cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 213 Documents
PEMBELAJARAN TARI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DI SANGGAR TARI ARMY DANCE (ADP) SURABAYA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sanggar Tari Army Dance Performance (ADP) adalah sanggar tari yang eksis di Surabaya dengan menerapkan salah satu model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Model pembelajaran CTL yang digunakan dalam pembelajaran tari di Sanggar Tari ADP telah membawa sanggar dalam pencapaian prestasi belajar dengan baik. Tujuan pengkajian ini adalah mengkaji pelaksanaan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL), dan menjelaskan hasil belajar yang dilakukan sanggar tari Army Dance Performance (ADP) Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian pembelajaran tari di Sanggar Tari Army Dance Performance (ADP) Surabaya. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan mereduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL dilakukan melalui langkah pembelajaran konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian dalam pembelajaran tari di Sanggar Tari ADP dapat mempermudah pelatih menyampaikan materi pembelajaran dan peserta didik dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah. Hasil belajar dengan model pembelajaran CTL membuat pembelajaran menjadi efektif dan hasil belajar peserta didik menjadi maksimal yang dibuktikan dengan keberhasilan dalam ujian yang diadakan sanggar. Tolak ukur yang menjadi penilaian adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diberlakukan sanggar. Peserta didik dinyatakan lulus apabila mencapai KKM yang telah ditetapkan. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini mengacu pada hasil pembelajaran sanggar Tari ADP dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL).Kata kunci : Pembelajaran tari, model pembelajaran, hasil pembelajaran.
PEMBELAJARAN SENI TARI MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF BAGI SISWA TUNAGRAHITA DI SDLB AKW KUMARA 1 SURABAYA WURI HANDAYANI; SETYO YANUARTUTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Pembelajaran seni tari yang diselenggarakan bagi siswa tunagrahita pada umumnya menggunakan model khusus yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. SDLB AKW Kumara 1 Surabaya telah menyelenggarakan pembelajaran seni tari menggunakan model kooperatif yang tergolong unik. Model kooperatif sering dikenal dengan sebuah pembelajaran yang melatih siswa untuk bekerja dalam kelompok. Pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan bagi siswa tunagrahita memberikan tantangan terhadap guru. Selain menciptakan pembelajaran yang menyenangkan guru juga ditantang untuk memberikan pengalaman pada siswa tentang bekerja dalam kelompok. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran seni tari menggunakan model kooperatif bagi siswa tunagrahita di SDLB AKW Kumara 1 Surabaya.Pada penelitian ini menggunakan teori belajar humanistik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber data manusia dan non manusia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi yang divalidasi dengan triangulasi metode dan sumber. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi, interpretasi, penyajian, serta penarikan simpulan.Model pembelajaran kooperatif dengan prinsip pendekatan humanistik menjelaskan bahwa potensi siswa dapat dikembangkan melalui proses interaksi dan aktualisasi diri yang dilakukan secara kooperatif atau berkelompok. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran seni tari bagi siswa tunagrahita bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi, komunikasi, serta beradaptasi. Bertolak dari hal tersebut, pembelajaran seni tari efisien dilakukan menggunakan model pembelajaran kooperatif dalam mencapai tujuan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran telah sesuai dengan apa yang ada dalam perencanaan, namun terdapat pengembangan metode yang digunakan. Metode yang digunakan berupa kombinasi antara demonstrasi, pendekatan secara langsung, ceramah, serta penugasan guna memenuhi kebutuhan siswa. Melalui proses kegiatan pembelajaran dapat diketahui bahwa siswa telah mencapai tujuan pembelajaran kooperatif.Kata kunci: Pembelajaran seni tari, tunagrahita, Model Kooperatif.
METODE LATIHAN PADUAN SUARA GOLDEN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA CINDY MAYA HERNANDHES; ANIK JUWARIYAH
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Paduan Suara Golden Universitas Trunojoyo Madura merupakan salah satu paduan suara perintis dan yang paling eksis mengikuti lomba-lomba di luar daerah Bangkalan. Meskipun perkembangan paduan suara di Bangkalan belum berkembang secara pesat namun Paduan Suara Golden membawa perubahan yang baik bagi masyarakat Bangkalan melalui prestasi-prestasi yang diraih. Fenomena ini mendasari peneliti untuk mengkaji lebih dalam proses latihan melalui metode latihan Paduan Suara Golden Universitas Trunojoyo Madura.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode latihan PS Golden Universitas Trunojoyo Madura, mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam latihan kelompok PS Golden Universitas Trunojoyo Madura, mendeskripsikan hasil penerapan metode latihan PS Golden Universitas Trunojoyo Madura. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian yaitu timPaduan Suara Golden dengan objek penelitian ditekankan pada metode latihan yang diterapkan oleh pelatih. Sumber data dalam penelitian ini melalui dua cara, yaitu: (1) Sumber data primer, (2) Sumber data sekunder. Pengumpulan data melalui beberapa cara yaitu: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Rekaman, (5) Kuisioner. Validitas data dalam penelitian iniyaitu: (1) Triangulasi Sumber, (2) Triangulasi Teknik.PS Golden Universitas Trunojoyo Madura menerapkan tiga metode yang paling efektif untuk menunjang proses latihan, yaitu: metode imitasi, metode drill, metode tutor sebaya/Asisten pelatih. Dimana ketiga metode tersebut saling berkaitan. Kendala-kendala yang terjadi dalam proses latihan, antara lain: (1) Keterbatasan kemampuan anggota dalam membaca notasi, (2) Regenerasi anggota penyanyi laki-laki, (3) Keterbatasan waktu untuk mempelajari teknik vokal dan materi lagu, (4) Ketidaklengkapan anggota saat berlatih, (5) Kesulitan dalam menggarap lagu dengan tingkat kesulitan tinggi. Hasil dari penerapan metode tersebut (1) Anggota Paduan Suara Golden lebih cepat menggarap materi lagu, (2) Melatih pendengaran (solfegio) setiap anggota menjadi lebih baik, (3) Tutor Sebaya berperan penting dalam kelompok tiap suara, (4) Kesulitan dalam menggarap lagu dengan tingkat kesulitan tinggi, (5) Kurangnya interpretasi lagu. Kata Kunci: Metode, Latihan, Paduan Suara.
METODE LATIHAN PADUAN SUARA SMASA CHOIR BLITAR DALAM RANGKA LOMBA PADUAN SUARA UNIVERSITAS AIRLANGGA 2018 DEBORA WATI PUTRI; BUDI DHARMAWANPUTRA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Smasa Choir Blitar merupakan tim paduan suara yang berhasil menorehkan pengalaman dan prestasi dengan membawakan lagu Podho Nginang aransemen Yanu Kristiono sejak tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang perencanaan latihan dan metode latihan paduan suara Smasa Choir Blitar dalam mengikuti kompetisi LPSUA 2018. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian yaitu metode latihan yang diterapkan Smasa Choir Blitar, dan subjek penelitian yaitu Tim Paduan Suara Smasa Choir Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan pelatih dan anggota, serta dokumen dari Smasa Choir Blitar. Latihan untuk LPSUA 2018 ini Smasa Choir memiliki perencanaan latihan yang didalamnya terdapat perencanaan latihan fisik, latihan vokal, latihan pendengaran dan latihan vokal. Latihan tesebut untuk memaksimalkan dalam membawakan lagu Podho Nginang sampai tahap perform. Smasa Choir Blitar menerapkan tiga metode latihan yaitu: Metode Linear dengan tahapan pemanasan fisik, latihan pernapasan, pemanasan vokal, latihan intonasi, membaca notasi, latihan artikulasi dan dinamika, ekpsresi serta interpretasi hingga koreografi. Metode Latihan Bersama Teman dimana setelah latihan secara individu, anggota melakukan latihan persektor jenis suara kemudian latihan bersama satu tim. Metode Drill merupakan latihan lagu secara berulang-ulang, baik bagian sulit, keseluruhan maupun koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan metode latihan yang digunakan dalam berlatih lagu Podho Nginang efektif dan menunjukkan hasil yang baik. Kata Kunci: Paduan Suara, Metode Latihan.
METODE PEMBELAJARAN PIANO UNTUK ANAK USIA 3-5 TAHUN DI YAMAHA MUSIC SCHOOL
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Musik telah menjadi bentuk komunikasi manusia yang unik, dengan aransemen suara yang terstruktur sangat baik seperti susunan dalam tata bahasa. Musik bisa didengarkan dan dinikmati baik oleh orang yang memiliki pengetahuan tentang musik atau yang awam sama sekali tentang musik. Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan musik baik secara individu maupun kelompok karena musik menjadi salah satu sisi budaya manusia. Salah satu alat musik yang dapat menghasilkan instrumen-instrumen musik adalah piano. Piano adalah salah satu instrumen musik yang paling banyak digemari dan dipelajari oleh segala tingkatan usia. Piano memiliki karakter yang unik dan selalu dapat dinikmati di setiap masa untuk jenis musik apapun. Kelebihan piano adalah instrumen yang memiliki range nada sangat luas hingga mencapai lebih dari 7 oktaf yang tidak dimiliki oleh instrumen lainnya, karena itu piano mampu menampilkan lagu-lagu ekspresif dengan perbendaharaan nada rendah dan tinggi yang beragam. Salah satu sekolah musik yang memberikan pembelajaran alat musik piano adalah Yamaha Music School Surabaya. Pembelajaran piano yang dilakukan Yamaha Music School Surabayakepada siswanya dapat berjalan dengan efektif apabila memenuhi aspek-aspek dalam pembelajaran piano dalam penelitiannya menyebutkan bahwa dalam belajar piano terdapat beberapa aspek yang diajarkan, yaitu memory singing, hearing, reading, dan finger drill. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pembelajaran piano untuk anak usia bawah 10 tahun khusunya pada anak usia 2 sampai 5 tahun di Yamaha Music School Surabaya berdasarkan aspek-aspek memory singing, hearing, reading, dan finger drill, sehingga nantinya dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pembelajaran piano yang dilakukan Yamaha Music School Surabaya.Kata kunci: metode, pembelajaran piano.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK ANGKLUNG DENGAN METODE ISYARAT DI SMA NEGERI 3 MAGETAN MADHA EKA SISWARDANNY; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 3 Kabupaten Magetan menerapkan pembelajaran ekstrakurikuler musik Angklung untuk siswa-siswi dengan menggunakan media Angklung. Pembelajaran ekstrakurikuler musik Angklung memerlukan kerja sama dengan pemusik lain yang dapat mengembangkan kreativitas siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang: 1) Proses pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung, 2) Hasil pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung, 3) Kendala pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Objek penelitian yakni pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung dengan metode isyarat di SMA Negeri 3 Magetan. Subjek penelitian yakni siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan yang mengikuti ekstrakurikuler musik angklung. Lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Magetan, Jalan Raya Sarangan No.45 Kabupaten Magetan. Sumber data primer diperoleh dari Sri Peni Lestari selaku pelatih ekstrakurikuler musik angklung dan Atik Fatihati selaku Kepala Sekolah. Data sekunder diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, menggunakan triangulasi data yang diperoleh dari wawancara, observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung serta dokumen-dokumen seperti buku catatan siswa, foto-foto pendukung kegiatan ekstrakurikuler musik angklung. Triangulasi sumber yang diperoleh dari Sri Peni Lestari selaku pelatih, siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler musik Angklung, Atik Fatihati selaku Kepala Sekolah. Triangulasi waktu yang diperoleh selama penelitian berlangsung untuk melihat konsistensi jawaban yang telah diberikan oleh narasumber.Hasil penelitian tentang proses pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan yaitu dengan materi pengenalan alat musik angklung, pembelajaran lagu secara individu maupun kelompok dengan menggunakan metode isyarat, ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil pembelajaran dari ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif yang menunjukkan penggunaan metode isyarat lebih mendominasi daripada aspek lainnya yang berarti bahwa metode isyarat layak digunakan untuk pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung khususnya dalam hal memainkan akord dan melodi bagi pemula. Kendala dalam proses pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Kendala internal yaitu rendahnya musikalitas siswa SMA Negeri 3 Magetan. Kendala eksternal yakni: 1) angklung bass tidak terpakai, terdapat sebagian Angklung Melodi dan Angklung Akord yang tidak layak pakai; 2) waktu pembelajaran yang tidak tepat dan kurangnya disiplin waktu pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran ekstrakurikuler, musik angklung, metode isyarat
PEMBELAJARAN PIANO BEGINNER GRADE 1-2 PROGRAM PRIVATE CLASS DI SEKOLAH MUSIK INDONESIA CABANG RUNGKUT SURABAYA DINDA CITRANING SAYEKTI; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sekolah Musik Indonesia yang disingkat SMI adalah Sekolah Musik yang menyelenggarakan pembelajaran piano menggunakan media teknologi digital Sibelius, Band in A Box dan Mixcraft. Melalui media digital ini dapat mempermudah siswa dalam memainkan piano, pengetahuan bermain piano, serta dapat mengembangkan kompetensi di setiap individu siswa.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran piano Beginner Grade 1-2 pada program private class di SMI Cabang Rungkut Surabaya, 2) Mendeskripsikan hasil pembelajaran piano Beginner Grade 1-2. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif serta pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara dari beberapa narasumer di SMI Rungkut Surabaya. yang menggunakan teknik triangulasi sumber, data, dan waktu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Beginner Grade 1-2. SMI Rungkut Surabaya dan objek penelitian difokuskan pada permasalahan berkaitan dengan pembelajaran piano Beginner Grade 1-2 yang mempelajari tentang teori musik, praktik alat musik, membaca notasi musik, kepekaan nada. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) proses pembelajaran piano diawali dengan kurikulum mapping, dan media teknologi digital Sibelius dapat memperlancar siswa dalam membaca notasi musik, Band In A Box dapat mengembangkan pengetahuan bermusik melalui accord, serta iringan musik, dan Mixcraft sebagai media rekaman untuk hasil komposisi siswa bermain piano. Media teknologi digital ditujukan sebagai penunjang pembelajaran piano tingkat pemula yang berguna untuk meningkatkan musikalitas siswa. 2) Hasil pembelajaran adalah hasil capaian dari proses belajar piano oleh Beginner Grade 1-2menggunakan media teknologi digital dan dievaluasi melalui kesanggupan siswa bermain alat musik piano, membaca notasi, pengetahuan musik, bernyanyi dengan kepekaan nada, serta mengimprovisasi lagu. Hasil pembelajaran setiap siswa Beginner Grade 1-2 dipaparkan padaraport setelah mengikuti Ujian Tengah Semester dan menentukan kenaikan tingkatan kelas atau Grade. Proses pembelajaran piano di SMI Rungkut Surabayadibuktikan bahwa dengan aplikasi musik digital dapat menunjang peran guru dalam meningkatkan kualitas siswa untuk mempermudah bermain piano.Kata Kunci: Pembelajaran Piano, Beginner Grade 1-2, Private Class.
METODE PEMBELAJARAN VOKAL UNTUK ANAK-ANAK DI SANGGAR NANIN MUSIC COURSE KOTA KEDIRI YURIKA DEFVI KARUNIA ASIH; BUDI DHARMAWANPUTRA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sanggar Nanin Music Course (NMC) merupakan lembaga pendidikan nonformal yang bergerak di bidang pembelajaran musik khususnya vokal. Sanggar ini telah menghasilkan banyak musisi khususnya penyanyi dan juga telah meraih banyak prestasi. Sanggar NMC berdiri pada tanggal 15 Agustus 2008. Keberadaannya sudah dikenal di Kota Kediri. Pengelolaan manajemen sanggar NMC yang baik, perolehan prestasi-prestasi Siti Isnaniyah, dan keikutsertaan Siti Isnaniyah untuk andil di setiap acara-acara khususnya di Kota Kediri menjadikan ia orang yang berperan penting terhadap eksistensi sanggar NMC. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan proses pembelajaran vokal untuk anak-anak pada sanggar Nanin Music Course di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian pembelajaran vokal untuk anak-anak di Sanggar NMC Kota Kediri. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Validitas data yang digunakan untuk memperoleh data yang akurat antara lain triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. Metode pembelajaran vokal untuk anak-anak di Sanggar NMC menggunakan metode latihan (drill) dan metode pembelajaran demonstrasi serta menggunakan langkah-langkah pendekatan pembelajaran Student Center Learning (SCL) yang memusatkan proses pembelajaran kepada peserta didik itu sendiri dan dialami langsung. Pembelajaran vokal untuk anak-anak tersebut sudah memenuhi aspek penilaian pembelajaran vokal yang meliputi aspek sikap antara lain kehadiran, kedisiplinan, keaktifan, bersosialisasi, dan sikap badan. Aspek keterampilan meliputi membaca notasi angka, teknik pernapasan, vokalisi, ketepatan menyanyikan lagu, dan ekspresi. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini yakni pembelajaran vokal untuk anak-anak di sanggar NMC memiliki kualitas yang baik dan memenuhi kriteria pembelajaran SCL yang efektif. Hal ini dibuktikan dengan melihat hasil pembelajaran pada laporan lembar belajar peserta didik yang rata-rata mendapatkan nilai B (baik).Kata Kunci: pembelajaran vokal, anak-anak, sanggar.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN KURSUS TARI DI SANGGAR TARI RIZKY BUDOYO JATIM KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO AULIA FIZKA BELLA BIONITA; ENIE WAHYUNING HANDAYANI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim merupakan sanggar tari yang mengajarkan seni tari tradisional maupun modern. Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim memiliki banyak prestasi di bidangnya. Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim juga memiliki karya tari sendiri yang bisa dipertunjukkan pada even-even tertentu. Tujuan pada penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui latar belakang sanggar tari Rizky Budoyo di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo; 2) untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan oleh pelatih di Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim; 3) untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi peserta didik untuk mengikuti kursus tari di Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim.Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori sanggar dari Jazuli, strategi pembelajaran dari Ismail, perkembangan seni dari Soedarsono. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi yang divalidasi dengan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan cara Reduksi data, interpretasi data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian memaparkan bahwa (1) latar belakang berdirinya sanggar dimulai sejak tahun 1978 di Surabaya dengan nama Rizky Group dan berkembang menjadi Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim sampai sekarang; (2) metode pembelajaran yang digunakan oleh Sanggar Tari Rizky Budoyo dalam proses belajar mengajar salah satunya adalah tutor sebaya sehingga mudah untuk menanamkan pendidikan karakter kepada siswa; (3) faktor yang mempengaruhi peserta didik untuk mengikuti kursus tari di Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim adalah dari faktor internal yang berupa motivasi dan faktor eksternal yang berupa karakteristik pimpinan sanggar.Kata Kunci: Pendidikan karakter, Pembelajaran, kursus tari.
PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN WAYANG TOPENG MALANGAN DI PADEPOKAN SENI MANGUN DHARMA KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG TAHUN 1989-2018 AINA CHUURUN IIN JANNAH; SETYO YANUARTUTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Padepokan Seni Mangun Dharma merupakan lembaga pendidikan non formal yang memberikan pembelajaran bidang seni khususnya Wayang Topeng Malangan sejak 26 Agustus 1989. Seiring perkembangan zaman padepokan ini mengalami berbagai perubahan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Perkembangan pembelajaran tersebut menjadi daya tarik untuk dilaksanakan penelitian. Berangkat dari hal tersebut peneliti memfokuskan pada 1) perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang dari tahun 1989-2018. Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini karena menggunakan data deskriptif untuk menjelaskan perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan 4 tahap yaitu mengumpulkan data, reduksi data, tahap penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan dengan cara triangulasi dengan bentuk triangulasi waktu, sumber dan bentuk. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma terbagi menjadi 4 fase yaitu fase tahun 1989-1992 yang merupakan awal pendirian; fase tahun tahun 1993-1998 yang mengalami perkembangan pesat dengan berbagai perubahan metode pembelajaran; fase tahun 1999-2003 ketika padepokan mengalami masa vakum; dan pada fase tahun 2004-2018 ketika padepokan mengadakan kegiatan pembelajaran seni yang lebih berfokus kepada materi Malangan dan Topeng. Perkembangan pembelajaran tersebut dipengaruhi faktor intrinsik seperti adanya ide baru dan perubahan manajemen padepokan; serta faktor ekstrinsik seperti perubahan dan perkembangan zaman, dukungan pemerintah dan masyarakat, dan masalah keluarga. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma mengalami perkembangan. Perkembangan yang terjadi dilihat pada unsur pembelajaran seperti peserta didik, pendidik, tujuan belajar, metode, materi, media belajar, dan proses evaluasi. Kata kunci : perkembangan, pembelajaran, wayang topeng, Mangun Dharma