cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016): September 2016" : 37 Documents clear
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL (Studi Kasus Pembangunan Pabrik PT GHS Grompol Surakarta) Fajar Fajar; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.871 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37094

Abstract

Pada pelaksanaan sebuah proyek konstruksi dibatasi biaya, mutu dan waktu. Keberhasilan suatu proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen secara baik. Pengendalian yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek. Di dalam pelaksanaan di lapangan, khususnya pada Proyek Pembangunan Pabrik GHS Grompol Surakarta ini banyak menemui berbagai macam kendala yang harus dicari cara penyelesaian terbaik segala pertimbangan. Selisih dana antara rencana dan pelaksanaan pada proyek tersebut akan dipantau dan dikendalikan. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pengawasan dan pengendalian proyek maka digunakan metode konsep nilai hasil. Konsep nilai hasil merupakan suatu metode yang mampu menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah di selesaikan atau di laksanakan, Selain berfungsi untuk pengendalian proyek, metode Konsep Nilai Hasil juga dapat di kembangkan untuk membuat perkiraan sementara untuk mengetahui apakah dana sisa proyek masih mencukupi atau tidak, berapa besar perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek maupun berapa besar proyeksi keterlambatan pada akhir proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dengan durasi pekerjaan selama 4 bulan. Data yang diperlukan adalah Rencana Anggaran Biaya, Kurva S, Laporan Mingguan. Untuk mengolah data tersebut digunakan metode konsep nilai hasil dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel yang lebih familiar dikalangan masyarakat. Dengan menginputkan data yang terkait untuk analisis, maka program ini akan melakukan kalkulasi secara otomatis sesuai dengan rumus - rumus kalkulasi yang telah dibuat oleh program ini. Sehingga perhitungan konsep nilai hasil akan lebih cepat dan akurat. Langkah pengendalian yang di ambil untuk memperkecil keterlambatan waktu penyelesaian proyek adalah dengan memperkecil durasi pada item pekerjaan yang berada lintasan kritis (Pekerjaan Balok B3 20/40 lt 2,Pekerjaan Balok B2 20/45 lt2, Pekerjaan Balok B1 25/50, Pekerjaan Kolom K2 20/45 lt 2, Pekerjaan Kolom K4 20/30 lt 2).
PREDIKSI KEBISINGAN PADA JALAN KOLEKTOR (Studi Kasus : Jalan Monginsidi Surakarta) Dewi Handayani; Rizky Setyo Rahadi; Raden Roro Rintis Hadiani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.593 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37069

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu masalah transportasi yang banyak dihadapi penduduk kota besar. Salah satu sumber kebisingan adalah suara yang berasal dari kendaraan yang melintas dan jumlahnya semakin lama semakin bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebisingan dengan volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, dan jarak pengukuran kebisingan pada jalan kolektor. Lokasi penelitian berada di Jalan Monginsidi Surakarta merupakan jalan kelas III dengan fungsi jalan kolektor yang menurut MKJI 1997 termasuk jalan tipe 2 arah tak terbagi (2/2UD). Kondisi sekitar jalan adalah permukiman penduduk, lokasi pendidikan, dan rumah sakit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pencatatan volume dan kecepatan kendaraan serta mencatat nilai kebisingan selama 6 jam dari pukul 06.00-12.00 pada jarak 0 - 15 meter dari tepi jalan. Metode analisis digunakan analisis regresi linear berganda dengan kebisingan (Y, dBA) sebagai variabel terikat dan variabel bebas antara lain volume lalu lintas (X1, kendaraan/jam), kecepatan sepeda motor (X2, km/jam), kecepatan kendaraan ringan (X3, km/jam), kecepatan kendaraan berat (X4, km/jam) dan jarak pengukuran kebisingan (X5, meter). Berdasarkan uji asumsi klasik, hanya variabel bebas X5 (jarak pengukuran kebisingan)yang memenuhi uji tersebut. Model persamaan dari hasil analisis regresi linear sederhana yaitu Y = 83,797 - 0,713X5 dengan nilai r2 adalah 0,858. Model tersebut berarti bahwa jarak berpengaruh terhadap kebisingan.
PENGARUH SERBUK KACA TERHADAP KUAT TEKAN, PERMEABILITAS AIR, DAN PENETRASI AIR BETON MUTU TINGGI BERSERAT GALVANIS Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Doddy Setyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.02 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37080

Abstract

Beton merupakan unsur yang sangat penting dan paling dominan sebagai material pada struktur bangunan. Banyak usaha dilakukan untuk mendapatkan beton dengan kualitas yang lebih tinggi dari beton konvensional biasa. Beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti membuat beton berserat dan memberi bahan tambah pada campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serbuk kaca terhadap kuat tekan, permeabilitas air, dan penetrasi air beton mutu tinggi berserat galvanis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Komposisi campuran menggunakan perbandingan berat 1:1,77:2,37, dengan fas sebesar 0,3 dan ukuran agregat maksimum 1,25 cm. Variasi persentase penggantian semen dengan serbuk kaca sebanyak 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% serta 1% serat galvanis terhadap berat campuran. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, silinder berdiameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm untuk pengujian permeabilitas dan penetrasi. Pengujian dilakukan pada umur benda uji 28 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan beton mencapai nilai maksimum pada penambahan serbuk kaca 4,39% dengan kenaikan sebesar 14,36%, permeabilitas beton mencapai nilai minimum pada penambahan serbuk kaca 4,29% dengan penurunan sebesar 18,31%, penetrasi beton mencapai nilai minimum pada penambahan serbuk kaca 4,22% dengan penurunan sebesar 10,64% dibandingakan dengan penambahan serbuk kaca 0%.
Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Campuran Gypsum Sintetis (CaSO4. 2H2O) dan Garam Dapur (NaCl) Ditinjau dari Pengujian Triaksial UU. Zefania Iqnes Freddy; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.988 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37096

Abstract

Tanah gambut dikategorikan tanah lunak yang berarti tanah dalam keadaan kurang baik dan bermasalah apabila akan dibangun suatu konstruksi perkerasan jalan raya diatasnya. Perlu adanya upaya peningkatan daya dukung tanah gambut salah satunya yaitu stabilisasi tanah secara kimiawi, dengan cara menambahkan zat aditif (bahan tambah) yang dapat bereaksi dengan tanah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gypsum sintetis (CaSO4. 2H2O) dan garam dapur (NaCl). Reaksi yang terjadi disini diamati dan dianalisis pada perubahan nilai parameter Triaksial UU Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Besar persentase gypsum sintetis yaitu 10%, 15%, 20% dan garam dapur sebesar 2%, 4%, 6%. Variasi campuran dibuat empat varian yaitu tanah gambut asli, tanah gambut ditambah gypsum sintetis, tanah gambut ditambah garam dapur dan tanah gambut ditambah gypsum sintetis dan garam dapur. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kapasitas ultimit yang terbesar berada pada campuran, tanah gambut + 15% gypsum + 4% NaCl sebesar 8.42 gr/cm2
ANALISIS PENAMBAHAN DEMAND BATIK SOLO TRANS KORIDOR 2 PADA PENGGUNAAN LAHAN PENDIDIKAN DAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Hermana Putra, Yudisia Pearlite; Legowo, Slamet Jauhari; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.364 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37091

Abstract

Bus Rapid Transit adalah salah satu sistem angkutan umum yang sedang digalakan di Indonesia, di kota Surakarta bis ini bernama Batik Solo Trans. Penambahan demand merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan didalam pengembangan angkutan umum. Dalam menentukan tarif, kemampuan serta kemauan membayar dari masyarakat yang termasuk dalam potensi penambahan demand perlu dipertimbangkan supaya mereka semakin tertarik untuk menggunakan angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi penambahan demand serta analisis ATP dan WTP pada area koridor 2 BST khusus penggunaan lahan pendidikan. Pada penelitian ini data di dapatkan dengan penyebaran kuisioner kepada siswa, mahasiswa, dan pegawai yang ada didalam daerah koridor 2 BST dengan penggunaan lahan pendidikan. Data yang diambil dari responden meliputi pertanyaan-pertanyaan yang hasilnya digunakan untuk analisis penambahan demand dan persepsi tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan membayar. Populasi pada penelitian ini dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tarif yang dikenakan pada mereka, yaitu pelajar dan umum. Analisis ATP dan WTP dilakukan pada hari sekolah atau hari kerja, pada analisis tarif ini kategori umum dibagi menjadi dua yaitu mahasiswa dan pegawai. Hasil analisis dari data yang didapatkan melalui kuisioner menunjukan bahwa potensi penambahan demand Batik Solo Trans koridor 2 pada fungsi guna lahan pendidikan adalah sebesar 58,01% dari total 95003 orang dengan kondisi eksisting BST,dan sebanyak 5,62% dari total populasi termasuk dalam potensi demand dengan menuntut perbaikan. Dari analisis tersebut berarti terdapat 60450 orang yang belum menggunakan BST untuk kegiatan sehari-hari namun mempunyai ketertarikan untuk menggunakannya. Persepsi tarif dari potensi demand kategori pelajar berdasarkan ATP adalah Rp. 4.512,39, berdasarkan WTP adalah sebesar Rp. 2.353,45. Hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan membayar tarif BST dari pelajar yang berada dalam koridor 2 lebih besar dari pada tarif yang berlaku saat ini yaitu Rp.2500, meskipun kemauan membayar mereka sedikit lebih rendah. Ability to Pay dari kategori umum adalah sebesar Rp. 3.042,05 untuk mahasiswa dan Rp. 6.208,33 untuk pegawai. Tarif berdasarkan WTP untuk mahasiswa adalah sebesar Rp. 3.805,56 dan untuk pegawai adalah sebesar Rp. 3.766,67. Hasil analisis pada kategori umum menunjukkan bahwa kemampuan membayar milik mahasiswa jauh lebih rendah dibandingkan milik pegawai, oleh karena itu diperlukan subsidi atau kebijakan khusus mengenai tarif BST untuk mahasiswa..
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat Terhadap Kuat Lentur Nominal Balok Beton Bertulang Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Dimas Faisal Prabowo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.572 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37066

Abstract

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat tekan dan kuat lentur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 36 buah. Benda uji terdiri dari beton normal tanpa bahan tambah, beton bahan tambah abu sekam padi serta beton bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi dangan variasi serat bendrat 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, balok dimensi 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat 0,89% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan 24,604% Mpa. Kadar optimum penambahan serat bendrat pada semen adalah pada kadar 1,014% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat lentur sebesar 5,131 kN.m. Penambahan kadar serat bendrat diatas 1% tidak menunjukan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun
IMPLEMENTASI METODE PALMER UNTUK ANALISIS KEKERINGAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI TEMON KABUPATEN WONOGIRI Julian Wahyu Purnomo Putro; Raden Roro Rintis Hadiani; Suyanto Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.116 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37082

Abstract

Salah satu sumber daya alam yang paling penting dalam kehidupan serta dapat diperbaharui adalah air. Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui melalui siklus hidrologi, dimana siklus hidrologi tersebut sangat dipengaruhi oleh iklim suatu wilayah. Perbedaan iklim disetiap wilayah menjadi penyebab bayak sedikitnya air yang terdapat di wilayah tersebut. DAS Temon yang terdapat di wilayah Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah salah satunya yang mengalami kekeringan. Kekeringan disebabkan oleh terjadinya defisit air yang terjadi di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ketersediaan air dengan menggunakan Metode Mock serta indeks kekeringan dengan menggunakan Metode Palmer, juga akan dilanjutkan dengan kriteria kekeringan berdasarkan debit yang mana terdiri dari debit normal rerata (Q50rerata) dan debit andalan rerata (Q80rerata) terhadap kriteria kekeringan Palmer. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukan bahwa potensi ketersediaan air yang dibawah threshold Q50rerata sebesar 1,0774 m3/ det terjadi pada Juni sampai dengan November kecuali pada tahun 2010 dan 2013. Namun berdasarkan threshold Q80rerata sebesar 0,3842 m3/ det , tidak adanya ketersediaan air hanya pada Agustus, September dan Oktober, kecuali pada tahun 2010 dan 2013 memiliki ketersediaan air yang berbeda dari tahun-tahun yang lainnya. Kekeringan yang terjadi pada DAS Temon kurang dari threshold Q50rerata maupun threshold Q80rerata hampir sama tiap tahunnya yaitu terjadi selama tiga sampai lima bulan. Begitu pula berdasrkan indeks kekeringan Palmer kekeringan cukup tinggi terjadi pada tahun 2006 dan 2007 terjadi kekeringan dimana besaran indeks Palmer pada 2006 berkisar antara -13,157 yang setara dengan amat sangat kering sampai dengan 0,000 yang setara dengan kering sedangkan pada 2007 berkisar antara -10,718 yang setara dengan amat sangat kering sampai dengan 0,000 yang setara dengan kering. Kriteria kering berdasarkan data debit dan Palmer menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh, dimana jika debit kurang dari 0.204 m3/det setara dengan indeks kekeringan Palmer ? (-4) yang berarti amat sangat kering, bila besarnya debit tersedia 0,207 m3/det sampai dengan 0,291 m3/det setara dengan indeks kekeringan Palmer (-3) - (-3,99) yang berarti sangat kering, dan jika debit 0,291 m3/det < Qtersedia < 1,077 m3/det setara dengan indek kekeringan Palmer 0 - (-2,99) yang berarti kering.
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN LEBIH DARI SYARAT SNI-2847-2013 TERHADAP KUAT LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG TULANGAN BAJA ULIR Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Hening Agustya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.141 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37098

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan material komposit yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang ditanam di dalam beton. Beton bertulang memiliki tulangan memanjang sebagai penulangan lentur yang berfungsi menahan gaya tarik yang bekerja. Elemen struktur yang panjang dan menerus membuat tulangan yang dipasang memerlukan penyambungan sesuai panjang yang direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan terhadap kuat lentur pada balok beton bertulang tulangan baja ulir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi panjang sambungan lewatan yang digunakan adalah 300 mm, 325 mm dan 350 mm. Benda uji yang digunakan merupakan balok beton bertulang dengan lebar 80 mm, tinggi 120 mm dan panjang 1100 mm. Alat yang digunakan dalam pengujian kuat lentur adalah Bending Testing Machine yang ada di laboratorium bahan Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Hasil pengujian dalam penelitian ini adalah momen lentur yang terjadi lebih besar dari momen lentur yang disyaratkan, sehingga momen lentur hasil pengujian telah memenuhi syarat dengan menggunakan sambungan lewatan. Semakin panjang sambungan lewatan pada balok beton bertulang, maka semakin besar momen lentur yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang tersebut. Pola retak yang terjadi merupakan retak lentur. Peningkatan beban aksial yang terjadi saat pembebanan menyebabkan peningkatan nilai lendutan dan pertambahan panjang retakan.
PENGARUH GRADASI TERHADAP POROSITAS DAN KUAT TEKAN BETON BERPORI Pratomo, Eko Putro; Setyawan, Ary; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.984 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37077

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air, sehingga pada musim hujan akan terdapat genangan air di permukaan jalan. Genangan air di atas lapisan perkerasan yang terjadi setelah hujan akan mengganggu kelancaran lalu lintas dan dapat menimbulkan terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat mengurangi kerusakan pada jalan dengan meresapkan air limpasan dari badan jalan ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya workabilitas, porositas, permeabilitas, dan kuat tekan beton berpori, serta untuk mengetahui pengaruh gradasi agregat 1-2 dan 2-3 terhadap kuat tekan, porositas dan permeabilitas dari beton berpori. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan menggunakan agregat dengan gradasi seragam. Agregat yang digunakan adalah batu dengan gradasi seragam 1-2 cm dan 2-3 cm. Agregat halus yang digunakan sebesar 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Faktor air semen (FAS) yang dipakai pada mix design sebesar 0,45. Pengujian workabilitas dilakukan setelah beton segar selesai dicampur dengan komposisi sesuai mix design. Pengujian kuat tekan, porositas, dan permeabilitas dengan metode falling head water permeability test dilakukan pada umur beton 28 hari. Dari hasil analisis dengan metode kualitatif, beton berpori dengan batu pecah gradasi 1-2 dan 2-3 dengan FAS 0,45, didapat nilai kuat tekan tertinggi pada campuran agregat 1-2 sebesar 10,584 MPa. Porositas tertinggi terjadi pada campuran agregat 1-2 sebesar 21,758 % (Metode VIM). Permeeabilitas horisontal tertinggi terjadi pada campuran agregat 1-2 sebesar 1,711 cm/dt. Permeabilitas secara vertikal tertinggi terjadi pada campuran 1-2 dengan nilai 0,448 cm/dt. Jadi dari hasil analisis beton berpori yang kuat dan terjaga nilai porositasnya adalah beton berpori dengan campuran agregat 1-2.
EVALUASI DRAINASE BETON BERPORI DENGAN ISIAN PASIR DAN GUBALAN RUMPUT Supriadi, Andy; Setyawan, Ary; Budiarto, Arif
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.936 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37093

Abstract

Pembangunan sistem drainase perkotaan perlu memperhatikan fungsi drainase sebagai prasarana kota yang didasarkan pada konsep berwawasan lingkungan. Konsep ini adalah usaha konservasi sumber daya air yang pada prinsipnya mengendalikan air hujan agar lebih banyak yang diresapkan ke dalam tanah sehingga mengurangi jumlah limpasan. Pengaplikasian beton berpori diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pembangunan prasarana kota yang didasarkan pada konsep berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas beton berpori, serta nilai kecepatan resapan beton berpori untuk pengisian rongga dengan pasir dan penutupan rongga dengan gubalan rumput. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix design beton normal. Proporsi Agregat halus yang dipakai 30% dari proporsi agregat halus untuk beton normal. Dari hasil pengujian diperoleh hasil nilai permeabilitas rata-rata pembuatan benda uji di lapangan lebih besar dibandingkan pembuatan benda uji di lab. Nilai kecepatan resapan tertinggi untuk pengujian tanpa pengisian rongga didapat oleh material batu pecah 2-3 cm dengan memakai cairan aditif sebesar 6,256 (mm/det). Nilai kecepatan resapan tertinggi untuk pengisian rongga dengan pasir didapat oleh material batu pecah 1-2 cm dengan memakai cairan aditif sebesar 2,314 (mm/det). Nilai kecepatan resapan tertinggi untuk penutupan rongga dengan gubalan rumput didapat oleh material batu pecah 1-2 cm dengan memakai cairan aditif sebesar 3,648 (mm/det).

Page 2 of 4 | Total Record : 37