Jurnal Pendidikan Sendratasik
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles
213 Documents
BENTUK PEMBELAJARAN BIOLA PADA KELOMPOK BIOLA 2 DI ANSAMBEL VOX DEI SURABAYA
ROSA CHRISTINA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p
Musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.Musik digunakan secara luas oleh manusia dalam berbagai suasana dan tujuan.Salah satu tujuan yang digunakan yaitu untuk acara-acara peribadatan.Alat musik pengiring dalam sebuah peribadatan identik dengan alat musik organ maupun piano saja, tetapi ada juga gereja yang menggunakan alat musik modern sebagai alat musik pengiring peribadatan. Ansambel Vox Dei Surabaya ini merupakan salah satu contoh dari sekian ansambel musik yang memperkenalkan bahwa musik pengiring dalam sebuah peribadatan tidak hanya berupa alat musik organ atau piano saja, Ansambel ini merupakan ansambel gesek dengan alat musik biola yang sudah melakukan pelayanan diberbagai gereja di wilayah Surabaya.Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana bentuk pembelajaran biola pada kelompok biola 2 yang diterapkan oleh ansambel gesek Vox Dei Surabaya 2) Kendala apa saja yang didapat ketika para pemain ikut berperan aktif di ansambel gesek Vox Dei. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan objek penelitian adalah Bentuk Pembelajaran Biola pada Kelompok Biola 2 yang diterapkan oleh Ansambel Gesek Vox Dei Surabaya dan subjek penelitian adalah pada keberadaan Ansambel Vox Dei Surabaya. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Untuk memperoleh validitas data yang sah menggunakan kreadibilitas, depenability, dan konfimability. Beberapa metode pembelajaran yang digunakan oleh ansambel Vox Dei antara lain metode demonstrasi, metode tanya jawab, metode diskusi, dan metode drill/ latihan. Penerapan penggunan metode ini diterapkan oleh ansambel Vox Dei pada saat pemberian materi pada saat latihan berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mengetahui bentuk pembelajaran biola pada kelompok biola 2 di ansambel Vox Dei, penerapan pembelajaran yang dilakukan, materi apa saja yang dipersiapkan untuk melatih para pemain,. Lagu yang digunakan untuk pelayanan juga merupakan lagu yang telah diarransemen ulang oleh seorang arranger yang disewa langsung oleh ansambel Vox Dei, sedangkan untuk mengisi kegiatan latian selama tidak ada proses untuk kegiatan pelayanan yakni dengan berlatih buku Suzuki Violin Volume 1.Kata Kunci : Bentuk Pembelajaran, Musik Gereja, Ansambel Vox Dei
PEMBELAJARAN MUSIK UNTUK ANAK USIA DINI DI KELAS FOUNDATION OF MUSIC SEKOLAH MUSIK INDONESIA SURABAYA CABANG NGAGEL
FENYA AYREZ TYAS R
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p
Anak usia dini merupakan sosok individu yang sedang menjadi suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Terdapat beberapa aspek perkembangan yang perlu diperhatikan pada anak usia dini yaitu, kognitif, bahasa, sosial, moral, emosi, dan kepribadian serta keterampilan motorik. Upaya pengembangan anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah mempelajari dasar-dasar musik untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya. Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal dengan mendapatkan stimulasi yang tepat.Permasalahan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) bentuk pembelajaran musik untuk melatih motorik halus di kelas Foundation Of Music Sekolah Musik Indonesia2) kendala motorik halus yang terdapat di kelas Foundation Of Music Sekolah Musik Indonesia. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian adalahanak usia dini di kelas Foundation Of Music.Pengumpulan data melalui beberapa cara, yaitu: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan type validitas muka.Motorik halus merupakan gerakan koordinasi mata dan tangan. Pada dasarnya keterampilan motorik setiap anak berbeda-beda dikarenakan mendapat pengaruh dari lingkungan yang berbeda-beda pula. Pembelajaran di kelas Foundation Of Music dapat melatih motorik halus, anak mampu membalik halaman buku dengan baik tanpa bantuan orang lain, menggerakan mata ke kiri dan kanan serta atas dan bawah guna persiapan awal membaca, pada kegiatan menari, mayoritas anak mampu mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan dengan baik. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Motorik Halus, Foundation Of Music
PEMBELAJARAN BIOLA PADA EKSTRAKURIKULER ORKESTRA DI SMP NEGERI 6 SURABAYA
NUR RENA LAILATUL A
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p
SMP Negeri 6 Surabaya termasuk satu-satunya SMP Negeri yang menerapkan metode Suzuki dalam pembelajaran biola pada ekstrakurikuler orkestra. Di dalam pembelajaran musik harus melakukan tahapan belajar secara berurutan yaitu: mendengarkan musik, menyanyikan atau menirukan, mengulang terus menerus dan menyempurnakannya. Dari beberapa instrumen orkestra yang menjadi pilihan peserta didik di SMP Negeri 6 Surabaya yang mengkuti ekstrakurikuler orkestra adalah instrumen biola. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran biola pada ekstrakurikuler orkestra di SMP Negeri 6 Surabaya; (2) Mendeskripsikan bagaimana penerapan biola pada ekstrakurikuler orkestra di SMP Negeri Surabaya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatrif. Subjek penelitian, yaitu tim orkestra SMPN 6 Surabaya, pelatih dan pembina. Pengumpulan data melalui beberapa cara yaitu : observasi, wawancara, studi dokumen dan studi kepustakaan. Keabsahan data dalam penelitian kualitatif diproses melalui teknik triangulasi. Anallisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, dan setelah selesai di lapangaan. Metode yang digunakan dalam pembelajaran biola di SMP Negeri 6 Surabaya adalah menggunakan Metode Suzuki yang diajarkan dengan beberapa metode pembelajaran gabungan atau kombinasi anatara metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, metode drill. Penerapan metode pengajaran biola pada ekstrakurikuler orkestra di SMP Negeri 6 Surabaya, yaitu; (1) mendahulukan mendengar musik baru memainkan alat music,dengan cara guru mendemonstrasikan lagu yang dipelajari peserta didik menirukan lagu tersebut; (2) setiap materi diajarkan dengan mengulang-ulang agar siswa lancer memainkan lagu yang dipelajari; (3) pembelajaran membaca notasi balok menggunakan penjarian sesuai yang ada di dalam metode Suzuki sehingga peserta didik lebih mudah; (4) Proses pembelajaran biola di SMP Negeri 6 Surabaya menggunakan beberapa tahapan yaitu diawali dengan penyelarasan nada, latihan tangganada, latihan teknik, pembelajaran menuju materi lagu dan evaluasi.Kata kunci : Metode Pembelajaran Biola
PENDIDIKAN SENI MUSIK UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA GALUH HANDAYANI
RIFQI MUZAKKI SYAH PURA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Sekolah luar biasa Galuh Handayani adalah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Surabaya yang menyelenggarakan pembelajaran seni. Penerapan pembelajaran seni musik di sekolah dasar luar biasa Galuh Handayani Surabaya berbeda dengan sekolah unggulan lainnya. Inilah yang mendasari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan alat dan prasarana seni musik di SD Galuh Handayani Surabaya; 2) untuk mendeskripsikan pembelajaran pendidikan seni musik di SD Galuh Handayani Surabaya; 3) mendeskripsikan fungsi pendidikan seni musik di SD Galuh Handayani Surabaya; 4) untuk mendeskripsikan hasil belajar seni musik di SD Galuh Handayani Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian pendidikan musik kesenian di sekolah dasar luar biasa Galuh Handayani Surabaya, lokasi penelitian di Jl. Manyar Sambongan, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60282. Sumber data yang digunakan adalah manusia dan non manusia, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan literatur, analisis data, validitas data menggunakan triangulasi sumber, waktu triangulasi dan metode triangulasi. Hasil penelitian ini meliputi sarana dan prasarana pembelajaran seni musik di SD Galuh Handayani Surabaya di dua fasilitas sarana dan prasarana pendidikan seni musik. Untuk fasilitas pendidikan umum cukup lengkap dan bagus untuk siswa. Fungsi pendidikan seni musik dibagi menjadi enam fungsi (1) mengenal lagu daerah Indonesia; (2) mengenal lagu nasional Indonesia; (3) untuk terapi; (4) sebagai media bermain; (5) sebagai media pengembangan bakat; (6) sebagai media komunikasi. Hasil dari pendidikan seni ada tiga prespektif yang pertama hasil pembelajaran kompetensi akademik dan psikomotor yang kedua hasil pembelajaran kompetensi sosial dan afektif yang ketiga hasil kegiatan untuk terapi.Bedasarkan hasil penelitian penyelenggaraan pendidikan seni musik di SD Galuh Handayani Surabaya mencukupi sarana prasarana pendidikan seni. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan baik diluar sekolah maupun dalam kelas. Fungsi pendidikan seni musik tidak hanya untuk pendidikan formal namun multifungsi. Hasil pendidikan seni musik meliputi komponen-komponen akademik sosial maupun afektif dan psikomotor.Kata kunci: Down syndrome, pendidikan seni musik, terapi seni musik
PERMAINAN BOLA NADA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN NOTASI BALOK DI SMP NEGERI 1 GENENG NGAWI
GANDES AYUNING TYAS
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Pendidikan Seni Budaya di SMP Negeri 1 Geneng Ngawi hanya membelajarkan 3 cabang seni yaitu seni rupa, seni tari dan seni musik. Menurut guru mata pelajaran Seni Budaya, materi seni musik kurang diminati oleh siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, maka perlu adanya inovasi pembelajaran yang melatih dan mengajarkan guru untuk menggunakan media pembelajaran bagi siswa. Media pembelajaran yang peneliti anggap sesuai untuk siswa SMP Negeri 1 Geneng Ngawi adalah permainan, dalam hal ini peneliti menamakan permainan dengan nama ”Bola Nada”. Penelitian ini memiliki 2 rumusan masalah utama yaitu: (1) Bagaimana bentuk media bola nada dalam mata pelajaran seni budaya kelas VII di SMP Negeri 1 Geneng Ngawi? (2) Bagaimana pengaruh permainan bola dalam pembelajaran notasi di SMP Negeri 1 Geneng Ngawi?Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh permainan bola nada terhadap pembelajaran membaca notasi dalam mata pelajaran seni budaya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB di SMP Negeri 1 Geneng Ngawi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan bola nada berpengaruh sebagai media pembelajaran notasi balok. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hipotesis yang telah diajukan H_o dan H_a, bahwa dapat dikatakan berhasil apabila hasil postest siswa melampaui SKM (Standart Ketuntasan Minimal) mata pelajaran Seni Budaya yaitu 75. Hal ini terbukti pada rata-rata nilai pretest ketuntasan siswa kelas kontrol sebesar 58,4 atau 60,5% sedangkan nilai postest ketuntasan siswa pada kelas kontrol sebesar 62,63 atau 62,6% dapat kita ketahui bahwa ada kenaikan nilai sebesar 2,1% terhadap kelas kontrol. Sedangkan pada kelas eksperimen atau kelas yang mendapatkan perlakuan diketahui nilai pretest sebesar 54,2 atau 54% dan nilai post test sebesar 91,5 atau 91,5% dapat diketahui bahwa ada kenaikan nilai sebesar 37,5% untuk kelas eksperimen atau kelas yang mendapatkan perlakuan. Dari perbandingan nilai diatas dapat diketahui bahwa permainanbola nada dapat berpengaruh pada siswa dalam pembelajaran notasi adalah sebesar 28,9%Kata kunci : Pembelajaran, Media
MEDIA BRAILLE PADA PEMBELAJARAN PIANO UNTUK SISWA TUNANETRA DI SMPLB-A (YPAB) SURABAYA
Prima Nur Jabar
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Pembelajaran piano bagi penyandang tunanetra sampai saat ini masih dilakukan dengan menggunakan alat bantu notasi braille. Seperti halnya pada siswa-siswi di SMPLB-A (YPAB) Surabaya, kemampuan pembelajaran pianonya cepat walaupun memiliki keterbatasan pengelihatan. Hal ini juga ditunjukkan dari beberapa prestasi yang telah diikuti sekolah dalam lomba seni musik tingkat daerah maupun nasional. Tujuan penelitian mendeskripsikan persiapan dengan media Braille pada pembelajaran piano di SMPLB-A (YPAB) Surabaya. Mendeskripsikan cara pembelajaran piano menggunakan media Braille dan hasil pembelajaran piano menggunakan media Braille.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ialah anak-anak berkebutuhan khusus tunanetra yang mengikuti pembelajaran seni musik piano dengan menggunakan media braille dari kelas tujuh dan delapan. Objek penelitian ini yaitu proses pembelajaran piano dengan media braille. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, verifikasi dan penyajian data.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik dilakukan dengan guru membuat rancangan pembelajan (RPP). Dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah karena sebagaian besar penyampaian materi yang dilakukan ialah secara lisan, gurus juga menggunakan metode tanya jawab, karena siswa lebih menyimak apa yang dikatakan oleh guru dari pada membaca, dan juga guru menggunakan metode demonstrasi dikarenakan anak lebih mudah belajar dengan cara dicontohkan terlebih dahulu, begitu juga metode latian dan tugas sebagai usaha guru dalam pembelajaran musik dapat melalui ranah efektif yang di lihat dengan anak menunjukan kemajuan perkembangan dalam berproses bermain dan membaca, menulis notasi piano dengan huruf Braille. Simpulan dalam penelitian ini yaitu meliputi: perencanaan pembelajaran seni musik sudah cukup baik untuk anak tunanetra dibuktikan dengan kemajuan anak dalam bermain musik dan membaca notasi musik braille. Pelaksanaan pembelajaran berjalan efektif dan menyenangkan. Dari hasil evaluasi, pembelajaran piano dengan menggunakan media braille memberi dampak positif yakni para siswa-siwi tunanetra lebih percaya diri dan mudah berinteraksi kepada orang lain. Kata Kunci: Media Braille, Pembelajaran Piano
MATERI PEMBELAJARAN TEKNIK GHOST NOTE PADA KELAS PRIVATE DRUM DI SEKOLAH MUSIK JAZZ CENTRUM SURABAYA
GILANG ARAFAH
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Drum set adalah bagian dari instrumen perkusi yang bersifat ritmik dan berfungsi sebagai pembawa tempo dalam band atau ansambel. Menurut klasifikasinya, instrumen drum set digolongkan sebagai instrumen perkusi yang tidak bernada. Teknik permainan pada instrumen drum set berkembang seiring dengan perkembangan musik Jazz di New Orleans. Salah satu elemen penting dalam musik Jazz adalah keinginan untuk berimprovisasi. Improvisasi merupakan kebebasan dalam bermain musik yang menggunakan teknik tertentu untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, namun ada aturan yang harus dipahami, sehingga produk improvisasi dapat terdengar indah dan harmonis. Improvisasi juga bersifat ekspresif, sehingga baik buruknya permainan improvisasi sangat ditentukan oleh kondisi emosi dan perasaan seseorang yang memainkannya.Salah satu bentuk improvisasi yang terdapat pada pembelajaran drum set adalah teknik Ghost Note. dimana teknik ini masih jarang ditemukan keberadaannya di beberapa sekolah musik. Teknik Ghost Note merupakan sebuah teknik variasi memukul drum yang dapat ditemukan pada musik Jazz, Funk dan Fussion. Sekolah musik yang menerapkan materi teknik ini adalah Jazz Centrum. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pembelajaran drum di Jazz Centrum. (2) Memahami penerapan teknik Ghost Note pada drum di sekolah musik Jazz Centrum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Spradley yaitu analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ghost Note adalah sebuah notasi yang memiliki nilai pasti seperti notasi pada umumnya, namun dimainkan dengan cara yang lembut bahkan terkadang hampir tidak terdengar. Ghost Note di lambangkan dengan tanda kurung “()” yang terdapat pada kepala note. Ghost Note paling sering dimainkan oleh snare drum yang terdiri dari note 1/8, dan 1/16. Teknik yang paling mendasar yaitu memahami dinamika pada saat memukul stik drum atau yang disebut stick control. Langkah kedua yaitu membuat pola ritme 8 beat, yang disertai aksen agar membentuk suatu dinamika. Untuk menciptakan suasana groove, dibutuhkan pola latihan rudiment, berupa single stroke, double stroke maupun paradiddle yang dapat diterapkan pada irama 8 beat. Metode yang digunakan adalah metode repetisi dan demonstrasi dengan metode ini siswa lebih cepat menghafal pola irama sesuai dengan instruksi guru. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ghost Note terbentuk dari aplikasi dinamika keras dan lembut pada pukulan stik drum yang diterapkan pada pola irama dengan menggunakan unsur latihan rudiment. Kata kunci : Teknik drum, Ghost Note, Jazz Centrum
METODE DEWEY (KOMUNIKATIF, KONSTRUKTIF, INVESTIGATIF, ARTISTIK) PADA PEMBELAJARAN MUSIK UNTUK ANAK USIA DINI DI KELAS LITTLE MOZART IM MUSIC SCHOOL SURABAYA
ISABELLA IRENE ANANDA;
ANIK JUWARIYAH
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Saat ini pendidikan dapat ditempuh sedini mungkin baik secara formal maupun nonformal. Banyak lembaga musik di Surabaya yang menawarkan pendidikan untuk anak usia dini seperti Yamaha, Quatro, Raxton Music School namun yang menarik adalah lembaga IM Music School dengan metode Dewey yang berpusat pada perhatian dan insting anak yang meliputi insting komunikatif, konstruktif, investigatif dan artistik. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yaitu bagaimana bentuk perencanaan pembelajaran? Bagaimana pelaksanaan pembelajaran? Bagaimana hasil pembelajaran menggunakan metode Dewey?Tujuan dari penulisan karya tulis ini ialah untuk memberikan gambaran kepada masyarakat khususnya para guru dan instansi musik bahwa metode Dewey dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk anak usia dini. Teori yang mendukung penelitian ini antara lain yaitu teori belajar seperti metode pembelajaran, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data antara lain ialah wawancara, observasi, dokumentasi dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perencanaan pembelajaran untuk kelas musik Little Mozart antara lain menggunakan materi berupa buku, CD/DVD, flashcard, boneka dengan metode Dewey, demontrasi dan praktikum. Model pembelajarannya menggunakan explicit nstruction dan media pembelajaran yaitu By Design Learning dengan alokasi waktu 60 menit per tatap muka. Dalam kelas musik Little Mozart, guru telah melaksanakan rancangan yang dibuat sebelumya. Selain itu suasana kelas yang tercipta sangat menyenangakan sehingga membuat anak selalu aktif dan dapat menerima pembelajaran dengan mudah. Hasil evaluasi pembelajaran untuk kelas Little Mozart berupa ujian kenaikan level, konser musik fiesta dan ujian penampilan tengah semester sehingga anak-anak tidak hanya mampu bermain musik dalam kelas namun juga berani untuk tampil di depan umum.Kata Kunci : Metode Dewey, Pembelajaran Musik, Anak Usia Dini, Little Mozart
UPAYA SANGGAR KARTIKA BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN SENI DI KABUPATEN JEMBER
EKY RAMADHANI;
WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Sanggar Kartika Budaya adalah sanggar tari yang mengajarkan tari tradisonal dan tari kreasi. Selain tari tradisonal dan kreasi, sanggar menciptakan tari garapan yang dipentaskan dalam festival atau lomba tari. Sanggar Kartika Budaya memiliki banyak prestasi dan program sanggar di setiap tahunnya baik Nasional maupun Internasional. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya dan cara Sanggar Kartika Budaya dalam pengembangan seni di Kabupaten Jember.Teori yang digunakan, teori sanggar dari Jazuli, pengembangan dari Edy Sedyawati, Seni dari Soedarso, mencipta dari Hadi. Metode penelitian digunakan adalah kualitatif dengan sumber data manusia dan non manusia. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi yang divalidasi dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan cara Reduksi data, interpretasi data, serta penarikan simpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Upaya Sanggar Kartika Budaya dalam mengembangkan seni antara lain, dilakukan melalui pendidikan seni yaitu seni tari, musik, dan dramatari. Program kelas tari dan musik ini menunjukkan bahwa sesuai dengan kurikulum yang berlaku. (2) Cara Sanggar Kartika Budaya dalam pengembangan seni dilakukan melalui membuat karya tari (Penggarapan), menyelenggrakan pelatihan, serta mengikuti dan menyelenggarakan pementasan baik lomba maupun festival. Hal ini membuktikan upaya dan cara sanggar dalam pengembangan seni di Kabupaten Jember cukup baik. Kata kunci: Upaya, Sanggar Kartika Budaya, Pengembangan Seni
METODE PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER DRUM BAND DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUBAN KABUPATEN TUBAN
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p
Ekstrakurikuler Drum Band MTs Negeri Tuban dirintis sejak tahun 1984. Drum Band MTs Negeri Tuban yang bernama “Derap Nada Muslim”, sering mengikuti kejuaraan lomba di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Ektrakurikuler Drum Band MTs Negeri Tuban memiliki keunggulan yakni pelatihnya merupakan anggota PDBI, anggota Corps Drum Band Pemkab Kabupaten Tuban. Sebelum berkegiatan ekstrakurikuler, peserta didik diberi latihan fisik yang cukup. Selain itu ditunjang dengan beberapa metode yakni metode ceramah, demonstrasi, latihan bersama, dan praktikum. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yaitu bagaimana penerapan metode pembelajaran dalam ekstrakurikuler drum band MTs Negeri Tuban? Bagaimana hasil belajar dengan metode pembelajaran dalam ekstrakurikuler drum band MTs Negeri Tuban?Tujuan penulisan skripsi ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana metode yang digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band. Selain itu menjelaskan bagimana hasil pembelajaran peserta didik setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian yakni metode pembelajaran yang digunakan pada Ekstrakurikuler Drum Band di MTs Negeri Tuban. Data dianalisis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam mencari validitas data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah digunakan oleh pelatih untuk memberikan materi tentang dasar-dasar pengenalan alat musik dan notasi balok. Metode demonstrasi dilakukan oleh pelatih yang secara langsung mempraktikkan bagaimana cara memainkan alat musik drum band, yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari oleh peserta didik. Pada colour guard diberikan materi memegang bendera serta cara latihan fisik berupa lari, push up, sit up. Metode latihan bersama didahului dengan mengelompokkan peserta didik sesuai instrumennya, kemudian melakukan latihan materi lagu yang telah diberikan oleh pelatih dan dilakukan secara berulang-ulang. Metode praktikum digunakan pelatih utama dalam mengamati keseluruhan tiap instrumen dengan menggabungkan semua anggota drum band menjadi satu untuk melihat hasil belajar peserta didik pada saat latihan.Kata Kunci: Metode pembelajaran, ektstrakurikuler drum band, hasil belajar.