggunakan metode rasional pada setiap segmen saluran. Tahap kedua yaitu melakukan analisis kapasitas saluran pada pada setiap segmen saluran yang tergenang di Kelurahan Kadipiro bagian barat. Pada tahap ketiga yaitu menentukan daerah prioritas perbaikan saluran drainase di Kelurahan Kadipiro bagian barat. Berdasarkan analisis menggunakan software ANP diperoleh daerah genangan A3 menjadi daerah prioritas genangan di Kelurahan Kadipiro bagian barat. Tahap ke empat yaitu menentukan konsep perbaikan saluran pada daerah prioritas genangan. Pada daerah genangan A3 terdapat segmen saluran S3, S4, S5 dan S6. Konsep perbaikan yang disarankan pada segmen saluran S3, S4, S5 dan S6 desain ulang pada dimensi saluran drainase.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT IKAT (BENDRAT) PADA KUAT TEKAN DAN LENTUR BETON BERTULANG DENGAN ABU SEKAM PADI DAN ACCELERATOR Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi; Yudha Asmara, Amanda Ditya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.976 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37099

Abstract

Beton memiliki beberapa kekurangan, berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatan beton dengan mutu tinggi dan memiliki sifat-sifat yang lebih baik. Penelitian - penelitian telah dilakukan dan dengan beberapa inovasi-inovasi baru, salah satunya adalah dengan penggantian sebagian semen dengan abu sekam padi dan menambahkan serat kawat ikat (bendrat) dan accelerator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen dengan abu sekam padi dan penambahan serat kawat ikat (bendrat) dan accelerator pada beton terhadap kuat tekan dan kuat lentur balok beton bertulang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah. Benda uji berbentuk balok dengan 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji untuk setiap variasi kadar bendrat masing-masing berjumlah 4 buah untuk uji kuat tekan, berjumlah 4 buah untuk uji kuat tarik belah dan berjumlah 3 buah untuk uji kuat lentur. Persentase bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Hasil dari penelitian penambahan serat kawat ikat (bendrat) pada beton adalah dapat meningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur. Kadar optimum kuat tekan berdasarkan grafik fungsi polinomial adalah pada kadar 0,51% dengan nilai kuat tekan sebesar 41,46 Mpa. Kadar optimum kuat lentur berdasarkan grafik fungsi polinomial adalah pada kadar 0,84% dengan nilai kuat lentur sebesar 7,48 kN.m.
PENELUSURAN BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE KINEMATIK DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TEMON WONOGIRI Virdya Nurlaily Andromeda; Raden Roro Rintis Hadiyani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.312 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37067

Abstract

Tata guna lahan di DAS Temon yang semula adalah lahan terbuka yang berupa kawasan hutan, telah banyak dialih fungsikan sebagai lahan pemukiman, tegalan, dan pekarangan. Dampak dari perubahan tata guna lahan adalah terjadinya penurunan kemampuan tanah untuk meresapair (infiltrasi). Selain itujika terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi, maka volume aliran permukaan juga akan meningkat. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya potensi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana sesuai kala ulang dari perhitungan analisis Hidrograf Satuan Sintesis metode Soil Consenvation Service (SCS) dan mengetahui bagaimana model penelusuran banjir dengan menggunakan meode kinematik. Penelitian ini menggunakan metode kinematik untuk mengetahui penelusuran banjir di DAS Temon, khususnya Sungai Temon,Wonogiri yang sudah dibagi menjadi beberapa pias (titik yang ditinjau). Dalam perhitungan menggunakan metode kinematik memakai dasar persamaan Saint-Vennant. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: hasil debit dengan menggunakan metode Soil Conservation Service (SCS) yang dijadikan debit masukkan pada penelusuran banjir kinematik, didapatkan terbesar pada kala ulang 5 tahun & 20 tahun adalah: 141,257 m3/detik dan 197,3853 m3/detik. Persamaan modelnya dapat dinyatakan dengan persamaan jarak dan elevasi maksimum kala ulang 5 tahun dengan h = 289,3.L-0,70 dan h = 410,8 L-0,71 untuk kala ulang 20 tahun. Kemudian persamaan antara debit dan elevasi kala ulang 5 tahun didapatkan h = 0,070 Q0,716 dan kala ulang 20 tahun adalah h = 0,067 Q0,721. Keandalan model hubungan jarak dengan elevasi maksimum kala ulang 5 ataupun 20 tahun sebesar 95%. Namun untuk model hubungan debit dengan elevasi maksimum pada kala ulang 20 tahun memiliki keandalan 99,95%, namun pada kala ulang 5 tahun tidak andal.
EVALUASI KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL DENGAN DAMAR ASPAL (DASPAL) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Fieza Abraham Emha; Ary Setyawan; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.157 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37078

Abstract

Damar Aspal (Daspal) yang dikenal dengan nama Jabung oleh pengrajin perak Kotagede Yogyakarta merupakan bahan yang digunakan sebagai landasan pembuatan perak. Secara visual bentuk dan warna daspal menyerupai aspal. Daspal juga memiliki kelekatan terhadap agregat dan mampu menerima beban layaknya aspal. Daspalterdiri dari tiga komponen yakni damar, serbuk bata dan minyak goreng yang merupakan bahan alami yang dapat diperbaharui. Untuk mengetahui kemampuan daspal dalam menerima beban sebagai bahan alternatif perkerasan jalan pengujian marshall dilakukan.Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan membuat 4 jenis campuran daspal dengan perbandingan getah damar : serbuk bata : minyak goreng yaitu A (300 gr : 300 gr : 145 gr), B (400 gr : 200 gr: 155 gr), C (450 gr : 150 gr : 170 gr) dan D (600 gr damar : 225 gr Minyak goreng) dan dilakukan pengujian marshall. Hasil nilai karakteristik marshall daspal kemudian dibandingkan dengan asbuton aspal penetrasi 60/70 dan retona blend 55. Daspal D hanya menggunakan damar saja tujuannya untuk mengetahui nilai karakteristik marshall pada damar itu tanpa campuran serbuk bata. Standart acuan yang digunakan ialah SNI 03-1737-1989(Tata Cara Pelaksanaan Lapisan Beton LASTON untuk Jalan Raya).Hasil evaluasi karakteristik marshall terhadap daspaldidapatkan yaitu : bahwa nilai stabilitas, Marshall Quotient, porositas dan kadar aspal optimum keempat type daspal A/B/C/D lebih besar yang dibandingkan dengan aspal penetrasi 60/70 dan asbuton retona blend 55. Untuk nilai kepadatan (density) dan flow keempat type daspal A/B/C/D lebih kecil yang dibandingkan dengan aspal penetrasi 60/70 dan asbutonretona blend 55. Keempat type campuran daspal tersebut memiliki hubungan yang kuat dan mempengaruhi nilai karakteristik marshallcampuran laston dengan bahan pengikat daspal. Daspal C dan daspal D yang paling banyak memenuhi kriteria berdasarkan SNI 03-1737-1989 sebagai lapisan aspal beton (laston). Tingginya porositas dari keempat jenis campuran daspal disebabkan kepadatan efektif yang dilakukan belum optimal.

Page 1 of 4 | Total Record : 37