cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Peran Kritik Terhadap Kemajuan Perpustakaan Perguruan Tinggi Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.869

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi yang tidak menyesuaikan dengan perkembangan zaman tersebut sudah pasti akan terpuruk. Semua kemajuan lahir dari kritik. Pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus mempunyai kemampuan untuk menerima dan mengolah kritik yang diontarkan kepadanya. Tulisan ini pada hakikatnya menyampaikan gagasan tentang peran kritik terhadap kemajuan perpustakaan perguruan tinggi. Namun perlu dipahami bahwa kritik hanya dapat dilontarkan kepada manusia yang mempunyai tanggung jawab dan segala sesuatu yang tergantung kepadanya, jadi bukan ditujukan kepada benda meskipun benda itu merupakan kenyataan yang ada. Dalam menjalankan kepemimpinnya, pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus memahami dan menerapkan fungsi-fungsi manajemen sebagaimana mestinya. Disamping itu, harus disadari bahwa dalam kepemimpinan apapun tentu tidak lepas dari kritik. Pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus mempunyai sikap terbuka terhadap kritik, karena semua kemajuan lahir dari kritik.
Profil Pustakawan Ahli Utama dan Pengukuhannya Fathmi Fathmi; Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 27, No 3 (2020): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v27i3.1046

Abstract

Pustakawan Ahli Utama is required to speech at the inauguration ceremony. Their number is 72 persons but not all of them had to speech. This study is to determine: the development arrangement and the process of the inauguration speech, their profile, include who has made the inauguration speech, and the reasons not made the script. The research was using a descriptive qualitative approach. The results found that Director National Library has not set the regulations yet. The inauguration speech process has administrative and scientific processes. The profiles of the Pustakawan Ahli Utama were 49 men and 23 women; educated as bachelor degree 33 persons, magister degree 37 persons, and  doctoral degree 2 persons; the rank of Pembina Utama is 9 persons, Pembina Utama Madya 53 persons, and Pembina Utama Muda 10 persons; worked at National Library 23 persons, university 18 persons, special libraries 14 persons and public libraries 13 persons; 34 persons are still active and 38 persons have retired. Main reason who has not made are they have not submitted DUPAK to IV / e, they have not socialized the regulations, they have difficulties for a script; they had not been told; and nearing retirement.
Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Nasional sebagai Destinasi Pariwisata di Indonesia Nasrullah Nasrullah
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.519

Abstract

Abstrak Salah satu upaya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam mengembangkan fungsi perpustakaan sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi adalah dengan merenovasi dan mengembangkan sarana prasana Perpusnas Marsela sebagai pusat informasi ilmiah dan destinasi pariwisata di Indonesia dalam mewujudkan Indonesia cerdas melalui gemar membaca dengan memberdayakan Perpustakaan. Identifikasi perkembangan pariwisata di Perpusnas Marsela, baik dari potensi penawaran dan permintaan, adalah tujuan dari penelitian yang menjadi basis bagi makalah ini. Simpulan penelitian mencakup, dari sisi analisis penawaran dan permintaan, masih terdapat beberapa tantangan pengembangan Perpusnas Marsela sebagai destinasi pariwisata di Indonesia, seperti sarana promosi dan informasi harus lebih diberdayakan dan ditingkatkan frekuensinya, kemudahan akses ke lokasi dengan mengoptimalkan layanan transportasi massal yang nyaman dan cepat sehingga dapat menambah kepuasan dan pelestarian kesan bagi pemustaka yang datang, kemudian peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pemustaka dengan memberi kelonggaran bagi pemustaka dalam mengakses semua area bangunan yang terdapat di Perpusnas Marsela dengan tetap menjunjung tinggi peraturan dan prosedur yang berlaku di Perpustakaan Nasional.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Perpustakaan di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Tahun 2012 Yunus Yunus
Media Pustakawan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v20i1.896

Abstract

Survei ini menganalisis tentang kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan/pemustaka. Menurut Kepmen PAN No. 25 tahun 2004 tentang Indeks Kepuasan masyarakat (IKM), ada 14 hal yang berkaitan dengan kinerja dan pelayanan yang dilakukan oleh petugas pelayanan, antara lain prosedur pelayanan, kesesuaian persyaratan, keberadaan/kejelasan petugas, kedisiplinan petugas, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas, kecepatan pelayanan, keadilan pelayanan, kesopanan petugas, kewajaran biaya, kepastian biaya, kepastian jadwal, kenyamanan linkungan, dan keamanan pelayanan. Survei ini dilakukan untuk menganalisis nilai variabel-variabel tersebut, serta pengaruhnya terhadap kepuasan masyarakat. Penghitungan IKM  Pereode  Oktober 2012, dapat diketahui nilai indeks adalah 3,124 dan nilai IKM setelah dikonversi sebesar 78,11. Berdasarkan nilai IKM tersebut, dapat disimpulkan mutu pelayanan di Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Periode Pebruari – Oktober 2012 masuk dalam kriteria yang baik (B). Dalam menganalisis IKM layanan perpustakaan ada 14 indikator tentang pelayanan telah disesuaikan dengan kebutuhan 2 indikator yang berkaitan dengan biaya, karena biaya yang ada di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur gratis, sehingga diganti tentang Ketersediaan jam pelayanan dan penambahan jam pelayanan. Dengan demikian maka analisis ini, dapat diketahui bahwa faktor keberadaan petugas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat.
Promosi Museum Tanah dan Pertanian Sebagai Penguatan Pusat Informasi dan Edukasi Pertanian Tematik Sutarsyah Sutarsyah; Rima Setiani; Tupan Tupan
Media Pustakawan Vol 29, No 1 (2022): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v29i1.2694

Abstract

Soil and Agriculture Museum as a center for information and education in agriculture which is managed by the Center for Library and Agricultural Technology Dissemination. In order to attract visitors, the museum needs to be managed creatively and attractively. This paper aims to provide information to users about the services and activities provided by the Museum of Soil and Agriculture (MTP). Services and activities carried out by libraries and museums to attract users during the COVID-19 pandemic are Virtual Tour MTP, Virtual Tour International Museum Day series, MTP Thematic Exhibition, Sundanese Cultural Creation Dance Competition, Illustration Drawing Competition. In addition to these activities, PUSTAKA also produced five videos which were posted on the Soil and Agriculture Museum Web. The results of activities and promotions carried out by PUSTAKA are then narrated descriptively. The results of the study show that after the promotion of services and activities in 2020 was held, the total visitors to the Soil and Agriculture Museum reached 13,844 people, both directly and via virtually, with students as the most visitors students. It can be concluded that the promotion and service activities carried out can increase the number of visits to the museum. 
Motivasi menulis bagi pustakawan Supriyanto Supriyanto
Media Pustakawan Vol 22, No 1 (2015): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i1.786

Abstract

Menulis apapun bentuknya dari kelas yang sederhana sampai yang rumit akan menghasilkan “sesuatu” yang bermakna bagi penulisnya maupun pembacanya. Bagi seseorang calon penulis menjadi penulis yang awalnya “nothing” menjadi “something”, dan bagi pembacanya merupakan “something” yang tidak terbantahkan. Berawal dari gagasan, oleh karena pembaca belum tentu penulis, tetapi penulis pastilah pembaca, sehingga sesuatu itu akan bermakna bagi gagasan berikut yang selalu  muncul kapan saja, di mana saja, untuk penulisan berikutnya. Terlebih bisa dilengkapi dengan “meneliti” hasilnya akan lebih obyektif, valid dan reliabel. Bagi pustakawan pekerjaan menulis tidaklah terbatas  pada golongan menengah dan atas saja, tetapi juga golongan bawah sekalipun dibenarkan untuk menulis, dengan kata lain “menulis adalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki pustakawan sebagai tenaga profesional mulai dari jenjang pangkat/ jabatan terendah sampai tertinggi. Belum lagi penulisan karya ilmiah bukan saja menghasilkan sesuatu, tetapi juga perolehan angka kredit bagi kenaikan pangkat dan/atau jabatan pustakawan untuk meniti karier lebih baik.
Konsep Pengembangan Standar Kompetensi Tenaga Perpusatakaan Pasca UU No.43 Tahun 2007: Sebuah Usulan Kalarensi Naibaho
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.916

Abstract

UU No.43 Tahun 2007 menyatakan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Kompetensi pustakawan dapat diperoleh melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan dan/atau jalur pelatihan.  Pustakawan dianggap belum menunjukkan kompetensi yang tepat sesuai dengan kebutuhan pemustaka sehingga sulit bagi masyarakat umum memiliki kesan baik akan profesi pustakawan. Tulisan ini akan mencoba mengkaji kompetensi seperti apa yang diperlukan dunia kepustakawanan Indonesia untuk masa kini dan masa mendatang khususnya dalam kaitannya dengan UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dewasa ini, pustakawan tidak lagi identik dengan penjaga buku, namun pengelola pengetahuan atau pengelola informasi profesional. Beberapa istilah ditujukan untuk pustakawan, seperti: manajer informasi, pengelola informasi, atau spesialis informasi. Intinya, pekerjaan pustakawan tidak terlepas dari informasi. Dua hal pokok yang perlu dikaji jika kita ingin menetapkan standar kompetensi pustakawan. Pertama, kualitas. Kedua, kuantitas.Untuk kondisi di Indonesia, penetapan standar kompetensi pustakawan Indonesia harus melibatkan melibatkan para pemustaka, pengelola sekolah perpustakaan, asosiasi profesi, dan pustakawan itu sendiri. Dua hal yang sangat penting dalam penetapan standar kompetensi pustakawan adalah kompetensi inti dan kompetensi spesifik. Kedua hal ini harus selalu dikaitkan dengan kualitas dan kuantitas. Dengan demikian diharapkan profesi pustakawan semakin mendapat tempat di hati masyarakat luas.
Pemanfaatan Early Warning System (EWS) Untuk Meningkatkan Disiplin Pemustaka dalam Meminjam Koleksi Perpustakaan (Studi Kasus: UPT Perpustakaan Universitas Andalas) Andi Saputra
Media Pustakawan Vol 26, No 1 (2019): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i1.176

Abstract

Abstrak Sebagian besar perpustakaan perguruan tinggi masih mempertahankan sistem denda sampai dengan saat ini. Rendahnya disiplin pemustaka merupakan salah satu alasannya. UPT Perpustakaan Universitas Andalas sejak tahun 2017 yang lalu telah menerapkan Early Warning System (EWS), sistem peringatan dini terhadap keterlambatan pinjaman buku yang diterapkan dalam bentuk tayangan video, guna meningkatkan disiplin pemustaka dan mengantisipasi meningkatnya tagihan denda. Setelah dilakukan evaluasi dengan mengukur tingkat keterlambatan pengembalian pinjaman buku, dan tagihan denda dalam jumlah besar, ternyata terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan EWS. Terjadi penurunan keterlambatan pengembalian pinjaman, dari rata-rata 40% menjadi 29,15% setelah EWS diterapkan. Sedangkan penerimaan denda dengan jumlah tagihan besar juga meningkat sampai 400%. EWS, yang mengkombinasikan mekanisme reward and punishment, ternyata mampu meningkatkan disiplin pemustaka. Peringatan dini yang diberikan kepada calon peminjam buku terbukti meningkatkan motivasi mereka untuk mengembalikan buku tepat waktu. Abstract Today, most of college libraries still maintain a fines system for user discipline. The UPT of the Andalas University Library since 2017 has implemented an Early Warning System (EWS) for delays in book lending that is implemented in the form of video shows, in order to improve the discipline of users and anticipate increasing fines. After evaluating by measuring the level of delay in returning book loans, it turned out that there was a significant difference between before and after the implementation of the EWS. There has been a decrease in the delay of book returning after the EWS was applied, from average of 40% to 29.15%. While receipt of fines with large bills also increased to 400%. EWS, which combines reward and punishment mechanism, be able to improve the user discipline. Early warnings proven the increase of user motivation to return books on time.
Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Kecepatan Fumigasi Alumuniujm Phosphida dan Uji Efikasi Serangga Perpustakaan Aris Riyadi
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.822

Abstract

Aplikasi fumigant aluminium phosphida untuk fumigasi telah banyak dilakukan oleh berbagai perpustakaan dikarenakan cara kerja dan penangananya yang mudah dilakukan. Sebuah ruang perpustakaan tidak pernah dirancang untuk fumigasi frontal, begitu pula dengan karakter hama yang berbeda dengan hama pertanian. Aluminium phosphida akan mengalami sublimasi apabila bereaksi dengan molekul air yang ada di udara menghasilkan gas phosphine. Kandungan jumlah molekul air yang ada diudara dipengaruhi oleh faktor kelembaban dan suhu udara pada suatu ruangan. Jumlah gas phosphine pada lantai 5 ruang koleksi dengan kelembaban 67,8 % mencapai 248.57 ppm, sedangkan pada lantai 9 dengan kelembaban 57 % mencapai 212,85 ppm. Kelembaban yang ada pada ruang koleksi mempunyai hubungan terbalik dengan suhu. Uji lamanya kematian yang terjadi pada hama perpustakaan menunjukkan pengaruh ukuran atau kemampuan respirasi terhadap daya serap gas kedalam tubuh mereka sehingga menyababkan kematian. Dengan dosis gas phosphin 31 gr/m3 pada akuarium hanya membutuhkan waktu fumigasi selama 2 jam hingga kematian pada tikus, sedangkan dibutuhkan waktu 7 jam 30 menit untuk silverfish. Dengan melihat waktu kematian hama perpustakaan maka ditentukan bahwa waktu efektif untuk fumigasi ruang koleksi adalah 4 hari pada suhu 25 C dan kelembaban (rh) 75 %.
Kontekstual Pelestarian Naskah Kuno/Manuskrip Dalam Menggali Kearifan Lokal sebagai Social Capital Membangun Bangsa: Sebuah Tinjauan UU No. 43/2007 tentang Perpustakaan Adin Bondar
Media Pustakawan Vol 15, No 3 (2008): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v15i3.951

Abstract

Era baru perpustakaan Indonesia. Kenapa demikian? Sebuah penantian yang cukup lama hampir 50 tahun lamanya, Perpustakaan Nasional beserta pemangku kepentingan berupaya agar Undang-Undang Perpustakaan di negeri ini ada. 1 November 2007 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan disahkan. Sejarah kepustakawanan Indonesia sangat dipengaruhi oleh tekad dan semangat pantang mundur dari para tokoh pejuang perpustakaan walaupun mereka dihadapkan pada stigma ‘kekerdilan profesi’ atau profesi yang terpinggirkan.Pelestarian naskah kuno/manuskrip sebagaimana diamanatkan UU No. 43/2007 tentang Perpustakaan merupakan fokus pembangunan yang perlu dijadikan mainstreaming program Perpustakaan Nasional dalam kurun waktu 2009-2014. Naskah kuno/manuskrip mempunyai hubungan dalam membangun karakter bangsa (national and character building). Kata kunci yang perlu dikedepankan adalah ruh atau nilai/norma yang terdapat dalam isi naskah kuno tersebut perlu segera diinventarisasi, digali, ditelaah dan disosialisasikan kepada masyarakat, mengingat semakin meningkatnya masalah-masalah sosial di Indonesia yang diakibatkan oleh asimilasi karakter budaya kapitalis dan materialistis yang semakin kuat di masyarakat maupun penyelenggara negara.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue