cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Pengembangan Profesi Pustakawan? Blasius Sudarsono
Media Pustakawan Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.636 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i3&4.874

Abstract

Di Indonesia, profesi pustakawan belum sepenuhnya diterima sejajar dengan profesi lain. Pustakawan masih dianggap sebagai tenaga administratif. Pengertian pustakawan kebanyakan masih mengacu pada batasan yang ada di Keputusan Menpan. Tuntutan bagi pustakawan sendiri yaitu harus memiliki tanggung jawab dan kompetensi kepustakawanan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan. Juga perlu diberlakukannya akreditasi bagi lembaga pendidikan pustakawan guna mengesahkan kompetensi dan mutu dari para lulusannya oleh otoritas tertinggi dalam profesi pustakawan. Adapun dalam lingkup keprofesionalan dikenal istilah Continuing Professional Development (Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan) tentang aturan jabatan fungsional kepustakawanan. Pada rumusan dokumen IFLA pun dinyatakan bahwa Pustakawan adalah penghubung aktif antara pemustaka dan sumberdaya informasi maupun pengetahuan. Berarti kemampuan dan kualitas pustakawan harus dipelihara dan selalu ditingkatkan.
Manajemen Layanan Perpustakaan terhadap Loyalitas Mahasiswa pada Masa Pandemi Covid 19 Sungadi Sungadi
Media Pustakawan Vol 28, No 1 (2021): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4207.454 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v28i1.1192

Abstract

During the covid-19 pandemic the library stopped all services that were in direct contact with users, so that the library was required to carry out new innovation services so that the information needs of the users were still met. Services that can be done are through online services where users can take advantage of the library's digital collection via the internet. The research on the theme of the effect of library service management on student loyalty was conducted to test the impact of library service management variables (X) on student loyalty (Y). The X variable is developed in 3 dimensions, namely the dimensions of library public policy (X1), loan transactions (X2) and online services (X3). Collecting data through distributing questionnaires to students at 3 private universities in Yogyakarta with the category A accredited university which has a student population of more than 25.000 people. Sampling was not using random sampling but by means of convenience sampling. Analyzing data through descriptive statistical testing and multiple regression. The results of multiple regression analysis partially and simultaneously library service management variables as well as the 3 dimensions X1, X2 and X3 affect student loyalty and from the correlation analysis of the dimensions contained in library service management variables to student loyalty variables it is proven that all hypotheses can be accepted. Conclusion: library service management during the pandemic which is responded to by students is a good (positive) phenomenon, so the respondent's appreciation of student loyalty is also good (superior).
Implementasi Konsep Inklusi Sosial di Perguruan Tinggi; sebuah wacana Dian Arya Susanti
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.223 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.543

Abstract

Implementasi konsep inklusi sosial di perpustakaan bukanlah sesuatu yang baru, akan tetapi penerapannya di Peprustakaan Perguruan Tinggi masih belum banyak dibahas oleh para peneliti. Artikel ini mencoba melihat konsep-konsep terkait hal tersebut dengan melakukan studi pustaka dari sumber-sumber yang ada, dan akhirnya penulis berkesimpulan bahwa inklusi sosial di perpustakaan bukanlah sesuatu yang baru, melainkan hal yang sudah lama dilakukan oleh perpustakaan. Perbedaannya hanya terletak pada faktor partisipasi pemustaka sehingga mereka bisa menjadi bagian dari masyarakat dunia.
Implementasi CSR Perpustakaan dan Filantropi Buku Sri Endah Pertiwi
Media Pustakawan Vol 21, No 2 (2014): JUNI
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3041.417 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i2.790

Abstract

Pada sebuah organisasi memiliki tanggung jawab sosial meskipun perpustakaan bukanlah perusahaan yang berorientasi mencari perolehan laba. Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai tanggung jawab perusahaan atau organisasi terhadap komunitas maupun lingkungan sekitar dalam bentuk kedermawanan sosial. Pemanfaatan CSR dilakukan oleh manajemen perpustakaan dimana di lingkup organisasi ini divisi Public Relation (PR) dilakukan oleh pustakawan bekerjasama dengan pihak manajemen. Upaya membuat penting kembali CSR di lingkup perpustakaan mempunyai tujuan sebagai berikut pertama, membangun optimisme masyarakat terhadap eksistensi perpustakaan. Kedua, CSR dapat menunjukkan tanggung jawab sosial terhadap komunitas sekitar dengan kegiatan kedermawanan yang terprogram dan berkelanjutan. Ketiga, program-program CSR difokuskan untuk membangun kepercayaan masyarakat dan memelihara saling pengertian antara perpustakaan, pemerintah, pemustaka dan masyarakat dalam memberdayakan kegemaran membaca. Implementasi CSR dilakukan dengan jalan filantropi atau kedermawanan buku dan dapat dilakukan perpustakaan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.
Meneguhkan Eksistensi: Mengembangkan Organisasi Profesi Kepustakawanan di Indonesia Suherman Suherman
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.644 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.920

Abstract

Upaya rekonstruksi citra dan revitalisasi peran IPI utuk menjadi sebuah organisasi profesi yang layak diperhitungkan di negeri ini harus dilakukan. IPI telah mengokohkan jatidiri sebagai salah satu organisasi profesi di negeri ini. Tapi dari banyak perbincangan dengan berbagai kalangan mendapatkan sebuah kenyataan bahwa selama ini performansi IPI lebih kuat sebagai orgnasisasi tempat berkumpulnya para nostalgialis yang memiliki agenda rutin berupa kongres, seminar atau munas, dan halal bi halal. Apabila kita ingin menunjukan bahwa IPI merupakan organisasi profesi yang patut diperhitungkan dalam turut serta menuntaskan problematika bangsa, maka IPI harus mengubah budaya organisasi menuju budaya organisasi yang baru, yaitu budaya organisasi pustakawan profesional. IPI perlu menghidupkan budaya perbaikan berkenimbangn sebagai bagian dari keseluruhan kultur organisasi. Sebagai sebuah organisasi, kualitas kolektiflah yang akan memberi peluang untuk bertahan dan terus berkembang. Kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi baru dan  perkembangan-perkembangan baru merupakan keniscayaan untuk terus mempertahankan eksistensi.
Aksesibilitas Layanan Perpustakaan bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banjarnegara: Studi Evaluasi Kinerja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah Budi Handari
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.865 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.180

Abstract

Abstrak Aksesibilitas merupakan hak dari penyandang disabilitas. Hak tersebut meliputi pemanfaatan fasilitas publik dan mendapatkan akomodasi yang layak, termasuk mendapatkan aksesibilitas layanan perpustakaan sebagaimana yang didapatkan oleh pemustaka non-disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan mengevaluasi pelaksanaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian yang dilakukan di wilayah Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ini mengamati layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas melalui variabel transformasi fungsi, fasilitas, dan sumber daya manusia perpustakaan. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara menggunakan panduan wawancara (interview guide). Untuk menganalisis data, digunakan metode Frekuensi Distribusi Relatif dan Analisis Tabulasi Silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala internal dan eksternal mengakibatkan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah belum sepenuhnya berhasil mewujudkan aksesibilitas layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas. Abstract Accessibility is the right of disabilities. It also includes the use of public facilities and obtaining adequate accommodation, including the access to library services as served to non-disabled users. This study aims to find out, describe, and evaluate the implementation and factors influence library services for persons with disabilities in Banjarnegara Regency, Central Java Province. By using the quantitative descriptive method, the research conducted at Banjarnegara Regency, Central Java Province, by observing library services for person with disabilities through the variables of function transformation, facilities, and library human resources. The data also collected through interview by using interview guides. To analyze the data, the Relative Distribution Frequency Method and Cross Tabulation Analysis were used. The results showed there were internal and external barriers Library of Library and Library Office of Banjarnegara Regency, Central Java Province, these were caused the succeeding in achieving accessibility of library services for person with disabilities was not fully yet in the.
Kinerja pustakawan dalam mata rantai informasi di perpustakaan (suatu studi di PDII-LIPI) Ade Kohar
Media Pustakawan Vol 18, No 3 (2011): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.546 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i3.827

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pustakawan dalam mendukung pemakai perpustakaan menciptakan informasi yang baru. Obyek penelitiannya adalah para pengunjung yang datang sehari-hari di Perpustakaan PDII-LIPI. Untuk itu diambil sample sebanyak 30 orang yang menjadi responden penelitian dengan cara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur terhadap responden yang menyatakan dirinya sering berkunjung ke PDII-LIPI. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pustakawan dalam mendukung pemakai perpustakaan menciptakan informasi baru masih terpaku pada layanan informasi secara fungsional di perpustakaan. Dalam hal ini pustakawan mempunyai kinerja yang baik untuk melayani kebutuhan informasi pemakai perpustakaan. Pemakai perpustakaan pada umumnya pernah mendapatkan bimbingan pustakawan dalam mengakses informasi dan penjelasan infomasi mutakhir di perpustakaan. Walaupun pustakawan relatif belum pernah melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan informasi dari perpustakaan oleh pemakai perpustakaan. Di pihak lain pustakawan belum menunjukkan kinerja yang nyata dalam menyampaikan ide penciptaan informasi yang baru bagi pemakai perpustakaan. Pada umumnya pemakai perpustakaan tidak pernah mendapatkan ide penulisan ilmiah dan penelitian dari pustakawan. Dengan demikian pustakawan belum mempunyai peran aktif dan inovatif dalam menciptakan siklus informasi baru yang menjadi sasaran mata rantai informasi di perpustakaan.
Tren Topik Penelitian Jurnal Terakreditasi Peringkat Sinta 2 Bidang Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Di Indonesia Periode 2013-2019 (Analisis Subjek Menggunakan Pendekatan Bibliometrik Co-Word) Dwiyantoro Dwiyantoro
Media Pustakawan Vol 27, No 1 (2020): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.326 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v27i1.558

Abstract

This study aims to determine trends in research in the Sinta 2 accredited journal in the field of library and information science in Indonesia for the period 2013-2019. This research uses the bibliometric method using shared words. The number of samples to be analyzed were 400 journal articles from 4 journal editors, namely the BACA journal, the BIP journal, the Khizanah Al Hikmah Journal and JKIP journal  for the 2013-2019 period. Conducting keyword groupings using subject analysis, after grouping based on the same keywords using the Jaccard index then analyzing using subject analysis based on the hawkins taxonomy. The results of this study indicate that research trends in accreditation journals in 2 fields of library and information science in the period 2013-2019 tend to be in 3 main taxonomies including Library and Library Services (LIS), Information Professionals, and Information Science Research (ISR). The conclusion of this study is that research trends are more inclined to Libraries and Library Services (LIS), The Professional Information, and Information Science Research (ISR). In the future, all researchers are expected to study other topics so that library development and information science are evenly distributed.
Kebijakan Informasi pada Kementerian Agama Republik Indonesia HARIYAH HARIYAH
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.382 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i3.213

Abstract

Penerapan prinsip-prinsip good governance terutama pada era reformasi ini sangat perlu dalam melakukan penilaian terhadap kualitas kebijakan. Masyarakat dapat mempertanyakan apakah suatu kebijakan diproses secara transparan dan profesional serta disosialisasikan kepada publik, dan apakah isi dari kebijakan yang dibuat pemerintah sudahkah diketahui dan difahami masyarakat. Demikianlah yang menjadi salah satu perhatian dari kebijakan Informasi khususnya terkait dengan apa yang dilakukan pemerintah atau the work of government dan perlu diketahui oleh masyarakat luas. Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa masyarakat dapat memberikan respon atas keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah bila mereka juga telah mengetahui isi dan memahami secara seksama suatu kebijakan yang telah dibuat dan diaplikasikan oleh pemerintah. Dengan demikian diharapkan kualitas, efektivitas dan kapasitas kebijakan publik sesuai yang diharapkan.
Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Perpustakaan Di Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Yunus Yunus
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.961 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.864

Abstract

Survei ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Faktor Kepuasan Pemustaka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Metode yang digunakan dalam survei ini adalah metode survei deskriptif dengan analis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dan prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi yang berhubungan dengan kepuasan pemustaka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Sumber data yang dipilih untuk mendapatkan informasi sudah ditentukan yaitu anggota perpustakaan yang telah melakukan aktivitas layanan perpustakaan, di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Jalan Menur Pumpungan Nomor 32 Surabaya. Populasi dan responden data dalam survei Indeks kepuasan Masyarakat (IKM) dalam memanfaatkan layanan perpustakaan mengambil sampel dengan jumlah 150 orang responden atau pemustaka yang berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Nomor : KEP/25/M.PAN/2004 dengan secara acak atau tidak berurutan dengan latar belakang jenis kelamin, umur dan pendidikan yang beragam. Hasil survei yang didapat adalah Pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat Per Responden dan Unsur Pelayanan, untuk nilai rata-rata unsur unit pelayanan tergolong baik.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue