cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Keluarga Ramah Buku Dyah Nugraheni
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.713 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.460

Abstract

Abstrak Promosi perpustakaan sangatlah diperlukan, mengingat apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih sangat rendah, hal ini dapat dilihat dari hasil survey dari UNESCO hanya 0,001 persen dari jumlah penduduk Indonesia sejumlah 237.641.326 jiwa. Gerakan Keluarga Ramah Buku. adalah gerakan mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, dimana yang menjadi sasaranya adalah Ibu-ibu Tim Penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Melalui Gerakan Keluarga Ramah Buku sangat efektif sebagai media promosi perpustakaan, karena secara langsung Pustakawan dapat melakukan penyuluhan pentingnya membaca bagi masyarakat.
Mencegah Disharmoni Dua Standar Nasional Bidang Perpustakaan (SNI dan SNP) Tisyo Haryono
Media Pustakawan Vol 19, No 4 (2012): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.62 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i4.887

Abstract

Dalam sebuah acara sosialisasi tentang standardisasi di suatu provinsi di Pulau Jawa, secara spontan seorang peserta mengajukan pertanyaan singkat yang sangat menarik untuk disimak. Pertanyaannya adalah: “Mengapa ada dua standar nasional di bidang perpustakaan di Indonesia, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang perpustakaan dan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Mana yang harus kami ikuti? Terus terang ini sangat membingungkan bagi kami pustakawan di daerah”. Dapat dimaklumi, memang tidak mudah bagi para pustakawan pada umumnya untuk memahami dua jenis dokumen yang sangat mirip, apalagi dokumen tersebut memiliki nama yang hampir sama, yaitu: Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) bidang Perpustakaan. Keduanya menggunakan nama ‘standar nasional’, keduanya tentang perpustakaan, dan keduanya ditetapkan oleh pemerintah. Jika tidak dipahami dengan baik, hal ini bisa menjadi masalah serius bagi kemantapan perkembangan perpustakaan di Indonesia. Tulisan ini merupakan hasil telaahan dari seorang pustakawan yang kebetulan menjadi anggota Panitia Teknis Perumusan Standar Nasional Indonesia di bidang perpustakaan. Harapannya dapat membantu para pustakawan untuk memahami kedua dokumen tersebut dengan baik. Mencegah
Implementasi Coworking Space sebagai Pengembangan Fasilitas Perpustakaan Fakultas Kedokteran – Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Sukirno Sukirno; Sri Junandi
Media Pustakawan Vol 28, No 3 (2021): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.964 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v28i3.1468

Abstract

The Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing (FK-KMK) Gadjah Mada University is facing a changing user. Users are familiar with information technology with digital content, thus influencing their habits and behavior in using library facilities with laptops or smartphones. Users need adequate and comfortable facilities to work. Recognizing a shift in the habits and behavior of library users, FK-KMK seeks to develop library facilities with a Coworking Space approach. The formulation of the problem is how to implement Coworking Space in the development of FK-KMK UGM Library facilities. The purpose of the study was to determine the implementation of Coworking Space in the development of the FK-KMK UGM Library facilities. The methodology used in this research is descriptive qualitative approach, while the research variable is the implementation of Coworking Space for the development of FK-KMK Library facilities. The results showed that the implementation of Coworking Space for the development of library facilities is done by: changing the layout of the 1st floor, namely book collection shelves, tables, chairs and circulation services; painting the pillars on the 1st floor in bright colors; adding a reading space in the front porch of the FK-KMK Library; providing facilities for users in order to feel comfortable when learning or discussing in the library. The recommendation in this research is that Coworking Space encourage users to be comfortable when using the library facilities of FK-KMK UGM, so that maintenance and cleanliness are always carried out.
Pembuatan Indeks Artikel Surat Kabar Bidang Energi Alternatif Menggunakan Microsoft Office 2016 di UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Mateus Deli; Noorika Retno Widuri
Media Pustakawan Vol 24, No 2 (2017): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.956 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i2.16

Abstract

Pembuatan paket informasi surat kabar atau kliping merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi LIPI.  UPT Balai informasi Teknologi memiliki delapan subyek kliping, yakni telematika, pertanian, teknologi tepat guna, teknologi pangan, peternakan perikanan, energy, lingkungan hidup, kedokteran dan farmasi. Koleksi ini mencapai lebih dari 1000 judul.  Dengan jumlah yang semakin banyak, maka perlu dibuatkan literature sekunder untuk memudahkan temu kembali koleksi kliping tersebut.  Selain itu, informasi koleksi yang dimiliki juga bisa tersebar lebih luas.Literatur sekunder yang sedang dirintis berupa indeks artikel surat kabar.  Pembuatan indeks artikel surat kabar ini mengunakan program Microsoft Office 2016, yakni microsoft excel, Microsoft access dan Microsoft word.    Program ini dianggap paling mudah, praktis dan familiar untuk digunakan, selain juga di setiap personal komputer/laptop dipastikan memiliki program ini.  Sehingga memungkinkan di setiap unit perpustakaan untuk membuat pelbagai literature sekunder.Tulisan ini memuat secara teknis  langkah demi langkah pembuatan indeks artikel surat kabar dengan menggunakan program Microsoft office 2016.  Yakni pencatatan data artikel ke dalam tabel database di ms acces, export ke microsoft excel hingga tahapan terakhir dari data excel di export ke ms word.
Pustakawan Layanan Prima: Kunci eksistensi perpustakaan Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.604 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.803

Abstract

Perpustakaan diamanatkan untuk memberikan layanan prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka. Jika perpustakaan mampu memberikan layanan prima maka perpustakaan tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Agar mampu memberikan layanan prima, perpustakaan harus memperhatikan secara seimbang faktor SDM, sarana dan prasarana, dan produk. Namun dari ketiga faktor ini, faktor SDM memegang peran utama. Kunci eksistensi perpustakaan yang diperoleh dari layanan prima adalah pustakawan layanan prima.
INDIKATOR KINERJA PERPUSTAKAAN MENURUT ISO 11620: 2008 (Information and Documentation – Library Performance Indicators) Bagian Pertama dari Dua Tulisan Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 20, No 2 (2013): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.117 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i2.934

Abstract

Mengukur kinerja sebuah perpustakaan merupakan upaya untuk mengetahui pencapaian perpustakaan tersebut terhadap visi, misi, dan tujuan perpustakaan. Sejak tahun 1998 ISO telah menerbitkan standar cara mengukur indikator kinerja perpustakaan yaitu dengan menerbitkan ISO 11620:1998. Sesuai dengan perkembangan layanan yang ada di perpustakaan standar ISO tersebut sudah tidak dapat mengakomodir indikator-indikator kinerja baru, khususnya kinerja yang berkaitan dengan layanan elektronik dan digital. Oleh karena itu ISO merevisi standar yang diterbitkannya tahun 1998 tersebut menjadi standar ISO 11620:2008. Makalah ini akan terbit dua bagian (pada dua nomor yang terpisah). Bagian pertama dari tulisan ini memperkenalkan apa itu ISO 11620:2008 dengan menjelaskan indikator apa saja yang diukur. Sedangkan bagian yang kedua akan membahas bagaimana cara mengukur indikator kinerja tersebut.
Tingkat Kepuasan Peminat Informasi pada Seminar Periodik Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Jelita Wilis
Media Pustakawan Vol 25, No 1 (2018): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.792 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i1.193

Abstract

Abstrak Sebagai institusi publik, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan diberi mandat melakukan penelitian untuk menghasilkan dan mengembangkan teknologi hasil penelitian kepada para pengguna. Seminar adalah salah satu media yang digunakan dalam diseminasi hasil penelitian. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peminat informasi hasil penelitian pada seminar periodik Puslitbang Tanaman Pangan. Pengkajian dilakukan di Perpustakaan Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor, menggunakan metode deskriptif. Data yang diamati adalah tingkat kepuasan peserta seminar melalui kuesioner yang dibagikan kepada setiap peserta seminar. Selain dari kuesioner, data juga diperoleh dari daftar hadir yang memuat identitas peserta seminar, notulensi, dan catatan moderator yang memimpin jalannya seminar. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa secara umum responden memberikan penilaian cukup memuaskan terhadap materi seminar. Terdapat sebagian kecil peserta seminar yang menyatakan tidak puas terhadap informasi hasil penelitian yang dipresentasikan pada beberapa materi seminar karena tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, materi seminar yang akan dipresentasikan perlu ditelaah terlebih dahulu oleh tim pakar yang ditunjuk di masing-masing unit kerja penelitian, sebelum dikirimkan kepada pengelola seminar periodik di Puslitbang Tanaman Pangan.
Analisis Isi Pemberitaan tentang Perpustakaan pada Surat Kabar Kamaluddin Kamaluddin
Media Pustakawan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8107.281 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v23i1.842

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan, kategori tema pemberitaan tentang perpustakaan, dan bagaimana isi pemberitaan pada surat kabar Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Republika dan Tribun Jabar, terbitan tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 bulan Februari. Penelitian menggunakan metode deskriptif, dan mengaplikasikan teknik analisis isi untuk memperoleh gambaran tentang isi pesan pemberitaan secara sistematis. Dari hasil penelitian dapat diketahui perbandingan pemberitaan perpustakaan pada surat kabar harian: Kompas sebanyak 10 kali pemberitaan (21,28%), Koran Tempo sebanyak 3 kali pemberitaan (6,38%), Media Indonesia sebanyak 3 kali pemberitaan (6,38%), Pikiran Rakyat sebanyak 17 kali pemberitaan (36,18%), Republika sebanyak 11 kali pemberitaan (23,40%) dan Tribun Jabar sebanyak 3 kali pemberitaan (6,38%). Kategori tema pemberitaan diketahui kategori fungsi, nilai, utilitas, penciptaan, pengembangan perpustakaan sebesar 9 (19,15%); kategori situs perpustakaan, bangunan, halaman gedung, peralatan sebesar 4 (8,51%); kategori administrasi perpustakaan, staf, personil sebesar 4 (8,51%); kategori hubungan dengan publik. Peraturan untuk digunakan perpustakaan sebesar 2 (4,26%); kategori Departemen administrasi perpustakaan tidak ada yang memberitakan atau sebesar 0 (0%); kategori Perpustakaan Khusus 4 (8,51%); kategori Perpustakaan Umum sebesar 15 (31,91%) dan kategori membaca sebesar 9 (19,15%). Sedangkan hasil analisis mengenai isi pemberitaan diketahui banyak pemberitaan yang harus menjadi perhatian pemangku kepentingan perpustakaan untuk memperbaiki perpustakaan, disamping banyak pemberitaan yang positif tentang perpustakaan.
Program Pengembangan Perpustakaan Berbasis Kompetisi Gagasan Awal A.C Sungkono Hadi
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.261 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.972

Abstract

Pengembangan perpustakaan itu wajib hukumnya. Pengembangan itu harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Namun pendanaan untuk pengembangan perpustakaan itu langka kenyataannya. Oleh karena itu, pendekatannya adalah sistem bergilir berdasarkan kinerja  pendekatannya. Maka program hibah kompetisi itu caranya. Dengan adanya kompetisi, maka diperlukan program hibah kompetisi dengan cara  proposal dan penilaian proposal, dan  Tim Penilai proposal yang selain menilai dokumen proposal, mungkin juga perlu  melakukan penilaian lapangan (site evalution). Penilaian lapangan ini dimaksudkan untuk mencocokkan apa yang tertulis dalam dokumen proposal dengan apa yang senyatanya ada di lapangan, dengan maksud untuk mendapatkan kepastian bahwa perpustakaan yang akan diberi dana hibah adalah perpustakaan yang memiliki potensi untuk berkembang dan mampu memanfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya. Jadi pustakawan harus memiliki kemampuan untuk melakukan evaluasi diri atas kondisi dan kemampuan perpustakaannya. Selain itu, juga harus memiliki kemampuan untuk menyusun program pengembangan yang berbasis kompetisi. Sementara itu pada tingkat instansi penyandang dana yang dikompetisikan juga harus tersedia pustakawan (Madya dan Utama) yang memiliki kemampuan untuk menilai dan menyeleksi proposal secara transparan. 
All Librarians are Public Relations: Public Relations as a Personal Competencies towards Professional Librarian in 21st Century Jeng Ayu Ning Tyas
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.088 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.228

Abstract

AbstrakPustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Yang menjadikan profesi pustakawan berbeda adalah adanya Information Literacy Skill, di mana Pustakawan memastikan pemustaka mengetahui di mana mencari, mengevaluasi dan menggunakan informasi tersebut. Namun ada kolaborasi dari kompetensi profesi lain yang dapat membuat pustakawan menjadi lebih luas, tidak hanya fokus pada kompetensi profesional, namun juga kompetensi personal, pendekatan kompetensi profesi Public Relations menjadi penting ketika pustakawan menggunakan kompetensi ini untuk diaplikasikan di perpustakaan dalam menjalin komunikasi positif, penyebaran informasi layanan dan fasilitas di Perpustakaan. Pustakawan pula sebagai Public Relations di Perpustakaan yang akan membuat citra, strategi komunikasi dan publikasi, kerjasama, dan program literasi bagi pemustaka maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, Public Relations menjadi salah satu personal competencies yang harus dimiliki pustakawan profesional di abad 21.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue