cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Coster
ISSN : -     EISSN : 28076044     DOI : -
Real Coster : Journal of Community Service receives all articles regarding Community Service reports from lecturers, both within the Batam Real Theological College, as well as other Christian religious colleges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: Septermber 2018" : 5 Documents clear
Sosialisasi Kepemimpinan Milenial Berdasarkan Surat 1 Petrus 5:1-2 Dan Relevansinya Bagi Gereja Masa Kini Septerianus Waruwu; Daniel Ginting; Go Heeng; Masran P. Hutagalung
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.473 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.109

Abstract

The shepherd is a leader in the style of leadership offered by Jesus to his followers. This concept has been almost forgotten by some church leaders because today's church is more likely to be more inclined. The shepherd as a leader is a pattern of leadership that must be applied in Christian leadership, as Peter said in his writings 1 Peter 5:1-2 how a shepherd's attitude and responsibilities to the people led. The shepherd as a leader must be able to lead willingly, lead with devotion and be an example.AbstrakGembala sebagai pemimpin adalah gaya kepemimpinan yang ditawarkan oleh Yesus kepada pengikutnya. Konsep ini sudah hampir dilupakan oleh beberapa pemimpin gereja, karena gereja zaman sekarang lebih cenderung kesekuralisme. Gembala sebagai pemimpin merupakan satu pola kepimpinan yang harus diterapkan dalam kepemimpinan Kristen, seperti yang dikatakan Petrus dalam tulisannya 1 Petrus 5:1-2 bagaimana sikap dan tanggungjawab seorang gembala kepada umat yang dipimpin. Gembala sebagai pemimpin harus bisa memimpin dengan sukarela, memimpin dengan penuh pengabdian serta menjadi teladan.
Aksi Sosial Real Care Bagi Masyrakat Terdampak Malnutrisi di Kabupaten Asmat Fransiskus Irwan Widjaja; Daniel Ginting; Ronald Sianipar; Sabar Hutagalung; Winson Simmamora; Benteng MM Purba; Ardi Lahagu; Evan Dongoran; Candra Gunawan Marisi
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.388 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.105

Abstract

Papua, one of the richest provinces in Indonesia, contributes the most taxes, but Papua is one of the poorest regions in Indonesia with a low Human Development index. Indicators can be seen from the level of Education and the level of Health. One of the biggest humanitarian disasters in Papua's history in 2018 was the case of malnutrition in Asmat District, in Nakai village, Pulau Tiga District, and Agats City. The lack of volunteers and a large number of victims moved the PKM STT Real Batam in collaboration with volunteer doctors from GBI Myhome Tanjungpinang to go directly to help deal with malnutrition and other health treatments, as well as serve the community. The implementation method in this community service program, namely direct treatment and providing counseling, assistance to families who pay less attention to health. From the results of the evaluation with the PKM team, going directly to see the conditions and mentoring activities is very useful because, in addition to knowing the level of public health and helping to provide vitamins, vitamins, and other supplements, the theme also provides counseling, helps overcome social problems affected and their handling. Abstrak Papua, salah satu propinsi terkaya di Indonesia yang menyumbang pajak terbesar, tetapi Papua adalah salah satu daerah termiskin di Indonesia dengan indeks Pembangunan manusia yang rendah. Indikator dapat dilihat dari tingkat Pendidikan dan tingkat Kesehatan. Salah satu bencana kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah Papua di tahun 2018 adalah kasus gizi buruk di Kab Asmat, di kampung Nakai Distrik Pulau tiga dan Kota Agats. Minimnya relawan dan banyakknya korban menggerakkan PKM STT Real Batam yang menggandeng dokter relawan dari GBI Myhome Tanjungpinang untuk terjun langsung untuk membantu penanganan gizi buruk dan pengobatan kesehatan lainnya, serta melayani masyarakat. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu pengobatan langsung dan memberi penyuluhan, pendampingan keluarga keluarga yang kurang memperhatikan Kesehatan. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, turun langsung melihat kondisi dan pendampingan kegiatan sangat berguna karena selain mengetahui tingkat Kesehatan masyarakat dan membantu memberi vitamin vitamin dan supplement lainnya, tema juga memberi penyuluhan, membantu mengatasi masalah masalah social yang terdampak dan penanganannya. 
Edukasi Konstruktif Terhadap Fenomena LGBTQ Menurut Perspektif Teologi Kristen Vicky BGD Paat; Irfan Feriando Simanjuntak; Harls Evan R. Siahaan
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.068 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.106

Abstract

LGBTQ is a fact of existence so it cannot be considered as an issue only. LGBTQ is not just a problem to be addressed so that it becomes a pro or con in society including Christians, because LGBTQ is not a rumor or hearsay. LGBTQ is a fact or reality that exists in society. What is the Bible's answer about LGBTQ in 1 Corinthians 6:9-11, Paul states Do not go astray, fornicator, adulterer, effeminate, prostitute, will not inherit the kingdom of God. The verb ete (Greek) in verse 11 confirms that, in the Corinthian church there were people called oute moikhi, oute malakoi, oute arsenokoitai (Greek). The word that is often debated is arsenokoitai (Greek). arsenokoitai can refer to a grown man who has a slave who is used as a sexual partner to fulfill his lust, so clearly this is a sin that requires church ministry as an expression of Christ's love that they need the true saving gospel. Through this discussion I call for us to return to the gospel which is the power of God that saves every believer. That is the gospel that makes the arsenokoitai give themselves to be sanctified and become people who are sanctified and justified in the name of the Lord Jesus Christ.AbstrakLGBTQ merupakan sebuah fakta keberadaannya sehingga tidak bisa dianggap sebagai sebuah isu saja. LGBTQ tidak sekedar sebuah masalah untuk ditanggapi sehingga menjadi pro atau kontra di masyarakat termasuk Kristen, karena LGBTQ bukan sebuah sebuah desas-desus atau kabar angina. LGBTQ adalah sebuah sebuah fakta atau kenyataan yang ada di masyarakat. Apakah jawaban Alkitab tentang LGBTQ dalam 1 Korintus 6:9-11, Paulus menyatakan Janganlah sesat, orang cabul, orang berzinah, banci, orang pemburit, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Kata kerja ete (bahasa Yunani) dalam ayat 11 menegaskan bahwa, di jemaat Korintus ada orang yang disebut oute moikhi, oute malakoi, oute arsenokoitai (bahasa Yunani). Kata yang sering diperdebatkan adalah arsenokoitai (Bahasa Yunani). arsenokoitai dapat mengacu ke lelaki dewasa yang memiliki seorang budak yang dijadikan mitra seksualnya dalam melampiaskan nafsu syahwatnya, jadi jelas ini adalah dosa yang membutuhkan pelayanan gereja sebagai wujud kasih Kristus bahwa mereka membutuhkan Injil yang sejati yang menyelamatkan. Melalui diskusi ini saya menyerukan untuk kita kembali kepada Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya itu. Itulah Injil yang membuat para arsenokoitai memberi diri mereka disucikan dan menjadi orang-orang yang dikuduskan dan dibenarkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Pelatihan Pemanfaatan Sampah Menjadi Kompos Bagi Mahasiswa STT Real Batam Fredy Simanjuntak; Ya aman Gulo2; Alfredo Manurung; George Samaran; Oferianus Bulolo; Soraya Sara Kawai; Elda Br. Situmorang
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.697 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.107

Abstract

This study aims to determine the extent to which training on the use of waste into compost for STT REAL Batam students. This study also provides an insight into the important role of society in maintaining environmental cleanliness and how to manage and utilize waste that has been thrown away into compost or fertilizer that can be used for agricultural needs and other things. So that the Indonesian nation becomes a country that can keep the environment clean from waste pollution, both plastic waste and non-plastic waste. By using a qualitative analysis method and collecting data based on case studies and interviews so that it will be formulated in the form of written data, data which includes training on the use of waste into compost so that based on these results, it can be concluded that training on the use of waste into compost can be done as a side job, which does not require large capital but requires the involvement of STT Real Batam students in utilizing organic waste into compost. Therefore, this research can be reviewed so that it becomes a strategy formulation that must be improved for extracurricular development and student competence at STT REAL Batam.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui sejauh, mana pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kompos bagi mahasiswa STT REAL Batam. Penelitian ini juga memberikan pandangan akan peran penting masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana mengelolah dan memanfaatkan sampah yang sudah di buang menjadi sebuah kompos atau pupuk yang dapat di gunakan untuk kebutuhan pertanian dan hal lainya. Sehingga bangsa Indonesia menjadi negara yang dapat menjaga kebersihan lingkungan dari pencemaran sampah baik itu sampah plastic-maupun sampah non plastic.Dengan mengunakan metode analisis kualitatif dan mengumpulkan data berdasarkan study kasus dan wawancara sehingga akan dirumuskan dalam bentuk data tulisan,data yang mencakup tentang pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kompos sehingga Berdasarkan hasil itu, dapat di simpulkan bahwa pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kompos dapat dilakukan sebagai sambilan pekerjaan, yang tidak memerlukan modal yang besar, namun memerlukan keterlibatan mahasiswa STT Real Batam dalam memanfaatkan sampah organic menjadi kompos oleh sebab itu Dengan penelitian ini dapat di tinjau sehingga menjadi rumusan strategi yang harus ditingkatkan untuk pengembangan ekstrakulikuler dan kompetensi mahasiswa yang ada di STT REAL Batam.
Pelatihan Pembinaan Pengerajin Batik Di STT Real Batam Clarins Claristha H.D. Simatupang1; Fredy Simanjuntak; Ardianto Lahagu; Adenia Hotmayesi Sinaga; Foera-era ndruru; Ester Erlita Silaban; Yoeli Zai; Rame Ima Irda
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.558 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.108

Abstract

This study aims to determine the extent to which students view batik craftsmen at STT Real Batam. This research also provides an insight into the important role of students in preserving the cultural heritage of the Indonesian nation which must be preserved and preserved. By using the qualitative analysis method and collecting data based on literature review and questionnaires, data will be formulated regarding the views of STT Real Batam students about written batik. Based on these results, it can be concluded that the students' view of batik craftsmen is that making batik takes a lot of time, can be done part-time, requires a large amount of capital, requires an artistic spirit, is more suitable for women and requires perseverance. With research, strategies can be formulated and things that must be improved for the development of extracurricular batik at STT Real Batam. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana pandangan para mahasiswa terhadap pengerajin batik di STT Real Batam. Penelitian ini juga memberikan pandangan akan peran penting mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga. Dengan mengunakan metode analisis kulitatif dan mengumpulkan data berdasarkan kajian pustaka dan kuisioner akan dirumuskan data data mengenai pandangan mahasiswa STT Real Batam tentang batik tulis. Berdasarkan hasil itu, dapat di simpulkan pandangan mahasiswa terhadap pengerajin batik bahwa membatik menghabiskan banyak waktu, dapat dilakukan sebagai sambilan, memerlukan modal yang besar, memerlukan jiwa seni, lebih cocok dilakukan oleh perempuan dan memerlukan ketekunan. Dengan penelitian dapat dirumuskan strategi dan hal-hal yang harus ditingkatkan untuk pengembangan ekstrakulikuler batik yang ada di STT Real Batam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5