cover
Contact Name
Halim Setiawan
Contact Email
halimiaisambas@gmail.com
Phone
+6282350621157
Journal Mail Official
halimiaisambas@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Sejangkung Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
ISSN : 26153181     EISSN : 26863227     DOI : https://doi.org/10.37567/syiar.v3i1
Core Subject : Education, Social,
Syiar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam is an academic journal that emphasizes actual issues related to Communication Science, Counseling, and Guidance of Islamic Society. Syiar: Journal of Communication Science, Counseling and Islamic Community Guidance focuses on several topics including Communication Science, Information Technology, Journalism, Media, Public Relations, Communication or Counseling Psychology, Extension Science, and Guidance and Counseling Science. The contents of the journal include research reports, studies of scientific analysis in the field of communication and outreach, theory application, and book reviews.
Articles 61 Documents
Problematika Dakwah di Dunia Maya A. Rafik
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i1.561

Abstract

Dakwah adalah proses menjadikan perilaku seorang muslim untuk menjalankan Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin yang harus didakwahkan kepada seluruh manusia. Dakwah bisa difahami sebagai proses internalisasi, ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat. Adapun tujuan diadakannya dakwah tidak lain adalah untuk menumbuhkan pengertian, penghayatan, kesadaran, dan pengenalan terhadap ajaran agama yang dibawa oleh para juru dakwah. Secara umum, dakwah bertujuan untuk mengajak manusia kembali pada syariat dan hukum agama, agar manusia dapat mengatur dirinya sesuai dengan ketentuan agama. Dakwah di jaman sekarang ini harus mampu menyesuaikan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Dakwah harus bisa memanfaatkan setiap media massa yang ada sebagai sarana penyampaiannya. Internet adalah salah satu media massa yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Istilah lain dari internet dunia maya. Beberapa tahun belakangan ini, banyak da’i dan organisasi Islam yang memanfaatkan internet sebagai media dakwah. Internet sebagai salah satu media massa dinilai sangat efektif dan potensial bagi pengembangan dakwah dan syiar agama Islam dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya. Namun, di sisi lain internet tentunya juga memiliki kekurangan yang bisa menghambat penyampaian pesan dakwah.
Prinsip Dakwah Moderat di Kalangan Nonmuslim: Studi Kasus Dakwah Gus Miftah Nadia Izzati Irma; Luthfi Ulfa Ni’amah
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i1.1169

Abstract

Dakwah artinya mengajak seluruh manusia kebaikan dan pelakunya adalah Allah SWT , rusulullah dan nabiullah, serta orang orang yang memiliki keimanan dan selalu berbuat kebaikan. Dengan Dakwah Islam akan semakin berkembang dan memahami kandungan agama, tidak hanya untuk mengimplementasikannya, tetapi juga untuk memahami sunnah sunnah yang disebut hadits yang diajarkan oleh para nabi dan rasul. Ada sejumlah keterkaitan dakwah terbagi dalam banyak versi, seperti salah satunya, dakwah moderat. Dakwah moderat adalah dakwah yang terfokus pada nilai- nilai kemanusiaan, dalam rangka meneladani kemurnia n ilmu agama yang telah dikuasai dan dikomunikasikan kepadanya. Hal ini adalah cara untuk menenangkan jiwa dan mencapai mad' u yang diinginkan. Gus Miftah adalah seorang pendakwah yang dikenal dengan logatnya yang unik dan dicintai oleh seluruh manusia, termasuk non-Muslim. Dia berani menyampaikan konten Dakwah kepada orang-orang yang berbeda keyakinan, yang bisa dikatakan sebagai terobosan baru dalam misi dakwah non-Muslim.
Pesan Dakwah dalam Film Pendek “Makr” Hidayah, Nurul; Ni’amah , Luthfi Ulfa
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 2 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i2.1181

Abstract

Film telah ada sejak zaman kuno. Sejarah dunia film mengalami perkembangan yang cukup panjang dari waktu ke waktu. Dari mulai ditemukan perangkat kinetoskop sebelum abad ke-20, kemudian berkembang hingga 1937 di zaman retro mulai 1980-an. Pada pertengahan 1970-an, film atau orang Barat memperkenalkan mereka dengan 'bioskop' mulai dikemas melalui kaset video dan kemunculan simultan cakram laser atau dvd, yang masih ditemui di era saat ini. Semakin banyak, film berkembang luas. Dimulai dengan film teater, music, film, pembuatan karya komersial, film televisi (FTV) dan film layar lebar. Melalui pertunjukan sebuah film, publik dapat mempresentasikan makna dari film tersebut. Pada film yang akan diteliti oleh peneliti ini, akan disajikan dari perspektif ajudikasi. Film pendek 'Makr' merupakan film yang diadaptasi dari realitas kehidupan manusia yang mengutamakan kepentingan duniawi hingga melupakan segalanya, termasuk keyakinannya. Film ini diunggah oleh channel youtube 'ALTER' ketika ramai dibicarakan oleh publik media sosial di tengah pandemi lalu. Film ini mengajarkan kita sebagai banyak muslim untuk selalu berpegang teguh kepada Allah SWT dan segera menghindari penyebarannya. Topik analisis film ini menggunakan analisis Theologies Adjutant. Kemudian dari segi sumber data, dihasilkan dari perpustakaan sumber dan analisis adegan. Film ini juga dikaji menggunakan studi kualitatif deskriptif. Agar lebih luas dan detail. Peneliti menyela film 'Makr' dari perspektif ajudikasi melalui adegan dan makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga dapat diteliti dan menghasilkan analisis yang bermanfaat.
Pola Interaksi Guru dan Murid dalam Proses Pembelajaran di MAS Al-Furqon Cimerak Hakim, Maulana Adam
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 2 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i2.1577

Abstract

Di dalam penelitian ini akan membahas bagaimana pola interaksi guru dengan murid dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Al-Furqon Cimerak, Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengemupulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik secara tringulasi yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi guru dengan murid dalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunujakan bahwa pola interaksi yang sering dilakukan di MAS Al-Furqon Cimerak yaitu pola interaksi satu arah dengan mengunakan metode ceramah, Komunikasi dua arah sering dilakukan dengan melakukan tanya jawab sepertihalnya kuis, Dan komunikasi tiga arah dilakukan dengan pemberian materi kepada para peserta didik untuk didiskusikan oleh setiap kelompoknya masing-masing dan dipersentasikan Kembali. Pola interaksi yang dilakuan di MAS Al-Furqon Cimerak bertujuan untuk menyiptakan kelas yang bernilai edukatif.
Pengaruh Kepribadian Terhadap Interaksi Sosialisasi Azi Ramdani; Fitri Syifa Nuriyah
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i1.2208

Abstract

Interaksi sosialisas adalah proses penting dalam kehidupan manusia yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai situasi. Kepribadian seseorang dapat mempengaruhi bagaimana individu tersebut berinteraksi sosial dengan orang lain. Tujuan artikel ini adalah untuk membahas pengaruh kepribadian terhadap interaksi sosialisasi. Dalam artikel ini, akan dijelaskan beberapa teori kepribadian yang relevan dan bagaimana kepribadian mempengaruhi interaksi sosialisasi.Penelitian ini bertujuan untuk memahami Pengaruh Kepribadian Terhadap Interaksi sosial serta bagaimana peran mereka dalam memperkuat nilai-nilai budaya dan kepribadian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kepribadian individu dapat mempengaruhi interaksi sosialisasi mereka Interaksi sosialisasi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Melalui interaksi sosialisasi, individu dapat berhubungan dengan orang lain, membangun hubungan, dan memperluas jaringan sosial mereka.mKepribadian individu dapat mempengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Individu dengan kepribadian neurotik cenderung memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dan dapat cenderung mengekspresikan emosi yang lebih intens dalam interaksi sosial. Mereka mungkin lebih rentan terhadap konflik atau perasaan tertekan dalam situasi sosial yang menekanindividu dengan kepribadian yang lebih stabil cenderung lebih tenang dan lebih mampu mengatasi stres dalam interaksi sosialisasi. Individu dengan kepribadian yang lebih terbuka cenderung lebih fleksibel dan lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan ide-ide yang berbeda. individu dengan kepribadian yang lebih tertutup cenderung lebih konservatif dalam preferensi dan minat mereka, dan mungkin lebih memilih interaksi sosial yang konsisten dengan nilai-nilai dan minat mereka.
Membangun Budaya Wisuda di TK Miftahul Falah: Peran Guru dan Orang Tua dalam Memperkuat Nilai-nilai Budaya dan Kepribadian Anak-Anak Nisa Nurrohmah; Annisa Kania Fauzani Tarigan; Imas Masitoh
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i1.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dan guru dalam memperkuat nilai-nilai budaya dan kepribadian pada anak terutama budaya wisuda yang saat ini sedang marak diperbincangkan. Budaya wisuda dalam proses pendidikan di TK Miftahul Falah ternyata mampu memperkuat kepribadian anak untuk termotivasi dalam melanjutkan jenjang pendidikan. Selain dari itu, penanaman karakter yang dilakukan oleh orang tua dan guru mampu menjadikan anka memiliki kepribadian baik. Latar belakang peneliti untuk mengusung judul penelitian ini adalah karena sedang maraknya budaya wisuda yang menimbulkan pro kontra antara pihak sekolah, orang tua dan masyarakat itu sendiri. Diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini mampu menghilangkan keresahan dan pro kontra yang terjadi belakangan ini.
Merencanakan Penerapan Kesadaran Sosial Bagi Siswa SMA di Pantai Madasari Nurhidayat, Nurhidayat; Ardiansah, Dian; Jamiludin, Jamiludin
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i1.2210

Abstract

Kesadaran sosial merupakan kemampuan untuk mengenali orang lain atau kesadaran untuk menumbuhkan kepedulian yang kemudian dapat menunjukkan kemampuan untuk berempati kepada orang lain. Seiring berkembangnya zaman dan majunya teknologi menyebabkan kesadaran sosial yang tumbuh diantara siswa semakin berkurang, hal ini menjadi problematika yang harus dituntaskan demi berkembangnya dunia pendidikan ke arah yang lebih baik. Kesadaran sosial dapat menjadi kunci berkembangnya dunia pendidikan dengan kreatifitas dan inovasi yang muncul dari pendapat siswa yang mampu membangun suatu kesatuan antara satu individu dengan individu lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung ke Pantai Madasari dan melakukan wawancara dengan siswa SMA yang ada disana. Dengan adanya perencanaan penerapan kesadaran sosial bagi siswa SMA yang ada di Pantai Madasari memungkinkan terciptanya siswa yang kondusif, mampu mengidentifikasi masalah sosial, berperan aktif dalam mencari solusi, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Membuat perencanaan penerapan kesadaran sosial harus dilakukan secara terstruktur dimulai dengan mengenalkan siswa pada isu sosial yang relevan, membuat metode pengajaran yang aktif, membangun kolabrasi antara sekolah dengan pihak eksternal, dan menciptakan pendidikan yang inklusif. Kemudian, penerapannya dilakukan secara bertahap dengan menanamkan pemahaman, empati, sadar diri, dan melakukan tindakan yang nyata dalam bentuk kesadaran sosial.
Manajemen Pendidikan Islam Hidayat, Yayat; Alfiyatun, Alfiyatun; Toyibah, Euis Hayun; Nurwahidah, Ina; Ilyas, Doni
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 2 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i2.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tawaran bagi peningkatan mutu pendidikan Islam yang mampu mengembangkan kemampuan secara maksimal, dan mampu membentuk karakter dan peradaban di sekolah. Upaya peningkatan mutu pendidikan Islam tidak sekaligus, tetapi juga berdasarkan peningkatan mutu setiap komponen pendidikan. Fokus manajemen peningkatan mutu pendidikan terletak pada proses atau sistem pencapaian tujuan dari organisasi sekolah itu sendiri. Manajemen peningkatan mutu pendidikan Islam di sekolah adalah suatu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam yang berpusat pada pendidikan sekolah itu sendiri, menerapkan sekumpulan teknik berdasarkan pada ketersedian data kuantitatif dan kualitatif, dan pemberdayaan semua unsur-unsur sekolah untuk secara berkelanjutan agar terjadi peningkatan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
Kepribadian dan Parenting Anak Usia Dini Sutansyah, Lexy; Rahma, Alfi Maulia; Yunita, Rika
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 2 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i2.2224

Abstract

Individu pada masa anak usia dini memiliki kehadiran yang unik dan istimewa. Mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan kepemilikan dunia sangat penting untuk kehidupan selanjutnya. Anak selalu memiliki karakteristik yang jauh dari orang dewasa. Antusias dan aktif, selalu ingin tahu tentang apa yang dilihat dan dinamis. Jangan pernah berhenti belajar, karena suara pengetahuan baru harus selalu didengar. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang diperoleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Pengembangan karakter kepribadian penting sekali dilakukan ketika anak dalam masa-masa usia dini. Freud, namun Erik Erikson tidak sependapat dengan Freud yang mengatakan bahwa reaksi masa dewasa adalah hasil dari pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, khususnya di usia 5 sampai 6 tahun awal. Menurut Erikson, lingkungan di mana anak hidup sangat penting untuk memberikan pertumbuhan, penyesuaian, sumber kesadaran diri dan identitas Pengembangan karakter kepribadian penting sekali dilakukan ketika anak dalam masa-masa usia dini. Vigotsky memandang bahwa sistem sosial sangat penting dalam perkembangan kognitif anak. Pengembangan karakter dalam diri anak diarahkan pada nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur.
Etnografi Komunikasi dalam Tradisi Perahu Hias Turun Sungai pada Peringatan 1 Muharram di Desa Tengguli Kecamatan Sajad Ambar; Jaelani; Hidayat, Nurul
Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Vol. 6 No. 2 (2023): Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/syiar.v6i2.2274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi perahu hias turun sungai, pola komunikasinya serta makna yang terkandung dalam tradisi tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data meliputi triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi perahu hias turun sungai dimulai dengan persiapan yang dilakukan oleh masyarakat setempat seperti mengadakan rapat dan gotong royong. Terkait pelaksanaannya dimulai dengan mengajak seluruh masyarakat untuk berkumpul di sungai, penyampaian pesan dari Muhammad Daud selaku Kepala Desa Tengguli, melintasi sungai diiringi perahu hias, membaca do’a keselamatan dan do’a tolak bala’, adzan yang dijadikan sebagai pertanda waktu makan serta makan ketupat bersama. Pola komunikasi dalam tradisi perahu hais turun sungai terdiri dari tiga indikator. Indikator pertama berkaitan dengan situasi komunikatif yang dilakukan di sungai perbatasan Desa Tengguli dan Desa Jirak. Indikator kedua peristiwa komunikatif yang terdiri dari tipe peristiwa, topik, fungsi dan tujuan, partisipan, pesan, norma atau kaidah interaksi dalam tradisi perahu hias turun sungai. Indikator ketiga yaitu tindak komunikatif yang berisi do’a atau permohonan kepada Allah SWT. Terdapat beberapa makna yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi tersebut seperti penentuan waktu pelaksanaan serta prosesi yang dilalui. Beberapa makna diantaranya sangat tidak bisa dipisahkan dari berobat kampung sebagai upaya untuk menolak bala’.