cover
Contact Name
Deni Darmawan
Contact Email
dendar@untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
labkom@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2442546X     EISSN : 2442546X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418%2Fpublika.v10i2
Core Subject : Social,
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles 1,314 Documents
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KECAMATAN BEDUAI KABUPATEN SANGGAU NIM. E01112182, PAULA LIKAWATI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i2.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan pembuatan e-KTP di Kecamatan Beduai. Permasalahan dalam pelayanan pembuatan e-KTP, yaitu belum terselesaikannya perekaman KTP Elektronik (e-KTP) yang ditentukan oleh pemerintah pusat, jumlah perekaman menurun  pada tahun 2014 dan terdapat perbedaan data dalam Kartu Keluarga dengan yang tercetak dalam e-KTP. Penelitian ini difokuskan pada: kualitas pelayanan administrasi kependudukan khususnya pelayanan pembuatan e-KTP di Kecamatan Beduai, dengan mengacu pada indikator kualitas pelayanan menurut Zeithaml, Parasuraman dan Berry (Pasolong, 2011:135) meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah dari aspek tangibles, kurangnya fasilitas penunjang seperti kursi ruang tunggu, tidak disediakan meja, pernah kehilangan kamera diruang perekaman e-KTP, kerusakan alat (Finger Print), dan sering terjadi gangguan jaringan. Berdasarkan aspek reliability petugas kurang berhati-hati dan kurang teliti dalam menginput data masyarakat. Aspek  Responsiveness  sudah berjalan dengan baik  dimana respon petugas terhadap masyarakat serta kebutuhan masyarakat sudah cukup baik, pegawai cukup ramah, apabila ada masyarakat yang datang kekantor, petugas langsung menyapa dan menanyakan kebutuhan masyarakat, namun tidak adanya sosialisasi mengenai persyaratan dalam pembuatan e-KTP, dari aspek assurance kurangnya koordinasi antara pihak Kecamatan dengan pusat mengenai waktu tercetaknya e-KTP setelah perekaman dan dari aspek empathy secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik.  Saran untuk penelitian ini adalah : untuk aspek tangibles, perlu adanya pengadaan sarana yang masih kurang seperti menambah kursi di ruang tunggu, menyediakan meja, dan  menjaga sarana yang telah ada agar tidak mudah rusak yang dapat menghambat proses pelayanan pembuatan e-KTP, untuk aspek  reliability, petugas lebih berhati-hati dan lebih teliti lagi agar tidak terjadi kekeliruan dalam menginput data masyarakat, untuk aspek Responsiveness, mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai syarat-syarat dalam pembuatan e-KTP,  dan untuk aspek assurance, meningkatkan koordinasi antara pihak Kecamatan dengan pusat mengenai waktu tercetaknya e-KTP setelah perekaman. Kata-kata kunci : Pelayanan, e-KTP, Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty
IMPLEMENTASI PROGRAM PENINGKATAN KESEMPATAN KERJA di DINAS PENANAMAN MODAL, TENAGA KERJA dan PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA PONTIANAK E1011141086, RASTUTI TRINAWATI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i2.1978

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah penduduk di Kota Pontianak yang secara tidak langsung juga mempengaruhi tingkat pengangguran di Kota Pontianak. Penulis menggunakan tiga aktivitas dari teori Charles O. Jones untuk mengetahui proses implementasi program peningkatan kesempatan kerja di Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data maka menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program peningkatan kesempatan kerja dapat terlaksana melalui tiga aktivitas yaitu aktivitas pengorganisasian, interpretasi dan aplikasi. Dalam aktivitas pengorganisasian sudah dilakukan penentuan para pelaksana, Standard Operating Procedur (SOP), penentuan sumber daya keuangan dan peralatan, penetapan manajemen pelaksanaan program peningkatan kesempatan kerja dan penetapan jadwal kegiatan dalam program peningkatan kesempatan kerja. Pada aktivitas interpretasi telah dilakukan sosialisasi internal dan eksternal, sedangkan pada aktivitas aplikasi telah dilakukan pelatihan tenaga kerja terhadap para pencari kerja di Kota Pontianak. Saran yang dapat peneliti berikan yaitu, sosialisasi eksternal dilakukan lebih intensif secara terus menerus terutama pada pelaksanaan kegiatan pelatihan tenaga kerja agar masyarakat dapat berpartisipasi dan kuota peserta dapat terpenuhi. Menambah cakupan dari kelompok sasaran mulai dari masyarakat yang tidak bersekolah, SD, dan SMP sehingga kegiatan pelatihan tenaga kerja dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat. Menambahkan jenis pelatihan tenaga kerja agar semakin banyak jenis pelatihan maka masyarakat juga dapat memilih sesuai dengan bakat dan minat mereka. Kata-kata kunci : Implementasi Program, Kesempatan Kerja, Tenaga Kerja
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA KABUT ASAP DI KOTA PONTIANAK (Studi Di Kecamatan Pontianak Tenggara) ROHANDI TARIGAS NIM: E01110014
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v4i1.588

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah terkendalanya kinerja pelaksana dalam menanggulangi bencana kabut asap. Seperti sumberdaya dalam menanggulangi kabut asap masih kurang memadai, Komunikasi dan Koordinasi antara Pemerintah Daerah maupun Kota belum optimal, Sosialisasi peduli bencana kabut asap masih kurang, sehingga Tujuan kebijakan belum dapat dipahami oleh masyarakat. Penulis menggunakan teori implementasi dari van Meter dan van Horn (Agustino, 2008:142) yang mengatakan bahwa setidaknya ada enam variabel yang mempengaruhi kinerja kebijakan publik seperti: ukuran dan tujuan,sumberdaya, karakteristik agen pelaksana, sikap para pelaksana, komunikasi antar organisasi, lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1).Ukuran dan tujuan kebijakan, tujuan implementasi penanggulangan bencana kabut asap, sudah tercapai dan dimengerti berbagai pihak, namun dalam hal pendataan kepada masyarakat yang rentan bencana masih dirasakan kurang baik. (2). Sumberdaya, SDM dari BPBD sudah cukup berpengalaman dan memiliki tingkat pendidikan yang baik, namun dari segi jumlah kurang memadai, Tetapi di bantu dengan adanya relawan.  Dari segi anggaran yang ada dinilai pemanfaatannya kurang baik dalam menanggulangi bencana. (3). Karakteristik agen pelaksana, seluruh tahap penanggulangan dilakukan berdasarkan standar penyelamatan dilapangan, dan dalam penyebaran tanggung jawab antar instansi sudah cukup baik. (4). Sikap para pelaksana, secara respon dan kontrol pelaksana sudah cukup baik. (5). Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana, penyampaian informasi dari pembuat kebijakan ke pelaksana kebijakan sudah sangat baik dan benar.(6). Lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Bencana kabut asap mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sehingga terjadi penurunan pendapatan Sedangkan untuk  keadaan politik di kota Pontianak saat bencana kabut asap berlangsung masih cukup baik. Saran penelitian ini agar pelaksana meningkatkan pendataan kepada  kelompok  masyarakat, serta menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana, Seperti menciptakan Masyarakat Peduli Api/ Asap (MPA) dengan anggaran yang ada. Kata-kata Kunci:       Kinerja Pelaksana,  Implementasi kebijakan, Penanggulangan Bencana, Kabut Asap.    
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KECAMATAN SEPONTI KABUPATEN KAYONG UTARA SITI NGAFIFAH NIM. E01112115
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i3.1612

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemerintah dalam perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dengan catatan mengikuti persyaratan yang diwajibkan. Persyaratan itu terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yaitu kesehatan dan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor implementasi PKH di Kecamatan Seponti, penelitian ini didasarkan pada teori Edward III yang menggunakan tiga variabel dalam mengukur suatu implementasi kebijakan publik. Faktor pertama, komunikasi dalam bentuk sosialisasi masih kurang yang menyebabkan pemahaman masyarakat mengenai PKH masih minim. Faktor kedua, masih kurangnya sumberdaya fasilitas untuk petugas pendamping dalam melaksanakan tugasnya di Kecamatan yang mempengaruhi pelaksanaan program di Kecamatan Seponti. Faktor ketiga, disposisi yang merupakan sikap pelaksana yang terlihat masih kurang disiplin dalam pelaksanaan program untuk mendukung implementasi PKH. Berdasarkan hasil penelitian  di lapangan bahwa Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Seponti belum dilaksanakan dengan baik. Kata-kata kunci: Implementasi Kebijakan, Program Keluarga Harapan (PKH)
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA KOREK KECAMATAN SUI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Yuliani NIM. E1011151145; H. Sri Haryaningsih *; Martinus *
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v8i3.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Korek Kecamatan Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya, dengan focus penelitian pada proses Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Korek Kecamatan Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Untuk menganalisis penelitian ini peneliti menggunakan teori Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti yaitu terdiri Sosialisasi, Penyaluran (Delivery Activities), dan Pemnafaatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripitif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Korek Kecamatan Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya masih belum berjalan dengan baik, dikarenakan masih ada keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan Program keluarga harapan (PKH) tidak tepat sasaran dan untuk pemanfaatan dana Program keluarga harapan (PKH) masih ada Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menggunakan dana Program keluarga harapan (PKH) untuk membeli barang yang tidak sesuai dengan ketentuan Program Keluarga Harapan (PKH). Saran untuk hasil penelitian ini adalah sebaiknya menggunakan data yang terbaru, ataupun dengan melakukan pendataan ulang kepada keluarga yang tergolong sebagai keluarga miskin agar keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan program keluarga harapan (PKH) benar-benar tepat sasaran dan penyelenggara Program Keluarga Harapan (PKH) perlu melakukan pengawasan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar dana yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) digunakan sesuai dengan ketentuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kata Kunci: Implementasi, Program Keluarga Harapan (PKH), Keluarga Penerima Manfaat (KPM). THE IMPLEMENTATION OF PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) IN KOREK VILLAGE OF SUI AMBAWANG SUBDISTRICT KUBU RAYA DISTRICT Oleh: YULIANI 1* NIM. E1011151145 Dr. H. Sri Haryaningsih, M,Si2 , Martinus, S. Sos, M, AB2 *Email: yuliani2151@gmail.com 1. Student of Public Administratio Sciences of Social Sciences Faculty University of Tanjungpura Pontianak 2. Lecturer of Public Administratio Sciences of Social Sciences Faculty University of Tanjungpura Pontianak Abstract This descriptive qualitative study aimed to provide an understanding of the Implementation of the family of Hope or Keluarga Harapan (or PKH) in Korek village, Sui Ambawang sub-district, Kubu Raya district. The Focus of this research was on the process of implementing the PKH program in the korek village. The analyze the data, this study uses the theory of Erwan Agus Purwanto and Dyah Ratih Sulistyastuti consisting of Socialization, Delivery Activities, and Utilization. The results of the study show that the implementation of PKH in the Korek village of Sui Ambawang sub-district, Kubu Raya district is not going well. This is due to the fact that there are still families of beneficiaries (or KPM) who receive PKH program assistance that is not on target and is not effective. This means that there are still KPM families who use funds obtained from the PKH program to buy goods that are not inaccordance with the PKH program provisions. Suggestions generated from the results of this study are that the implementers should use the latest data or reconduct data collection on families wwho are classified as poor families. In order for beneficiary families to use PKH program funding assistance appropriately. So, PKH organizers need to supervise beneficiary families so that funds receved by KPM are used in accordance with the provisions of the program of Keluarga Harapan (PKH) Kata Kunci: Implementation, Program Keluarga Harapan (PKH), Beneficiary Families (KPM).
KURANGNYA SUMBERDAYA DALAM MENGAWASI PRODUK PANGAN BERBAHAYA DI KECAMATAN SEKAYAM YANG DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Methie Hadianti E.01109024
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i3.245

Abstract

Consumer protection in border area of Indonesia-Malaysia is not well implemented yet. It is indicated by the big amount of dangerous products in the market. The consumer right to get pleasure, security, and safety in consuming a product is not fully guaranteed. This study describes the problem about the lack of human resources, right, and facilities to control dangerous food product in district Sekayam, in related to the Consumer Protection Law. The method implemented in this study is qualitative approach with descriptive analysis. The result shows that there is inadequacy of POM human resources in implementing the regulation of consumer protection. It is caused by the scope of the duty is too wide, whereas the authority given to them is really limited on the controlling the food product distribution and taking the sample, besides the facility provided for POM is also inadequate. As the conclusion, it is needed to increase the number of POM human resources in order to improve the implementation of Consumer Protection Law, expand the authority of POM to do more duties such as doing sample test, and inform the society about the issues. In addition the facilities to support POM are also significantly needed to be improved. Key Words: Consumer Protection, POM Human Resources, POM Authority and POM Facility.
STRATEGI PENGUATAN MASYARAKAT SIAGA BENCANA DI KABUPATEN KAYONG UTARA M. SAHID NIM. E01111073
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i4.1345

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum berfungsinya kelompok Masyarakat Peduli Bencana sebagai garda depan upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Kayong Utara,  sehingga perlunya strategi penguatan terhadap kelompok, penelitian mengunakan teori penguatan kelembagaan,  yang diukur dari beberapa indikator kelembagaan yaitu, kejelasan tujuan, kejelasan misi, fungsionalisasi, pembagian tugas, departementalisasi, keseimbangan wewenang dan tanggung jawab, kesatuan arah dan komando, kejelasan kebijakan serta rentang kendali, yang dirumuskan strategi menggunaka nanalisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum mampunya kelompok menghadapi bencana Karena volume bencana, kurangnya sumberdaya, sumberdana, sarana, serta simtem pengawasan, perencanaan yang masih kurang, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KKU. Saran dari hasil adalah mengembangkan kemampuan dan kapasitas kelompok dalam upaya penanggulangan bencana dalam arti melibatkan seluruh elemen-elemen kelompok masyarakat dari para  tokoh adat, tokoh masyarakat pada satuan terkecil unit pemukiman  penduduk (RT dan RW), kelompok keagamaan (Gereja, Masjid dan Surau), pemuda dan pegawai pemerintah (TNI, POLRI dan PNS) untuk secara bersama-sama dan tergabung  dalam satu peguyubantangguh bencana sehingga besar atau kecilnya volume bencana dapat ditanggulangi serta  menumbuhkan pemahaman terhadap masyarakat, akan pentingnya kerjasama serta dukungan dari seluruh elemen untuk bersama sama berupaya menaggulagi bencana, menjaga lingkungna serta mengawasi pihak pihak yang dapat merugikan lingkungan. Kata-kata Kunci : Kelompok, Bencana, Penguatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN BENGKAYANG SIRAH NIM. E1013141022
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i3.2159

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi Kinerja Pegawai Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang dalam pelaksanaan program. Permasalahan yang diangkat bersumber pada kepemimpinan. belum dirasakan oleh karyawan dalam mengaplikasikan perintah pimpinan. Sumber daya manusia (aparatur/staf) masih terbatas baik secara kulitas maupun kuantitas  dan lingkungan kerja khusus sarana dan prasarana kurang mendukung.  Metode yang digunakan jenis penelitian deskritif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi Kinerja Pegawai Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang yang meliputi: Faktor Kepemimpinan, kenyataan menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya kinerja pegawai, seperti terlihat dari besarnya ketergantungan pegawai terhadap pemimpin, miskinnya dorongan atau motivasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas terhadap staf. Faktor Sumber Daya manusia, secara kualitas dan kuantitas belum menunjukkan hasil yang maksimal dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Hal tersebut disebabkan belum memadai dari segi latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi dan keterampilan.  Faktor Lingkungan Kerja masih kurang mendukung. Peran aktif pegawai dalam melaksanakan tugas  terlalu terfokus pada arahan dan petunjuk atasan, terutama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi terlalu tergantung pada Kepala Dinas, sehingga terkesan terlalu formal dan kaku.Kata-kata Kunci: Faktor-Faktor, Mempengaruhi, Kinerja, Pegawai. 
PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT MISKIN di RSUD.SOEDARSO PONTIANAK Ayu Permatasari E.01108139
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i1.125

Abstract

This article is intended to find out the implementation of the service given to Public Health Security Card Holders in the Inpatient Ward for Lung Problems at Dr. Soedarso Hospital, Pontianak. The purpose of this article is to be able to see the quality of service of the medical personnel in providing health services to patients who are jamkesmas card holders, and to see the state of existing support facilities such as beds for inpatients that do not meet the standard especially in the third class for lung treatment. This is qualitative research. The results indicated that the conditions of service in the provincial hospital Dr. Soedarso Pontianak especially for Jamkesmas card holders generally are still not good due to the complaint from patients regarding the service provided. The medical personnel are considered less responsive in providing service. The facilities are not sufficient. The medical personnel should show a friendly attitude, empathy, providing services in a fair manner by not distinguishing patients’social status as well as providing the best facilities. Keywords: quality of service, responsiveness and hospital Facilities.
IMPLEMENTASI PROGRAM BERAS MISKIN DI DESA TIRTA KENCANA KABUPATEN BENGKAYANG ROSASIANI NIM. E01108029
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i1.1011

Abstract

Program Beras miskin oleh Pemerintah diperuntukan bagi Rumah Tangga Miskin hingga saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan, diantaranya mengenai pendistribusian yang belum tepat sasaran, belum tepat jumlahnya dan belum tepat waktu sehingga belum maksimal manfaat bagi masyarakat penerima. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriftif yang menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi dilapangan secara apa adanya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan distribusiProgram Raskin di Desa Tirta Kencana.Penelitian dilakukan di Desa Tirta Kencana dengan subyek penelitian petugas Kecamatan Bengkayang khususnya yang menangani Program Raskin, Kepala Desa Tirta Kencana dan masyarakat penerima Program Raskin.Dari hasil penelitian dilapangan menunjukkan masih banyak dijumpai masyarakat yang tidak tepat sasaran menerima Program Raskin, harga jual yang sampai kemasyarakat masih belum standar dan waktu penerimaan yang tidak tetap. Kurang keakuratan data yang ada tentang penerima raskin juga masih banyak ditemui. Untuk ke depan diharapkan pemerintah dapat memberikan data-data penerima Program Raskin yang akurat sehingga tidak ada data yang ganda. Dan menciptakan suatu program baru untuk membantu masyarakat miskin yang mana masyarakat tidak terlalu bergantung pada bantuan program Pemerintah. Kata-kata Kunci :Implementasi, Program Raskin, Distribusi

Page 61 of 132 | Total Record : 1314


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): PUBLIKA EDISI JUNI 2024 Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024 Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023 Vol 12, No 3 (2023): PUBLIKA EDISI SEPTEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023 Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023 Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022 Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022 Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022 Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021 Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 2 (2021): PUBLIKA, EDISI JUNI 2021 Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021 Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020 Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020 Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020 Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019 Vol 8, No 2 (2019): PublikA, Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018 Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018 Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017 Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017 Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017 Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016 Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016 Vol 4, No 4 (2015): Publika, Edisi Desember 2015 Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015 Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014 Vol 3, No 3 (2014): Publika, Edisi September 2014 Vol 3, No 2 (2014): Publika, Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014 Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013 Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013 Vol 1, No 1 (2012): PublikA, Edisi Perdana 2012 More Issue