cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 213 Documents
REGENERASI KESENIAN REYOG PONOROGO MELALUI PEMBELAJARAN REYOG MINI DI SANGGAR TARI SOLAH WETAN, KECAMATAN SAWOO, KABUPATEN PONOROGO TRI RETNO HAYUNINGTYAS; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sanggar Tari Solah Wetan merupakan sanggar yang memiliki kredibilitas tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya proses regenerasi di Sanggar Tari Solah Wetan. Regenerasi sebagai proses pewarisan sangat diperhatikan di Sanggar Tari Solah Wetan, khususnya kesenian Reyog Ponorogo. Dari hasil regenerasi tersebut, Sanggar Tari Solah Wetan meraih beberapa juara serta menjadi panutan bagi sanggar yang lain, dalam berkesenian Reyog Ponorogo. Salah satu upaya regenerasi kesenian Reyog Ponorogo yang dilakukan di Sanggar Tari Solah Wetan yaitu melalui pembelajaran Reyog Mini bagi anak berusia 7 sampai 12 tahun untuk menyiapkan generasi penerus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sifatnya deskriptif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan 1). Regenerasi Kesenian Reyog Ponorogo yang dilakukan di Sanggar Tari Solah Wetan kecamatan Sawoo kabupaten Ponorogo, 2). Proses pembelajaran Reyog Mini di Sanggar Tari Solah Wetan Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, serta 3). Kendala pembelajaran Reyog Mini di Sanggar Tari Solah Wetan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi teknik, triangulasi metode, serta triangulasi waktu. Sedangkan analisis datanya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi kesenian Reyog Ponorogo di Sanggar Tari Solah Wetan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo terjadi secara alamiah dan berencana. Regenerasi alamiah berlangsung melalui hubungan darah pada anggota Sanggar Tari Solah Wetan. Regenerasi berencana berlangsung dengan pembelajaran Reyog melalui Reyog Mini. Proses pembelajaran dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Proses pembelajaran menggunakan metode drill, tutor sebaya, dan berbasis tokoh. Dalam hal ini antara proses dan hasil sama-sama diperhatikan. Regenerasi yang dilakukan di Sanggar Tari Solah Wetan termasuk regenerasi berencana karena menyiapkan generasi penerus kesenian. Kendala yang dihadapi saat pembelajaran antara lain kurangnya tenaga pelatih, kurangnya sarana prasarana, tempat pembelajaran kurang luas, gamelan perlu pembaharuan, dan kurangnya pengadaan properti pendukung setiap tarian. Kendala-kendala tersebut dirasa tidak begitu berarti, yang utama adalah ketika masih banyak anak-anak atau generasi muda yang mau melestarikan kebudayaan daerah, khususnya kesenian Reyog Ponorogo. Simpulan dari penelitian ini bahwa regenerasi di Sanggar Tari Solah Wetan memiliki kontribusi yang sangat penting untuk keberlanjutan kesenian Reyog Ponorogo. Regenerasi Kesenian Reyog Ponorogo melalui pembelajaran Reyog Mini menciptakan rasa handarbeni, handuweni terhadap kesenian tersebut. Pewarisan sejak dini membuat obor Kesenian Reyog Ponorogo tetap menyala meskipun perkembangan zaman semakin canggih. Kata kunci: Regenerasi, Kesenian Reyog Ponorogo, Reyog Mini, Sanggar Tari Solah Wetan
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER REYOG DI SMA NEGERI 1 PONOROGO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan bisa berupa pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal. Salah satu pendidikan formal tersebut yaitu pada pembelajaran ekstrakurikuler Reyog. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan sistem perekrutan ekstrakurikuler Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo, 2) mendeskripsikan pembelajaran ekstrakurikuler Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo, dan 3) mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif yaitu penelitian lapangan yang digunakan pada obyek yang alamiah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Ponorogo. Pada penelitian ini obyek penelitian yang diamati adalah peran kegiatan ekstrakurikuler Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo. Lokasi penelitian terletak di SMA Negeri 1 Ponorogo di Jalan Budi Utomo1 Ponorogo Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, foto proses pembelajaran, video pembelajaran dan Olimpiade Ganesha LTLSR serta dokumentasi kejuaraan. Sumber data tersebut meliputi sumber data primer dan sekunder. Validasi data yang digunakan meliputi triangulasi sumber, triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil dari penelitian disimpulkan bahwa peran kegiatan ekstrakurikuler Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo memiliki sistem perekrutan anggota yang terbagi menjadi dari 2 cara yaitu dengan mengadakan Olimpiade Ganesha LTLSR (Lomba Tari Lepas Seni Reyog) untuk memperoleh generasi penerus penari Reyog dari siswa SMP ke SMA dan mengadakan sistem perekrutan anggota ekstrakurikuler Reyog melalui jalur reguler di SMA Negeri 1 Ponorogo untuk mengembangkan bakat dan minat siswa sesuai dengan kreativitasnya dan memperoleh peluang masuk ke perguruan tinggi. Terdapat beberapa komponen pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran pada ekstrakurikuler Reyog diantaranya siswa, tujuan, metode, strategi, media dan evaluasi. Hal tersebut berarti bahwa ekstrakurikuler Reyog Gajah Manggolo di SMA Negeri 1 Ponorogo memiliki fungsi peran yaitu sebagai media ekspresi, media komunikasi, dan media menyalurkan bakat dan minat peserta didik serta untuk menunjang proses studi lanjut peserta didik. Kata Kunci: Peran Ekstrakurikuler, Sistem Perekrutan, Pembelajaran
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI PADA SISWA TUNARUNGU SMPLB KARYA MULIA SURABAYA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

SMPLB Karya Mulia Surabaya merupakan lembaga pendidikan formal yang disediakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus dengan spesifik Tunarungu. SMPLB Karya Mulia Surabaya dikelola oleh naungan Yayasan Pendidikan Anak Tuna Rungu (YPATR). SMPLB Karya Mulia Surabaya menyediakan kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler tari sebagai pengimplementasian layanan Bina Bicara dan Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (BKPBI). Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Ekstrakurikuler tari pada siswa Tunarungu SMPLB Karya Mulia Surabaya, (2) mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan saat ekstrakurikuler tari pada siswa tunarungu SMPLB Karya Mulia Surabaya dan (3) menjelaskan faktor yang mendukung hasil belajar ekstrakurikuler tari pada siswa tunarungu SMPLB Karya Mulia Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitian strategi pembelajan ekstrakurikuler teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dan validitas data menggunakan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler seni tari pada siswa SMPLB Karya Mulia merupakan bentuk dari implementasi Bina Bicara dan BKPBI yang dilaksanakan rutin setiap satu minggu sekali dengan diikuti oleh seluruh peserta didik SMPLB Karya Mulia Surabaya. Ekstrakurikuler tari menggunakan strategi pendekatan melalui metode komunikasi total atau komtal dan teknik hitungan. Selama proses pembelajaran menggunakan bahasa isyarat berjenis oral, manual maupun campuran. Faktor pendukung hasil belajar ekstrakurikuler pada tingkat SMPLB didukung oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Faktor pendukung internal terdapat dari minat peserta didik dan motivasi dari orang terdekat. Faktor eksternal terjadi karna adanya hubungan guru dengan siswa, serta guru dengan wali murid siswa tunarungu. SMPLB Karya Mulia Surabaya beberapa kali mendapat prestasi dari berbagai event perlombaan yang telah diraih selama mengikuti Ekstrakurikuler. Kata kunci: Pembelajaran Tari, Tunarungu, Metode Komunikasi Total
PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP ISLAM AL-AZHAR 13 SURABAYA AFIF FADLUL ROKHMAN; BUDI DHARMAWANPUTRA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran seni budaya (musik) di kelas VIII SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya dinilai berbeda dari sekolah yang lain. Dalam pelaksanaan pembelajarannya menggunakan tiga kurikulum yaitu kurikulum nasional/kurikulum 2013, kurikulum pengembangan pribadi muslim Al-Azhar, dan kurikulum cambridge. Dalam mengimplementasikan ketiga kurikulum tersebut guru menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan fenomena tersebut maka penulis merumuskan permasalahan tentang bagaimana pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran Seni Budaya di kelas VIII A dan bagaimana hasil pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek tersebut. Penelitin ini menggunakan metode pendekatan kualitatif untuk menghasilkan data berupa deskriptif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data meliputi; observasi, wawancara, serta dokumentasi. Terdapat dua sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang bersumber dari narasumber dan sumber data sekunder yang bersumber dari dokumen, RPP, arsip yang berkaitan dengan pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk mengetahui tingkat kevalidan data. Pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran Seni Budaya (musik) di kelas VIII A secara garis besar berjalan sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada, meliputi; 1) Membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang, 2) Merencanakan proyek, 3) Menyusun jadwal aktivitas, 4) Mengawasi jalanya proyek, 5) Penilaian terhadap produk yang dihasilkan, 6) Evaluasi. Akan tetapi masih ada beberapa tahapan yang belum dapat dimaksimalkan dengan baik. Salah satu tahapan yang belum dapat dimaksimalkan dengan baik oleh peserta didik adalah pembuatan timeline. Produk yang dihasilkan oleh peserta didik dari penerapan model pembelajaran berbasis proyek tersebut berupa lagu ciptaan sendiri dan perform art. Hasil dari pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek menunjukkan tingkat pemahaman peserta didik yang baik terhadap materi yang disampaikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh peserta didik sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu peserta didik yang memperoleh nilai 75 sebanyak 10%, peserta didik yang memperoleh nilai 76-79 sebanyak 57,14%, dan peserta didik yang memperoleh nilai 80-85 sebanyak 33,3%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya sudah tercapai. Kata Kunci: Pelaksanaan, Model Pembelajaran Berbasis Proyek.
PENERAPAN METODE “TANDUR” PADA PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI DI SMPN 1 SIDOARJO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

SMPN 1 Sidoarjo memiliki berbagai macam kegiatan pengembangan diri disebut kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dalam berbagai perlombaan serta meraih prestasi pada bidang seni tari setiap tahunnya di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain itu ditunjang dengan menerapkan metode TANDUR yang memiliki langkah-langkah pembelajaran yaitu “Tumbuhkan” (memberikan motivasi), “Alami” (menciptakan ragam gerak berdasarkan pengalaman), “Namai” (memberikan identitas), “Demonstrasi” (mempresentasikan), “Ulangi” (pengulangan untuk mempertegas) dan “Rayakan” (pemberian pujian dari hasil kinerja). Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan metode TANDUR dalam pembelajaran ekstrakurikuler seni tari di SMPN 1 Sidoarjo dan bagaimana hasil pembelajaran ekstrakurikuler seni tari dengan metode TANDUR. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi proses pembelajaran, wawancara dan dokumentasi yang telah dimiliki sekolah serta mendokumentasikan pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung. Adapun analisis datanya dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini yaitu menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Pelaksanaan pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari dengan metode TANDUR diawali dengan “Tumbuhkan”, yakni pelatih memberikan motivasi berupa nasihat perihal manfaat dalam mengikuti pembelajaran ektrakurikuler tari sehingga peserta didik dapat berlatih dengan semangat. “Alami” dilakukan oleh peserta didik dengan kebebasan mengeluarkan ide berupa menciptakan 3 ragam gerak secara berkelompok berdasarkan tema yang diberikan oleh pelatih. “Namai” ditugaskan kepada peserta didik oleh pelatih untuk memberikan identitas atau nama pada 3 ragam gerak yang diciptakan. “Demonstrasi” dilakukan secara langsung oleh peserta didik dengan mempresentasikan hasil dari menciptakan ragam dan menyebutkan nama gerak yang diciptakan. “Ulangi” dilakukan peserta didik dengan mengulangi dari ragam gerak awal hingga akhir yang diinstruksikan pelatih untuk memperjelas gerakannya. “Rayakan” yaitu pemberian pujian kepada peserta didik dari hasil kinerja serta kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas dari pelatih. Hasil dari pelaksanaan metode TANDUR menunjukkan tingkat kreativitas peserta didik terhadap tugas yang diberikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh sesuai dengan kriteria nilai minimal yaitu B. Hasil penelitian menunjukkan peserta didik yang mampu memperoleh nilai A sejumlah 2 kelompok dengan menghasilkan 3 ragam gerak dan nilai B sejumlah 3 kelompok menghasilkan 2 ragam gerak. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni tari berjalan dengan efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kata kunci: Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Tari, metode TANDUR
PEMBELAJARAN SENI TARI DI SANGGAR TARI KAPENCOT ATEH KABUPATEN PAMEKASAN FIKA MAULINDA; BAMBANG SUGITO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Sanggar Tari Kapencot Ateh merupakan salah satu sanggar tari yang dikenal oleh masyarakat Pamekasan dan memiliki prestasi menonjol sehingga menarik minat masyarakat dalam berkesenian dan mempelajari mengenai seni tari di sanggar ini. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Pembelajaran Seni Tari di Sanggar Tari Kapencot Ateh Kabupaten Pamekasan“. Sanggar Tari Kapencot Ateh berdiri pada tahun 2008 pimpinan dari Elies Mei Yuliana yang menampung minat masyarakat Pamekasan dalam bidang seni tari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan yang diajukan yaitu: (1) Bagaimanakah proses pembelajaran seni tari di sanggar tari Kapencot Ateh Kabupaten Pamekasan? (2) Bagaimana usaha yang dilakukan Sanggar Tari Kapencot Ateh untuk meningkatkan kualitas dan eksistensi Sanggar Tari? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Data di analisis dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian maka dapat disimpulkan, bahwa Pembelajaran seni tari di Sanggar Tari Kapencot Ateh terdapat beberapa komponen dalam pembelajaran yang saling keterkaitan diantaranya yaitu Guru/Pelatih, Siswa, Tujuan, Metode, KBM, Materi, Alat, Media, Sumber belajar dan Evaluasi. Proses Pembelajaran di sanggar komponen yang sangat mendukung adalah pelatih, metode dan media. Adapun proses pembelajaran di sanggar, sebelum memasuki proses pembelajaran siswa melakukan pemanasan selama 20 menit untuk mempersiapkan tubuh sebelum di mulainya materi. Materi disampaikan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode latihan/drill, mirroring, dan imitasi. Keberhasilan dari proses pembelajaran dapat dilihat dengan terciptanya berbagai karya-karya tari dan prestasi yang dicapai oleh Sanggar Kapencot Ateh. Kata kunci: Pembelajaran, Seni Tari, Sanggar, Kualitas, Eksistensi
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER BAND PUTRI DI SMP NEGERI 1 NGRAHO KABUPATEN BOJONEGORO LUCHI NILA ROSANADA; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

SMP Negeri 1 Ngraho Kabupaten Bojonegoro menerapkan pembelajaran ekstrakurikuler musik band untuk siswi putri. Hal ini menjadi berbeda dengan ekstrakurikuler band pada umumnya yang mayoritas anggotanya siswa laki-laki. Pada pembelajaran ekstrakurikuler tersebut dalam satu grup band memerlukan kerja sama antar anggota yang dapat mengembangkan kreativitas siswa. Berdasarkan fenomena tersebut maka penulis merumuskan permasalahan tentang bagaimana pembelajaran ekstrakurikuler band putri SMP Negeri 1 Ngraho, apa saja faktor-faktor pendukung dan bagaimana hasil pembelajaran ekstrakuriler band putri. Pendekatan pelitian kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif. Objek penelitian yakni pembelajaran ekstrakurikuler band putri di SMP Negeri 1 Ngraho. Subjek penelitian yakni siswi kelas VII yang mengikuti ekstrakurikuler band putri. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Ngraho, Jalan Raya Bojonegoro No.613 Kabupaten Bojonegoro. Sumber data primer diperoleh dari Ahmad Tulus Prabowo selaku pelatih ekstrakurikuler band putri dan Ali Magfur selaku Kepala Sekolah. Data sekunder diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi data yang diperoleh dari wawancara, observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung serta dokumen-dokumen seperti buku catatan siswa, foto-foto pendukung kegiatan ekstrakurikuler band putri. Triangulasi sumber yang diperoleh dari Ahmad Tulus Prabowo selaku pelatih, siswi putri kelas VII yang mengikuti ekstrakurikuler band putri, Ali Magfur selaku Kepala Sekolah. Triangulasi waktu untuk melihat konsistensi jawaban yang telah diberikan oleh narasumber sehingga dapat mengetahui tingkat kevalidan data. Hasil penelitian tentang proses pembelajaran ekstrakurikuler band putri pada siswi SMP Negeri 1 Ngraho yaitu materi pengenalan alat musik band yaitu gitar, bass, piano, dan drum, pembelajaran lagu secara individu maupun kelompok dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil pembelajaran menunjukkan adanya kemampuan siswa untuk berinteraksi dengan sesama anggota grup band, mengasah kemampuan siswa dalam bidang bermusik, dan dapat menumbuhkan kemampuan siswa untuk disiplin, serta bertanggung jawab tidak hanya dalam kegiatan ekstrakurikuler band saja, namun dikegiatan sehari-hari dengan melalui pendekatan pengembangan individu, penggunaan media, dan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode diskusi, dan metode drill (latihan). Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler, dan Band
PENGEMBANGAN KOGNITIF MELALUI PEMBELAJARAN ALAT MUSIK PIANIKAPADA ANAK TK BDI TK GOLDEN SUN, DRIYOREJO, GRESIK KARTINI YUNIA; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

TK Golden Sun, Driyorejo, Gresik, merupakan salah satu sekolah TK bertalenta yang memiliki intrakurikuler kelas pianika dari beberapa sekolahan yang terletak di kelurahan Mulung. Sekolah ini telah berdiri dari tahun 2010 dan membuka kelas pianika pada TK B mulai tahun 2011 hingga sekarang. Selain itu guru kelas pianika merupakan guru yang handal pada bidang musik khususnya alat musik keyboard maupun piano. Beliau merupakan lulusan Pendidikan Sendratasik, UNESA yang sedang mengajar di berbagai sekolah, salah satunya di TK Golden Sun, Driyorejo, Gresik. Maka dari itu hasil yang dicapai oleh siswa/siswi tidak diragukan lagi dalam pengembangan kognitif melalui pembelajaran alat musik pianika pada anak. Tetapi sering kali guru maupun orangtua kurang menyadari akan pentingnya pengembangan kognitif pada anak. Pada dasarnya pengembangan kognitif pada kelas pianika dimana anak dikenalkan dalam membaca notasi angka melalui simbol, mengenal simbol pada jari dalam memainkan pianika. Maka pengembangan kognitif tersebut menjadi daya tarik untuk dilaksanakan penelitian. Berangkat dari hal tersebut peneliti memfokuskan pada (1) Bagaimana metode pembelajaran alat musik pianika pada anak TK B di TK Golden Sun, Driyorejo, Gresik; (2) Bagaimana pengembangan kognitif melalui pembelajaran alat musik pianika pada anak TK B di TK Golden Sun, Driyorejo, Gresik; (3)Kendala apa saja yang terjadi saat proses pembelajaran kelas pianikadi TK Golden Sun, Driyorejo, Gresik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang bersifat deskriptif dalam menjelaskan Pengembangan Kognitif melalui Pembelajaran alat musik pianika pada anak TK B di TK Golden Sun, Driyorejo,Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi dalam pembelajaran, wawancara kepada guru, dan dokumentasi rapot siswa. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode pengembangan yang diajarkan menggunakan metode drill (latihan) dengan ranah kognitif C3. Dimana metode ini dipergunakan agar anak dapat mengembangkan bakatnya, materi yang diajarkan diulang-ulang pada setiap pertemuan hingga anak siap ke materi selanjutnya, kesiapan materi menjadi kesiapan perform, dan membangun kekompakan saat memainkan instrumen pianika. Pengembangan kognitif dengan ranah menghafal C1 dengan melalui beberapa langkah-langkah yakni, (1) membangun daya ingat, dimana pengembangan kognitif pembelajaran untuk kecerdasan musikal-ritmik pada TK Golden Sun dapat ditemui pada kelas pianika dalam membangun daya ingat dengan cara guru seringkali mengulang-ulang materi yang diajarkan setiap pertemuannya, jadi anak-anak kelas pianika mudah dalam menghafal materi yang telah diulang-ulang; (2) menyanyikan notasi lagu anak, dimana peserta didik meniru guru pianika cara membaca notasi yang baik dan benar, agar anak mampu membangun pendengaran nada dengan baik dan lebih teliti menekan notasi; (3) memainkan instrumen secara baik dan benar, dimana dalam memainkan pianika posisi duduk, meniup, dan penjariannya harus dilakukan dengan baik dan benar. Selain itu terdapat berbagai macam kendala saat pembelajaran berlangsung yaitu anak tidak membawa instrumen pianika, penjarian yang kurang baik dari beberapa anak, seringnya anak merasa bosan karena durasi kelas pianika yang terlalu lama. Maka dari itu terdapat solusi agar kendala tersebut tidak sering terulang, yaitu dengan seringnya mengingatkan anak maupun wali murid agar membawakan alat musik pianika kepada anak, mengingatkan peserta didik agar berlatih di rumah, seringnya guru memberikan semangat kepada peserta didik agar tetap semangat saat pembelajaran berlangsung. Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Pengembangan Kognitif, Kendala Pembelajaran, Lagu Anak.
PEMBELAJARAN DRUM PADA SISWA AUTIS SEKOLAH MUSIK INDONESIA (SMI) SURABAYA PRASAJA DWI ASMARA; HERI MURBIYANTORO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Studi literatur menyatakan bahwa bermain musik memiliki pengaruh positif pada anak autis. Adanya fenomena tersebut kajian mengenai proses pembelajaran musik pada siswa autis dirasakan cukup penting. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran drum pada siswa autis; (2) mengetahui perkembangan perilaku dan keterampilan siswa autis dalam mengikuti pembelajaran drum di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik, waktu, dan metode. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil yang diperoleh; 1) Proses pembelajaran drum yang diterapkan pada siswa autis mampu meningkatkan konsentrasi mereka. Seperti yang kita ketahui, anak-anak autis biasanya hiperaktif dan sulit untuk berkonsentrasi. Ternyata pembelajaran drum ini bisa sedikit membuat mereka tenang dan akhirnya bisa berkonsentrasi dengan baik, 2) Materi yang digunakan belum sepenuhnya berpusat pada anak autis, 3) Metode yang diterapkan yaitu; metode reading, demonstrasi, bagian, drill, 4) Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya perkembangankonsentrasi, perilaku, dan keterampilan bermain drum sesuai dengan tingkat dan kategori siswa autis. Simpulan yang diperoleh bahwa pembelajaran drum yang diterapkan pada anak autis mampu menstimulus sensor motorik anak dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik hingga mengalami peningkatan konsentrasi, keterampilan, melakukan kontak mata, mengendalikan kebiasaan, dan mengontrol emosi. Kata Kunci: Pembelajaran Musik, Drum, Autis
PEMBELAJARAN TARI BATIK KUPANG DI SANGGAR TARI KREASI DANCE SIDOARJO (KDS) KABUPATEN SIDOARJO DALAM MENCAPAI PRESTASI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Sanggar Kreasi Dance Sidoarjo di bawah naungan Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo. Sanggar ini memiliki prestasi di tingkat daerah, provinsi, bahkan nasional. Pembelajaran di sanggar tersebut menggunakan rolling siswa dan evaluasi pembelajaran diadakan dengan ujian kenaikan tingkat kelas. Sanggar Tari KDS mengikuti Sidex Workshoop And Competition dan berhasil mendapatkan Juara pertama dengan Tari Batik Kupang. Pembelajaran tari Batik Kupang di Sanggar Tari KDS menggunakan model pembelajaran langsung rolling siswa dan arah hadap. Pembelajaran tersebut menarik untuk diteliti. Rumusan masalah: 1) Bagaimana pembelajaran tari Batik Kupang di Sanggar Tari Kreasi Dance Sidoarjo?, 2) Bagaimana hasil pembelajaran tari Batik Kupang di Sanggar Tari Kreasi Dance Sidoarjo?, 3) Apa saja faktor pendukung keberhasilan pembelajaran Tari Batik Kupang di Sanggar Tari Kreasi Dance sidoarjo? Untuk menjawab rumusan masalah penelitian dengan teori diantaranya teori pembelajaran, komponen pembelajaran, Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar, dan faktor pengaruh hasil belajar Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan perekaman. Untuk mengetahui validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan analisis data dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan data. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pembelajaran tari Batik Kupang di Sanggar Tari KDS dilakukan dengan model pembelajara langsung rolling siswa atau tukar tempat dan menggunakan empat arah hadap. Rolling siswa dan empat arah hadap membantu mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil pembelajaran dengan metode pembelajaran yang dilakukan di Sanggar Tari KDS dapat membantu peserta didik dalam mencapai prestasi yang diketahui dari penilaian proses pembelajaran dan hasil penilaian dalam mengikuti kompetisi. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi dari faktor internal meliputi IQ (kecerdasan), minat, bakat, motivasi belajar, dan kondisi kesehatan. Selain itu faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, jenjang kelas, sarana sanggar, cara mendidik (model pembelajaran), dukungan orang tua, dan pertemanan. Kata Kunci: Pembelajaran Tari Batik Kupang, Faktor Pendukung.