cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Pengembangan Perpustakaan Dijital Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Grey Literature Di Indonesia Eka Meifrina Suminarsih
Media Pustakawan Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.49 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i3&4.878

Abstract

Sebagian besar perpustakaan sudah beralih bentuk dari perpustakaan tradisional yang mengolah dan memberikan layanan secara manual ke arah perpustakaan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dalam pengolahan bahan pustaka dan pemberian layanan kepada masyarakat. Perpustakaan modern ini banyak disebut sebagai Perpustakaan Dijital. Pada perpustakaan terdapat koleksi grey literature yang memiliki arti merupakan seluruh terbitan yang dihasilkan oleh lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, kalangan bisnis dan industri, baik dalam format tercetak maupun format elektronik, tetapi tidak dikendalikan oleh kepentingan komersial dan kegiatan publikasinya bukan merupakan kegiatan utama organisasinya. Penelusuran kembali grey literature tidaklah semudah yang diperkirakan pustakawan karena banyak grey literature yang belum diolah dan disimpan dengan benar. Perpustakaan dijital yang telah mendesain website mereka dengan menu-menu yang mudah diakses dan informatif akan sangat membantu pemustaka dalam menemukan informasi yang dibutuhkannya. Oleh karena itu pengelolaan grey literature dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi menjadi sesuatu yang sangat penting.
Layanan Daring Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Sikap Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pada Masa Pandemi COVID-19 di Provinsi Riau Thamrin Hasan; Agus Rifai
Media Pustakawan Vol 28, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.012 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v28i2.1237

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of online library services and attitudes on student satisfaction. Either partially or simultaneously. Using a survey method with correlational techniques. Respondents were 300 students taken from 20 universities, using quota sampling technique. The research instrument used a questionnaire, Likert scale model. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics. The results showed that: (1) There was an effect of online services on student satisfaction, with a correlation coefficient (r) of 0.275. This shows that the strength level of the relationship is weak. And the coefficient of determination R Square (r2) 0.073. This means that the effect of variable X1 on Y is only 7.30%. (2) There is no influence of student attitudes on satisfaction, the correlation coefficient (r) is 0.005. This shows the level of strength of the relationship is very weak. And the coefficient of determination R Square (r2) 0,000. This means that the variable X2 has no effect on Y (0.00%). (3) There is an effect of online library services and attitudes simultaneously on student satisfaction, with a multiple correlation coefficient (R) = 0.271. This shows that the level of strength of the relationship is simultaneously weak. The coefficient of determination R Square is 0.073, which means that the simultaneous influence of the variables X1 and X2 on student satisfaction is only 7.30%. The results of this study are very useful for the improvement and improvement of online library services, especially during the COVID-19 pandemic in Riau Province. The conclusion of this research shows that student satisfaction cannot be fulfilled properly if only seen from the aspects of online services and attitudes.
Efektivitas Akuisisi Koleksi Repositori di Perguruan Tinggi: Kasus Institut Pertanian Bogor Sri Rahayu; Ratnaningsih Ratnaningsih
Media Pustakawan Vol 26, No 4 (2019): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.629 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i4.656

Abstract

Perpustakaan adalah institusi pengelola sumber informasi baik yang tercetak maupun yang terekam secara profesional dengan menggunakan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Repositori adalah wadah atau tempat sekumpulan paket informasi  yang dihasilkan oleh sebuah institusi, tempat tersebut berguna sebagai penyimpanan, pelestarian dan penyebaran informasi sehingga dapat ditemukan kembali melalui internet. Cara menghimpun koleksi  Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk repositori bisa dengan menerima dan bahkan dengan cara menjemput bola kepada para pemangku kebijakan institusi, seperti mendatangi Fakultas, Departemen, unit ain yang berada di lingkup IPB, sesuai dengan peraturan Rektor IPB tentang Serah Simpan Karya Ilmiah di lingkungan IPB. Masalah dalam menghimpun koleksi repositori IPB diantaranya adalah: (1) Kurangnya kesadaran staf pengajar untuk menyerahkan KTI; (2) Kurangnya informasi bahwa ada Peraturan Rektor tentang wajib serah simpan KTI di lingkungan IPB. Tujuan kajian adalah: (1) Mengetahui efektivitas pelaksanaan Peraturan Rektor nomor 06/13/PL/2010 tentang serah simpan KTI; (2) Mengetahui kondisi terakhir jumlah koleksi repositori IPB dan persoalan yang timbul dalam pengumpulan koleksi repositori; (3) Memberikan rekomendasi kepada Perpustakaan IPB terkait dengan pelaksanaan Peraturan Rektor Serah Simpan KTI.  
Dasar-dasar Pelayanan Instansi Pemerintah Menuju Pelayanan Prima (Service Excellence) Arta Simamora
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3545.061 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.794

Abstract

Setiap penyelenggaraan pelayanan publik harus memiliki standar pelayanan prima dan dipublikasikan sebagai jaminan kepastian bagi penerima pelayanan. Standar pelayanan merupakan ukuran yang dilakukan dalam penyelenggaraan pada pelayanan publik yang wajib ditaati oleh pemberi dan penerima pelayanan agar tercapai kualitas layanan yang dapat memberikan kepuasan pengguna layanan (KepmenPAN No.63 KEP/MenPAN/7/ 2003). Banyak instansi pemerintah telah mengimplementasi service excellence (pelayanan prima) namun gagal. Apa masalahnya?. Aparatur merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Penilaian masyarakat terhadap instansi pemerintah yang mengelola pelayanan publik terhadap masyarakat masih dinilai masih buruk/kurang sampai saat ini. Oleh karena itu perlunya meningkatkan sumber daya manusia aparatur yang memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.
E-Literacy Dan Peran Pustakawan Di Masyarakat Ade Abdul Hak
Media Pustakawan Vol 15, No 1&2 (2008): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.608 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v15i1&2.925

Abstract

Lemahnya tingkat e-literacy termasuk pada kalangan pustakawan dikarenakan berbagai kendala dan keterbatasan akses informasi dan pengetahuan. Kondisi ini selain karena keterbatasan sarana teknologi informasi dan komunikasi yang ada di setiap perpustakaan, juga ada yang karena para pustakawan disibukkan dengan pekerjaan teknis sehari-hari tanpa ada kesempatan untuk mengembangkan diri secara keilmuan. “e-literacy” diartikan sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi informasi. Mengingat tidak setiap pustakawan mempunyai e-literacy/ICT literacy yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan kerja yang diembannya, maka diperlukan upaya untuk memetakan e-literacy/ICT literacy masing-masing pustakawan yang ada pada setiap lembaga tersebut. Bahkan mungkin terjadi bahwa pemahaman e-literacy/ICT literacy pada setiap pustakawan akan berbeda walaupun berada pada jenjang kepangkatan yang sama. Hal inilah yang dikenal dengan kesenjangan digital (digital divide) antar pustakawan. Berhasil atau tidaknya tugas yang diemban oleh pustakawan dalam mengembangkan e-literacy/ICT literacy ini, dikembalikan lagi pada kemampuan pustakawan itu sendiri dalam memahahi e-literacy/ICT literacy tersebut. Hal inilah yang perlu kita kaji ulang dan merupakan PR khusus buat Pusat Pengembangan Pustakawan, Perpusnas RI atau bahkan kalau bisa memberikan sertifikat pemahaman e-literacy/ICT literacy.
Pengembangan Pembelajaran Literasi Membaca untuk Meningkatkan Daya Baca Siswa Uswatun Hasanah
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.027 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.184

Abstract

Abstrak PISA mengukur kemampuan siswa dalam bidang literasi yakni literasi matematika, literasi sains, dan literasi membaca. Kurun waktu 2012-2015, literasi membaca hanya naik 1 poin dari 396 poin menjadi 397 poin. Karakter soal PISA yang menggunakan HOTS menjadi kendalanya. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa siswa di Indonesia memiliki daya baca yang masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran literasi membaca yang mampu meningkatkan daya baca siswa, dengan memaksimalkan peran pustakawan. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran literasi membaca, peningkatan daya baca dan kemampuan membaca, bacakilat, membaca kritis, dan peran pustakawan. Metode penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan. Sumber data dari kajian pustaka, pembuatan desain dan analisis data dengan mengkolaborasikan teori-teori, serta validasi desain dengan berdiskusi dengan Guru Bahasa Indonesia. Revisi dilakukan menurut hasil diskusi. Uji coba produk dengan melakukan pre-test, pembelajaran, post-test pada sampel 50 orang. Pengambilan sampel melalui purposive sampling. Pre-test dan post-test menggunakan soal Bahasa Indonesia untuk tryout PISA dari Puspendik. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan desain pembelajaran literasi membaca terdapat pada perluasan skemata dengan mengajarkan teknik membaca bacakilat dan membaca kritis. Dari uji coba produk didapatkan data 41 orang mengalami kenaikan skor, 9 orang mengalami penurunan skor. Kenaikan skor tertinggi 29.34, penurunan skor tertinggi 19.90, dan rata-rata kenaikan skor adalah 9.00. Berdasarkan hasil ujicoba produk, desain pengembangan berhasil meningkatkan skor yang dalam hal ini mewakili daya baca. Peran pustakawan dalam pembelajaran literasi membaca adalah sebagai administrator, manajer, supervisor, edukator, dan motivator. Abstract The program for International Student Assessment (PISA) measures students’ abilities in the field of literacy namely mathematical literacy, scientific literacy, and reading literacy. During 2012-2015, literacy reading only rose 1 point from 396 points to 397 points, the character of the PISA question that used HOTS was the problem. These results indicated that students in Indonesia have a relatively low reading habit. This study aims to develop reading literacy learning that is able to improve students’ reading habit, by maximizing the role of librarians. The theory used is literacy learning, reading habit, critical reading, and librarian roles. The research used research development methods. The data obtained from literature review. The data designed and analyzed by collaborating theories, while the design validated by discuss with Indonesian Teachers, revisions were made according to the results of the discussion. Product tested by pre-testlearning, post-test on a sample of 50 people through purposive sampling. Pre-test and post-test used in Indonesia language questions for PISA tryout obtained from Puspendik. The result shows that the development of reading literacy learning design was in the expansion of the schema by teaching techniques of reading literacy and critical reading. From the product trial data obtained 41 people experienced an increase in scores, 9 people experienced a decrease in scores. The highest score was 29.34, followed by 19.90, and the average score was 9.00. Based on the results of product testing, the development design succeeded in increasing the score which in this case represented the reading habit.
Gaya Komunikasi Pustakawan Terhadap Pengguna Jasa Layanan Perpustakaan Sri Endah Pertiwi
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.948 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.831

Abstract

Artikel ini membahas mengenai gaya komunikasi pustakawan terhadap pemustaka dengan focus pada komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi antara dua orang atau lebih di mana pustakawan bertindak sebagai komunikator dan mahasiswa sebagai komunikan dan keduanya saling bertukar pesan dalam suatu komunikasi yang efektif. Pustakawan adalah orang yang ahli dalam bidang perpustakaan (Sudjatmoko, 1992 : 142). Pustakawan menggunakan komunikasi formal dan komunikasi non formal dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi di antara para anggota organisasi yang secara tegas diatur oleh struktur  organisasi. Komunikasi informal yaitu komunikasi yang dilakukan bila komunikasi formal  mengalami kemacetan atau buntu. Kegiatan membaca adalah suatu perilaku mahasiswa yang dapat diamati oleh orang lain yang terjadi dalam waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan menggunakan metode survey. Penelitian explanation berusaha untuk menjelaskan sebab akibat yang ada diantara fenomena-fenomena yang dipelajari, dalam hal ini antara gaya komunikator dengan kegiatan membaca mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung terus menerus selama jam pelayanan UPT Perpustakaan yaitu pukul 08.00 s/d 16.00 WIB. Kegiatan membaca mahasiswa akan diukur dalam fase­fase tertentu yaitu jumlah kunjungan dalam satu bulan, jumlah buku yang dibaca, jenis buku yang dimanfaatkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca buku tersebut dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya komunikasi pustakawan dengan kegiatan membaca mahasiswa.
Memanfaatkan SINTA (Science and Technology Index) Untuk Publikasi Karya Ilmiah & Strategi Dalam Mencari dan Memilih Jurnal Nasional Terakreditasi Andi Saputra
Media Pustakawan Vol 27, No 1 (2020): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.463 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v27i1.674

Abstract

Salah satu fungsi Science and Technology Index (SINTA) adalah menilai kinerja jurnal berdasarkan standar akreditasi dan sitasi, dengan mengindeks seluruh jurnal nasional yang sudah diakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA). Makalah ini mencoba membahas tentang bagaimana mahasiswa, dosen, dan peneliti bisa memanfaatkan SINTA dalam mencari jurnal nasional terakeditasi untuk publikasi karya ilmiah, bagaimana memahami karakteristik sebuah jurnal, serta strategi memilih jurnal yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga karya ilmiah bisa diterbitkan pada jurnal dan waktu yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode content analysis dengan memahami karakteristik jurnal melalui website resminya. Sampel penelitian diambil dari jurnal nasional bidang ilmu perpustakaan yang terindeks SINTA. Dalam pembahasan ini disimpulkan bahwasanya SINTA sangat membantu memudahkan penulis dalam mencari jurnal untuk publikasi. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa tidak semua jurnal nasional terakreditasi bidang ilmu perpustakaan menyajikan informasi pada websitenya dengan baik, seperti website yang tidak aktif, focus and scope, template, dan kontak pengelola yang tidak tersedia. Disamping itu, sebagian besar jurnal nasional bidang ilmu perpustakaan tidak berbayar, dengan rata-rata penerbitan 2 kali dalam setahun.
Big Data: Apa dan pengaruhnya pada perpustakaan? (What is Big Data and its Influence to Library) Irhamni Ali
Media Pustakawan Vol 22, No 4 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.363 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i4.218

Abstract

AbstrakInformasi telah menjadi komoditas berharga yang membawa perubahan pada kehidupan manusia. Salah satu perubahan adalah bagaimana manusia memperoleh informasi tersebut dari kepingan data yang sangat banyak. Kepingan data yg banyak tersebut disebut sebagai “big data” yang membutuhkan tempat untuk disimpan, diorganisasi dan dianalisa. Perpustakaan memiliki sejarah panjang sebagai tempat penyimpanan, pengorganisasian dan analisa informasi. Artikel ini berusaha memberikan gambaran umum mengenai big data dan pengaruhnya terhadap dunia perpustakaan. Big data membawa pengaruh besar dalam dunia perpustakaan khususnya pada aspek layanan perpustakaan dan kompetensi pustakawan.
Lontar: Tradisi Hidup Dan Lestari Di Bali A.A Gde Alit Geriai
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.326 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.868

Abstract

Tradisi budaya tulis menulis di atas rontal di Bali telah berlangsung sejak zaman silam. Ribuan manuscript (baca: Lontar) yang diwarisi di Bali, ditulis di atas daun tal (rontal) dengan sistem pemeliharaan yang demikian sederhana sebelum mendapat sentuhan teori filologi dan kodikologi. Sejak dulu rontal (material-palm) sangat diindahkan oleh para rakawi sebagai sarana untuk menuangkan segala petuah-petuah suci, berupa ajaran budi pekerti dan sebagainya. Sejumlah manuscript (lontar) menyebut istilah tal (rontal) sebagai bahan tulis yang ampuh dan tahan lama. Seperti terlihat dalam Lontar Saraswati: PNRI L.254, sebuah lontar Merapi-Merbabu, Singhalangghyala Parwa/PNRI 1 L.858: lp. 14 b), Kakawin Ramayana, II:67d dan VI:157d-158a. Istilah “lontar” adalah untuk menyebut sebuah hasil karya (seni-sastra) yang berasal dari “rontal” (palm-leaf); sedangkan istilah “rontal” adalah berupa bahan tulis (material-writting) itu sendiri, dalam artian belum ada tulisan. Keberadaan tradisi lontar tentu sangat erat kaitannya dengan tradisi tulis. Sebagai tradisi yang hidup, tradisi lontar di Bali didukung oleh bahan baku yang cukup tersedia, sampai kepada tradisi penulisan lontar dan kegiatan membaca lontar, yang masih hidup hingga kini. Dalam perspektif budaya dan masyarakat Bali sastra (baca: lontar) lebih dipandang sebagai suatu yang suci, arkais, dan sakral-religius. Dengan kata lain, seorang yang akan menggeluti dunia lontar, dituntut memiliki pengetahuan moral-spritual dan religius yang memadai serta harus disucikan (diinisiasi) secara lahir batin. Secara umum pada masyarakat Bali telah berkembang tradisi lisan dalam meresapi isi yang terkandung dalam lontar. Tradisi baru tentang budaya lontar dalam perkembangan masyarakat di Bali dewasa ini tidak hanya digunakan untuk menyalin dari lontar ke lontar baru, namun terjadi suatu kreativitas yang dinamis. Terbukti dengan adanya kegiatan menulis lontar dalam aksara Bali dan Latin berbahasa Bali dan Asing (Inggris, Jerman, dan lain-lain) berupa kartu nama yang dikemas sedemikian rupa dan nampak artistik. Selain itu, dengan adanya program Bali Simbar yang dirancang demikian apiknya oleh I Made Swacana, telah membawa angin segar terhadap perkembangan budaya lontar ke arah tradisi baru. Melalui peremajaan penyalinan lontar ke dalam aksara yang sama (aksara Bali), dapat menarik minat masyarakat pembaca aksara Bali lebih meningkat, karena dengan sistem komputerisasi aksara Bali, nampak standar sehingga dalam membaca terkesan lebih mudah. Di samping itu, program ini setidaknya dapat dijadikan penunjang dalam mempelajari atau membaca naskah aslinya yang berupa lontar.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue