cover
Contact Name
Siska Musiam
Contact Email
siska@stikes-isfi.ac.id
Phone
+62511-3301610
Journal Mail Official
jiis@stikes-isfi.ac.id
Editorial Address
Jl. Flamboyan III/7c Kayu Tangi 70123 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2502647X     EISSN : 25031902     DOI : https://doi.org/10.36387/jiis
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan is a broad-based primary journal covering all branches of pharmacy and its sub-disciplines that contains complete research articles, short communication and review articles. JIIS is a forum for the publication of quality and original works that open discussions in the field of pharmacy and health sciences.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2018): JIIS" : 19 Documents clear
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIBIOTIK SEFOTAXIME DAN GENTAMISIN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musdalipah Musdalipah; Muh. Azdar Setiawan; Eria Santi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.179 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.104

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pengobatan pneumonia. Pneumonia pada balita membutuhkan terapi antibiotik yang tepat dan sesuai dengan risiko efek sampig yang minimal  serta biaya pelayanan kesehatan yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya antibiotik penderita pneumonia pada balita di RSUD Kab.Bombana tahun 2016. Metode penelitian ialah deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Data diambil secara retrospektif yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Total biaya yang dihitug ialah biaya antibiotik, biaya rawat inap, biaya laboratorium dan biaya obat lain. Efektivitas terapi dilihat lamanya pasien dirawat dan dinyatakan sembuh. Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan (persen) % outcome klinis pada kelompok sefotaxime dan gentamisin. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, gambaran total biaya antbiotik  cefotaxime sebesar Rp.3,000,000 dan gentamisin sebesar Rp.3,264,000. Efektivitas terapi penggunaan antibiotik cefotaxime sebesar 81,25%  sedangkan gentamisin sebesar 85,71%. Nilai  ACER cefotaxime sebesar 36,923 dan gentamisin sebesar 38,081. Berdasarkan nilai ACER, biaya pengobatan yang cost-effective ialah cefotaxime.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KERANG TAHU (Meretrix meretrix) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Yulianti Fauziah; Muhammad Azdar Setiawan; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.754 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.109

Abstract

Kerang tahu Pemanfaatannya tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tapi dapat digunakan sebagai pengobatan antara lain antikanker, antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, pengatur tekanan darah, pengatur kadar gula darah dan penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak kerang tahu (Meretrix meretrix) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Rangkaian percobaan adalah pengujian daya hambat dilakukan dengan menggunakan rancang eksperimen sederhana dengan 5 perlakuan dan 3 kali replikasi. Kerang tahu dibuat dalam bentuk ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak kerang tahu kemudian dibuat dalam seri konsentrasi 10%, 20% dan 30%, lalu dilakukan pengujian daya hambat dengan menggunakan metode paper disc diffusion.Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kerang tahu pada konsentrasi 10% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 2,023 mm, konsentrasi 20% rata-rata 2,3 mm dan konsentrasi 30%  rata-rata 4,02 mm. Hasil dari uji ANOVA pada taraf kepercayaaan 0,05 diperoleh nilai F hitung 62,8539) > F tabel (3,48) yang menunjukkan perbedaan yang signifikan dari keempat kelompok perlakuan.
UJI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA BAYAM (Amaranthus spp) SECARA DESTRUKSI BASAH MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM (SSA) Nuryanti Nuryanti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.895 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.124

Abstract

Cemaran logam berat di lingkungan meningkat sebagai akibat dari aktifitas industri dan perkembangan teknologi. Potensi bahaya dari logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dan kesehatan manusia telah menjadi perhatian besar bagi peneliti. Bayam (Amaranthus spp) didistribusikan secara luas dan telah menjadi varietas sayuran yang banyak di konsumsi di Indonesia, tanaman ini tumbuh dengan cepat dan luas yang dapat menjadi salah satu sumber dari timbal (Pb) hyperaccumulator. Uji kandungan logam berat Timbal (Pb) pada bayam (Amaranthus spp) telah dilakukan menggunakan metode destruksi basah. Sampel bayam segar diambil dari Pasar Tradisional Sunter, Jakarta Utara. Penentuan kadar logam berat Timbal (Pb) pada bayam merah dan bayam hijau diukur menggunakan Spektroskopi Serapan Atom. Hasil analisa menunjukkan bahwa daun bayam merah mengandung logam Pb sebesar 4.15 ppm dan daun bayam hijau sebesar 9.75 ppm. Jika dibandingkan dengan data Standard Nasional Indonesia (SNI) yaitu sebesar 0.5 ppm menunjukkan bahwa kadar logam berat Timbal (Pb) pada bayam merah ataupun bayam hijau melebihi ambang batas yang telah ditetapkan SNI.
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK Yuska Novi Yanty; Hepiyansori Hepiyansori; Lisza Niarisesa
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.89 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.125

Abstract

Buah Delima (Punica granatum l) termasuk famili Punicaceae yang mengandung antosianin. Warna dari buah delima disebabkan oleh flavanoid yaitu antosianin. Antosianin merupakan pigmen yang dapat digunakan sebagai pewarna alami dan dapat menggantikan pewarna sintesis. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sediaan lipstik dari ekstrak buah delima dan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak buah delima. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96% sebagai pelarut, kemudian pelarut dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak buah delima. Komponen sediaan lipstik terdiri dari cera alba, vaselin alba, setil alkohol, carnauba wax, lanolin, propilen glikol, nipagin, oleum ricini, oleum rosae, serta penambahan ekstrak buah delima dengan konsentrasi 15%, 18%, dan 21%. Pengujian terhadap sediaan meliputi pemeriksaan mutu meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji titi lebur, uji stabilitas, dan uji iritasi. Sediaan lipstik yang dihasilkan mudah dioleskan dan homogen, sediaan tidak menyebabkan iritasi, stabil, bau khas, bentuk silinder, dan warna merah muda. Pengukuran pH rata-rata sediaan lipstik yang mengandung ekstrak buah delima dengan konsentrasi 15% : 4, 06%, : 3,68 dan 21% : 3,53. Titik lebur pada konsentrasi 15% : 59,2°C, 18%, : 58,5°C dan 21% : 57,6°C
SCREENING FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBA PADA BUAH JERUK LEMON (Citrus limon) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) Anindya Nirmala Permata; Atik Kurniawati; Betty Lukiati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.886 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.126

Abstract

Keinginan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman alami menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Jeruk menjadi salah satu buah yang menjadi makanan fungsional untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dan antimikroba pada buah Jeruk Lemon(Citrus limon) dan Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia). Metode penelitian adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2017 di Laboratorium Mikrobiologi dan Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Screening fitokimia dengan metode reaksi warna, total fenol dengan metode Folin Ciocalteu, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan aktivitas antimikroba dengan metode Cakram. Hasil uji screening menunjukkan adanya saponin dan alkaloid tetapi tidak terdapat flavonoid, terpenoid dan tanin. Uji total fenol didapatkan kandungan total fenol pada Jeruk Lemon(Citrus limon) 110,25 mg GAE/ 100ml sedangkan pada Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia) 116,5 mg GAE/ 100ml. Aktivitas antioksidan Jeruk Lemon(Citrus limon)49.593g/ml dan Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia)49.589g/ml. Uji aktivitas antimikroba diperoleh luas zona hambatan yang tertinggi pada konsentrasi 100% dari masing-masing buah jeruk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaanaktivitas antioksidan dan antimikroba pada kedua jeruk, dimana buah jeruk lemon (C.limon) aktivitas antioksidannya lebih tinggi daripada dan Jeruk Nipis(C. aurantiifolia), sedangkan aktivitas antimikroba jeruk Nipis(C. aurantiifolia)lebih tinggi daripada jeruk lemon (C.limon).
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL UMBI PAKU ATAI MERAH (Angiopteris ferox COPEL) Reksi Sundu; Sapri Sapri; Henny Nurhasnawati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.275 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.128

Abstract

Umbi paku atai merah (angiopteris ferox Copel) biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh suku dayak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan pada umbi paku atai merah. Pada penelitian ini telah dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak yang ditentukan dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol umbi paku atai merah mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Sementara itu aktivitas antioksidan ekstrak tersebut tergolong kuat dengan nilai IC50 sebesar 193,20 ppm.
EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) SEBAGAI ZAT AKTIF PADA FORMULASI SEDIAAN GEL Densi Selpia Sopianti; Putri Serindang Bulan
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.392 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.130

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) memiliki julukan sebagai antibiotik alami. Aplikasi bawang putih pada wajah juga mempunyai beberapa manfaat yang bisa menyembuhkan jerawat (acne vulgaris). Tujuan penelitian ini membuat sediaan sediaan gel sebagai zat aktif yang digunakan yaitu ekstrak bawang putih (Allium sativum L). Metode dalam penelitian experimental laboratorium, dimana bawang putih sebagai bahan aktif diekstrak dengan menggunakan metode maserasi. Dibuat 3 variasi formula sediaan yaitu  3%, 5%, dan 7% dan zat tambahan lain dalam sediaan gel menggunakan bahan Na.CMC, nipagin dan nipasol, gliserol dan olium guajava. Masing-masing formula gel dilakukan evaluasi sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji iritasi. Hasil evaluasi sifat fisik gel dari ketiga formula dengan variasi ekstrak bawang putih pada konsentrasi yang berbeda dihasilkan formula I dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 3% menghasilkan uji yang lebih baik dibandingkan Formila II dan formula III.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.878 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.132

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghancuran terhadap jaringan atau organ tubuh karena gaya hidup yang tidak sehat dimana salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus. Jumlah Penderita yang semakin melonjak dari tahun ke tahun dan pengobatan yang mahal mendorong sebagian masyarakat mencari pengobatan alternatif. yang banyak digunakan sebagai obat tradisional adalah pare (Momordica Charantia). Buah Pare banyak mengandung metabolit sekunder yang diduga dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan berbagai mekanisme kerja. Hal ini lah yang medasari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit dan mendapatkan dosis optimal ekstrak etanol buah pare yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit.Sampel penelitian adalah buah pare (Momordica charantia L.) yang terdapat di Kecamatan Bati-bati yang berumur ±3 bulan. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 ekor mencit putih jantan berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 20-40 g. Metode yang digunakan adalah tes toleransi glukosa oral dengan lima kelompok perlakuan yaitu kontrol positif (metformin 90mg/kgBB), kelompok ekstrak etanol buah pare 50mg/kgBB, 75mg/kgBB dan 100mg/kgBB serta kelompok kontrol negatif (aquadest 0,5ml/20grBB).Hasil penelitian menunjukkan buah pare mengandung alkaloid dan steroid. Pemberian ekstrak etanol buah pare pada dosis 75 mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit putih (Mus Musculus) secara signifikan P<0,05. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah pada mencit putih jantan.
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT SEBAGAI PENGINGAT DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI ANTIDIABETIK ORAL Baiq Leny Nopitasari; Wirawan Adikusuma; GJ Rahma Dewi Asamuni
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.656 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.133

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah). Kualitas hidup merupakan salah satu sasaran terapi manajemen DM sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi terhadap kualitas hidup dalam menunjang keberhasilan terapi pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan mengambil data pasien secara prospektif  selama periode Juli - Agustus 2017. Subyek penelitian ini sebanyak 60 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol sejumlah 30 pasien dan kelompok perlakuan sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara serta pengisian kuesioner SF-36 untuk mengukur kualitas hidup. Kuisioner SF 36 memiliki 8 domain dimana semua domain memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05) sebelum dan sesudah perlakuan. Kualitas hidup pasien pada kelompok kontrol maupun perlakuan memiliki perbedaan yang sigifikan (P<0,05), dimana kualitas hidup pasien pada kelompok perlakuan lebih baik dibandingkan kualitas hidup pada kelompok kontrol. Dengan demikian pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi dapat meningkatkan kulitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.
PROFIL KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN Riza Alfian; Herlyanie Herlyanie; Luluk Purwantini
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.401 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.134

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronis terkait peningkatan kadar gula darah. Indonesia menduduki peringkat ketujuh untuk penderita DM terbanyak di dunia dengan jumlah 8,5 juta penderita. Prevalensi penyakit DM di Provinsi Kalimantan Selatan di Indonesia menduduki peringkat ke 13 sebesar 1,4 %. Penyakit diabetes melitus membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga efektivitas dan efek samping pengobatan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Derajat kualitas hidup pasien diabetes melitus perlu diketahui untuk dapat menentukan jenis dan intensitas pelayanan kefarmasian yang harus diberikanPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasioal. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 82 pasien. Kriteria inklusi sampel adalah pasien rawat jalan dengan usia 18-65 tahun dengan diagnosa DM yang berobat di RSUD Ulin Banjarmasin, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi buta huruf dan tuli. Pengumpulan data kualitas hidup dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner EQ-5D. Data kadar GDP diambil dari catatan medis. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kadar GDP sampel penelitian adalah 182,51 ± 51,00  mg/dL. Seratus persen sampel penelitian termasuk ke dalam klasifikasi pasien DM dengan kategori kadar GDP tidak terkontrol. Kualitas hidup rata-rata sampel didominasi oleh kategori kualitas hidup buruk (76,8%).

Page 1 of 2 | Total Record : 19