cover
Contact Name
Deni Darmawan
Contact Email
dendar@untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
labkom@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2442546X     EISSN : 2442546X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418%2Fpublika.v10i2
Core Subject : Social,
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles 1,314 Documents
MANAGEMENT OF READING HOUSE AS AN EFFORT TO INCREASE THE COMMUNITY’S READING INTEREST IN WEST PONTIANAK SUB-DISTRICT, PONTIANAK CITY Mliani, Meliani E1012131062; Haryaningsih, Sri; Martinus, Martinus
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i1.2591

Abstract

This research aimed to analyze the management of reading house as an effort to increase the community's reading interest in West Pontianak Sub-District, Pontianak City, namely in the factors of planning, organizing, directing and supervising. The method used in this research was qualitative of descriptive research. According to Terry in The Liang Gie (2000: 21), management activities or functions include: 1) Planning: it can be concluded that all efforts to achieve goals must be seen as a process. Therefore, in order for the achievement of the final goal to be guaranteed, phasing is required, both in the sense of phasing in the achievement of its parts and phasing in the sense of periodization. 2) Organizing: it can be concluded that the managers of reading house in West Pontianak Sub-District are open and friendly in establishing communication with visitors. The officers are willing to help visitors who are in need of certain books. 3) Briefing: it can be concluded that the process of procuring and filling in the workforce is actually sufficient, but the reading house needs to add staff who are library graduates. However, it is difficult to fulfill because the librarian profession is not very popular.gement, Reading House, Improvement, Reading Interest, West Pontianak Sub-District.
PELAKSANAAN PENGAWASAN PEGAWAI PADA UNIT PELAYANAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN WILAYAH I PROVINSI KALIMANTAN BARAT E.21110007, Hosnawati
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v3i1.300

Abstract

The journal is published from the thesis entitled Implementation Monitoring Employee Services Unit Traffic and Transportation, Region I Office of Transportation, Communication and Information Technology of West Kalimantan Province. The problems discussed in this paper is about Setting the Standard in Financing services, Quality Products, Quality Process. The purpose of this study is to describe the implementation of Internal and External Supervision Service Unit Employees In Traffic and Transportation, Region I Office of Transportation, Communication and Information Technology of West Kalimantan Province. The results showed that the process of Setting the Standard in the Service Unit of Traffic and Transportation, Region I care financing in the Service Unit Traffic and Transportation, Region I has not been effective. This is due to the availability of funds and facilities are extremely minimal or inadequate, temporary work programs that are made affect the duties and functions, then nothing should be done in accordance with existing facilities. In addition there are cases of extortion done by weighing the operational staff. On product quality Services Unit Traffic and Transportation Region I is still not optimal, this is because there are some employees who transfer employees. Furthermore, for monitoring the performance of employees in the field of operational confirm their attendance to measure the performance of employees. It aims to prevent and minimize the occurrence of errors made by employees in the field of operations directly in the field. In addition, the implementation of the program of work done that was made in the early years were divided into 4 (four), the work program is to be a benchmark of the performance UPLLA region I. From the quality of the processes in the Service Unit of Traffic and Transportation, Region I is considered not optimal, it is because that still required the installation of CCTV at weigh stations, so that employees in the field are not contrary. Furthermore, in the field of Traffic Services Unit and Transport to give warning to the officers who do not obey the rules. As well as counseling and guidance to employees on the ground that there is no play between officers with the owner of goods transport vehicle. This is done so that the employees in the field in carrying out supervisory duties in accordance with the rules of work. Keywords: Setting the Standard, Financing Services, Quality Products, Quality Process.
IMPLEMENTASI PENGAWASAN PEREDARAN KOSMETIKA OLEH BADAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN (BPOM) DI KOTA PONTIANAK NIM. E01112056, ANISA LARASWATI KUSISAI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i2.1481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pelaksanaan pengawasan khususnya pengawasan peredaran kosmetika. Pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM Kota Pontianak sebagai badan yang bertanggung jawab penuh dan berkoordinasi dengan pihak lain. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan pendapat Van Meter dan Van Horn yang mencakup Standar dan Sasaran Kebijakan, Sumberdaya, Hubungan Antar Organisasi, Karakteristik agen pelaksana, Kondisi (Sosial, Politik, dan Ekonomi), Disposisi Implementor. Dengan menggunakan teknik pengambilan informasi melalui wawancara dengan informan dan pengamatan serta dokumentasi di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan permasalahan proses pengawasan peredaran kosmetika oleh BPOM Kota Pontianak menggunakan pendapat Van Meter dan Van Horn tersebut. BPOM Kota Pontianak harus melaksanakan pengawasan secara ketat mengenai peredaran kosmetika di Kota Pontianak supaya masyarakat Kota Pontianak dapat tetap sehat dan cantik tanpa kosmetika illegal. Hasil menunjukkan bahwa Implementasi Pengawasan Peredaran Kosmetika Oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Kota Pontianak masih belum efektif. Hal tersebut dilihat dari masih banyaknya sarana/ pedagang baik pemilik toko maupun di pasar tradisional yang menjual kosmetika illegal. Proses pengawasan belum optimal serta pola pikir masyarakat yang masih belum terbuka dan kurangnya pengetahuan untuk membedakan produk kosmetika tersebut. Pengawasan harus lebih ditingkatkan supaya persoalan terkait peredaran kosmetika dapat diatasi dengan sebaik-baiknya.Kata-kata Kunci : Pengawasan, Peredaran, Kosmetika Ilegal, BPOM
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI DESA PODORUKUN KECAMATAN SEPONTI KABUPATEN KAYONG UTARA NIM E1012161154, SINGGIH DIKDYO SISWANTO
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v8i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tahapan-tahapan dari proses implementasi kebijakan alokasi dana desa yang dilihat dari beberapa tahapan yakni tahapan organisasi, interpretasi, dan aplikasi yang ditinjau dari proses implementasi kebijakan teori Charles.O Jones. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingginya belanja aparatur desa dari belanja publik yang tidak sesuai dengan peraturan yang di jadikan pedoman atau presedur pembagian dan penggunaan dana ADD, Pada tahap organisasi dan juga masih adanya pembangunan fisik yang tidak terselesaikan. Ditahap interpretasi masyarakat sebagai sasaran kebijakan masih tidak mengrtahui apa isi dan tujuan dari kebijakan ADD, karena tidak dilakukannya sosialisasi atau mengkomunikasikan apa tujuan dari kebijakan ini melalui kepala dusun atau ketua RT pada saat musyawarah dusun, sehingga proses pelaksanaan kebijakan ini menjadi kurang berhasil. Dan di tahap aplikasi, bisa mengkonsultasikan hal tersebut kepada Pembina tinggkat kecamatan sehingga dalam pelaksanaan kebijakan tidak mengalami tingginya belanja aparatur desa melebihi ketetapan yang ada. Agar proses implementasi kebijakan berjalan dengan baik maka harus diadakan sosialisasi baik pada perangkat desa maupun pada sasaran kebijakan. Dalam pelaksanaan sebuah kebijakan maka harus diberikan pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan dari kebijakan alokasi dana desa.Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, ProseAlokasi Dana Desa, Organisasi, Interpretasi, Aplikasi
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PENERIMA JAMKESMAS DI PUSKESMAS SANGGAU KOTA Yunita E.21109049, Margareta
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i3.188

Abstract

Quality of Health Care in Patients Recipient Jamkesmas Sanggau City Health Center, includes three aspects studied, including: (a). Attitudes and behavior of workers in providing services. (b). Inhibiting factors in the health center providing good service to the patient, the medical treatment. (c). Efforts made to improve the quality of the health center services to patients on medical treatment. The research found that the attitudes and behavior of workers in providing services are polite and courteous and on time. while the limiting factor in the personnel providing services to users Jamkesmas, including: (a). Health personnel, (b). Drugs, (c). Facilities, and (d). The low level of public education Jamkesmas users. The efforts that have been made in improving the quality of the health center services by providing trainings, courses, refresher training in-service workshops, symposia, and others. Which aims to improve the skills, abilities, and expertise in order to obtain higher labor productivity. In addition, the health center has also sought to improve the quality of healthcare to patients Jamkesmas among other users by providing information about the procedure of administrative services, and the provision of facilities and infrastructure.Keywords: Quality of Service Jamkesmas, Behavioral Services Officer, Obstacles and, EffortService Officers
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN PADA PUSKESMAS KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS NIM. E01112166, YANTI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i3.1143

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan pada poli umum yang dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya keterbukaan informasi dari pihak puskesmas, kurangnya ketanggapan petugas untuk memberikan pelayanan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) serta kurangnya kepedulian pihak Puskesmas terhadap kenyamanan tempat pelayanan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fitzsimmons yaitu dengan lima indikator kualitas pelayanan publik diantaranya adalah indikator keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness) dan bukti fisik (tangibles). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan yang di berikan pihak Puskesmas belum maksimal, hal ini dikarenakan jadwal piket dokter tidak diinformasikan dengan jelas, waktu tunggu pasien tidak sesuai dengan SOP serta kebersihan yang belum terjaga. Rekomendasi dari peneliti adalah Puskesmas mampu bekerja secara efektif dengan memanfaatkan papan pengumuman yang tersedia, mampu bekerja sesuai dengan SOP pelayanan, lebih memperhatikan kebersihan ruang pelayanan serta menambah sumber tenaga medis yang kompeten dalam memberikan pelayanan di Puskesmas. Kata-kata kunci : Kualitas Pelayanan, Rawat Jalan, Puskesmas
PENGELOLAAN ARSIP INAKTIF P ADA KANTOR WILA YAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KALIMANTAN BAGIAN BARAT NIM.EI012151060, DIAH RETNOWATI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i3.2048

Abstract

Penelitian   ini  dimaksudkan    untuk   menggambarkan    Pengelolaan    Arsip  Inaktif   pada   Kantor   Wilayah   Direktorat Jenderal  Bea  dan  Cukai  Kalimantan   Bagian   Barat   dan  penulisan   skripsi   ini  didasarkan   pada  permasalahan   yang terjadi  di  Bagian   Tata  Usaba   dan  Keuangan,   yaitu  petugas   kearsipan   yang  belum  mendapatkan    pendidikan   dan pelatihan  dibidang  kearsipan  dan arsip  yang  belum  tertata  sesuai dengan  aturan  yang  berlaku.  Teori  yang digunakan dalam  penelitian   ini adalah  unsur-unsur   manajemen   oleh  H.  Malayu  S.P.  Hasibuan  (2001,  20)  yaitu  Man  (sumber daya  manusia,   Money   (anggaran),   Materials   (peralatan),   Methods   (sistem).   Penelitian   ini  menggunakan    metode deskriptif   dengan   pendekatan   kualitatif   dengan   subjek  penelitian   Kepala  Bagian  Umum,   Kepala   Subbagian   Tata Usaha  dan Keuangan  dan Pelaksana  yang  menangani  Kearsipan.   Hasil  penelitian  ini menunjukkan   bahwa  anggaran dalam   pengelolaan    arsip   inaktif    sudah   ada   akan   tetapi    belum   adanya    pemusnahan    arsip   ditandai    dengan menumpuknya   berkas  arsip  usul  musnah  digudang   arsip  dan  belum  tertata  atau  disusun  sesuai  ketentuan  yang  ada dikarenakan   petugas  kearsipan  tidak  memahami  tentang  kearsipan,  sarana  dan prasarana  yang di tandai  dengan  tidak adanya  AC alat pendingin  udara,  kurang  nya pengetahuan   dan keterampilan   sumber  daya  manusia  daIam menangani pengelolaan   /  penataan   arsip  inaktif  di tandai  dengan  tidak  adanya  pemusnahan    arsip  di tiga  tahun  terakhir   dan belum  tertatanya   arsip  inaktif  sehingga  masih  kesulitan   dalam  penemuan   kembali  arsip.  Rekomendasi   dari  penulis tentang  sarana  dan prasarana,  dan sumber  daya manusia  tentang  keterampilan   pegawai  mengenai  kearsipandi   bidang kearsipan  guna mendukung   tertib  administrasi   dan perlu adanya  peralatan  yang  mendukung  guna  lancarnya  kegiatan kearsipan.Kata-kata  Kunci   : Pengelolaan   Arsip  Inaktif,   Kantor  Wilayah  Direktorat Jenderal  Bea  dan  Cukai  Kalimantan   Bagian Barat
TIGA (3) INDIKATOR KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SUNGAI BARU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS NIM. E01111031, USEP ANDIKA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v4i3.795

Abstract

Penelitian ini diangkat berdasarkan permasalahan  pada pelayanan kesehatan yang masih belum maksimal di Puskesmas Sungai Baru Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Adapun yang menjadi permasalahannya adalah  masih ditemukan beberapa keluhan masyarakat terhadap pelayanan di Puskesmas Sungai Baru, rendahnya partisipasi masyarakat terhadap program-program Puskesmas, dan adanya peningkatan 10 penyakit terbanyak dari tahun 2013 ke tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menggambarkan dan menganalisis indikator-indikator kualitas pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas Sungai Baru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Parasuraman, Zeithmal & Berry tentang indikator kualitas pelayanan meliputi reliability (kepercayaan/kehandalan), assurance (jaminan/keyakinan) dan tangibles (bukti fisik). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya permasalahan pada 3  (tiga) indikator kualitas pelayanan kesehatan, yaitu : 1) reliability : sebagian pegawai masih belum terampil dalam melakukan penanganan medis dan Puskesmas Sungai Baru masih kekurangan tenaga medis penting seperti dokter umum, dokter gigi, dan apoteker, 2) assurance : sebagian program-program Puskesmas belum mencapai target dan pengelolaan prosedur pengobatan yang belum sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan 3) tangibles : kurang memadainya perlengkapan yang ada di Puskesmas Sungai Baru seperti peralatan medis, obat-obatan dan perlengkapan lainnya. Saran penelitian ini adalah agar Puskesmas Sungai Baru menambah pegawai penting seperti dokter umum dan apoteker, memberikan pelatihan yang intensif pada pegawai-pegawai , menjalankan SOP sebagaimana mestinya serta menambah perlengkapan medis agar pelayanan semakin meningkat. Kata-Kata Kunci : Reliability, Assurance,  Dan Tangibles
KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH MENENGAH TEKNOLOGI INDUSTRI (SMK/SMTI) PONTIANAK DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA NIM. E101131058, SHANTI PONY RAHAYU
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i1.1794

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memberi gambaran dan pemahaman mengenai Budaya Organisasi di SMK/SMTI Pontianak dalam penyerapan tenaga kerja. Permasalahan yang terjadi saat ini di sekolah tersebut seperti perekrutan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan keahlian siswa SMK/SMTI Pontianak, serta belum beraninya pihak sekolah menentukan keputusan untuk menyerap siswa menjadi tenaga kerja. Penelitian ini meengunakan teori Karakteristik Budaya Organisasi yang dikemukan oleh Robbins (2007) yang didalamnya ada 7 indikator Karakteristik Budaya Organisasi, yaitu inovasi dan keberanian mengambil resiko, perhatian terhadap detail, berorentasi pada hasil, berorentasi pada manusia, berorentasi pada tim, agresivitas, stabilitas. Jenis penelitian ini deskriptif dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Budaya Organisasi di Sekolah Menengah Teknologi Industri Pontianak dilihat dari aspek inovasi dan keberanian mengambil resiko, perhatian terhadap detail, berorentasi pada hasil, berorentasi pada manusia yaitu : 1) masih adanya ketakutan dari pihak sekolah dan belum bisa menanamkan kepada siswa tujuan dari SMK/SMTI Pontianak itu sendiri serta membiarkan para alumni sekolah tersebut tidak bekerja sesuai yang ditentukan oleh sekolah, 2) masih ada siswa yang belum memahami pembelajaran yang diberikan oleh pihak sekolah sehingga mereka harus belajar dari awal kembali, 3) pihak sekolah merekrut tenaga kerja tidak sesuai dengan keahlian siswa tersebut pernah terjadi komplain terhadap pihak perusahaan kepada pihak sekolah yang menyebabkan siswa tersebut harus belajar kembali tentang apa yang diinginkan pihak perusahaan, 4) pihak sekolah memfokuskan kepada siswa yang berprestasi yang mengakibatkan siswa yang tidak bekerja tidak direkrut sepenuhnya oleh pihak sekolah. Saran peneliti ialah membuat forum diskusi kepada siswa SMK/SMTI Pontianak mengenai tujuan dari sekolah, meningkatkan prestasi siswa, serta melakukan psikotes (mengenali bakat calon dari siswa SMTI Pontianak) pada saat penerimaan siswa baru. Kata-kata Kunci : Budaya Organisasi, Penyerapan Tenaga Kerja, Karakteristik Budaya
EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DALAM PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SEKADAU Aleksia, Aleksia
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i2.2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai dalam pembuatan Akta Kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sekadau. Penelitian ini didasarakan atas permasalahan belum efektifnya kerja pegawai dalam pembuatan akta kelahiran kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Penelitian ini menggunakan teori Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja menurut Richard M. Steers (dalam Umam 2012:351) yang terdiri dari 1)Karakteristik Organisasi. Dalam penempatan pegawai tidak disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan pegawai, tidak seimbangnya jumlah pegawai dengan beban pekerjaan yang ada; 2) Karakteristik Lingkungan. Adanya proses komunikasi dengan Instansi Pemerintah lainnya, namun proses komunikasi dengan masyarakat belum baikdikarenakan masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pembuatan akta kelahiran,ruang kerja yang sempit dan tidak tertata dengan baik menurunkan semangat kerja pegawai; 3) Karakteristik Pekerja. Ketertarikan pegawai dalam mengerjakan pekerjaan belum baik dikarenakan tidak adanya reward yang dapat meningkatkan motivasi pegawai, sikap pegawai yang kurang disiplin dalam bekerja turut menghambat pemberian pelayanan akta kelahiran bagi masyarakat; 4) Karakteristik Kebijaksanaan dan Praktek Manajemen. Upaya peningkatan kepemilikan akta kelahiran dilakukan melalui inovasi pelayanan jemput bola akta kelahiran, namunhal tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Saran dalam penelitian ini yaitu melakukan pengelolaan manajemen SDM (sumber daya manusia), penambahan personil pegawai agar seimbang dengan beban kerja, pembenahan fasilitas ruang kerja agar didapatnya kenyaman dalam bekerja, menerapkan sistem reward dan punishment untuk mengatasi pegawai yang tidak disiplin, serta meningkatkan pelaksanaan program Jemput Bola dengan cara dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Kata Kunci: Efektivtas Kerja, Pegawai.

Page 36 of 132 | Total Record : 1314


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): PUBLIKA EDISI JUNI 2024 Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024 Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023 Vol 12, No 3 (2023): PUBLIKA EDISI SEPTEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023 Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023 Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022 Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022 Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022 Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021 Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 2 (2021): PUBLIKA, EDISI JUNI 2021 Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021 Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020 Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020 Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020 Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019 Vol 8, No 2 (2019): PublikA, Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018 Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018 Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017 Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017 Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017 Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016 Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016 Vol 4, No 4 (2015): Publika, Edisi Desember 2015 Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015 Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014 Vol 3, No 3 (2014): Publika, Edisi September 2014 Vol 3, No 2 (2014): Publika, Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014 Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013 Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013 Vol 1, No 1 (2012): PublikA, Edisi Perdana 2012 More Issue