cover
Contact Name
Deni Darmawan
Contact Email
dendar@untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
labkom@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2442546X     EISSN : 2442546X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418%2Fpublika.v10i2
Core Subject : Social,
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles 1,314 Documents
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SEGEDONG KECAMATAN SEGEDONG KABUPATEN MEMPAWAH NURUL FAZRIN NIM. E21110060
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v4i2.624

Abstract

Kualitas pelayanan yang terjadi pada Puskesmas Segedong Kabupaten Mempawah terkait pelayanan kesehatan kepada pasien masih kurang maksimal.Berdasarkan permasalahan yang ada seperti kurangnya jumlah tenaga kesehatan, kurangnya kualitas tenaga kesehatan dan kurangnya sarana dan prasarana menunjang dalam memenuhi kebutuhan pasien.Menurut Zeithhaml-Parasuraman-Berry kualitas pelayanan dipengaruhi oleh lima dimensi yaitu dimensi tangibles, dimensi reliability, dimensi responsiveness, dimensi assurance dan dimensi emphaty.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang berusaha menggambarkan keadaan objek, suatu kondisi atau lingkungan tertentu dan menganalisis secara umum permasalahan serta fenomena yang terjadi secara sistematis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dimensireliability, dimensi assurance, dan dimensi Emphaty sudah terlaksana dengan baik dimana pada dimensi reliability puskesmas telah melaksanakan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan, pada dimensi assurancepegawai puskesmas dalam memberikan informasi kepada pasien tidak dengan marah-marah dan untuk dimensi emphaty petugas puskesmas memiliki kemauan untuk memahami kebutuhan dan menjalin komunikasi yang baik dengan pasien. Sedangkan untuk dimensi tangiblesdan dimensi responsiveness belum terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari dimensi  tangibles kondisi dinding Puskesmas Segedong yang retak dan plafon yang sudah mau lepas selain itufasilitas yang tersedia tidak dimanfaatkan dan kurangnya jumlah tenaga kesehatan pada puskesmas, sedangkan pada dimensi responsiveness pasien masih kurang puas dengan kecepatan pelayanan yang diberikan dan terkesan lamban. Saran dari peneliti terkait dengan kualitas pelayanan yaitu memperbaiki kondisi gedung yang rusak dan membahayakan pegawai dan pasien serta menambah jumlah pegawai agar tujuan dari puskesmas bisa terwujud yaitu kepuasan pasien bisa terpenuhi.Kata-kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kesehatan, Puskesmas Segedong.    
EVALUASI DAMPAK KEBIJAKAN SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) SINTANG VERA LESMANA NIM. E01112106
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i3.1648

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kinerja guru pada Madrasah  Aliyah  Negeri  Sintang  sebelum dan sesudah Sertifikasi; (2) Untuk mengetahui kinerja guru pada Madrasah Aliyah Negeri Sintang  sebagai dampak dari kebijakan sertifikasi. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat perbedaan kinerja Guru antara sebelum dan sesudah dinyatakan lulus sertifikasi pada Madrasah Aliyah Negeri Sintang?. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode ini digunakan karena dapat membandingkan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti. Penelitian tersebut di arahkan untuk membandingkan kinerja guru sebelum dinyatakan lulus sertifikasi dengan kinerja guru sesudah dinyatakan lulus sertifikasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sintang. Hasil Penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan kinerja guru MAN Sintang sebelum dan sesudah dinyatakan lulus sertifikasi dimana nilai (P)value  atau Sig. (2-tailed) =  0,000 dan lebih kecil dari nilai a =0,05.  Selisih rata-rata mengambarkan kenaikan guru kinerja guru MAN Sintang sebelum dan sesudah lulus sertifikasi adalah sebesar 18,05.  Hubungan yang signifikan antara  kinerja guru MAN Sintang sebelum sertifikasi dan sesudah sertifikasi sangat kuat dengan Nilai r = 0,918.  Kenaikan kinerja guru MAN Sintang sebesar 18,05 terjadi karena adanya kebijakan setifikasi guru yang diyakini bahwa 84%  peningkatan kinerja guru MAN Sintang merupakan dampak dari kebijakan sertifikasi guru dan 16% disebabkan faktor lain di luar variabel penelitian. Adapun saran terkait hasil penelitian yakni (1) Sebaiknya MAN Sintang melakukan evaluasi secara internal terhadap kinerja guru di Lingkungan MAN Sintang terutama guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi; (2) Sebaiknya  MAN Sintang  dapat berperan sebagai motivator, fasilisator dan mobilisator dalam meningkat kinerja guru di Lingkungan MAN Sintang; (3) Sebaiknya guru MAN Sintang yang telah dinyatakan lulus sertifikasi dapat menunjukan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya.   Kata-kata kunci: Evaluasi, Sertifikasi Guru dan Kinerja
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA GURU PADA YAYASAN PONDOK PESANTREN MAKARIM EL AKHLAQ KOTA SINGKAWANG Masitha Zahrati NIM. E01112139; Dedi Kusnadi *; Agus Eka *
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v8i3.2497

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh kompensasi terhadap semangat kerja guru pada Yayasan Pondok Pesantren Makarim El Akhlaq Kota Singkawang. Penelitian ini didasarkan atas permasalahan cakupan semangat kerja guru pada tahun 2018 sangat rendah dengan indikasi tingginya absensi yang dilihat dari absensi guru. Penelitian ini menggunakan teori Notoatmodjo (2003:162) yaitu dengan kompensasi dapat meningkatkan semangat kerja, menurunkan jumlah absensi, meminimalkan biaya lembur, dan mengurangi intervensi pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Penelitian ini dilakukan melalui uji regresi linear sederhana dengan menggunakan sampel sebanyak 20 orang guru yang merupakan total dari populasi. Hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,922 yang berarti hubungan antar variabel sangat kuat, hasil perhitungan koefisien regresi sederhana sebesar 0,825 yang berarti setiap kenaikan 1% pada variabel kompensasi maka semangat kerja guru akan naik sebesar 0,825, koefisien determinasi menunjukkan bahwa semangat kerja guru pada Yayasan Pondok Pesantren Makarim El Akhlaq Kota Singkawang dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 85%. Sedangkan sisanya 15% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Diharapkan Yayasan Pondok Pesantren Makarim El Akhlaq mengoptimalkan kompensasi para guru, diharapkan Yayasan Pondok Pesantren Makarim El Akhlaq memotivasi seluruh guru untuk meningkatkan semangat kerja, diharapkan peneliti menambah variabel X (variabel bebas) yang mempengaruhi semangat kerja. Kata Kunci: Kompensasi, Semangat Kerja.
PELAYANAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SANGGAU Lorensius Mus E.21110100
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i3.259

Abstract

This article  was about Birth Certificate service at Demography and Civil inscription Office of Sanggau  Regency. This research was conducted to expose the problem of  birth certificate  service nowadays by the rules, regulation and procedures, infrastructure and employee at Demography and Civil inscription Office of Sanggau Regency. The problem was interested to expose because there were a lot of people in Sanggau Regency still have not the birth certificate whereas each people must keep the birth certificate itself. Undang-undang nomor 23 Tahun 2006 about Civil Administration, Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 about Children Protection said that every child has the right to their identity and nationality. Nowadays there were so many people did not know to get the birth certificate so people participated to get the birth certificate was low. Trough this article the researcher hoped the problems of birth certificate servise nowadays by rules, regulation and procedures, infrastructure and employee at Demography and Civil inscription Office of Sanggau Regency  whould be increased. Keywords: Birth certificate, regulation and procedure, infrastructure and employee.
IMPLEMENTASI PROGRAM PELATIHAN PEMBANTU RUMAH TANGGA BERSERTIFIKAT DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT VIVI RESKO SILALAHI NIM. E01109096
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i1.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai proses pelaksanaan program pelatihan kepada tenaga kerja khususnya pembantu rumah tangga agar mendapatkan sertifikat. Pelatihan kepada pembantu rumah tangga di berikan oleh LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) bekerjasama dengan  Disnakertrans. Dalam pemberian sertifikat yang dikeluarkan oleh LPKS kemudian Disnakertrans mengesahkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan teori Charles O. Jones yang mencakup Pengorganisasian (Organization), Interpretasi (Interpretation), Penerapan (Application) Hasil penelitian ini adalah 1.Pengorganisasian : Kurangnya koordinasi antara Disnakertrans dengan LPKS sehingga mengganggu kelancaran jalannya kebijakan,2.Interpretasi masih mengalami hambatan dalam pelaksanannya, karena masih banyak masyarakat yang tidak  bisa menggunakan media sosial sehingga kurangnya informasi.3.Aplikasi: program pelatihan berjalan dengan cukup dinamis, karena petugas melayani calon tenaga kerja dengan ramah dan baik. Saran: Disnakertrans dan LPKS harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelatihan kerja serta pentingnya sertifikat serta koordinasi antara Disnakertrans dan LPKS lebih ditingkatkan agar pelaksanaan lebih optimal. Kata-kata Kunci :Implementasi, Program, Pelatihan, Pembantu Rumah Tangga, Sertifikat,Disnakertrans, LPKS
IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN SEKADAU NO2 TAHUN 2015 TENTANG BANGUNAN GEDUNG (Studi Tentang Izin MendirikanBangunan di Dinas Penanaman Modal dan PerizinanTerpadu) EMILIA ERAWATI NIM E101113150
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i4.2203

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi belum berhasilnya implementasi kebijakan izin mendirikan bangunan (IMB) di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu pintu Kabupaten Sekadau. permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam implementasi  kebijakan Izin Mendirikan Bangunan. Teori yang digunakan adalah teori implementasi George Edward III, dimana keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Paradigma kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif merupakan pendekatan yang digunakan untuk  menyusun penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya komunikasi baik komunikasi antara sesame implementor maupun komunikasi antara implementor dengan masyarakat. Sumber daya dalam implementasi kebijakan IMB masih terbatas baik dari segi anggaran, fasilitas, dan kuantitas pegawai. Dari faktor disposisi ada sikap pelaksana yang acuh tak acuh dan masih belum konsisten terhadap standar waktu yang telah ditetapkan sehingga pembuatan izin sering mengalami keterlambatan. Struktur birokrasi telah memiliki Standar operating procedure (SOP) yang baik akan tetapi SOP perlu disederhanakan lagi. Kata-kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Izin Mendirikan Bangunan/IMB 2018
PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLATIF M. Yusuf Habibi E.21108120
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i2.147

Abstract

Writing this article is intended to provide an understanding of the role of leader in the Kapuas Hulu Regency Legislative Function Implementation. Problem of Kapuas Hulu Regency leadership is not able to fully demonstrate the behavior of a leader who can move the members in carrying out legislative duties. Through the writing of this article is also intended, so abilities Kapuas Hulu Regency leadership in mobilizing its members to carry out legislative functions can be implemented, in terms of the leadership of Parliament SCARA attention to the needs of members in providing motivation, creating an atmosphere of trust and mutual respect and foster-price participation members in decision making. The results showed that the role of leader in performing the function of the legislature parliament in Kapuas Hulu, the reality does not meet expectations. This can be seen from several indicators including: 1) the implementation of the representation function, evident from the many demands / aspirations of the people who submitted to this institution, during the period from 2009 to 2012 many cases have not been resolved, 2) implementation of the legislative function, look The resulting legal product Kapuas Hulu Regency period 2009-2014 still relatively low. 3) implementation of the monitoring function that is owned by the Kapuas Hulu Regency to date has not done as expected. It can be seen, among others, in the areas of policy outputs that better reflect the actual product than the government agency wishes of the people through their representatives, while the approval of the people through parliament more to meet the raw political procedures. Recommendation in this research is the Kapuas Hulu Regency leaders need to give serious attention to the increasing needs of its members in carrying out the functions lagislatif, by the way: look for and choose the ways to satisfy the need to create a pleasant working conditions, reassess the unmet needs, such as safe working conditions and reward are balanced and take action against the firm for its members who break the rules as well as to evaluate the performance achieved its members.Keywords: Leadership Council, Legislative Function. 
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGEMBANGKAN DAYA TARIK WISATA DI DESA PULAU LEMUKUTAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG LEO MARULI HUTABARAT NIM. E01110101
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i2.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal sebagai dasar dalam merumuskan strategi pengembangan daya tarik wisata di Desa Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang.Permasalahan dalam penelitian ini adalah Pulau Lemukutan tersebut masih merupakan daerah tertinggal dan belum cukup dikenal masyarakat luas, kurangnya sarana dan prasarana, serta belum tersentuhnya objek daya tarik wisata Pulau Lemukutan baik dalam hal pemodalan maupun promosi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Dengan menggunakan analisis SWOT tersebut maka akan didapatkan strategi yang cocok untuk mengembangkan daya tarik di Desa Pulau Lemukutan. Hasil dari penelitian ini ialah Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Ekonomi Kreatif masih lamban dalam proses pengembangan objek wisata Desa Pulau Lemukutan. Selain itu, sumber daya manusia dan kelembagaan secara kualitas dan kuantitas belum memadai dan belum adanya komitmen pemerintah, letak geografis, dan tren penggunaan internet dan kecendrungan minat wisata khusus sebagai faktor peluang, sedangkan ancamannya adalah persaingan wisata, kualitas sumber daya manusianya yang belum memadai, potensi kerusakan terumbu karang dan faktor cuaca. Saran dari penelitian ini yakni Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui DISPAREKRAF perlu bertindak cepat dalam proses pengembangan objek wisata Pulau Lemukutan. Terumbu karang sebagai objek penting untuk upaya pengembangan daya tarik wisata Desa Pulau Lemukutan sebaiknya Pemerintah Daerah setempat membentuk suatu lembaga pengelola ekowisata, agar pengembangan daya tarik wisata Desa Pulau Lemukutan dapat diusahakan secara fokus dan terencana. Membenahi segala faktor yang menjadi kelemahan di dalam pengembangan objek wisata Desa Pulau Lemukutan ini serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Desa pulau Lemukutan tersebut. Dan pihak Dinas PAREKRAF khususnya pihak kepariwisataan harus bisa memanfaatkan teknologi khususnya internet, guna mempromosikan objek pariwisata yang ada di Kabupaten Bengkayang khususnya objek wisata Desa Pulau Lemukutan melalui blog khusus yang dimiliki Dinas PAREKRAF maupun melaui media-media sosial yang sedang diminati pada zaman ini.      Kata-kata Kunci : Strategi Pengembangan, Daya Tarik Wisata, Pulau Lemukutan, Analisis SWOT
KINERJA ORGANISASI DALAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT GALING KABUPATEN SAMBAS KARTIKA NIM. E1012131029
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i2.1967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kinerja organisasi pemerintah kecamatan dalam menyelenggarakan pelayanan publik terkait pelayanan E-KTP yang dilaksanakan di Kantor Camat Galing Kabupaten Sambas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya keefisienan penganggunaan waktu dalam melakukan pelayanan, kurangnya transparansi pelayanan Pelayanan lamban dan tidak adanya kepastian waktu penyelesaian, kurangnya keramahan petugas dalam memberikan pelayanan, kurangnya ketanggapan petugas terhadap keluhan masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Dwiyanto dalam (Pasalong, 2007: 178) dengan 5 indikator kinerja organisasi yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah kecamatan Galing dalam memberikan pelayanan  sudah cukup baik, namun masih ada kendala pada alat perekaman yang sering rusak, pelayanan yang diberikan sudah baik, kemampuan organisasi dalam menyelenggarakan pelayanan publik khususnya dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sudah baik dan sesuai kebutuhan masyarakat, pelaksanaan kegiatan atau program pemerintah Kecamatan terkait pelayanan publik juga sudah sesuai dengan kebijakan atau peraturan yang ada sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),  melayani masyarakat menjadi prioritas utama kecamatan. Kata Kunci :          Kinerja Organisasi, Pelayanan Publik, Produktivitas, Kualitas Layanan, Responsivitas, Responsibilitas Dan Akuntabilitas
KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA PONTIANAK TERHADAP KUALITAS DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK DICKY RINALDI NIM. E01110001
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v4i2.665

Abstract

Penelitian yang peneliti lakukan ini mengenai pengukuran kinerja dinas kesehatan terhadap kualitas dari pengawasan berkala depot air minum isi ulang. Melihat kenyataan mengenai kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi air minum isi ulang demikian besar, sehingga usaha depot pengisian air minum tumbuh subur dimana-mana sehingga dibutuhkan pengawasan. Dinas Kesehatan Kota Pontianak sebagai motor penggerak utama yang akan mendorong masyarakat untuk hidup sehat terutama terhadap air minum isi ulang yang akan dikonsumsi, diharap mampu mengupayakan pengawasan berkala terhadap kualitas depot air minum isi ulang. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan teori analisis pengukuran kinerja pengawasan yang dikemukakan oleh Bastian  dalam  Hessel (2005:175), pengukuran pengawasan ini menggunakan dua indikator yaitu indikator masukan (input) meliputi  penerapan peraturan atau standarisasi pengawasan, fasilitas pengujian air minum, petugas pengawas yang kompeten, pengumpulan informasi dari depot yang akurat, dan lain sebagainya, dan indikator keluaran (output) yaitu sesuatu  yang  diharapkan  langsung dicapai dari suatu kegiatan yang berupa fisik atau pun nonfisik.Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari dua indikator pengukuran kinerja yang digunakanyaitu indikator masukan (input) dan indikator keluaran (output), kinerja Dinas Kesehatan Kota Pontianak sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kunjungan rutin ke depot setiap bulannya untuk mengambil sampel air serta mengecek fisik dari bangunan depot. Pelaksanaan pengawasan ini juga sesuai dengan standarisasi pengawasan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Walaupun begitu,masih ditemui kendala diantaranya masih terdapat beberapa depot yang belum mendapatkn ijin resmi dari Dinas Kesehetan Kota Pontianak, sehingga luput dari pengawasan terhadap kualitas depotnya serta rendahnya kesadaran pemilik depot air minum isi ulang terhadap kegiatan-kegiatan penyuluhan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak sehingga masih ditemui beberapa depot yang tidak memenuhi standar. Selain itu petugas pengawas dirasa masih kurang kompeten dan sering diperbantukan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak maupun UPTD Puskesmas.  . Kata-kata kunci : Dinas Kesehatan, Depot Air Minum Isi Ulang, Pengawasan Berkala, tips hidup sehat

Page 52 of 132 | Total Record : 1314


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): PUBLIKA EDISI JUNI 2024 Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024 Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023 Vol 12, No 3 (2023): PUBLIKA EDISI SEPTEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023 Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023 Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022 Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022 Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022 Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021 Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 2 (2021): PUBLIKA, EDISI JUNI 2021 Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021 Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020 Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020 Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020 Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019 Vol 8, No 2 (2019): PublikA, Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018 Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018 Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017 Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017 Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017 Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016 Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016 Vol 4, No 4 (2015): Publika, Edisi Desember 2015 Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015 Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014 Vol 3, No 3 (2014): Publika, Edisi September 2014 Vol 3, No 2 (2014): Publika, Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014 Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013 Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013 Vol 1, No 1 (2012): PublikA, Edisi Perdana 2012 More Issue