cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat" : 40 Documents clear
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Posdaya Berbasis Masjid dalam Pemberdayaan Masyarakat Andri Meiriki
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.616 KB)

Abstract

Sebuah gagasan program pemberdayaan masyarakat yang disebut dengan Pos Pemberdayaan Keluarga(Posdaya) memberikan cerminan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat lahir dari, oleh dan untukmasyarakat itu sendiri. Prinsip utama program ini adalah mengimplementasikan nilai-nilaikegotongroyongan ditengah masyarakat. Posdaya adalah sebuah gerakan dengan ciri khas bottom upprogramme, kemandirian dan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk solusi bagi permasalahanmasyarakat itu sendiri. Salah satu bentuk pengembangan program Posdaya adalah Posdaya BerbasisMasjid, Posdaya ini bertujuan untuk membangun sinergisitas antara peran masjid sebagai pusatpemberdayaan umat dengan fungsi-fungsi keluarga yang harus dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah :1) mengetahui bentuk dan jalannya program Posdaya berbasis masjid Pesantren Rakyat Al-Amin DesaSumberpucung Kabupaten Malang, 2) mengetahui pola pemberdayaan Posdaya berbasis MasjidPesantren Rakyat Al-Amin bagi penguatan kapasitas kelembagaannya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untukpenguatan kapasitas kelembagaan Posdaya berbasis masjid dibutuhkan pendekatan kolaboratif danmembangun pola relasi atau kemitraan dengan membangun sinergi bersama kelembagaan pemerintahan,civil society dan private sector. Implikasi sekaligus rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukannyakoordinasi yang berkelanjutan diantara semua kelembagaan yang ada serta terbangunnya jaringankomunikasi dan informasi yang berlangsung secara intens agar kegiatan dan program dapat terus berjalandengan baik.
Pendidikan Dini “Sadar Virus Homoseksual Kaum Santri” Di pesantren Azam Syukur Rahmatullah; Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.145 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.458

Abstract

Homoseksual merupakan hal yang sebagian kalangan dirasa mengkhawatirkan. Perkembanganhomoseksual pun semakin luas di masyarakat, tidak terkecuali pada ranah pesantren. Banyak penelitianyang menyatakan bahwa pesantren menjadi wadah perkembangbiakan virus-virus homoseksual.Sayangnya, tidak banyak dari pihak pesantren yang menyadari bahwa homoseksual bisa mewabah dikalangan pesantren. Berangkat dari itulah, peneliti berupaya melakukan pengabdian masyarakat terkaitpendidikan dini sadar virus homoseksual santri di pesantren. Dalam hal ini pesantren yang dituju adalahPondok Pesantren Al-Kamal Tambaksari Kuwarasan Kebumen. Selain karena pondok pesantren tersebutsudah terbilang tua, juga karena tidak banyak dari stake holder, para asatidz dan santri yang memahamitentang homoseksualitas santri di Pesantren. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalahpenyuluhan dan pelatihan. Dengan sasarannya adalah dewan asatidz dan para santri remaja setingkatMadrasah Aliyah yang mukim di Pondok. Hasil dari pengabdian tersebut adalah adanya pemberlakukansosialisasi di Pondok Pesantren Al-Kamal, ada beberapa macam sosialisasi untuk membuka kesadarandiri para stake holder dan para santri terhindar dari homoseksual santri, di antaranya adalah: Pertama,Sosialisasi kepada dewan asatidz, untuk membuka wacana tentang homoseksual santri, Kedua,sosialisasi kepada para santri, baik santri putra maupun santri putri terkait bagaimana cara menghindariperilaku homoseksual santri, sehingga mereka menjadi lebih paham cara mengatasinya. Ketiga, membuatFGD (Forum Group Discussion) antara santri dan mendiskusikan bagaimana cara untuk menghidariperilaku homoseksual santri. Keempat, yakni membuat yel-yel yang berisikan tentang menjauhihomoseksual santri dan terakhir membuat slogan yang berisi menolak perilaku homoseksual santri.
Peningkatan Keterampilan Guru BK dalam Memberikan Layanan Pendidikan Seks Terhadap Siswa Melalui Penerapan E-Learning Dwi Sri Rahayu; Chaterina Yeni Susilaningsih; Chatarina Dian Indrawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.373 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.459

Abstract

Pergaulan bebas/free sex semakin meraja lela di kalangan remaja Indonesia. Penyalahgunaankecanggihan teknologi menjadi pemicu terbesar fenomena ini. Kehadiran smartphone seolah menjadikebutuhan utama individu di era milenial ini. Kecepatan akses informasi tanpa batas menjadi pupukbagi perilaku yang mengarah pada free sex. Karena kondisi tersebut, dilaksanakan PKM-S ini dengantujuan agar pendidikan seks dapat diberikan kepada remaja melalui keterampilan Guru BK dalammemanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, yakni dengan penerapan e-learning dalam memberikanlayanan terhadap siswa. Pelaksanaan PKM-S ini meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, danpendampingan. Mitra PKM-S ini adalah SMK St. Bonaventura 1 Madiun. Kegiatan ini memperolehhasil 1) siswa mulai berani untuk membicarakan kehidupan seksnya dengan guru BK, 2) siswamengetahui dampak buruk dari perilaku seks bebas, 3) siswa mampu memfilter informasi tentang seks,4) Guru BK memberikan layanan pendidikan seks berbasis e-learning, 5) peningkatan inovasi layananBK. Mitra merasa sangat terbantu untuk memberikan pencegahan kepada siswa SMK St. Bonaventura1 Madiun agar bisa menjauhkan diri dari perilaku seks bebas. Dari PKM-S ini Guru BK memperolehketerampilan menyusun materi layanan dalam format e-material yang meliputi PPT, PDF, dan filmpendek tentang pendidikan seks. bisa disimpulkan bahwa penerapan e-learning membantu kebutuhanmitra dalam memberikan layanan pendidikan seks terhadap siswa.
Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di SMP Dwi Agustina; Syita Fatih ‘Adna; Nur Baiti Nasution
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.973 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.462

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dipaparkan dalam artikel ini merupakan programpengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan utama melatih guru – guru BahasaInggris yang ada di SMP 14 Pekalongan Jawa Tengah untuk memodifikasi metode kumon dalampengajaran di kelas. Kegiatan ini dilakukan karena SMP 14 memiliki permasalahan dimana banyaksiswa belum menguasai materi yang disampaikan guru dan mereka belum mencapai nilai minimal yangditentukan oleh sekolah sehingga para siswa perlu diberikan lebih banyak lembar kerja untuk latihan.Namun banyak guru masih ragu untuk menyusun lembar kerja yang sesuai bagi siswa. Programpengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu SMP 14 mengatasi permasalahan tersebut.Dalam pelatihan ini, para guru diberikan paparan terkait metode kumon, implementasinya dalam matapelajaran Bahasa Inggris, modifikasinya serta model lembar kerjanya. Dari kegiatan ini, para guruBahasa Inggris yang ada di SMP 14 Pekalongan menjadi lebih tahu tentang metode Kumon,modifikasinya dan implementasinya dalam pengajaran Bahasa Inggris. Mereka juga dapat membuatlembar kerja modifikasi kumon sesuai materi dan kebutuhan anak di kelas. Namun demikian, tantanganbaru muncul dalam pelatihan penyusunan lembar kerja modifikasi kumon ini. Artikel ini menyajikanpaparan guru terkait permasalahan baru yang mereka hadapi ketika harus menyusun dan menggunakanlembar kerja modifikasi kumon di kelas.
Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Lesson Study Eko Purwanti; Evi Puspitasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.18 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.463

Abstract

Sebagai ujung tombak pendidikan, guru dituntut untuk mempunyai kualitas yang tinggi sehinggapembelajaran di kelas dapat berlangsung secara maksimal. Akan tetapi, pada kenyataannya banyakditemukan pembelajaran di kelas yang berjalan kurang efektif yang ditandai dengan rendahnyapartisipasi siswa di kelas. Situasi seperti ini dapat berimbas terhadap penurunan kualitas belajarmengajar. Oleh karena itu diperlukan strategi yang efektif sebagai salah satu jalan keluar, dan salahsatunya adalah melakukan lesson study. Makalah ini bertujuan untuk melaporkan hasil pengabdianmasyarakat terkait dengan persepsi guru terhadap pelaksanaan lesson study di sekolah menengah atassebagai upaya untuk meningkatkan kualitas mengajar di kelas. Dengan menggunakan pendekatankualitatif, pengabdian masyarakat ini melibatkan sepuluh guru dari sepuluh mata pelajaran yangberbeda. Kesepuluh orang guru terbagi dalam dua kelompok lesson study dan mereka secara sukarelamelaksanakan dua siklus lesson study di kelas. Wawancara kelompok dilakukan untuk mendapatkandata terkait dengan persepsi mereka mengenai pelaksanaan lesson study. Hasil dari pengabdianmasyarakat ini menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah tersebut mempunyai perspesi positif terhadaplesson study, yaitu 1) lesson study memberi kesempatan belajar bagi siswa, 2) lesson study memberikankesempatan belajar bagi guru, 3) lesson study meningkatkan kualitas mengajar guru, dan 4) lesson studymembuat guru melakukan refleksi pembelajaran. Para guru tersebut sepakat bahwa kegiatan lesson studylayak untuk dilanjutkan di kemudian hari.
Gerakan Sadar Teknologi (Gatekno) Bagi Guru Sd Di Kabupaten Bantul Nelly Rhosyida; I Nyoman Arcana; Shanta Rezkita
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.565 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.466

Abstract

Mitra dalam program pengabdian ini adalah SDN Jomblangan yang berlokasi di kabupaten BantulYogyakarta. Masalah yang dihadapi mitra adalah guru dan siswa dalam proses pembelajarannya hanyatergantung pada buku sebagai sumber belajar. Guru belum memanfaatkan sumber belajar yang tersediatanpa batas di internet. proses pembelajaran di SDN tersebut masih belum memenuhi dari ParadigmaPembelajaran Abad 21. Masalah kedua adalah komputer sekolah belum dibentuk menjadi pusatpembelajaran Abad 21. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah adalah membentuk guru yangsadar teknologi sehingga mempunyai kompetensi melaksanakan pembelajaran Abad 21, dan menjadikankomputer sekolah sebagai pusat pembelajaran Abad 21 Metode yang digunakan adalah metode pelatihandan workshop. Tahapan inti dari metode ini adalah pelatihan pembelajaran abad 21, pemanfaatanteknologi internet sebagai sumber belajar, workshop pembuatan media pembelajaran LKPD, danpembentukan komputer sebagai pusat pembelajaran Abad 21. Hasil yang dicapai adalah terbentuk guruyang memiliki pengetahuan tentang internet, serta mampu memanfaatkan internet sebagai bagian daripembelajaran, serta guru mampu membuat media pembelajaran berupa LKPD berbasis pendekatansaintifik yang terintegrasi dengan teknologi.
Kolaborasi Gerakan Literasi Untuk Pemberdayaan: Studi Kasus Rumah Baca Komunitas Di Dusun Kanoman, Sleman, DI Yogyakarta David Efendi; Sakir; Sri Lestari Linawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.603 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.469

Abstract

Paper ini bertujuan mendiskusikan bagaimana proses Pendidikan komunitas yang juga dipertukarkandengan pengetahuan di dalam Komunitas literasi bernama Rumah baca Komunitas. Warga belajar ataupeserta didik mendapat bekal dari pengasuh dalam berbagai ketrampilan fungsional, ilmu pengetahuan,dan beragam sift skill serta hard skill di dalam memperlakukan sumber daya alam di lingkungan. Melaluiproses belajar partisipatif selama kurang lebih 3 bulan dengan beragam aktifitas dapat disimpulkan tigahal utama. Pertama, Gerakan literasi merupakan salah satu konsep kunci untuk memahamiperkembangan struktur sosial, koheren dengan proses demokratisasi, di mana partisipasi masyarakat sipilmenjadi bagian penting dalam proses ini. Gerakan literasi pasca tahun 2000an memainkan perananpenting dalam perkembangan sosial di Indonesia, menciptakan jenis solidaritas berbasis komunitas, dimana tidak sekedar membuka akses peminjaman buku, manuskrip, atau bahan-bahan bacaan,melainkan menjadi sarana bagi ekspresi-ekspresi politik tertentu. Kedua, Gerakan literasi berada diantara berbagai praktik-praktik yang sangat variatif. Beragamnya praktik-praktik yang dapat ditemuimelalui platform gerakan literasi, menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak memiliki bentuk tunggal.Selama ini Taman Baca Masyarakat (TBM) menjadi satu-satunya identitas dominan mengenai gerakanliterasi. Perubahan karakteristik volunterisme di dalam advokasi sosial akibat dari meluasnyakesempatan mengartikulasikan ekspresi-ekspresi politik, memungkinkan individu-individu untukmembentuk sejenis kemandirian dalam praktik aktivisme. Ketiga, pemangku kepentingan baik desa,warga, pemuda, dan kelompok perempuan serta mahasiswa adalah dinamisator dan agency yang sangatmenentukan bekerjanya Komunitas untuk pemberdayaan pengetahuan masyarakat.
Memotivasi Belajar Agama Islam Dan Bahasa Inggris Melalui Islamic Books Mini Library Margaretha Dharmayanti Harmanto; Yashinta Farahsani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.813 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.471

Abstract

Mitra PKM adalah TPA Al Humma, Dusun Brongkol, Argodadi, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan fasilitas penunjang bagi kegiatanbelajar mengajar TPA Al Humma. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk memberikankesempatan kepada para santri untuk belajar secara lebih menyenangkan tentang agama Islamdan cerita-cerita mengenai Islam. Terlebih lagi, mereka juga akan belajar mengenal kosa katadalam Bahasa Inggris yang mereka dapatkan dari membaca buku, menonton film Islami dalamBahasa Inggris maupun dalam permainan. Dengan demikian mereka akan termotivasi untukbelajar agama, sekaligus belajar Bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini adalah Rapid Rural Appraisal (RRA) atau metode penilaianpedesaan secara cepat .Hasil dari program ini adalah aneka ragam kegiatan pendukungkegiatan TPA seperti mendengarkan cerita tokoh Muslim, menonton cerita tokoh dalamBahasa Inggris, menonton film untuk memperkaya akhlak para santri dan fasilitas baru (Islamicbooks mini library) berupa buku-buku bilingual, buku-buku tokoh ilmuwan muslim, anekapermainan edukasi, LED, flashdisk Islami,dan speaker. Implikasi dari kegitatan ini adalah parasantri lebih mengenal kosa-kata dalam Bahasa Inggris, mendapatkan pengetahuan tentangAgama Islam dan kegiatan pendukung lebih tertata dengan baik. Kesimpualannya, kegiatan inisangat mendukung untuk kegiatan tambahan TPA dan meningkatkan motivasi membaca parasantri, serta perlu diupayakan untuk penambahan buku koleksi perpustakaan.
Pelatihan Pidato Bahasa Inggris Untuk Siswa Siswi SMP Arifah Mardiningrum; Andi Wirantaka
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.442 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.474

Abstract

Bagi SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, bersaing dalam kompetisi pidato berBahasa Inggris masihmenjadi kendala dikarenakan kesiapan siswa yang kurang. Program pengabdian ini berusahamemberikan solusi awal dengan mengadakan pelatihan pidato Bahasa Inggris. Dalam kurun waktu limaminggu dengan lima kali pertemuan, pelatihan diadakan dengan metode pendampingan dan berpusatpada latihan siswa. Pendampingan dibantu oleh lima mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa InggrisUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dua puluh siswa mengikuti pelatihan, dan dibagi menjadilima kelompok yang masing-masing didampingi satu mahasiswa. Dosen memberi materi dan umpan balikterhadap praktik siswa, serta mengawasi jalannya pendampingan. Dalam lima pertemuan, siswa belajardan mempraktikkan pelafalan naskah pidato, artikulasi, dan bahasa tubuh yang dibutuhkan dalamberpidato. Mereka juga melakukan praktik pidato di depan kelas di pertemuan keempat dan berkompetisipidato sesama peserta pelatihan di hari kelima. Hasil yang tercapai adalah bahwa siswa terlihat lebihpercaya diri dan termotivasi untuk belajar berpidato yang juga terlihat dari hasil evaluasi melalui angketyang mereka isi. Namun dapat disimpulkan bahwa pelatihan lima minggu ini belum maksimal dalammeningkatkan kemampuan berbahasa maupun berpidato. Implikasi yang dapat ditarik adalah perlunyapelatihan yang lebih intensif, dalam waktu yang lebih panjang, dan dengan atmosfer yang lebihmenyenangkan masih perlu dikembangkan.
Pendidikan Politik Pemilih Pemula Dengan Pembentukan Komunitas Remaja Cerdas Bermedia Dalam Menghadapi Politik Elektoral 2019 Di Kota Jambi Cholillah Suci Pratiwi; Ratna Dewi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.624 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.477

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini adalah memberikanpendidikan politik kepada pemilih pemula untuk bisa cerdas bermedia dalam menghadapi politikelektoral 2019. Memasuki tahun politik elektoral 2019, remaja sebagai pengguna media terbesar sangatrentan diserang hoax. Maka dari itu dibutuhkan suatu tindakan dari pemerintah maupun masyarakatsendiri dalam cerdas bermedia. PPM ini dilakukan dengan turun ke jalan, datang ke beberapa sekolahSMA guna melakukan penyuluhan, sosialisasi dan berdiskusi dalam kesiapan menghadapi politikelektoral tersebut. Penyuluhan dan sosialiasi dilakukan dengan membawa papan/spanduk bertuliskanbeberapa kata interaktif untuk sadar akan politik serta penolakan terhadap berita hoax dan lainnya.PPM ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran politik khususnya bagi pemilihpemula dan berdampak baik bagi masyarakat Kota Jambi umumnya. Dari hasil PPM diajukanlahsebuah policy brief kepada pemerintah Kota Jambi sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi melaluiPembentukan Komunitas Remaja Cerdas Bermedia yang dapat mengedukasi remaja dan masyarakat.

Page 1 of 4 | Total Record : 40


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue