cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 642 Documents
STUDI TENTANG KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PEWARISAN ADAT BALI Dian Febrintina S; Sudarmi Sudarmi; Yarmaidi Yarmaidi
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.896 KB)

Abstract

This research was aimed to know the daughter position in Balinese inherited tribe system in Seputih Raman district, Subdistrict Center Lampung 2013. The methods of this research was  descriptive. Object of this research is position of daughter in Balinese inherited tribe system. The data colllecting technique used obsevation, interview and documentation. The data analysis used descriptive analysis. The result of this research showed that: (1) Balinese tribe used Patrilineal system. (2) daughter has gotten apart of their parents have changed to bequest. (3) Parents strove for deciding heir with the changes of position daughter to be son.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedudukan anak perempuan dalam sistem pewarisan adat Bali di Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah kedudukan anak perempuan dalam sistem pewarisan Adat Bali. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisa data dengan menggunakan analisis deskriftif. Berdasarkan hasil pengolahan data, hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sistem kekerabatan masyarakat Bali adalah Sistem Kekerabatan Patrilineal. (2) Anak perempuan telah mendapat bagian pada harta waris orang tua mereka yang beruba hibah. (3) Upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam menetapkan ahli waris adalah melalui pengangkatan status anak perempuan menjadi anak laki-lakiKata kunci : adat bali, kedudukan anak perempuan, sistem pewarisan.
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMIPENGRAJIN GERABAH BERALIHMATA PENCAHARIAN MENJADI PEMBUAT TAHU TEMPE Raisa Maharani; Edy Haryono; Dedy Miswar
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.346 KB)

Abstract

This study reviewing characteristic of socio economic craftsman earthenware has transformed livelihoods being the makers tofu tempeh Kedamaian village. The study used descriptive method, population 15 people.Research methodology used method descriptive, with technique that taking the data by observation, structural interview, documentation. Engineering analysis using data table the percentage who has been described with the approach of space (spatial).The research results show that: (1) Factors that lie behind the livelihood of 15 100% pottery craftsmen because of the difficulty of getting clay, (2) 10 of tofu tempeh makers have an average age that belong to a full unproductive age,(3) 9 of tofu tempeh makers level of education is low, (4) 14 of tofu tempeh makers have a small number of family heads categorized,(5) 12 of tofu tempeh makers earn monthly income above UMR, (6) 15 of pottery producers experienced an increase in income after switching to their livelihoods, (7). 15 of tofu tempeh makers minimum family basic needs are met.Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik sosial ekonomi pengrajin gerabah yang beralih mata pencaharian menjadi pembuat tahu tempe di Kelurahan Kedamaian Tahun 2016. Penelitian menggunakan metode deskriptif, populasi15 orang.Teknik pengambilan data yaitu observasi, wawancara terstuktur, dan dokumentasi.Teknik analisis menggunakan data tabel persentase yang dideskripsikan dengan pendekatan keruangan (spasial).Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor yang melatar belakangi alih mata pencaharian 15 pengrajin gerabah karena sulitnya mendapatkantanah liat,(2) 10 pembuat tahu tempe memiliki umur tidak produktif penuh,(3) 9 pembuat tahu tempe memiliki tingkat pendidikanrendah,(4) 12 pembuat tahu tempe memiliki jumlah tanggungan kepala keluarga dikategorikan kecil, (5) 12 pembuat tahu tempe memperoleh pendapatan perbulan di atas UMR, (6) 15 pengrajin gerabah mengalami peningkatan pendapatan setelah beralih mata pencaharian,(7) 15 pembuat tahu tempe kebutuhan pokok minimum keluarganya terpenuhi.Kata Kunci : alih mata pencaharian, pendidikan, pendapatan
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR Ria Anisa; M. Thoha B.S. Jaya; Sudarmi Sudarmi
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.157 KB)

Abstract

This study aimed to know the difference of geography learning result which was using problem solving learning model and using conventional method. This report would be useful to know the effect which was contributed by problem solving learning model on the students learning result of geography lessons at SMA N 1 Baradatu. This research used quasi experiment design. The sample consisted of 58 students. The data analysis used Linear Regression T-test. The result of data analysis showed that there was different improvement between studentslearning on geography lessons after being taught by using problem solving learning model and the result after being taught by using the conventional model. However, there was positive and significant influence of problem solving learning model in increasing students critical thinking on geography lessons.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar geografi yang menggunakan model pembelajaran problem solving dengan hasil belajar geografi yang menggunakan model konvensional. Mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran problem solving terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu. Jumlah sampel sebanyak 58 siswa. Analisis data yang digunakan adalah Uji T dan Regresi Linear. Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar geografi yang menggunakan model pembelajaran problem solving dengan hasil belajar yang menggunakan model konvensional. Dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi.Kata kunci: model problem solving, berpikir kritis, hasil belajar geografi
Kondisi Sosial Ekonomi Petani Sawah Tadah Hujan Desa Jati Mulyo Tahun 2016 Alfin Nur Azizi; Pargito Pargito; Dedy Miswar
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1562.738 KB)

Abstract

This study aims to study about Socio-Economic Conditions Farmers rain fed in the village Jati Mulyo Jati Agung District South Lampung Regency in 2016. This research using methods deskriptif. A population as many as 540 farmers rain fed, take of sample 10% (54KK). Data collection to technique interview structured, the observation, and dokumentation. Analisis data using spasial approach as a basis of interpretation and diskriptif data on reseacrh. The results showed: (1) The average farmers considered in produktive age, (2) The average farmers low educated, (3) The average farmers have 3 son, (4) The average farmers have 5 people, (5) Farmers have average land ownership of rain fed in Jati Mulyo village is 0,48 ha, (6) The income of farmers is low with income with average Rp 9.792.592,6, (7) The average income from side jobs Rp 3.586.667.Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang Keadaan Sosial Ekonomi Petani Sawah Tadah Hujan di Desa Jati Mulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 540 petani sawah tadah hujan, diambil sampel 10% (54KK). Pengumpulan data degan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan pendekatan keruangan, sebagai dasar interpretasi dan deskripsi dalam membuat laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata petani tergolong dalam usia produktif, (2) Rata-rata petani berpendidikan rendah, (3) Rata-rata petani memiliki 3 anak, (4) Rata-rata petani memiliki 5 orang tanggungan dalam satu keluarga, (5) Petani memiliki rata-rata luas lahan sawah tadah hujan di Desa Jati Mulyo 0,48 ha, (6) Petani memiliki pendapatan yang tergolong rendah dengan penghasilan rata-rata Rp 9.792.592,6, (7) Rata-rata pendapatan dari pekerjaan sampingan sebesar Rp 3.586.667.Kata Kunci: kondisi sosial ekonomi, petani, sawah tadah hujan
Peranan Sekaa Gong Dalam Usaha Melestarikan Budaya Gamelan Bali di Desa Wirata Agung Lampung Tengah Gede Mustika; Yarmaidi Yarmaidi; Nani Suwarni
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.675 KB)

Abstract

This research was conducted to determine the role of sekaa gong in utilizing and preserving Balinese gamelan culture in Wirata Agung Village, Seputih Mataram, Lampung Tengah. The research used descriptive method. The data collection was done by observation and open inteview. From the result of the research about the role of sekaa gong in Wirata Agung Village, Lampung Tengah 2018: (1) Sekaa gong plays a role in the field of religion accompanying the course of religious ceremonies, (2) Sekaa gong plays a role in the social field is a meeting place for the community to do a mutual cooperation activity that is both fun and sad in the ife of ethnoc Balinese, and (3) Sekaa gong plays a rolw in the art sector, preserving Balinese gamelan culture practicing vigorusly, creating and participating in arts and cultural competitions specifically in the field of gamelan arts.Penelitian ini dilakukan unuk mengetahui peranan sekaa gong dalam usaha  memanfaatkan dan melestarikan budaya gamelan bali di Desa Wirata Agung Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi danwawancara terbuka. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian tentang peranan sekaa gong dalam usaha memanfaatkan dan melestarikan gamelan bali di Desa Wirata Agung Kabupaten Lampung Tengah tahun 2018, maka hal yang dapat disimpulkan yaitu (1) Sekaa gong berperan di bidang agama mengiringi jalannya upacara ke agamaan (2) Sekaa gongberperan bidang sosial merupakan tempat pertemuan masyarakat untuk melakukan sebuah kegiatan gotong royong bersifat suka maupun duka dalam kehidupan masyarakat etnis Bali, dan (3) Sekaa gong berperan dibidang seni yaitu melestarikan seni budaya gamelan Bali dengan cara berlatih dengan giat, berkreasi dan mengikuti ajang perlombaan seni dan budaya khusus dibidang seni tabuh.Kata kunci: melestarikan, memanfaatkan, sekaa gong
PERANAN BANTUAN SOSIAL DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN KELUARGA BURUH TANI Vina Nurviana; Budiyono Budiyono; Edy Haryono
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.056 KB)

Abstract

This research was to investigate the role of social aid to lessen farmer families’ poverty in totokaton, punggur, central Lampung.  It emphasized in income of the families before getting social aid, amount of family’s member, work system, type of social aid utilization, income of the families after getting social aid, hierarchy of minimum staple, and poverty diminution.Descriptive method was used in this research.  The population of this research was 54 farmer families.  The collecting data were observation, questionnaire, and documentation.  Frequency tabulation and percentage were used in this research to analyze the data.  They were the basic of interpretation and description to get the result. The finding of the research showed that   (1) the average of farmer’s income before getting social aid was Rp 7.844.733,33 in each year.  (2)Average of their burden children was 2 people for each patriarch.(3)  it was 81.48% patriarches who used social aid through independent work family system  and  it was 18.52% patriarches through group work system. (4) It was 83.33% patriarches who used social aid in agriculture sector, 16.67% patriarches in non agriculture sector. (5)  Average of income after using social aid was 10.835.006,67% patriarches in every year.  (6)Minimum staple compliance of family was increase from 0% to 48.15% patriarches.  (7)Families who had better life were increase 37.04% which the verge of poverty was 27.78% and better life family was 9.25%.Key words: The social aid, Farmer, Poverty
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN JUMLAH ANAK YANG DILAHIRKAN WANITA PUS Ayu Fitri; Trisnaningsih Trisnaningsih; Nani Suwarni
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.315 KB)

Abstract

The purpose of this research was to assess the correlation of education level and the use of contraceptive device on number of children born by female aged couple lush (EFA). The method used was survey method. The population were 988 EFA female, with a sample of 91 EFA female. Data analysis technique used was Contingency Coefficient and YulisQ three variables analysis. The results showed that (1) there is a correlation between education level and number of children born with x2 count value 25.06 and the price of C of 0.463. (2) there is a correlation between the use of contraceptive device with the number of children born with x2 count value 13.82 and the price of C of 0.361. (3) there is a correlation between education level and the use of contraceptive device with the number of children born with a very strong degree of correlation with the value Qxy Tied T 0.84.Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan tingkat pendidikan dan penggunaan alat kontrasepsi dengan jumlah anak yang dilahirkan wanita PUS. Metode yang digunakan adalah metode survai. Populasi berjumlah 988 PUS, dengan sampel 91 wanita PUS. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis koefisien kontingensi dan analisis YulisQ tiga variabel. Hasil penelitian menunjukkan (1) ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan jumlah anak yang dilahirkan dengan nilai x2 hitung 25,06 dan harga C sebesar 0,463. (2) ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi dengan jumlah anak yang dilahirkan dengan nilai x2 hitung 13,82 dan harga C sebesar 0,361. (3) ada hubungan antara tingkat pendidikan dan penggunaan alat kontrasepsi dengan jumlah anak yang dilahirkan dengan derajat hubungan yang sangat kuat dengan nilai Qxy Tied T sebesar 0,84 .Kata kunci: tingkat pendidikan, alat kontrasepsi, jumlah anak
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR STAD DENGAN PROBLEM SOLVING DAN STAD TANPA PROBLEM SOLVING Eka Yulianti; Trisnaningsih Trisnaningsih; Rahma Kurnia Sri Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.8 KB)

Abstract

This study aims to investigate : (1) The difference between learning outcomes of Geography at STAD learning model with problem solving and learning model STAD with no problem solving. (2) The difference between the increase (n with-gain) of Geography learning outcomes using STAD learning model with problem solving and learning model STAD with no problem solving. The research used a quasi-experimental method (Quasi Experimental Design). The population in this research were all students of class X which consists of two classes such as experimental class (X.1) and a control class (X.2). Data analysis used t test. The results are: (1) There are differences in geography learning outcomes using STAD learning model with Problem Solving higher than the learning outcomes of Geography students with learning model STAD without Problem Solving. (2) There are differences in the increase (n-gain) Geography learning outcomes with STAD learning model with problem solving and learning model STAD without Problem Solving.Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Perbedaan hasil belajar Geografi pada model pembelajaran STAD dengan Problem Solving dan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving. (2) Perbedaan peningkatan (n-gain) hasil belajar Geografi menggunakan model pembelajaran STAD dengan Problem Solving dan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Experimental Design). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen (X.1) dan kelas kontrol (X.2). Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan hasil belajar Geografi yang menggunakan model pembelajaran STAD dengan Problem Solving lebih tinggi dari pada hasil belajar Geografi siswa dengan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving. (2) Ada perbedaan peningkatan (n-gain) hasil belajar Geografi dengan model pembelajaran STAD dengan Problem Solving dan model pembelajaran STAD tanpa Problem Solving.Kata kunci: hasil belajar, problem solving, STAD
Hubungan Sarana Belajar Di Rumah Dan Motivasi Dengan Hasil Belajar Selvi Yani; Trisnaningsih Trisnaningsih; Sudarmi Sudarmi
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.322 KB)

Abstract

This research was to knew about the correlation of learning facilities at home and learnimg motivation with the Geography learning outcomes of X class students in SMA Muhammadiyah 2 Metro City in 2016/2017. Research method used correlation. The sampling technique used population, which amount 41 students. Data collecting used closed questionnaires, interview and documentation technique. Analysis data used Spearman Rank Correlation and Multiple Linear Regression. The result showed: (1) There was a positive and significant correlation between learning facilities at home and geography learning result. (2) There was a positive and significant correlation between learning motivation and student geography learning result (3) There was a positive and significant correlation between learning at home and learning motivation with student geography learning result.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara sarana belajar di rumah dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Kota Metro tahun pembelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Teknik sampling menggunakan teknik Populasi, yaitu siswa kelas X yang berjumlah 41 siswa Pengumpulan data menggunakan teknik angket tertutup, interview dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan Korelasi Spearman Rank dan Regresi Linier Ganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara sarana belajar dirumah dengan hasil belajar Geografi siswa (2) Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa (3) Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara sarana belajar di rumah dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa.Kata Kunci : hasil belajar, motivasi belajar, sarana belajar di rumah.
Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Geografi Prayoga Desta Riama; Sumadi Sumadi; Irma Lusi Nugraheni
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.836 KB)

Abstract

This study aims to improve student activity and learning outcomes in class X IPS 1 at SMAN 1 Kasui. The subjects  is  32 students X IPS 1. The method this research is PTK using three cycles. The results that discovery learning learning model had an influence in increasing student learning activities. In the first cycle of learning activities that active at 21.88%, the second cycle 50% and the third cycle increased  71.88 %. In addition, the model of discovery learning also has learning abilities that increase at 6.1% and at the same time an average of 6.25% and in the second cycle is 34.38% and in the third cycle is increased 71.88%, and the discovery learning model of student learning outcomes is increased by 6.1% and at the same time the average obtained 6.25%, in the second cycle 34.38% and in the period increased to 71.88% .Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar pada siswa kelas X IPS 1 di SMAN 1 Kasui. Subyeknya adalah 32 siswa  X IPS 1. Metode penelitian ini  PTK  menggunakan tiga siklus. Hasil penelitian model discovery learning memiliki pengaruh dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pada siklus pertama kegiatan belajar aktif sebesar 21,88%, siklus II 50% dan siklus ketiga meningkat menjadi 71,88%, dan model discovery learning juga memiliki kemampuan belajar yang meningkat 6,1% dan pada saat yang sama rata-rata 6,25% dan pada siklus kedua adalah 34,38% dan pada siklus ketiga meningkat 71,88%, model pembelajaran discovery learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 6,1% dan pada saat yang sama rata-rata yang diperoleh 6,25%, pada siklus kedua 34,38% dan pada periode meningkat menjadi 71,88%.Kata kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, model discovery learnin

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue