cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Dewey Decimal Classification Edisi Ke-23 : Perubahan dan Perluasan Notasi Tentang Indonesia Suharyanto Mallawa
Media Pustakawan Vol 19, No 3 (2012): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.928 KB)

Abstract

ABSTRAKDewey Decimal Classificationedisi ke-23terbit pada bulan April 2011. Perpustakaan Nasional RI merupakan salah satu perpustakaan yang memberikan kontribusi dalam penyusunan DDC 23. DDC 23 menyediakan notasi-notasi perluasan yang berkaitan dengan subjek Indonesia antara lain Tabel 2. Wilayah geografi, periode sejarah, biografi untuk Indonesia – 598 ; Tabel 5. Kelompok etnik dan Kebangsaan untuk Indonesia – 992 2; Tabel 6. Bahasa untuk Bahasa Indonesia – 992 2; dan Periodesasi sejarah Indonesia 959.801-959.804.
Peran Pustakawan Sebagai Mitra Pendamping Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang Atin Istiarni
Media Pustakawan Vol 28, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6853.145 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v28i2.1225

Abstract

The academic librarians have now penetrated into academic activities, namely becoming research partners of the academic community. The librarian's job is no longer just to borrow and return books. However, librarians can also provide mentoring services for the preparation of scientific papers based on partnerships with students and lecturers. The purpose of this study is to (1) inform the existence of academic writing guidance service. with librarians at the University of Muhammadiyah Magelang, (2) find out the urgency of academic writing guidance service. in libraries, (3) the mechanism of library academic writing guidance service., and (4) the informant's response to the academic writing guidance service.. The type of data in this study is descriptive qualitative with data sources from interviews, questionnaires, and document studies. Research informants were 7 people consisting of 1 lecturer and 6 students. The results showed that; (1) Academic writing guidance service. with librarians are very helpful for lecturers and students in preparing theses, (2) librarians are very clear, detailed, and responsive in providing guidance, and (3) Academic writing guidance service. are very important and needed for students to Academic Writing becomes structured and systematic. Suggestions given by informants for academic writing guidance service. to improve service promotion and form mentoring WhatsApp groups. 
Implementasi Library Class Di Perpustakaan Universitas Airlangga Novita Dwi Anawati
Media Pustakawan Vol 26, No 4 (2019): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.561 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i4.654

Abstract

Sivitas akademika dituntut untuk membuat publikasi ilmiah. Tuntutan tersebut berdampak pada penyediaan layanan sumber-sumber informasi di perpustakaan. Kemutakhiran dan kemudahan akses sumber-sumber informasi sangat diperlukan untuk mewujudkan tuntutan tersebut. Kualitas publikasi ilmiah sangat bergantung pada kualitas literatur pendukung. Perpustakaan Universitas Airlangga menyediakan e-resources lebih kurang 50 database dengan sekitar 15 publisher (provider). Namun, tidak semua sivitas akademika memahami cara memanfaatkan platform e-resources tersebut. Oleh karena itu diperlukan pelatihan literasi informasi untuk menunjang publikasi ilmiah. Karya tulis ini memberikan batasan ruang lingkup pada best practice (praktik baik) Perpustakaan Universitas Airlangga dalam menyelenggarakan literasi informasi guna menunjang publikasi ilmiah sivitas akademika. Tujuan karya tulis ini yaitu untuk memberikan deskripsi singkat tentang praktik baik penyelenggaraan literasi informasi di Perpustakaan Universitas Airlangga. Metodologi penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini yaitu action research. Hasil luaran dari program Library Class, yaitu peningkatan jumlah publikasi ilmiah Universitas Airlangga yang terindeks Scopus dari 236 dokumen di tahun 2016, 469 dokumen di tahun 2017, dan 848 dokumen di tahun 2018. Kesuksesan di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan nilai akademis yang excellent merupakan bentuk kesejahteraan di lingkup perguruan tinggi.
Kualitas Layanan Perpustakaan Tantangan Peningkatan Kompetensi Pustakawan Tisyo Haryono; Widiyati Kania
Media Pustakawan Vol 24, No 2 (2017): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.922 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i2.11

Abstract

Perpustakaan diselenggarakan dengan tujuan utamanya menyajikan layanan yang berkualitas kepada pemustaka. Kebutuhan informasi menjadi basis acuan dalam layanan perpustakaan sehingga kepuasan pemustaka sebagai pelanggan harus menjadi perhatian khusus. Layanan berkualitas memiliki kriteria khusus diantaranya kenyamanan, keleluasaan berjejaring, dan konvergensi layanan sehingga ketika berada dalam suatu wilayah, pemustaka bisa mendapat fasilitas "one-stop shopping" di bidang layanan informasi. Kondisi ini dapat dinilai dengan cara menunjukkan kinerja layanan yang terbaik yang dapat diukur melalui perolehan penghargaan dari internal dan eksternal (compliment), mendapat pengakuan formal sebagai lembaga publik yang kompeten (recognition), dan selalu melakukan upaya perbaikan berkelanjutan (contribution for improvement). Layanan berkualitas hanya dapat disajikan oleh pustakawan yang kompeten, yaitu pustakawan yang memiliki kompetensi profesional maupun kompetensi personal. Dalam keadaan kualitas pustakawan saat ini, yang masih jauh dari harapan, maka peningkatan kompetensi pustakawan menjadi tantangan utama pengembangan perpustakaan saat ini dan masa depan.  
Analisis Kebutuhan Pustakawan pada UPT Balai Informasi Teknologi-LIPI Kamaludin Kamaludin
Media Pustakawan Vol 22, No 1 (2015): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.21 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i1.799

Abstract

Abstrak Tercapainya layanan yang baik kepada pemustaka adalah cita-cita setiap penyelenggara perpustakaan, untuk mencapai cita-cita tersebut pustakawan dituntut untuk bekerja professional,  disamping itu perlu perencanaan sumber daya manusia yang baik. Namun  masalah yang terjadi adalah perencanaan formasi pegawai belum sepenuhnya dilakukan. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sumber daya manusia pengelola perpustakaan dalam menjalankan tugasnya pada Seksi Pendayagunaan Koleksi Informasi Teknologi – UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Bandung. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Selanjutnya data dianalisis dengan metoda perhitungan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, nomor : KEP/75/M.PAN/7/2004, dengan memperhatikan Perka PNRI nomo 64 tahun 2006. Dari penelitian diketahui bahwa tugas pokok pegawai pada Seksi ini dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Penggunaan waktu kerja telah digunakan dengan baik, jumlah kebutuhan pegawai diketahui 17 orang, yang ada saat ini 10 orang, sehingga kekurangan 7 orang. Diketahui juga dalam 7 tahun kedepan akan pensiun 7 orang. Implikasi dari kekurangan pegawai tersebut adalah tidak tercapainya kinerja secara maksimal, upaya yang telah dilakukan yaitu dalam jangka pendek adalah rangkap jabatan dan jangka panjang mengusulkan penambahan pegawai.
Kompetensi Pustakawan Dalam Mewujudkan Kinerja Berprestasi Suwardi Suwardi
Media Pustakawan Vol 15, No 1&2 (2008): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.775 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v15i1&2.930

Abstract

Salah satu indikator pustakawan berprestasi dapat dilihat dari pencapaian hasil kerja pustakawan tersebut. Pustakawan berprestasi adalah pustakawan yang melalui perannya dapat menciptakan strategi kerja yang memudahkan pustakawan tersebut mencapai harapan dan minat berprestasi yang tinggi. Perpustakaan yang membangun suasana kondusif bagi pustakawan agar dapat berkompetisi dan berprestasi merupakan upaya kerja yang memerlukan komitmen semua pihak yaitu; manajemen, pustakawan, dan para pengambil keputusan. Agar komitmen ini dapat dilakukan secara serius, salah satu cara yang dapat dipakai ialah membuat dan mengaplikasikan ukuran kinerja pustakawan yang terbuka dan mengacu pada Standar Kompetensi Pustakawan. Ukuran yang terbuka akan menumbuhkan motivasi bagi pustakawan untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Kinerja pustakawan yang baik pada akhirnya akan membawa dampak positif bagi kemajuan perpustakaan.
Tentang Dalil Lotka. Perbedaan Antara Complete Count dengan Straight Count : Studi Produktivitas Penulis pada Majalah Visi Pustaka Periode Terbit Tahun 2005-2014 Agus Wahyudi
Media Pustakawan Vol 25, No 1 (2018): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.209 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i1.189

Abstract

Abstrak Salah satu objek kajian utama dalam ilmu bibliometrik adalah Dalil Lotka. Dalil Lotka menggambarkan tinggi rendahnya produktivitas penulis pada bidang ilmu tertentu. Terdapat tiga teknik penghitungan partisipasi penulis pada dalil Lotka. Penelitian ini mengkaji produktivitas penulis pada majalah Visi Pustaka selama kurun waktu 2005-2014 dengan menggunakan teknik penghitungan partisipasi penulis straight count dan complete count. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil produktivitas penulis bila menggunakan straight count dan complete count. sebanyak 189 artikel yang ditulis oleh 116 penulis jika menggunakan straight count dan sebanyak 131 penulis jika menggunakan complete count. Uji Kolmogorov-Smirnov (tes K-S) dilakukan untuk menguji kesesuaian dalil Lotka pada data yang diobservasi. Hasil uji K-S menunjukkan bahwa distribusi produktivitas penulis pada majalah Visi Pustaka kurun waktu 2005-2014 sesuai dengan dalil Lotka (tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pengamatan dengan nilai teoretis dalil Lotka) baik menggunakan teknik penghitungan partisipasi penulis straight count maupun complete count.
Kompetensi dan Budaya Kerja Pustakawan Menghadapi Pasar Bebas (Global Market) Irva Yunita
Media Pustakawan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5918.724 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v23i1.838

Abstract

Abad ke-21 merupakan era globalisasi, perkembangan teknologi akan semakin menghilangkan batasan tempat antara satu orang dan yang lainnya. Baik secara lokal, nasional, bahkan internasional. Dengan adanya globalisasi tersebut, salah satu pengaruh yang dimunculkan yaitu adanya pasar bebas yang menjadi peluang sekaligus ancaman bagi berbagai profesi, termasuk juga pustakawan. Dengan demikian pustakawan harus memiliki kompetensi dan budaya kerja yang dipersiapkan untuk menghadapi pasar bebas. Kompetensi dasar saja tidak cukup, perlu berbagai kompetensi pendukung lainnya, misalnya kemampuan menguasai bahasa Internasional. Pustakawan juga perlu memiliki budaya kerja yang ulet, pekerja keras, disiplin, produktif, tanggung jawab, motivasi, manfaat, kreatif, dinamik, konsekuen, konsisten, responsive, mandiri, menjadi lebih baik, serta selalu siap melayani kebutuhan informasi pemustaka. Hal tersebut merupakan upaya pustakawan mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas.
Peran Perpustakaan Dalam Membangun Budaya Membaca Di Masyarakat Teguh Yudi Cahyono
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.972 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.968

Abstract

Tahun ke tahun kecenderungan minat baca masyarakat Indonesia meningkat tetapi bergerak lambat. Dari telaah yang dilakukan dapat diidentifikasi tiga persoalan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan budaya baca. Pertama, jumlah orang yang mempunyai kebiasaan membaca masih kurang dan baru pada kalangan tertentu. Kedua, ragam yang dibaca masih terbatas, karena itu perlu ada usaha untuk mendiversitifikasikan bahan bacaan agar lebih beragam dan terutama pada bahan bacaan yang mempunyai arti dalam kehidupan. Ketiga, proses penyebarluasan budaya baca dan pendiversifikasian materi bacaan selama ini berlangsung alamiah, sehingga kecepatannya lambat sementara irama tantangan begitu cepat.Masalah yang diajukan oleh penulis adalah “Sejauh mana perpustakaan lebih berperan dalam membangun budaya membaca di masyarakat untuk mencapai tujuan bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa?” Bertujuan untuk mengetahui peran perpustakaan dalam membangun budaya baca masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan masyarakat penggunanya.Hal penting yang harus dimiliki oleh perpustakaan agar dapat berperan untuk mencerdaskan masyarakat pengguna adalah visinya yang jelas dan terarah, serta misi yang dijalankan secara penuh tanggung jawab dan profesional. Selain itu, perpustakaan harus pula menetapkan tujuannya secara ideal serta menjalankan fungsinya dengan baik. Kinerja perpustakaan yang baik akan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk gemar membaca. Perpustakaan harus mengerahkan seluruh daya upayanya untuk mengoptimalkan budaya membaca di masyarakat. Sehingga pada akhirnya masyarakat pengguna akan lebih cerdas dan mutu bangsa Indonesia akan sejajar dengan negara-negara maju yang telah lebih dahulu memiliki budaya membaca.  
Perilaku Informasi Masyarakat Melalui Pendekatan Literasi Informasi: Studi kasus pustakawan Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 22, No 4 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i4.223

Abstract

AbstrakPosisi pustakawan sebagai ahli informasi sangat penting dalam masyarakat informasi. Pustakawan seharusnya mempunyai perilaku informasi yang ideal karena pustakawan mempunyai kompetensi literasi informasi yang merupakan perilaku informasi ideal. Paper ini mencoba meneliti perilaku informasi pustakawan. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan literasi informasi. Dari beberapa hasil penelitian yang ada, konsep pustakawan seharusnya mempunyai perilaku informasi ideal belum tentu terbukti. Bahkan terdapat temuan tingkat pendidikan dan lama bekerja pustakawan dapat tidak berbanding lurus dengan perilaku informasi pustakawan.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue