cover
Contact Name
Saprizal Hadisaputra
Contact Email
rizal@unram.ac.id
Phone
+6287738066422
Journal Mail Official
pijarmipa@unram.ac.id
Editorial Address
Univesitas Mataram. Jalan Majapahit No 62 Mataram, Lombok, NTB. 83125. Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pijar MIPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19071744     EISSN : 24601500     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pijar MIPA (e-ISSN: 2460-1500 & p-ISSN: 1907-1744) is an open-access scientific periodical journal published by the Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA publishes original articles on current issues and trends in mathematics-science-science education studies. In addition, this journal addresses issues concerning environmental education and environmental science. The journal scopes are: a. Physics and Physics Education b. Chemistry and Chemistry Education c. Biology and Biology Education d. Natural Science and Science Education e. Mathematics and Mathematics Education f. Environmental and Environmental Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,208 Documents
MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI DALAM RPP UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA WILAYAH KEPENGAWASAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Sumardiyanto Sumardiyanto; Yayuk Andayani; Muntari Muntari
Jurnal Pijar Mipa Vol. 8 No. 2 (2013): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.557 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v8i2.82

Abstract

Abstrak: Tugas pengawas sekolah adalah melakukan pengawasan akademik dan manajerial, melakukan pembimbingan dan pelatihan profesional guru, dan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan. Guru memiliki peranan penting dalam pembelajaran di kelas, sebagai agen pembelajar, guru harus mampu menyajikan proses pembelajaran dengan melibatkan langsung peran serta peserta didik secara aktif (student centre), untuk itulah guru harus menguasai dan mampu memanfaatkan berbagai model pembelajaran dalam implementasinya di kelas guna menerapkan pendekatan PAIKEM. Pada umumnya pembelajaran sudah mulai bergeser kearah student centered, tetapi sebagian besar guru SMA di wilayah kepengawasan Kabupaten Lombok Barat belum memahami bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran sehingga belum mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Hasil observasi awal terhadap RPP dan proses pembelajaran/kegiatan belajar mengajar (KBM) menunjukkan bahwa pembelajaran masih berlangsung secara konvensional/cenderung menggunakan metode ceramah serta berpusat pada guru/teacher centered dan belum menunjukkan digunakannya model pembelajaran. Oleh karena itu dalam pelaksanaan tugasnya perlu pembinaan oleh pengawas sekolah/supervisor melalui supervisi akademik yang difokuskan terhadap materi tersebut, guna perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran yang pada gilirannya nanti berdampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjajaki: (1) Apakah model pembelajaran terintegrasi dalam RPP dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran kimia di SMA wilayah kepengawasan kabupaten Lombok Barat. (2) Bagaimana tingkat keefektifan penerapan model pembelajaran terintegrasi dalam RPP dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran kimia di SMA wilayah kepengawasan kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang mengacu pada model Kurt Lewin. Prosedur penelitiannya dilakukan secara siklikal, yakni satu siklus dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. PTS ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, yang ditujukan untuk meningkatkan proses pembelajaran kimia di SMA wilayah kepengawasan, bertujuan untuk mencari pemecahan permasalahan nyata yang terjadi di sekolah-sekolah, sekaligus mencari jawaban ilmiah bagaimana masalah-masalah tersebut bisa dipecahkan melalui suatu tindakan perbaikan. Data hasil penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, sedangkan untuk menjelaskan fenomena hasil penelitian yang bersifat hitungan dan persentase digunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Model pembelajaran terintegrasi dalam RPP dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran kimia di SMA wilayah kepengawasan kabupaten Lombok Barat. (2) Tingkat keefektifan penerapan model pembelajaran terintegrasi dalam RPP digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran kimia di SMA wilayah kepengawasan kabupaten Lombok Barat, yakni terjadi peningkatan persentase terhadap observasi awal sebesar: (a) Rata-rata hasil penilaian RPP pada siklus I = 16,27% dan pada siklus II = 22,90%; (b) Rata-rata hasil penilaian KBM pada siklus I = 22,17% dan pada siklus II = 30,32%; (c) Rata-rata Hasil Belajar Siswa pada siklus I = 11,06% dan pada siklus II = 29,37%.Kata kunci: Model Pembelajaran, RPP, Proses Pembelajaran Kimia. Abstract: The task is to supervise the superintendent of academic and managerial, coaching and professional training of teachers, and the evaluation of the results of the implementation of the monitoring program. Teachers have an important role in classroom learning, as an agent of learners, teachers must be able to serve the learning process by involving the direct participation of active learners (student center), for which teachers must master and be able to utilize a variety of learning models for their implementation in the classroom to apply PAIKEM approach. In general, the learning has begun to shift towards student centered, but the majority of high school teachers in the area of supervisory West Lombok do not understand that the learning model affects the quality of learning so as not to develop models of innovative learning. The results of preliminary observations of the Lesson Plan and the process of learning/teaching activity show that learning is still going on in the conventional/tend to use this method as well as teacher-centered lecture/teacher centered and have demonstrated the use of learning models. Therefore, in the performance of its duties necessary guidance by school inspectors/supervisors through academic supervision was focused on the material, in order to repair and improve the quality of learning which in turn have an impact on improving student learning outcomes. This study aims to explore: (1) Is the Lesson Plan integrated learning model can be used to enhance learning in high school chemistry supervisory areas of West Lombok district. (2) How is the effectiveness of applying the RPP integrated learning model can be used to enhance learning in high school chemistry supervisory areas of West Lombok district. This research method is a method of Action Research School (ARS), which refers to the model of Kurt Lewin. Research procedures performed cyclical, ie, one cycle starting from planning, action, observation, and reflection. ARS was implemented in 2 (two) cycles, which aimed to improve the learning process chemistry in high school supervisory area, aiming to find solutions to real problems that occur in schools, as well as find a scientific answer to how these problems can be solved by a corrective action. The data were collected through observation techniques. Data were analyzed using descriptive analysis techniques, whereas to explain the phenomenon that is a matter of research results and the percentage used descriptive statistical techniques. The results showed: (1) learning model integrated in the lesson plan can be used to enhance learning in high school chemistry supervisory areas of West Lombok district. (2) The effectiveness of applying the Lesson Plan integrated learning model is used to enhance the learning process chemistry in high school supervisory areas of West Lombok regency, namely an increase in the percentage of the initial observations of: (a) Average Lesson Plan assessment cycle I = 16.27 % and on the second cycle = 22.90%, (b) Average of Learning Activity assessment cycle I = 22.17% and on the second cycle = 30.32%, (c) Average of Student Learning Results on the first cycle = 11.06% and on the second cycle = 29.37%.Keywords: Model of Learning, Lesson Plans, Learning Process of Chemistry.
PENCEMARAN UDARA AKIBAT PENGOLAHAN BATU KAPUR DI DUSUN OPEN DESA MANGKUNG PRAYA BARAT Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pijar Mipa Vol. 8 No. 2 (2013): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.464 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v8i2.83

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan di dusun open desa Mangkung pada bulan April 2013 dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan pencemaran udara di dusun Open desa Mangkung, (2) mengetahui dampak penambangan batu kapur terhadap lingkungan dan masyarakat, (3) mengetahui cara yang tepat mengatasi pencemaran udara di dusun Open desa Mangkung. Berkenaan dengan itu penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif, Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan penambangan batu kapur di dusun open desa mangkung menyebabkan pencemaran udara berupa pencemaran partikel debu dan gas karbon monoksida (CO), (2) dampak penambangan batu kapur tersebut adalah lingkungan menjadi tercemar dan masyarakat mengalmi ISPA cukup tinggi, (3) beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi pencemaran di dusun Open desa Mangkung adalah pendekatan institusi, pendekatan pelayanan kesehatan, pendekatan social ekonomi dan pendekatan teknologi.Kata kunci: Karakteristik Kegiatan Penambangan, Dampak Lingkungan, Upaya Perbaikan Abstract:This research was conducted in Open Mangkung village aimed for: (1) describing the air pollution in Open Mangkung village, (2) knowing the impact of limestone mining to the environment and society, (3) knowing the suitable way to solve the air pollution in Open Mangkung village. Owing to this, this research is designed as descriptive research. The data was collected through observation and interview which was then analyzed using descriptive qualitative method. The result of the research shows that (1) the limestone mining in Open Mangkung village has caused the air pollution in the form of dust particle and carbon monoxide gas (CO), (2) the impact of limestone mining has polluted the environment which evokes the people get RFA (Rhino Faringitis Acute), (3) several approach that may be done to solve the pollution in Open Mangkung are institutional approach, medical service approach, social economic approach and technology approach.Keywords: the characteristic of the mining activity, the environment impact, recovery efforts.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM TANASE TERHADAP SIFAT KIMIA SIRUP BUAH SEMU JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE LINN) Yunita Arian Sani Anwar
Jurnal Pijar Mipa Vol. 8 No. 2 (2013): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.258 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v8i2.84

Abstract

Abstrak: Sebelumnya telah dihasilkan enzim tanase dari Aspergillus niger menggunakan media padat.Pada penelitian ini, enzim tanase yang dihasilkan diaplikasikan pada sirup buah jambu mete.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim tanase terhadap sifat sirup buah jambu. Konsentrasi enzim yang digunakan divariasi 0%; 0,02%; 0,04%; 0,06%; 0,08% dan 0,1%. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan sifat kimia sirup buah jambu mete yang diberi perlakuan dengan suhu tinggi (100oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim tanase sebesar 0,1% memberikan hasil yang paling baik untuk menurunkan kandungan tannin jika dibandingkan dengan penggunaan suhu tinggi. Kadar glukosa mengalami peningkatan yang signifikan untuk sirup yang diberi perlakuan dengan suhu tinggi. Hasil analisis vitamin C, protein dan pH tidak mengalami perubahan pada sirup buah jambu mete yang diberi perlakuan dengan enzim tanase. Penggunaan suhu tinggi menyebabkan penurunan kadar vitamin C dan protein secara signifikan.Kata Kunci : Buah Semu Jambu Mete, Enzim Tanase, Tanin Abstract: We previously produced tannase from Aspergillus niger using solid state medium. In the present study the enzyme used  cashew apple juice. The aim this research was to know effect of tannase on chemical parameters of cashew apple juice. The concentration of tannase used was 0%;0.02%; 0.04%; 0.06%; 0.08% and 0.1% (v/v) and this result compared with high temperature treatment (100 oC). Cashew apple juice with tannase treatment resulted in reduced of tannin and increased of glucose and the best result was obtained at the concentration tannase 0,01% (v/v). Tannase treatment not affect ascorbic acid, pH, and protein but high temperature treatment can reduce ascorbic acid content and protein.Key words: cashew apple juice, tannase, tannin
JADIKAN DIRI GURU INSPIRATIF MELALUI LESSON STUDY Baiq Sri Handayani
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.047 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.85

Abstract

Abstrak: Sosok guru yang mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan paradigma pendidikan adalah guru inspiratif. Guru inspiratif merupakan guru yang melahirkan daya tarik dan spirit perubahan terhadap diri siswa serta mampu mendisain pembelajaran yang inspiratif. Kriteria guru inspiratif minimal mempunyai tiga kompetensi yaitu: kompetensi profesional, komptensi sosial dan kompetensi personal. Lesson study (LS) merupakan suatu pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip kolegalitas. Mengkaji pembelajaran secara kolaboratif dalam kegiatan LS dapat memberikan makna yang sangat berarti bagi guru dalam meningkatkan kompetensi guru sehingga terbentuk guru inspiratif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta memberikan inspirasi bagi sesama guru dan siswa. Tulisan ini merupakan kajian terhadap implementasi lesson study sebagai salah satu cara membentuk guru inspiratif. Dengan harapan bahawa guru termotivasi untuk menjadikan diri mereka guru inspiratif melalui kegiatan lesson study. Kata kunci: Guru Inspiratif, Lesson Study  Abstract: A teacher who is able to survive in the face of challenge and change the paradigm of education is inspiring teacher. Inspiring teacher is a teacher who gave birth to the attraction and the spirit of the changes to the student and to be able to design an inspiring learning. Criteria inspiring teacher has a minimum of three competencies: professional competency, social competency and personal competence. Lesson study (LS) is a professional educator development through assessment and ongoing collaborative learning based on the principle of collegiality. Assessing collaborative learning in LS activity can provide a very significant meaning for the teachers to improve the competence of teachers to form the inspiring teacher to improve student learning outcomes and provide inspiration for fellow teachers and students. This paper is a review of the implementation of lesson study as a way to form an inspiring teacher. With the hope that free teachers themselves are motivated to make inspiring teachers through lesson study. Key Words: Inspiring teacher, lesson study
NUTRISI DI AWAL PERKEMBANGAN Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.519 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.86

Abstract

Abstrak. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dari segi jumlah dan jenisnya sangat penting dalam membantu proses tumbuh kembang pada bayi, dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, bayi akan tumbuh sesuai usia tumbuh kembang dan meningkatkan kualitas hidup. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. ASI merupakan makanan utama bayi setelah dilahirkan. Seiring pertambahan usia dan perkembangan tubuhnya, pemberian ASI saja tidak cukup, setelah 6 bulan bayi harus mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai umur, yang dilakukan bertahap, disesuaikan dengan sistem pencernaannya, sehingga kandungan gizi pada makanan yang diberikan dapat diserap secara optimal.Kata-kata kunci: Nutrisi, perkembangan Abstract. Numbers and kinds of nutrition was needed for baby development and growth process. If need of the nutrition enough, the baby will growing accord with the age development and grow and increasing the quality of live. Nutrient deficiency in the early development will effect for quality of live next year.  ASI is a main nutrition for baby post natal. After 6 month ASI was not enough for baby that is they must intake of add nutrition of ASI accord with the age and accordingly to digestive system with the result that the nutrient of nutrition can be absorption.   Key words: nutrition, developmment
PERBEDAAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN PEMBERIAN ADVANCE ORGANIZER PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X Ahmad Harjono
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.097 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.87

Abstract

Abstrak. Paradigma baru pempelajaran menyediakan peluang para siswa dengan aktif terlibat  dalam proses pempelajaran dan strategi pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan aktivitas dan  bersama-sama meningkatkan pemahaman. Penggunaan struktur tertentu dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Satu strategi adalah kooperatif struktur think-pair-share, menetapkan prosedur untuk memberi para siswa lebih waktu untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu. Penelitian dirancang untuk mengintegrasikan strategi pembelajaran (struktur think-pair-share dan ekspositori) dengan pemberian advance organizer untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh utama dan interaksi strategi pembelajaran dan advance organizer terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dan pretest-posttest nonequivalent control group dengan faktorial 2 x 2. Subjek penelitian adalah para siswa SMA 7 Mataram NTB kelas X tahun pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada interaksi antara strategi pembelajaran dan advance organizer terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X. Kata Kunci: think-pair-share, ekspositori, advance organizer, hasil belajar Abstract. The new paradigm of learning provide opportunities to students actively involved in the process of learning and appropriate learning strategies can enhance the activity and mutual help increase understanding. The use of a particular structure is designed to influence the pattern of student interaction. One strategy is to structure cooperative learning think-pair-share, has established procedures to explicitly give students more time to think, respond, and help each other. The study was designed to integrate learning strategies (cooperative structure of the think-pair-share and expository) by providing advance organizers to improve student learning outcomes physics class X. The purpose of this study was to determine the main effect and interaction of learning strategies and the provision of advance organizers to learning outcomes physics class X. This research uses quasi-experimental design of pretest-posttest nonequivalent control group design with a factorial 2 x 2. Research subjects were high school students 7 Mataram West Nusa Tenggara Province in class X semester 2010/2011 school year. The results of this study indicate that there is  interaction between learning strategies dan advance organizers to learning outcomes of physics strudent class X. Keywords: think-pair-share, expository, advance organizers, learning  outcomes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS CTL PADA MATERI POKOK CAHAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KURIPAN Erni Yunita; Wahyudi Wahyudi; Satutik Rahayu
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.814 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.88

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis CTL pada materi pokok cahaya dan mengetahui pengaruh penerapan perangkat pembelajaran tersebut terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas VIII. Penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan menggunakan metode penelitian R&D. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuripan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikan 5%. Rata-rata nilai N-Gain diperoleh melalui data posttest dan pretest. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa penerapan perangkat pembelajaran berbasis CTL yang telah dikembangkan pada materi pokok cahaya berpengaruh terhadap peningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII. Kata Kunci: Pengembangan, Perangkat Pembelajaran Berbasis CTL, Prestasi Belajar.Abstract. The aims of this research is to develop CTL based instructional instrument on light concept  and to know the effect of CTL based instructional instrument’s application to increase eighth years student physics achievement. The design is a quasi-experimental research and used R&D method. Research subject was eighth years students at Junior High School 1 Kuripan. Data were analyzed using t test at significant level 5%. The average value of N-Gain obtained through pretest and posttest data. This indicates that the application of CTL based instructional instrument on light concept has effect to increase eighth student physics achievement.  Keywords: Development, CTL Based Instructional Instrument, Learning Achievement.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA AKAN KONSEP-KONSEP KIMIA DENGAN PENERAPKAN PADUAN METODE DEMONSTRASI DAN METODE KOOPERATIF LT Jeckson Siahaan; Muti’ah Muti'ah; Baiq Fara Dwirani S.
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.75 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.89

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan metode demonstrasi-kooperatif LT dalam pembelajaran matakuliah Kimia Dasar pada topik stoikhiometri dan kesetimbangan kimia. Tujuan penelitian ini untuk  menguji keefektifan paduan metode demonstrasi dan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Kimia Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan kelas kontrol (pembelajaran menggunakan metode konvensional) dan kelas eksperimen (menggunakan metode demonstrasi-kooperatif LT). Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa penerapan metode demontrasi-kooperatif tipe learning together (demonstrasi-kooperatif LT) dapat meningkatkan aktivitas yang ditunjukkan oleh terwujudnya persiapan belajar, partisipasi antar individu, partisipasi yang berkualitas, keseriusan, bekerja sama, saling ketergantungan positif, mengutamakan interaksi tatap muka/tidak individualistis, tanggungjawab individu, kemampuan memotivasi kelompok, kemampuan mengambil kesimpulan dari berbagai pendapat dalam kelompoknya.  Secara kuantitatif nilai hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan metode demonstrasi-kooperatif LT adalah sebesar 72,67 dan metode konvensional sebesar 61,19. Dari hasil uji statistik diperoleh bahwa t-hitung > t-tabel (a =0,05), sehingga Ho ditolak. Kesimpulan yang diperoleh dari penel;itian ini adalah  terdapat perbedaan yang signifikan keefektifan antara  metode konvensional dan metode demonstrasi-kooperatif tipe LT  dalam meningkatkan kualitas dan hasil belajar Kimia DasarKata kunci: Metode demonstrasi – kooperatif tipe learning together, stoikiometri, kesetimbangan kimia
Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Empat Konsep Esensial Kesetimbangan Kimia Muti'ah Muti'ah
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.447 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.90

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang analisis miskonsepsi mahasiswa pada empat aspek esensial pada kesetimbangan kimia. Subyek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unram. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes tentang kesetim-bangan kimia yang memuat empat aspek, yaitu stoikhiometri, tetapan kesetimbangan, kesetimbangan yang melibatkan hukum gas ideal, dan pergeseran kesetimbangan/ prinsip Le Chatelier’s pada sistem kesetimbangan heterogen.Berdasarkan analisis miskonsepsi mahasiswa pada empat aspek esensial kesetimbangan kimia, yaitu: konsep mol dan stoikhiometri (30,10%), tetapan kesetimbangan (22,85%), konsep kesetimbangan yang melibatkan gas ideal (78,55%) dan pada konsep pergeseran kestimbangan/ prinsip Le Chatelier’s pada reaksi heterogen (70,78%). Miskonsepsi pada aspek stoikhiometri terutama adalah kegagalan dalam mengkonversi hubungan gram-mol-liter (14,3%), perhitungan zat-zat yang terlibat dalam reaksi (28,6%) dan mengidentifikasi pereaksi berlebih (71,4%). Miskonsepsi pada aspek tetapan kesetimbangan adalah pernyataan persamaan Kc (17,1%), penggunaan satuan mol dalam menghitung nilai Kc (28,6%). Miskonsepsi pada aspek kesetimbangan yang melibatkan gas ideal adalah kegagalan dalam menghitung jumlah mol berdasarkan persamaan gas ideal   (82,9%), dan mengartikan hukum tersebut (74,2%). Miskonsepsi pada aspek pergeseran kesetimbangan/prinsip Le Chatelier’s adalah melibatkan zat padat pada perhitungan Kc (57,1%), pengaruh zat padat pada kesetimbangan (82,8%),  pengaruh gas NH3 (68,6%), dan pengaruh gas inert N2 padfa V,T tetap sebesar 80%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi mahasiswa dalam memahami topik kesetimbangan kimia adalah aspek prinsip Le Chatelier, reaksi kesetimbangan yang melibatkan gas ideal, stoikhiometri dan tetapan Kc Kata kunci: Miskonsepsi mahasiswa,empat topik esensial, kesetimbangan kimia
KALKULUS DIFERENSIAL DAN INTEGRAL OLEH FERMAT Laila Hayati; Mamika Ujianita Romdhini
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 1 (2012): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.706 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i1.91

Abstract

Abstrak. Dalam kuliah kalkulus modern, materi tentang pendifferensialan (turunan fungsi) dan konstruksi garis singgung terhadap suatu kurva diberikan terlebih dahulu daripada materi integral dan penentuan luas daerah di bawah suatu kurva. Hal ini berlawanan dengan urutan sejarah perkembangannnya. Penentuan luas daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva telah ditemukan pada zaman kuno. Dalam tulisan ini membahas awal konstruksi garis singgung dan penentuan luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva yang pertama kali dibahas oleh Fermat. Kerja Fermat telah memberikan dasar bagi konsep kalkulus modern, khususnya pendifferensialan dan integral. Selain itu, Fermat dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam teori bilangan, antara lain dengan Fermat’s Little Theorem dan Fermat’s Last Theorem.Kata kunci: konstruksi garis singgung, luas daerah, differensial, dan integral, teori fermat. Abstrak. In modern calculus course, the material on derivative of the function and the construction of the tangent to the curve given first than the material on the integral and determining the area under a curve. This is contrary to the historical development. Determination of the area has been limited by several curves have been found in ancient times. In this paper discusses the start of construction of the tangent line and determining the area bounded by a curve that was first discussed by Fermat. Work Fermat has provided the basis for the concept of modern calculus, especially derivative and integral. In addition, Fermat is known as a person who has a remarkable ability in number theory, among others, by Fermat's Little Theorem and Fermat's Last Theorem.Keywords: construction of a tangent, wide areas, derivative and integral, Fermat Theory.

Page 8 of 121 | Total Record : 1208


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2026): in Progress Vol. 21 No. 1 (2026) Vol. 20 No. 8 (2025): Special Issue Vol. 20 No. 7 (2025) Vol. 20 No. 6 (2025) Vol. 20 No. 5 (2025) Vol. 20 No. 4 (2025): Special Issue Vol. 20 No. 3 (2025) Vol. 20 No. 2 (2025) Vol. 20 No. 1 (2025) Vol. 19 No. 6 (2024): November 2024 Vol. 19 No. 5 (2024): September 2024 Vol. 19 No. 4 (2024): July 2024 Vol. 19 No. 3 (2024): May 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): March 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 18 No. 6 (2023): November 2023 Vol. 18 No. 5 (2023): September 2023 Vol. 18 No. 4 (2023): July 2023 Vol. 18 No. 3 (2023): May 2023 Vol. 18 No. 2 (2023): March 2023 Vol. 18 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 17 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 17 No. 5 (2022): September 2022 Vol. 17 No. 4 (2022): July 2022 Vol. 17 No. 3 (2022): May 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): March 2022 Vol. 17 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 16 No. 5 (2021): November 2021 Vol. 16 No. 4 (2021): September 2021 Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): Maret 2021 Vol. 16 No. 1 (2021): Januari 2021 Vol. 15 No. 5 (2020): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan Pengkajian Ilmu dan Pengajaran MIPA Vol. 15 No. 4 (2020): September Vol. 15 No. 3 (2020): Juni Vol. 15 No. 2 (2020): Maret Vol. 15 No. 1 (2020): Januari Vol. 14 No. 3 (2019): September Vol. 14 No. 2 (2019): Juni Vol. 14 No. 1 (2019): Maret Vol. 13 No. 2 (2018): September Vol. 13 No. 1 (2018): MARET Vol. 12 No. 2 (2017): September Vol. 12 No. 1 (2017): Maret Vol. 11 No. 2 (2016): SEPTEMBER Vol. 11 No. 1 (2016): Maret Vol. 10 No. 2 (2015): September Vol. 10 No. 1 (2015): Maret Vol. 9 No. 2 (2014): September Vol. 9 No. 1 (2014): Maret Vol. 8 No. 2 (2013): September Vol. 8 No. 1 (2013): Maret Vol. 7 No. 2 (2012): September Vol. 7 No. 1 (2012): Maret Vol. 6 No. 2 (2011): September Vol. 6 No. 1 (2011): Maret Vol. 5 No. 2 (2010): September Vol. 5 No. 1 (2010): MARET Vol. 4 No. 2 (2009): September Vol. 4 No. 1 (2009): Maret More Issue