cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2021): Oktober" : 5 Documents clear
Desain dan Analisis Flat Slab dengan Software Matlab Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Dwi Kurniati; Mega Puspita Sari
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.939 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.2357

Abstract

Flat slab adalah pelat beton bertulang yang didukung oleh kolom ditambah drop panel atau mungkin kolom ditambah kepala kolom atau tanpa kepala kolom dan drop panel. Metode desain dan analisis flat slab yang akan digunakan adalah metode desain langsung dimana metode tersebut adalah menentukan tebal minimum pelat yang tinjau berdasarkan mutu baja yang akan digunakan pada analisis ini. Distribusi momen pada analisis dengan metode desain langsung menghasilkan momen total yang kemudian akan didistribusi ke masing-masing panel untuk lajur kolom dan lajur tengah. Kegagalan geser (punching shear) terjadi pada area penampang kritis di sekitar kepala kolom dan drop panel sehingga kekuatan geser akan dihitung berdasarkan nilai kekuatan geser yang terjadi dan akan di kontrol dengan kekuatan geser dari mutu beton yang digunakan. Dalam tulisan ini desain dan analisis akan dilakukan secara numerik berdasarkan SNI 2847:2019 dengan menggunakan software Matlab. Selanjutnya hasil analisis yang telah diperoleh dari software Matlab menunjukan bahwa panel internal yang didesain aman dari kegagalan punching shear.
Pengaruh Penggunaan Serat Sabut Kelapa Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Purwanto Purwanto; Diah Rahmawati; Sutarno Sutarno
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.232 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.4224

Abstract

Beton merupakan bahan yang sering digunakan dalam dunia konstruksi. Beton memiliki karakteristik kuat dalam menahan gaya tekan, namun lemah dalam menahangayatarik dan lentur. Untuk dapat memperbaiki karakteristik dari gaya tarik dan lentur beton tersebut, maka dibuat beton dengan campuran  beton serat sabut kelapa dengan panjang serat 2 cm dengan mutu beton 20 MPa dengan prosentase penambahan serat sebesar 0%, 1%, dan 2% dari volume beton.Pengujian meliputi uji kuat tekan dan uji lentur. Untuk uji tekan beton dengan menggunakan benda uji silinder ukuran 15x30 cm. Sedangkan untuk uji lentur dengan menggunakan balok beton dengan ukuran 15x15x60 cm.Hasil pengujian diperoleh kuat tekan beton rata-rata untuk balok serat sabut kelapa 0% sebesar 237,79 kg/cm2, balok serat sabut kelapa 1% sebesar 228,73 kg/cm2, balok serat sabut kelapa 2% sebesar 212,88 kg/cm2. Dari hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan kuat tekan beton, untuk penambahan serat sabut 1% turun 9,06% sedangkan penambahan serat sabut 2% turun 24,91%. Sedangkan kuat lentur rata-rata untuk balok serat sabut kelapa 0% sebesar 19,20 kg/cm2, balok serat sabut kelapa 1% sebesar 21,60 kg/cm2, dan balok serat sabut kelapa 2% sebesar 21,73 kg/cm2. Dari hasil tersebut menunjukan ada kenaikan untuk lenturnya, penambahan 1% mengalami kenaikan 2,4% dan 2% mengalami kenaikan 2,53%.    
ANALISA KUAT LENTUR BETON ASPAL PADA PERKERASAN LENTUR JALAN Muhammad Latif; Wardana Galih Pamungkas; Bambang Purnijanto
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.601 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.3714

Abstract

Kurang dimanfaatkannya limbah aspal di Laboratorium Transportasi menyebabkan pencemaran lingkungan. Dalam penelitian ini limbah aspal tersebut digunakan sebagai bahan penambahan dalam campuran beton yang merupakan salah satu solusi mengatasi masalah limbah aspal. Meneliti lebih mendetail terkait manfaat limbah aspal untuk meningkatkan kuat lentur beton. Prosentase campuran limbah aspal sebesar 10%, 12%, dan 15% dilihat dari kuat lentur.Metode Eskperimen memakai benda uji berupa balok beton berukuran 60cm x 15cm x 15cm yang ditekan pada umur yang telah di tentukan.. Setiap jenis sampel terdiri  3 benda uji dengan berat campuran yang berbeda., sehingga keseluruhan benda uji berjumlah 12 buah.Hasil pengujian kuat lentur diperoleh Beton normal pada pada hasil pengujian kuat lentur nilainya 12 Mpa, Pada berat limbah aspal 10% nilai kuat lentur didapatkan 13,30 Mpa. Berat limbah aspal 12%  nilai kuat lentur senilai  7,60 Mpa. Dan Berat limbah aspal 15% nilai kuat lentur = 5,00 Mpa
KAJIAN PENEMPATAN LOKASI BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN (CHECK DAM) DAS TAPIN Rahmawati Rahmawati
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.618 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.4043

Abstract

Sediment is material that is carried away and moves in the direction from flow of river water and settle downstream of a watershed. Changes in land use in the upstream watershed have the potential to increase sediment. Then, the increase in population will be proportional to the increasing need for land both for settlement and agriculture so that forest land will be looted and increase sedimentation. To overcome these problems, it is necessary to study the placement of sediment control buildings or check dams. Sedimentation is influenced by the amount of erosion. Erosion and sedimentation analysis were analyzed using Arc SWAT and from the results of the erosion analysis in the Tapin watershed, the average heavy class is less than 180 tons. Changes in sedimentation value from the dam plan to the present are 1.6 mm/yr until 1.8 mm/yr. Analysis used for selection of check dam locations is AHP (Analytical Hierarchy Process) Expert Choice. From the analysis of the selection of priority check dam locations Sub Watershed 1. The design flood discharge analysis for Q 50 years that uses ITB-2 method is 41.34 m3/second. The hydraulic aspect of the check dam in Sub watershed 1 is adjusted to the existing cross section of the river and prevous analysis, the results of analysis of sediment inflow are 6.592,05 m3/year and storage capacity is 49.132,00 m3, namely the building height is 3.75 meters.
PENGARUH KEMIRINGAN STRAIGHT BLADE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SELF-STARTING TURBIN HIDROKINETIK ARTICULATING H-ROTOR Desy Rianti; Dwi Anung Nindito; Raden Haryo Saputra
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.419 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.3981

Abstract

The Articulating of H-Rotor is a development of the turbine from H-Darrieus which has a straight blade tilted with the aim of correcting poor self-starting due to the dominance of lift force. How likely is the influence of straight blade slope on turbine performance and it is important to be examined. The aim of this study was to find out the effect of the straight blade slope of the Articulating H-Rotor turbine to increase the self-starting ability. Hydrokinetic turbine experimental test method was carried out in a water channel (flume) using 3 NACA 0018 profile blades with varying inclination angles of 0o (vertical blade), 30o (inflated blade) and -30o (cupped blade). The result indicated that the Articulating H-Rotor hydrokinetic turbine with a blade slope of 0o had a larger RPM value and it was more dominant in working with lift force. The Articulating H-Rotor hydrokinetic turbine with a blade tilted of 30o provides higher torque and increases drag, increasing self-starting for rotation. The shape of the turbine frontal area with a blade slope of 30o was better able to respond the kinetic energy that raised from the flow velocity distribution profile of the water flow. The results of this study can contribute to the design of the tilted blade H-Darrieus turbine.

Page 1 of 1 | Total Record : 5