cover
Contact Name
Masri
Contact Email
masri@uho.ac.id
Phone
+6282296451988
Journal Mail Official
jurnal.ophiolite@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Kampus Hijau Bumi Tridharma Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ophiolite : Jurnal Geologi Terapan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27154440     DOI : 10.56099
Jurnal OPHIOLITE dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geologi Universitas Halu Oleo. Jurnal ini memuat artiket penelitian geosains dan geologi terapan. Riset geosains mencakup riset sains kebumian di bidang geologi, geofisika dan geokimia. Riset geologi terapan mencakup bidang geologi eksplorasi, geologi teknik, mitigasi bencana geologi, hidrogeologi, dan geologi lingkungan.
Articles 39 Documents
Analisis pencemaran logam berat nikel (Ni) dan timbal (Pb) saluran sekunder di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi T enggara Ilham Akbar; Ali Okto; Bahdad Bahdad; Muliddin Muliddin
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 1 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i1.25369

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan aspek geologi wilayah penelitian termasuk dalam peta geologi lembar lasusua kendari. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana tingkat pencemaran logam berat pada air saluran sekunder akibat aktivitas industry pertambangan daerah penelitian dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat dan mendapatkan status pencemaran pada air daerah penelitian, mengetahui kandungan endapan logam berat daerah penelitian dan menentukan kualiatas air daerah penelitian. Metodologi penelitian ini menggunakan metode penelitian observasi dengan melakukan survei lapangan, instansional, serta analisis fisika dan kimia parameter-parameter kualitas air di lapangan maupun di laboratorium, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan metode indeks pencemaran (IP) dan membandingkan hasil analisis logam berat dengan menggunakan standar baku mutu air sungai dan sejenisnya yang terdapat dalam lampiran VI, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Dari hasil analisis kedua parameter logam berat pada air saluran sekunder daerah Morosi dengan metode Indeks Pencemaran (IP) tingkat pencemaran air berada pada rentan nilai 0-1 yang berarti tidak tercemar
Citra penampang tahanan jenis untuk identifikasi zona interfase air laut kawasan pesisir pantai Kelurahan Toronipa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara Syamsul Razak Haraty; Dandi Retno; Pou Anda
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 1 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i1.26622

Abstract

Telah dilakukan survey geolistrik di daerah Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil litologi 1D dan 2D pada kawasan pesisir pantai Kelurahan Toronipa. Survey geolistrik ini juga bertujuan untuk menentukan zona interface dan kedalaman lapisan batuan yang terintrusi air laut. Metode yang digunakan dalam survey geolistrik ini adalah konfigurasi Schlumberger dan Wenner-Schlumberger. Desain lintasan geolistrik sebanyak tiga titik sounding dan dua lintasan dengan panjang bentangan bervariasi. Pengolahan data resistivitas meggunakan Progress 3.0 dan Res2Div. Hasil interpretasi menunjukan lapisan pasir kerikil dengan nilai resistivitas 39,72-143,43 Ωm, lempung berpasir dengan nilai resistivitas 8,08-17,15 Ωm, pasir dengan butiran kasar terdapat lempung jenuh dengan nilai resistivitas 0,55-1,85 Ωm, pasir kasar dengan kerikil dengan nilai resistivitas 2,87-179 Ωm. Batugamping dengan nilai resistivitas 601,17-2671 Ωm, dan zona terintrusi air laut dengan nilai resistivitas 0,00027-2,87 Ωm. Zona interface terbentuk akibat menyusupnya air laut ke dalam pori batuan dan mencemari air tanah yang terkandung di dalamnya.
Korelasi zona endapan nikel laterit berdasarkan data mineralogi dan geokimia di Desa Boenaga Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara Muhammad Taupan; Erwin Anshari; Hasria Hasria
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 1 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i1.25397

Abstract

Daerah Boenaga Konawe Utara merupakan bagian dari lengan timur Sulawesi dengan prospek endapan nikel laterit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis mineralogi batuan dasar dan komposisi kadar unsur kimia pada setiap zona profil laterit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis petrografi dan geokimia. Analisis petrografi meliputi identifikasi kandungan mineral dan tekstur batuan pada conto sayatan tipis batuan, sedangkan analisis geokimia menggunakan analisis XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil analisis menunjukkan Jenis mineral yang dijumpai pada setiap zona lateritnya berupa mineral olivin, orthopiroksin, klinopiroksin, serpentin, oksida besi, dan mineral opak. Analisis geokimia menunjukkan zona topsoil dicirikan oleh kadar Ni: 0,74%-1,04%, kadar Fe: 30,12%-50,72%. Zona limonit dicirikan oleh kadar Ni: 1,41%-1,56 dan kadar Fe: 24,49%-47,89%. Zona saprolit kadar Ni: 1,81%-2,04 dan kadar Fe: 16,16%-21,81%. Zona bedrock kadar Ni: 0,86%-1,21% dan kadar Fe: 8,4%-7,77%. Batuan induk umumnya berupa peridotit, serpentinit, dan peridotit terserpentinisasi.
Analisis perubahan morfometri dan meander Sungai Way Tebu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Feqqi Indah Rini; Edy Sutriyono
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.27430

Abstract

Sungai Way Tebu merupakan salah satu sungai yang berada pada Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Secara geologi termasuk ke dalam lembar geologi Kotaagung yang memiliki beberapa fornasi antara lain: Komplek Gunung Kasih (Pzg), Formasi Menanga (Km), Formasi Hulusimpang (Tomh), Formasi Gading (Tomg), dan Formasi Qhv. Sungai Way Tebu didominasi oleh pola berkelok atau meander yang disebabkan oleh proses pengikisan dan pengendapan pada sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan morfometri meander sungai Way Tebu pada tahun 1996 dan tahun 2021. Analisis morfometri dilakukan menggunakan data spasial. Data yang digunakan yaitu citra landsat 5 TM dengan menggabungkan band 7, band 4, dan band 2 untuk menganalisis sungai tahun 1996 dan citra landsat 8 OLI/TIRS dengan menggabungkan band 7, band 5, dan band 3 unruk menganalisis sungai tahun 2021. Hasil perhitungan parameter morfometri, dapat diketahui bahwa sungai mengalami perubahan nilai parameter dari tahun 1996 ke tahun 2021. Berdasarkan hasil perhitungan setiap parameter, nilai parameter pada tahun 1996 mengalami peningkatan pada tahun 2021. Sungai Way Tebu tahun 1996 menunjukan nilai rata-rata sinousitas 1,72 dan mengalami kenaikan pada tahun 2021 menjadi 1,85, nilai sinousitas tersebut memiliki nilai >1,5 yang berarti Sungai Way Tebu memiliki bentuk berkelok yang menandakan bahwa sungai tersebut termasuk ke dalam sungai stadia dewasa. Peningkatan nilai sinousitas sungai menunjukkan bahwa proses dinamika pembentukan alur sungai masih berlangsung hingga saat ini. Model perubahan meander tersebut menunjukkan bahwa perubahan pada bentuk   lingkar meander dipengaruhi oleh faktor geologi di sekitarnya, keberadaan endapan material sedimen membuat arah dari aliran sungai berubah dan mengerosi bagian badan sungai yang dituju oleh aliran sungai.
Inventarisasi keragaman geologi pada Daerah Wisata Air Terjun Moramo dan Sekitarnya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Darnawati Darnawati; Masri Masri; Bahdad Bahdad; Hasria Hasria
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.28854

Abstract

Telah dilakukan inventarisasi keragaman geologi pada daerah wisata air terjun Moramo dan sekitarnya. Kegiatan inventarisasi berfokus pada tiga Kawasan: air terjun, pantai, dan daerah penambangan batugamping. Keragaman geologi yang diinventarisasi mencakup keragaman litologi dan bentang alam (geomorphosite), serta proses kartisifikasi dan morfodinamika pantai. Satuan geomorfologi daerah penelitian berupa satuan perbukitan tersayat tajam dan satuan perbukitan bergelombang. Variasi litologi batugamping kristalin dan marmer yang disetarakan dengan batuan penyusun Formasi Laonti. Daerah penelitian dibagi menjadi tiga situs geologi (geosite). Geosite Sumber Sari dicirikan oleh air terjun dan produk karst berupa travertin, stalaktit, dan pilar pada gua karbonat. Geosite Sanggula berupa area tambang rakyat yang dicirikan oleh tebing marmer oleh aktivitas penambangan dan variasi derajat pelapukan. Geosite Wawatu berupa pantai dengan kenampakan erosi lateral yang membentuk ornamen coastal karren, tebing berdinding sedang pada garis pantai.
Karakteristik batuan ultramafik Daerah Tamainusi, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Firman Asdar; Ali Okto; Laode Ngkoimani
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.28635

Abstract

Daerah penelitian terletak di wilayah IUP PT.Cipta Hutama Maranti Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Batuan Ultramafik terhampar luas di bagian Timur dan Tenggara Sulawesi sehingga menarik untuk diadakannya penelitian agar bisa mengetaui informasi geologi dari batuan ultramafik itu sendiri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik batuan ultramafik berdasarkan analisis petrografi dan geokimia. Hasil analisis petrografi menunjukkan batuan di daerah ini termasuk jenis batuan ultramafik yang terdiri dari dunit, hazburgit dan klinopiroksenit. Mineral utamanya didominasi olivin dan piroksen serta mineral sekunder yang tersusun atas serpentin, magnetit dan garnet. Analisis geokimia batuan ultramafik pada daerah ini termasuk dalam kelompok peridotit gabro berdasarkan perbandingan unsur total alkali (Na2O+K2O) dan silika (SiO2) terbentuk pada tatanan tektonik mid oceanic ridge dengan seri magma thoelitik yang dicirkan tinggi kandungan unsur MgO dan FeO serta rendah kandungan Al2O3.
Analisis stratigrafi dan sejarah pengendapan Daerah Cibenda, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan sekitarnya Muhammad Daffa Kevin Adam; Yogie Zulkurnia Rochmana
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.26843

Abstract

Analisis stratigrafi dan sejarah pengendapan pada daerah Cibenda, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bertujuan mengidentifikasi kondisi geologi pada daerah penelitian dari aspek stratigrafi. Hasil pengamatan lapangan yang didapatkan dengan metode observasi lapangan kemudian direkonstruksi menjadi sebuah model sejarah geologi dengan menggunakan analisis laboratorium dan analisis studio. Pada lokasi penelitian diketahui stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda mencakup Formasi Jampang (Tomj), Formasi Kalipucang (Tmkl), Formasi Halang (Tmph) dan Formasi Tapak (Tpt). Secara tektonik, daerah penelitian terdapat pada jalur Pegunungan Selatan. Pengetahuan mengenai stratigrafi suatu daerah dapat menjadi informasi bagi penelitian lebih lanjut maupun diaplikasikan terhadap pengembangan wilayah. Oleh karena itu, peneliti memilih topik ini untuk diteliti.
Karakteristik morfometri dan morfodinamika Sub Daerah Aliran Sungai Batang Sukam, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat Ishmi Khafishah Nasution; Edy Sutriyono
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.27472

Abstract

Sungai Batang Sukam berada di kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat berada pada bentuk lahan dataran rendah yang dikontrol oleh Formasi Sawahtambang (Tost) dan Formasi Ombilin (Tmo) dengan litologi batuan sedimen. Pola pengaliran sungai meandering ini memiliki daerah limpah banjir yang dipengaruhi oleh kondisi geologi berupa proses erosi dan pengendapan sebagai pengaruh internal serta perubahan iklim sebagai pengaruh eksternal dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan morfodinamika dan karakteristik meandering sebagai hasil sedimentasi pada daerah limpah banjir dengan membandingkan dan menghubungkan perubahan morfometri aliran sungai, morfologi sungai dan perubahan meander sungai tahun 1996 dengan data citra Landsat 5 TM pada tanggal 12 Juli 1996 dan 2021 dengan data citra Landsat 8 OLI/TIRS pada tanggal 30 November 2021 menggunakan software ArcMap,  Perubahan morfometri sungai ditunjukkan dengan kenaikan dan penurunan pada rata-rata nilai parameter, perhitungan tersebut juga menunjukkan bahwa daerah penelitian termasuk kedalam meander. Berdasarkan nilai yang didapatkan pada tahun 1996 dengan 2021 nilai panjang lebar liku (L) turun dari nilai 572,54 m ke 265,12 m, nilai  lebar sungai (W) turun dari nilai 72,47 m ke 67,87, nilai Panjang Sumbu (A) turun dari nilai 220,40 ke 216,80, nilai panjang aliran sungai (S) turun dari 766,40 ke 760,80, nilai jari-jari kelengkungan (R) turun dari 111,00 ke 102,27. Sedangkan  nilai sinousitas (C) sungai meningkat dari 1,67 ke 1,78 Sedangkan morfodinamika sungai dipengaruhi oleh kondisi geologi tingginya tingkat proses pengendapan dibandingkan dengan proses erosi (Ae/Ad<1). Perubahan morfometri meander menunjukkan tipe perubahan yang didominasi oleh tipe simple. Morfologi sungai termasuk kedalam tipe bentuk sungai Irregular – Wandering dengan garis tingkat material sedimen yang cukup melimpah sebesar 50 %, daerah aliran sungai Batang Sukam termasuk kedalam kelas stadia dewasa
Status kawasan laut akibat aktivitas pertambangan nikel di Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Deniyatno Deniyatno; Armid Armid
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 4, No 2 (2022): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophiolite.v4i2.37282

Abstract

Aktivitas pertambangan mengalami perkembangan yang sangat pesat di Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk wilayah Kabupaten Konawe Utara. Salah satu wilayah tambang di daerah ini terletak di Desa Boedingi, Lasolo Kepulauan. Studi ini dilakukan untuk mengkaji status kawasan laut di wilayah Desa Boedingi akibat aktivitas pertambangan. Sebanyak 2 titik sampel (AL-01 dan AL-02) ditetapkan untuk analisis air laut dan 3 titik (TK-01, TK-02 dan TK-03) untuk kajian kesehatan terumbu karang. Parameter fisik air laut diukur secara langsung saat sampling, sedangkan parameter kimia dianalisis menggunakan metode spektrofotometri. Pengamatan kondisi terumbu karang dilakukan dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil studi menunjukkan bahwa nilai TSS pada titik pengamatan lebih besar dibanding nilai ambang batas. Khusus titik AL-01, nilai TSS yang terukur (38,95 mg/L) hampir 2 kali lipat di atas nilai ambang batas (20 mg/L); kemungkinan hal ini disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan pada lahan bukaan tambang yang masuk ke wilayah perairan laut. Nilai persentase terumbu karang hidup (life coral) sebesar 18,4%, 15,67%, dan 13,03%, masing-masing untuk titik pengamatan TK-01, TK-02, dan TK-03, termasuk dalam kategori buruk. Studi ini merekomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk melakukan pengawasan yang sitematis dalam upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan laut sebagai dampak langsung dari kegiatan pertambangan di daerah ini.

Page 4 of 4 | Total Record : 39