cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Kiprah Peneliti Zoologi Pusat Penelitian Biologi-LIPI dan Kolaborasi Penelitian dalam Publikasi Internasional: Analisis Bibliometrik Sri Wulan
Media Pustakawan Vol 27, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.018 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v27i2.772

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir telah dilakukan kajian mengenai analisis bibliometrik tentang kiprah peneliti zoologi dan kolaborasi penelitian dalam jurnal internasional 2015-2019. Kajian ini penting untuk dilakukan guna mengetahui perkembangan publikasi peneliti zoologi pada jurnal internasional selama 5 tahun. Kajian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sebaran kontribusi artikel peneliti zoologi setiap tahun; (2) Mengetahui sebaran pengarang dalam jurnal internasional selama lima tahun; (3) Menganalisis pola kepengarangan; (4) Mengetahui rata-rata pengarang per artikel; (5) Mengetahui pengarang yang paling produktif; (6) Menentukan tingkat kolaborasi pengarang yang terbit dalam jurnal internasional; dan (7) Mengetahui jurnal apa saja yang digunakan sebagai sumber penulisan. Data yang digunakan adalah kumpulan abstrak “Kiprah Peneliti Zoologi dalam Jurnal Internasional 2015-2019” dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan dan pengolahan data dilakukan pada bulan Januari 2020 dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2010. Hasil kajian menunjukkan jumlah sebaran tulisan peneliti zoologi selama lima tahun sebanyak 274 artikel dengan sebaran pengarang sebanyak 365 orang. Tiga urutan kolaborasi penulisan artikel yang paling banyak ditulis oleh para peneliti yaitu, 5 pengarang, 3 pengarang, dan 5 pengarang. Jumlah total rata-rata pengarang per makalah 1,330 dan rata-rata produktivitas per pengarang adalah 0,751. Jumlah terendah produktivitas pengarang 46 (0,754%) tahun 2018. Kontributor yang paling produktif adalah Amir Hamidy dengan 34 karya tulis (9,32%). Kolaborasi penelitian selama 2015-2019 cukup signifikan dengan prosentase 98%, dikuatkan dengan hasil perhitungan tingkat kolaborasi sebesar 0,98%. Jurnal yang banyak digunakan oleh peneliti zoologi adalah Zootaxa sebanyak 38 artikel (30%).
Intensifikasi Sertifikasi untuk Mewujudkan Pustakawan Kompeten Hendra Setiawan
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.801 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.523

Abstract

Abstrak Pustakawan sebagai suatu profesi harus memiliki sertifikat kompetensi untuk meningkatkan karir, pengakuan kompetensi, dan pemenuhan terhadap regulasi Pemerintah. Sertifikat kompetensi pustakawan diperoleh melalui proses sertifikasi yaitu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perpustakaan. Aturan pelaksanaan tertuang dalam skema sertifikasi yang menjadi acuan untuk melaksanakan sertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang indepen. Proses inti dalam melaksanakan sertifikasi melalui uji kompetensi untuk mengukur kompetensi seseorang dengan berbagai dimensi dan tata cara metode yang disepakati dengan menerapkan rambu-rambu dan prinsip uji kompetensi harus diterapkan. Penerapan proses sertifikasi harus dipatuhi agar menghasilkan output yang memuaskan.Animo masyarakat (pustakawan) terhadap sertifikasi pustakawan menjadikan tantangan besar untuk lebih mengintensifkan pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan secara masif dan merata. Tujuan penulisan ini untuk membahas proses sertifikasi dan aturan teknis lainnya agar pelaksanaan sertifikasi dapat berjalan dengan baik sehingga animo masyarakat terhadap sertifikasi semakin meningkat.
Catatan Penilaian Angka Kredit Pustakawan: Kajian Berdasarkan Pengalaman Menilai Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 16, No 1&2 (2009): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.961 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i1&2.900

Abstract

Jabatan pustakawan sudah diakui sebagai jabatan fungsional oleh Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 1988 yaitu dengan terbitnya Kepmenpan Nomor 18 Tahun 1988 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Tetapi hingga saat ini JF Pustakawan masih mengalami banyak permalasalahan salah satu permasalahan yang cukup menonjol, khususnya bagi Pustakawan Madya dan Pustakawan Utama adalah kegiatan yang menyangkut kajian dan pengembangan profesi. Kajian ini adalah kajian faktual dengan metodologi deduktif yaitu menarik kesimpulan praktis dari kasus-kasus yang dijumpai selama penulis melakukan penilaian DUPAK para pustakawan yang masuk ke tim penilai pusat.Dari beberapa pengalaman melakukan penilaian dan rapat tim penilai, penulis mencatat ada beberapa persoalan yang patut kiranya menjadi perhatian. Persoalan tersebut antara lain adalah: masih banyak ditemukan tugas limpah, pustakawan yang mengusulkan kegiatan yang mereka sendiri tidak mengerti apa sebenarnya kegiatan tersebut, banyak Pustakawan Madya yang mengusulkan angka kredit dengan bertumpu hanya pada pekerjaan teknis, kualitas pustakawan khususnya Pustakawan Madya dan Pustakawan Utama, kualitas tim penilai, dan pengusulan DUPAK yang tidak disertai bukti kegiatan yang lengkap.Dari pengamatan dan analisis selama penulis menjadi anggota tim penilai tingkat pusat, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu: Kualitas kerja pustakawan masih perlu ditingkatkan, kemampuan menulis pustakawan masih perlu ditingkatkan, kemampuan tim penilai menilai karya tulis masih perlu ditingkatkan,  tim penilai tingkat instansi perlu memeriksa dengan teliti sehingga berkas tersebut tidak dikirim ke tingkat pusat bila masih terdapat kekurangan. Hal ini untuk mempercepat proses penilaian DUPAK di tingkat pusat. 
Penelusuran Informasi Dokumen Paten Secara Online Melalui Sumber Informasi Global Tupan Tupan
Media Pustakawan Vol 21, No 1 (2014): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4475.322 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i1.781

Abstract

Paten merupakan sumber informasi mencakup bidang teknologi secara khusus memuat teknologi yang paling mutakhir. Informasi Paten, dapat membantu dalam mengambil  keputusan untuk melakukan penelitian dan pengembangan terhadap proses atau produk baru sebelum mengajukan permohonan paten atau memasarkannya. Informasi paten memiliki arti dan peran yang sangat penting, bahkan strategis. Informasi yang terkandung dalam dokumen paten meliputi deskripsi, gambar-gambar dan klaim/ tuntutan. Informasi dokumen paten secara online dapat ditelusuri melalui sumber informasi gobal melalui kantor paten di dunia yang menyediakan informasi specifikasi paten adalah kantor paten AS (USPTO), Jepang (JPO), Eropa (EPO) dan WIPO (PCT).  Untuk paten yang didaftarkan di Indonesia dapat ditelusuri melalui situs dgip.go.id. Dokumen paten dapat ditelusuri melalui quick search, advanced search, number search, maupun classification search.   Tulisan ini menyajikan cara menelusur dokumen paten melalui sumber informasi global.
Transformasi Perpustakaan Dengan Ketersediaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Irman Siswandi
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.788 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.911

Abstract

Perpustakaan sebagai lembaga yang berhubungan secara langsung dengan ketersediaan informasi perlu memperhatikan perkembangan TIK. Selain memberikan manfaat yang besar dengan ketersediaan TIK di perpustakaan, ketersediaan TIK pun menciptakan semacam rasa ketakutan yaitu TIK akan merebut pekerjaan pustakawan. Pustakawan lupa bahwa seluruh fasilitas TIK hanyalah alat untuk memperlancar pekerjaan di perpustakaan, bukan sebagai tujuan utama. Artikel ini mengangkat aspek-aspek manfaat dan transformasi yang terjadi di perpustakaan dengan tersedianya TIK serta mengetahui lebih jauh akses internet di lingkungan perpustakaan di Indonesia. Pergeseran paradigma karena teknologi tidak saja terjadi pada kegiatan perpustakaan saja tetapi juga terjadi pada paradigma perubahan peran pustakawan yang sedang berlangsung di era digital saat ini. Pustakawan di era digital dituntut untuk mengubah peran konvensional yang diembannya selama ini. Peran-peran baru di era digital membutuhkan kemampuan menggunakan fasilitas TIK dengan baik. Tantangan pustakawan era digital tidaklah ringan selain kemampuan hard skill dibutuhkan kemampuan soft skill dalam memberikan layanan di perpustakaan. Tetapi yang harus menjadi perhatian adalah komitmen pustakawan untuk terus berkembang maju dalam rangka mengakomodir perubahan itu sendiri. Bahwa adanya ketersediaan TIK di perpustakaan memberikan kesempatan pengembangan perpustakaan lebih luas lagi. Perpustakaan dapat melakukan inovasi di berbagai bidang kegiatannya. Dan hal itu semua tergantung dari bagaimana pustakawan sebagai pengelola perpustakaan menyikapi semuanya sebagai satu tantangan bagi pengembangan perpustakaan dan profesi perpustakaan pada umumnya. 
Etika Informasi Sulistyo Basuki
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.671 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.171

Abstract

                                         AbstrakPerkembangan teknologi informasi dan komputer sebagai sarana informasi memberikan banyak keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah bahwa informasi dapat segera diperoleh dengan saling berkirim informasi baik pengirim dan penerima. Namun di sisi lain terdapat pula informasi yang dapat disebar ke publik dan ada pula informasi yang bersifat privat atau pribadi. Oleh karena itu informasi membutuhkan etika supaya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dengan tidak merugikan pihak lainnya. Etika berbeda dengan moral. Etika merupakan sebuah ilmu sedangkan moral merupakan ajaran. Istilah etika informasi mulai digunakan pada tahun 1980-an. Disiplin yang terlibat pada awalnya ilmu perpustakaan dan informasi serta kajian bisnis dan manajemen kemudian diikuti oleh kajian teknologi informasi. Walaupun etika informasi mencakup berbagai topik seperti privasi, hak kekayaan intelektual, representasi yang adil (fair representation), nonkejahatan jabatan/nonmaleficence, namun makalah ini hanya membahas privasi saja sebagai contoh salah satu isu EI                                         AbstractThe development of information and computer technology as an information tool gives many benefits. One of them is that information can be promptly obtained by sending it to the recipient. There is information that can be shared freely to public, and on the contrary, there is information that should be kept private, or personal. Therefore, information needs ethics so it can be used as it should be, without causing any disadvantages to others. Ethics differs from Morals. Ethics is a discipline, whereas moral is a teaching. The term Information Ethics began to be used in the 1980s. In the beginning, the involving disciplines were information and library science, management and business study, followed by information technology study. Eventhough Information Ethics covers various topics such as privacy, rights of intellectual property, fair representations, and non-maleficence, this article only focuses on privacy, as one of the Information ethics issues. 
Peran Pustakawan Sekolah Menyongsong Kurikulum 2013 Mujiati Mujiati
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4662.548 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.816

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan kelanjutan dari kurikulum 2004 yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sehingga siswa memiliki kompetensi unggul dalam sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang seimbang dan memiliki wawasan yang luas. Kurikulum ini disiapkan untuk mencetak generasi handal yang siap di dalam menghadapi persaingan global. Karena itu kurikulum ini disusun agar siswa aktif, inovatif, kreatif dan menarik dengan menggunakan pendekatan ilmiah (science approach) yang bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan /mempresentasikan, apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya yang. untuk dapat mewujudkan hal itu, maka peran aktif dan kreatif dari pustakawan dalam membimbing siswa menelusuri informasi sangat penting, karena pembelajaran model tersebut tidak hanya di ruang kelas namun di tempat lain terutama perpustakaan.
Peran Komunikasi Antara Orang Tua Dengan Anak Dalam Pembinaan Minat Baca Sejak Din Noorika Retno Widuri
Media Pustakawan Vol 15, No 3 (2008): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.272 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v15i3.946

Abstract

Pembinaan minat baca harus dimulai dari lingkup terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.  Orang tua berperan aktif dalam membentuk anak-anak gemar membaca. Peran orang tua yang demikian besar perlu didasari dengan kemampuan menyampaikan pesan kepada anggota keluarganya, dalam hal ini anak-anak. Penyampaian pesan melalui komunikasi merupakan aspek penting yang wajib dipahami para orang tua, karena tanpa komunikasi efektif, pembinaan minat baca anak mustahil terbentuk. Komunikasi efektif akan berdampak baik bagi pembinaan minat baca anak sejak dini.
Kesetiaan dalam Jalan Kepustakawanan: Studi Life History Blasius Sudarsono Dian Novita Fitriani
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.125 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i3.203

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk memberikan referensi dan pembelajaran bagi calon pustakawan, pustakawan muda, maupu pustakawan yang telah senior untuk memaknai kepustakawanan yang sedang dijalani. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah life history. Dalam ilmu antropologi budaya, life history lebih sering dikenal dengan istilah individual’s life history, dimana pendekatan ini didapatkan dari apa yang dialami oleh individu-individu tertentu sebagai warga dari suatu masyarakat yang menjadi obyek penelitian. Dari penelitian ini didapatkan bahwa selama 45 tahun Blasius Sudarsono menekuni bidang kepustakawanan menunjukkan sebuah pengabdian yang tulus dengan praktek yang menyeluruh untuk kepustakawanan Indonesia. Awal menekuni profesi pustakawan, BS mengaku menjalaninya dengan terpaksa. Namun ia memiliki prinsip bahwa, baginya laki-laki yang dipegang adalah omongannya. Sehingga pernyataan “ya” ketika awal memutuskan untuk menekuni profesi ini menjadi tuntutan bagi dirinya untuk setia pada kepustakawanan. Pernyataan “iya” baginya memiliki hubungan yang erat, melekat dan tidak dapat dipisahkan atau ineren dengan kesetiaan. Seseorang dikatakan setia ketika ia memiliki penyebab yang membuat ia setia. Bagi BS, ia mendapatkan nafkah dari bidang kepustakawanan sehingga ia harus memikirkan bidang tersebut. Selain itu, kesetiaan juga dibuktikan dengan pengabdian terhadap bidang tersebut dan diekspresikan dalam berbagai cara dan praktek. Bagi BS, hidupnya memang ditakdirkan untuk memikirkan kepustakawanan. Bahkan penghargaan life achievement, dimaknainya sebagai “penjara seumur hidup” baginya untuk memikirkan kepustakawanan Indonesia. Meskipun awalnya BS menjalani profesi pustakawan dengan terpaksa, namun dalam perjalanannya ia mampu memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik.
Upaya Memberdayakan Kliping Koran untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Pengguna Muthia Nurhayati
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4560.732 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v23i2.852

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana memberdayakan kliping koran sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap beberapa hasil penelitian yang sudah ada mengenai kliping koran. Hasil penelitian menunjukkan langkah-langkah untuk memberdayakan kliping koran adalah dengan mengorganisasi pengelolaannya dengan baik yakni dengan adanya indeksasi agar mudah ditelusur, adanya preservasi, promosi, dan membuat layanan kliping koran secara elektronik. Kesimpulannya, kegiatan kliping koran memiliki manfaat jangka panjang berkaitan dengan adanya informasi yang terkandung di dalamnya, sehingga kegiatan ini harus terus dibina keberadaannya di perpustakaan sebagaimana halnya di perpustakaan bidang zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue