cover
Contact Name
Andriyani
Contact Email
andriyani_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6282373800766
Journal Mail Official
muqaranah@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. KH. Zainal Abidin Fikri KM. 3.5 Palembang, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Muqaranah
ISSN : 28093658     EISSN : 28094832     DOI : 10.19109
Muqaranah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dengan ISSN 2809-3658 dan E-ISSN 2809-4832. Muqaranah terbit dua kali dalam setahun yaitu pada  Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan konsep dan makalah penelitian terkini tentang perbandingan mazhab dan hukum. Muqaranah adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel yang berkaitan dengan perbandingan-perbandingan mazhab maupun hukum, seperti: perbandingan mazhab maupun hukum dibidang hukum pidana, hukum perdata, hukum adat, hukum Islam, hukum pidana Islam, hukum perdata Islam, hukum keluarga Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025): Muqaranah" : 4 Documents clear
DETERMINING CHILDHOOD THROUGH DNA TESTING ACCORDING TO NAHDLATUL ULAMA AND FATWA DARUL IFTA EGYPT Lukito, Bagas; Hadi, Sutrisno; Fikri, Ikhwan
Muqaranah Vol 9 No 2 (2025): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v9i2.30423

Abstract

Nasab is one of the most important things in Islam, as it relates to one's rights and obligations in life. With the development of increasingly modern technology, DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) tests can now be used as a tool to scientifically determine a child's nasab. The research method used is library research with a qualitative approach. Primary data was obtained from the decision of the XXXI Nahdlatul Ulama Congress and the fatwa of Darul Ifta Egypt, while secondary data was obtained from other sources relevant to the topic of this research, such as books, journals, and articles. The results showed that Nahdlatul Ulama through its decision; can deny ilhaq al-Nasab, but not necessarily be able to determine ilhaq al-Nasab, Meanwhile, Darul Ifta Egypt in its fatwa stated that the use of DNA tests allows for the determination of the child's lineage to be accepted in Islam in certain situations where there is no other way to establish lineage with sufficient confidence. DNA testing should be used as an objective and scientific tool to confirm family relationships with prudence, in establishing lineage as a solution when it is impossible or difficult to establish lineage by traditional or conventional means. This research is expected to contribute to understanding the views of Nahdlatul Ulama and Darul Ifta Egypt regarding the determination of children's nasab through DNA testing, and can be a reference for further research related to this topic. Keywords: Nasab; DNA; NU; Fatwa Darul Ifta.
Analisis Hukum Jabat Tangan Guru dan Murid Lawan Jenis (Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Hambali) Sabillah, Siti Attiah; Gibtiah, Gibtiah; Ariani, Dina
Muqaranah Vol 9 No 2 (2025): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v9i2.31947

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis hukum jabat tangan antara guru dan murid lawan jenis dalam perspektif Mazhah Hanafi dan Mazhab Hambali. Diskursus mengenai interkasi antara guru dan murid lawan jenis, khususnya dalam bentuk jabat tangan menjadi pembahasan penting dalam kajian fikih kontemporer dikarenakan berkaitan dengan persoalan etika dalam pendidikan, batasan sosial dalam pergaulan lawan jenis, dan norma-norma syari’at. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah riset hukum dengan pendekatan normatif-teologis dengan menelaah karya-karya fikih klasik dari kedua mazhab, data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis dilakukan secara komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi cenderung memperbolehkan jabat tangan dengan lawan jenis selama tidak menimbulkan fitnah, sedangkan Mazhab hambali cenderung melarang meskipun dilakukan tanpa syahwat demi menjaga kehormatan dan menghindari hal-hal yang dapat mengarah pada pelanggaran syariat, hasil dari kajian ini juga diharpkan dapat memberikan pemahaman bagi Lembaga Pendidikan Islam dalam menetapkan kebijakan dan etika interkasi guru dan murid
Hak Perempuan dan Hukum Perceraian Islam: Antara Otonomi Agama dan Perlindungan Minoritas Utami, Adelya Putri; Rodliyah, Nunung; Tamza, Fristia Berdian; S, Sepriyadi Adhan; Kasmawati, Kasmawati
Muqaranah Vol 9 No 2 (2025): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v9i2.31989

Abstract

The application of Islamic divorce law in societies that adhere to legal pluralism presents unique challenges, particularly in the context of protecting women's rights when the Muslim community is a minority. In a number of countries, Islamic family law is still used as an internal guideline for Muslim communities in resolving divorce and property division issues. However, this practice often conflicts with human rights principles, particularly those related to gender equality. This study aims to analyze how pluralistic countries balance respect for religious freedom with the state's obligation to protect individual rights. The research methodology used is a qualitative approach with normative and comparative juridical methods, through analysis of legislation, court decisions, and legal literature in the United Kingdom, India, and Indonesia. The study results indicate that the protection of women's rights should not be compromised in the name of cultural tolerance or religious autonomy. The state has a crucial role to ensure that the application of religious law is fair, voluntary, and transparent, and in line with the principles of justice and equality for all citizens.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA LOVE SCAMMING DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM(Putusan Nomor: 45/Pid.B/2022/PN.Mgg) Antoni, Antoni; Ningsih, Febria
Muqaranah Vol 9 No 2 (2025): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v9i2.32718

Abstract

Perkembangan teknologi telah memudahkan kehidupan masyarakat dalam aktivitasnya sehari-hari, tetapi juga memunculkan kejahatan baru di dunia maya, salah satunya adalah love scamming. Love scamming secara umum adalah penipuan berkedok asmara di mana pelaku memanipulasi korban dengan kata-kata cinta dan hubungan romantis palsu untuk mendapatkan uang atau keuntungan lainnya secara tidak sah. Menurut Merriam Love Scamming adalah pelaku yang biasanya menggunakan identitas palsu di media sosial atau aplikasi kencan, membangun kepercayaan dan hubungan emosional dengan korban, lalu meminta uang dengan berbagai alasan. Mengingat locus delicti love scamming terjadi dimedia elektronik, sehingga korbanya bisa siapa saja dan meluas. Oleh sebab itulah harus ada penegakan hukum yang tegas dalam menanggulanginya.  Hakim sebagai salah satu penegak hukum berwenang memberikan putusan yang sedil-adilnya dalam menangani tindak pidana seperti love scamming.  Sehingga masyarakat dapat menjadikan 

Page 1 of 1 | Total Record : 4