cover
Contact Name
Anita Trisiana
Contact Email
unisriresearchfair@gmail.com
Phone
+6282133068231
Journal Mail Official
unisriresearchfair@gmail.com
Editorial Address
Sumpah Pemuda Street, No.18, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57136 - Phone 0271-853839
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Research Fair Unisri
ISSN : 25500171     EISSN : 25805819     DOI : https://doi.org/10.33061/rsfu.v6i1.6848
Journal Research Fair UNISRI is a peer-refereed open-access journal which has been established for the dissemination of state of the art knowledge in every field. This Journal is published for time per year at January and August. It is intended to be the journal for publishing original articles on the latest issues and trends occurring in Research Multidisipliner with the aim to advance our knowledge of theory and practice. Moreover, this journal also covers the issues concerned with Multidisipliner . All submitted manuscripts will be initially reviewed by editors and are then evaluated by a minimum of two reviewers through the blind review process. This is to ensure the quality of the published manuscripts in the journal. Journal Research Fair UNISRI is research services related to every field.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 231 Documents
ALGORITMA POLA BAHASA SUGESTIF BAGI PENGAJAR KETIKA MENGAJAR DI DALAM KELAS Yudhistiro Pandu Widhoyoko & Arif Sutikno
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.662 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2622

Abstract

Guru maupun Dosen diharuskan untuk dapat mangarahkan kegiatan belajar siswa dengan baik. Guru juga dituntut untuk mampu menyampaikan materi dengan baik. Untuk itu kemudian dalam penelitian ini diusulkan adanya algoritma Pola Bahasa Sugestif. Secara umum PBS ini berfungsi sebagai alat yang diapakai untuk mempengaruhi manusia mengunakan bahasa dan kaidah-kaidah tertentu. Dalam penelitian ini akan dijelaskan secara lebih lanjut apa itu PBS dan bagaimana penerapannya di dalam komunikasi pengajaran, dan juga akibat dari penggunaan PBS ini.Penelitian ini bertujuan untuk membantu pengajar di dalam kelas mengenai bagaimana cara menggunakan pola bahasa sugestif. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kualitatif. deskriptif yaitu mencari fakta hasil dengan interpretasi yang tepat untuk mencari solusi masalah interaksi yang tidak baik dalam kegiatan pengajaran antara pengajar and murid di dalam kelas.Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah Komunikasi dalam kelas antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar dan mengajar sangat mungkin dilakukan menggunakan Pola Bahasa Sugestif dengan emapt tahap yaitu, cipta suasana, menanyakan materi secara sugestif, pertanyaan pengarah dan praktek langsung. Pembelajaran menggunakan Edmodo efektif dalam meningkatkan antusiasme interaksi di dalam kelas antara dosen dan mahasiswa. Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: Proses pembelajaran dengan menggunakan Pola Bahasa Sugestif akan optimal jika didukung sarana dan prasarana yang baik. Hendaknya dosen membiasakan diri di dalam kelas menggunakan Pola Bahasa Sugestif sehingga tercipta suasana interaksi yang nyaman dan materi dapat terserap dengan mudah. Perlunya dilakukan penelitian yang menyangkut variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi peningkatan belajar mahasiswa.Kata-kata kunci: Pola Bahasa Sugestif, Algoritma, interaksi di dalam kelas.
POTENSI KACANG LOKAL SEBAGAI BAHAN BAKU TEMPE DAN KARAKTERSITIK KIMIANYA Titiek Farianti Djaafar, Nurdeana Cahyaningrum & Tri Marwati
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.181 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2623

Abstract

Indonesia memiliki keragaman sumber daya kacang lokal, seperti kacang koro dan kacang kerandang. Kedua jenis kacang ini merupakan sumber protein nabati sehingga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan tempe untuk menggantikan kedelai impor. Penelitian tentang penggunaan kacang lokal, yaitu kacang koro dan kacang kerandang untuk pembuatan tempe telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tempe kacang lokal sebagai pengganti kedelai. Pembuatan tempe kacang koro dan kacang kerandang dilakukan dipengrajin tempe di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kandungan protein, lemak, asam amino dan asam lemak tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tempe kerandang paling tinggi, diikuti dengan tempe kedelai dan tempe koro. Tempe kerandang dan tempe koro mengandung asam lemak esensial oleat, linoleat dan linolenat. Tempe kerandang mengandung asam amino esensial lisin, leusin dan isoleusin.Kata Kunci : Kacang lokal, tempe, karakteristik kimia.
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI 7S MCKINSEY PENGELOLAAN PASAR RAKYAT (STUDI EMPIRIS DI DINAS PERDAGANGAN - KOTA SURAKARTA) Achmad Choerudin
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.131 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2624

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah implementasi dan strategi manajemen menggunakan pendekatan analisis strategi sesuai konsep 7S-Mckinsey. Tujuannya untuk mengkaji dan mengetahui aspek-aspek yang berkaitan dengan transformasi serta manajemen perubahan yang dilakukan pengelola pasar rakyat. Penelitian ini adalah deskriptif yang memaparkan dan bertujuan memberikan gambaran serta penjelasan yang diteliti melalui survey. Analisis interaktif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah bahwa strategi dan implementasi di Dinas Perdagangan, menjalankan konsep 7S McKinsey dengan 7 komponen sebagai pilar bagi tegaknya OPD (organisasi perangkat daerah) telah dijalankan dengan baik dan sesuai dengan tahapan-tahapan serta regulasi yang ada, sesuai kewenangan OPD terkait, pilar kunci (7S McKinsey) harus dipelihara dengan prinsip countinous improvement yang dijalankan oleh pelaku organisasi dengan penuh tanggungjawab dan diterima sebagai “spirit organisasi” dalam OPD dan permasalahan yang muncul telah dilakukan solusi sesuai dengan implementasi 7S Mckinsey tersebut.Keywords: strategi, implementasi, 7S McKinsey, pasar rakyat
ANALISA LOGAM Cu DAN Zn DALAM EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Eka Wisnu Kusuma & Disa Andriani
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.511 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2625

Abstract

Kekayaan alam yang ada di Indonesia sangat besar. Sirih merah merupakan salah satu tanaman obat yang dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3 hari, kemudian diuji dengan alat spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) menjadi raw material yang memenuhi standar ekstrak tumbuhan obat dalam pemenuhan mutu ekstrak menjadi obat herbal terstandar (OHT) antidiabetes. Standarisasi dan analisa data berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan No. 03725/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimum cemaran logam dalam produk pangan. Hasil pengujian didapatkan Cu(tembaga) <0,42 mg/kg dan Zn(seng) 1,09 mg/kg.Kata-kata kunci: tembaga, seng, Spektrofotometri Serapan Atom, daun sirih merah
KAJIAN PENGERINGAN BIJI KAKAO HASIL PANEN AKHIR MUSIM DI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Nurdeana Cahyaningrum, Anisa Safitri, Mahargono Kobarsih, Mohammad Fajri & Tri Marwati
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.265 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2626

Abstract

Kakao (Theobroma cacao) merupakan komoditas strategis dalam meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi Gunungkidul Yogyakarta. Akhir musim panen buah kakao biasanya pada bulan Januari, di mana curah hujan masih tinggi dan buah yang dipanen memiliki tingkat kematangan yang beragam. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola pengeringan biji kakao dari buah yang dipanen pada pada akhir musim panen dan kualitas yang dihasilkan. Studi kasus pengeringan ini dilakukan di Unit Pengolah Hasil Kelompok Tani Ngudi Raharjo II, Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta pada bulan Januari 2018. Pengamatan dilakukan terhadap suhu dan RH lingkungan, kadar air biji kakao dan suhu dan RH mesin pengering, sedangkan analisis mutu mengacu pada SNI biji kakao kering. Hasil kajian menunjukkan bahwa kadar air biji kakao 6,7% terpenuhi sesuai standar SNI setelah pengeringan menggunakan alat pengering selama 24 jam. Selama 24 jam pengeringan terjadi kenaikan suhu dari 42,1oC- 54,9 oC dengan kelembaban akhir pengeringan 67%. Dari analisis mutu biji kakao yang dihasilkan tidak memenuhi standar mutu dari parameter biji pipih sedangkan parameter lainnya memenuhi syarat.Kata-kata kunci: pengeringan biji kakao, akhir musim panen, mutu biji kakao
KAJIAN TEKNOLOGI PENGEMASAN BUBUK DAN PERMEN COKELAT DI TTP NGLANGGERAN YOGYAKARTA Tri Marwati, Aulia Lesmaningsih & Titiek Farianti Djaafar
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.427 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2627

Abstract

Kakao (Theobroma cacao) merupakan komoditas strategis yang penting bagi perekonomian nasional. Salah satu sentra produksi kakao di Yogyakarta yaitu di Kecamatan Patuk kabupaten Gunung Kidul dimana Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran didirikan. Di TTP Nglanggeran terdapat mini pabrik dengan seperangkat peralatan untuk mengolah biji kakao menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi yaitu bubuk dan permen cokelat. Kajian teknologi pengemasan kedua produk olahan tersebut perlu dilakukan terkait fungsinya dalam melindungi produk dari kerusakan, menjaga kualitas, mempermudah transportasi dan menarik konsumen untuk membeli. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam pengkajian ini yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Kemasan primer yang digunakan untuk bubuk cokelat adalah retort pouch, yaitu kombinasi antara aluminium foil dengan plastic polyethylene. Bahan yang digunakan untuk pengemasan primer permen cokelat adalah aluminium foil dengan ketebalan 0,2 mm dan pengemasan sekunder menggunakan kertas metalik foil. Dikaji dari fungsinya, maka teknologi pengemasan yang digunakan untuk bubuk dan permen cokelat di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran sudah memenuhi standar pengemasan.Kata-kata kunci: teknologi pengemasan, bubuk cokelat, permen cokelat, TTP Nglanggeran
POTENSI KACANG LOKAL SEBAGAI BAHAN BAKU TEMPE DAN KARAKTERSITIK KIMIANYA Titiek Farianti Djaafar, Nurdeana Cahyaningrum & Tri Marwati
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.815 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2628

Abstract

Indonesia memiliki keragaman sumber daya kacang lokal, seperti kacang koro dan kacang kerandang. Kedua jenis kacang ini merupakan sumber protein nabati sehingga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan tempe untuk menggantikan kedelai impor. Penelitian tentang penggunaan kacang lokal, yaitu kacang koro dan kacang kerandang untuk pembuatan tempe telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tempe kacang lokal sebagai pengganti kedelai. Pembuatan tempe kacang koro dan kacang kerandang dilakukan dipengrajin tempe di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kandungan protein, lemak, asam amino dan asam lemak tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tempe kerandang paling tinggi, diikuti dengan tempe kedelai dan tempe koro. Tempe kerandang dan tempe koro mengandung asam lemak esensial oleat, linoleat dan linolenat. Tempe kerandang mengandung asam amino esensial lisin, leusin dan isoleusin.Kata Kunci : Kacang lokal, tempe, karakteristik kimia.
NILAI TAMBAH BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN PERLAKUAN PENAMBAHAN STARTER KERING Purwaningsih, Tri Marwati & Titiek F. Djaafar
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.589 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2629

Abstract

Salah satu sentra produksi kakao di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah di Kecamatan Patuk kabupaten Gunung Kidul. Permasalahan yang sering terjadi pada pengolahan kakao rakyat yaitu mutu yang dihasilkan masih cukup rendah dan beragam, dan masih ditemukan biji-biji yang tidak terfermentasi. Maka biji kakao fermentasi petani Indonesia khususnya yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat, dihargai paling rendah di pasaran Internasional dibandingkan dengan biji kakao dari negara lain di kawasan Afrika Barat. Untuk itu perlu adanya pengembangan teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas biji kakao dan meningkatkan nilai tambah. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui peningkatan nilai tambah biji kakao fermentasi dengan penambahan starter kering Lactobacillus plantarum, starter kering Lactobacillus fermentum, starter kering kombinasi (S. cerevisiae, L. Plantarum, A. aceti ) dibandingkan dengan cara petani yaitu tanpa penambahan starter kering. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Desember 2017 di Kelompok Tani Ngudi Raharjo II, Dusun Plosokerep, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan nilai tambah biji kakao fermentasi dengan penambahan starter kering Lactobacillus plantarum adalah Rp. 1.975/kg, dengan penambahan starter kering Lactobacillus fermentum Rp. 1.800/kg, dengan penambahan starter kering kombinasi (S. cerevisiae, L. Plantarum, A. aceti ) tidak ada peningkatan nilai tambah, tetapi mengalami kerugian Rp. 4.500/kg dan tanpa penambahan starter kering Rp. 1.000/kg.Kata kunci: biji kakao fermentasi, nilai tambah, starter kering
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PERUMAHAN WAHYU UTOMO RT 4 RW 13 NGRINGO PALUR Rochmawati Solikhah Sukemi
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.441 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2630

Abstract

Strategi pengelolaan sampah yang tidak bijak mengakibatkan banyak terjadinya berbagai persoalan. Penduduk yang besar berpotensi untuk menghasilkan sampah yang besar. Dari sampah yang besar bisa dijual untuk menghasilakan rupiah sehingga mendukung masyarakat untuk memperoleh penghasilan sendiri dari sampah sekaligus sebagai upaya pembentukan karakter untuk mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.Dengan jumlah penduduk yang besar inilah sekaligus potensi bangasa Indonesia untuk menjadi lebih baik.Pendidikan adalah salah satu cara yang bisa digunakan oleh suatu bangsa untuk mempengaruhi penduduknya. Dengan penanaman karakter merupakan suatu upaya untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menempatkan dirinya dalam situasi apapun. Karakter yang kuat merupakan prasyarat untuk menjadi seorang pemenang dalam medan kompetisi. Tidak hanya ilmu pengetahuan saja yang harus dimiliki seseorang, akan tetapi kecakapan berpikir dan berperilaku dalam berbagai lingkungan juga sangat penting. Kepedulian seseorang diera sekarang terhadap hal yang ada disekitarnya dinilai sangat kurang. Kesadaran pendidikan karakter dari sekolah diharapkan juga diikuti oleh pihak keluarga, masyarakat, media massa, dan seluruh elemen bangsa ini. Sehingga, terjadi sinergi kekuatan dalam membangun bangsa ini demi lahirnya kader-kader masa depan yang berkarakter serta berkepribadian kuat dan cermat (Jamal Ma’murAsmani,2013:9-10).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan sampah anorganik di perumahan wahyu utomo rt 4 rw 13 palur, dalam meningkatkan penanaman pendidikan karakter. Penelitian ini mengambil lokasi di Perum Wahyu Utomo Rt 04 Rw 13 Ngringo Palur Karanganyar. Pengambilan lokasi tersebut berdasarkan domisili peneliti supaya peneliti lebih bermanfaat di masyarakat.Penentuan informan, teknik yang digunakan adalah Teknik Random Sampling dan untuk pengumpulan data digunakan Wawancara Mendalam (Indepth Interview). Berdasarkan pola azas penelitian kualitatif, maka aktifitas analisis data dilakukan di lapangan dan bahkan bersamaan dengan proses pengumpulan data dalam wawancara mendalam, oleh karena itu analisis data dengan mengunakan Model Analisis Interaktif.Kata Kunci : Strategi, Sampah, Pendidikan
PENERAPAN PRINSIP PARTISIPASI DAN TRANSPARANSI DALAM PENATAAN DAN PENGELOLAAN PEDAGANG KAKI LIMA PASAR KLEWER SURAKARTA Dian Esti Nurati
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 2 No. 1 (2018): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.584 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v2i1.2631

Abstract

Kondisi terbaru tentang penataan Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Surakarta,bahwa jumlah yang belum tertata cukup signifikan. Data yang ada di Dinas Perdagangandari total 5.817 PKL yang terdata , masih menyisakan beberapa pedagang yang belumdituntaskan penataannya oleh Pemerintah Kota Surakarta. Untuk penataan memang tidakbisa dilakukan secara bersama-sama. Penataan tersebut hanya bisa dilakukan secarabertahap sesuai dengan kondisi anggaran yang ada di Pemerintah Kota Surakarta. Selainitu penataan tersebut juga harus memperhatikan zona yang ditempati oleh para PKL.Perkembangan jumlah PKL yang selalu bertambah terus jika penataan dilakukan secarabersama-sama, justru akan menjadikan masalah di kemudian hari. Pemerintah KotaSurakarta menjalankan cukup serius untuk menata para PKL. Pemkot Surakarta pada awaltahun 2017 telah menyelesaikan pembangunan kembali Pasar Klewer yang terbakar akhirtahun 2014 lalu. Dinas Perdagangan Surakarta melakukan penataan dan pengelolaanPedagang Kaki Lima di Pasar Klewer dengan prinsip partisipasi dan transparansi. Prinsippartisipasi menurut Verhagen (Mardikanto dan Soebianto, 2015:81), bahwa partisipasimerupakan bentuk khusus dari interaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan pembagiankewenangan, tanggung jawab, dan manfaat. Prinsip Partisipasi dan transparansimendukung terciptanya Good Government dimana aplikasi dari konsep ini seringkalitergantung pada kerjasama pemerintah dan masyarakat yang terorganisir diantaranyaPaguyuban (Riswanda Imawan, 2002: 32). Tumbuhnya interaksi dan komunikasi tercermindalam penataan disesuaikan dengan kondisi pedagang saat pasar belum terbakar. Prosesvalidasi data pedagang Pasar Klewer telah diselesaikan oleh Pemkot, ada sebanyak 2.211diantaranya adalah Pedagang kaki Lima. Pedagang yang akan ditata, dan mulai melakukanproses penempatan, dimulai dari pendataan, pemetaan persoalan, penyusunan jadwal, sertasyarat-syarat telah dikomunikasikan dengan seluruh pedagang, baik melalui PaguyubanPedagang Pelataran Pasar Klewer (P4K), Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK),Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK), pedagang renteng, hingga PKL disekitarpasar. Syarat yang ditetapkan untuk dapat mendapatkan tempat di pasar permanen, yaitumenunjukkan Surat Hak Penempatan (SHP), memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak(NPWP), dan bersedia membayar retribusi secara elektronik (e-retribusi). Pemerintah KotaSurakarta melaksanakan penataan pedagang dan PKL di pasar Klewer Surakarta denganjajaran stakeholders lainnya, sesuai dengan tujuan-tujuan maupun program- program yangtelah dituangkan kedalam kebijakan penataan pedagang di kota Surakarta. Denganmengacu pada penerapan prinsip Partisipasi dan Transparansi, maka terwujudnya GoodGovernance Pemkot Surakarta diharapkan mampu berhasil lebih baik dan profesionaldalam pengelolaan selanjutnya.Kata Kunci: Penataan PKL, Partisipasi, Transparansi, Good Governance.

Page 11 of 24 | Total Record : 231