cover
Contact Name
Dewi Wulandari
Contact Email
dewiwulandarimhk@gmail.com
Phone
+6289695098491
Journal Mail Official
stethoscope@stikesmhk.ac.id
Editorial Address
STIKes Mitra Huasada Karanganyar Jl. Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Stethoscope
  • JURNAL_ILMIAH_KEPERAWATAN
  • Website
ISSN : 27228118     EISSN : 27234096     DOI : https://doi.org/10.54877
Core Subject : Health,
Stethoscope is a scientific journal contains research publication in nursing science. The focus and scope of Stethoscope is in the field of Nursing Science with the following themes: -Medical surgical nursing -Maternity nusing -Mental health nursing -Nursing communication -Community nursing -Nursing disaster -Nursing emergency -Pediatric nursing
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE" : 10 Documents clear
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 Bulan di Desa Matesih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Elya Ani Sulistyowati; Anindhita Yudha
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2815.747 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.852

Abstract

AbstrakPijat bayi mempunyai manfaat untuk mengurangi ketegangan otot, sehingga bayi akan lebih tenang dan nyenyak saat tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3–12 bulan di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, menggunakan metode kohort. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 3–12 bulan yang sehat, diambil dengan menerapkan purposive sampling didapat sebanyak 34 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan kuesioner. Analisa data ini menggunakan independent t-test. Hasil penelitian didapatkan nilai t hitung t tabel (5,657 2,131) dan nilai p-value 0,000  0,05 yang menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara pijat bayi dengan kualitas tidur bayi usia 3–12 bulan di Desa Matesih. Bayi yang diberikan pemijatan mempunyai rata-rata kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak dipijat. Orang tua bayi disarankan untuk memijatkan bayinya dan memenuhi kebutuhan tidur bayinya. Tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan, penyuluhan, serta pelatihan tentang pijat bayi agar ibu mengetahui manfaat pijat bayi yang dapat mempengaruhi kualitas tidur bayi lebih baik dan dapat memberikan pijat bayi secara mandiri dengan baik dan benar.Kata kunci: pijat bayi, kualitas tidur, bayi The Effect of Baby Massage to Sleep Quality of Baby Aged 3-12 Monthsat Matesih Village AbstractBaby massage has the benefit of reducing muscle tension, so the baby will be calmer and more  restful during sleep. This study aims to determine the effect of baby massage to the sleep quality of baby aged 3–12 months at Matesih Village, Matesih District, Karanganyar Regency. The population in this study were mother who had healthy aged 3–12 months baby, taken by purposive sampling technique  as many as 34 respondents. Observation and questionnaire sheets were used as the instrument. Data were analyzed using independent t-test. The result shows that t count t table (5.567 2.131) and p-value 0.000 0,05 indicating that there is a significant effect of baby massage and the sleep quality of babies aged 3–12 months at Matesih Village. Babies who were given massage had a better average quality of sleep than babies who were not having massage. Mothers are recommended to give the baby massage regularly to promote babies sleep quality. Health workers need to give health education on baby massage to mothers in order to improve mothers’ knowledge so that mothers can massage their babies independently.Keywords: baby massage, sleep quality, baby
Hubungan antara Durasi Penggunaan Gadget Smartphone dengan Kesehatan Mental Anak Usia 4-5 Tahun di Desa Pablenga Sri Oktaviani; Dewi Wulandari; Triana Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3949.29 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.859

Abstract

AbstrakPenggunaan gadget smartphone yang berlebihan akan berdampak buruk bagi perkembangan dan kesehatan anak, terutama di segi otak dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget smartphone dengan kesehatan mental anak usia 4 - 5 tahun di desa Pablengan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan simpel random sampling di desa Pablengan pada usia 4 - 5 tahun, responden sebanyak 119. Variabel independen dalam penelitian ini adalah durasi penggunaan gadget smartphone dan variabel dependen adalah kesehatan mental anak di desa Pablengan, dengan menggunakan kuesioner SDQ. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau (a0.05) hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget berkolerasi signifikan dengan kesehatan mental anak dengan nilai koefisien korelasi 0.836 (p=0,001). Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget smartphone dengan kesehatan mental anak usia 4- 5 tahun di desa Pablengan.Kata kunci: anak, gadget smartphone, kesehatan mental The Relationship between the Duration of Smartphone Usage with the Mental Healthof Children Aged 4 - 5 Years in the Pablengan Village AbstractThe use of a smartphone gadget which is excessive would be bad for the development and health of children, especially in terms of brain and psychological. This study aims to determine the relationship between the duration of use of gadgets smartphones with the mental health of children aged 4 - 5 years in the village Pablengan; this study uses observational analytics with a cross-sectional design. The sample in the collection using simple random sampling in the village Pablengan at the age of 4 - 5 years, respondents 119. The independent variable in this study is the duration of the use of gadgets smartphones, and the dependent variable is the mental health of children in the village Pablengan. Data analysis using the test provided by Kendall‘s Tau (a0.05) results showed that the duration of the use of gadgets correlated significantly with the mental health of the child (p=0.001There is a significant relationship between the duration of use of gadgets smartphone with the mental health of children aged 4 - 5 years in the village Pablengan.Keywords: child, gadgets, smartphone, mental health
Sikap Orang Tua terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Covid-19 pada Anak Prasekolah di Desa Kalisapu Tegal Ike Putri Setyatama; Nila Talia Tri Ana
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.372 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.853

Abstract

AbstrakKesehatan merupakan salah satu aspek yang menentukan status kesejahteraan suatu negara. Di Indonesia, angka kesehatan masyarakat menurun salah satunya karena pandemi Covid-19. Di Indonesia kasus Covid-19 per 5 April 2021, jumlah kasus positif sebanyak 1.537.967 orang. Jumlah kasus kumulatif tertinggi di Kabupaten Tegal per Januari 2022 terdapat di Kecamatan Slawi, dengan jumlah 1512 kasus. Jumlah kumulatif balita di Kabupaten Tegal yang terkonfirmasi Covid-19 sejumlah 327 kasus, dimana terdapat kasus pada anak di Desa Kalisapu. Peran orangtua dalam mengenalkan Covid-19, diperlukan untuk mendukung perilaku pencegahan Covid-19 pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap orang tua terhadap perilaku pencegahan penularan Covid-19 pada anak. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian korelatif, dengan metode Cross Sectional, bertempat di Desa Kalisapu, Kec.Slawi, Kab.Tegal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia prasekolah di Desa Kalisapu, Slawi, Tegal tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak prasekolah, yaitu usia 3-5 tahun di Desa Kalisapu, besar sampel sejumlah 70 orang, dengan menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data primer menggunakan teknik observasi menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian terdapat hubungan antara sikap orang tua terhadap perilaku pencegahan penularan Covid-19 pada anak, dengan nilai p = 0,0001Kata kunci: Sikap, Perilaku, Pencegahan, Covid-19, Anak Parents’ Attitudes Against the Behavior of Preventing the Transmission of Covid-19in Preschool Children in Kalisapu Village Tegal AbstractHealth is one aspect that determines the welfare status of a country. In Indonesia, public health numbers have declined, one of which is due to the Covid-19 pandemic. In Indonesia, with Covid-19 cases as of April 5, 2021, positive cases were 1,537,967 people. The highest cumulative number of cases in Tegal Regency as of January 2022 is in Slawi District, with 1512 cases. The cumulative number of children under five in Tegal Regency who have confirmed Covid-19 is 327 cases, of which there were cases in children in Kalisapu Village. The role of parents in introducing Covid-19 is needed to support Covid-19 prevention behavior in children. This study aims to analyze the influence of parents‘ attitudes on preventing the transmission of Covid-19 in children. This quantitative research uses the Cross-Sectional method, located in Kalisapu Village, Slawi District, Tegal Regency. The population in this study were all parents who had preschool children in Kalisapu Village, Slawi, Tegal, in 2021. The sample in this study were parents who had preschool children aged 3-5 years in Kalisapu Village. The sample size was 70 people. By using purposive sampling. Primary data collection using observationtechniques using a questionnaire. Bivariate analysis using the Kendall Tau test. The results of the study showed that there was a relationship between the attitudes of parents towards the behavior of preventing the transmission of Covid-19 in children, with a p-value = 0.0001Keywords: Attitude, Behavior, Prevention, Covid-19, Children
Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Masyarakat Terkait Kejadian COVID-19 di Perumahan BSB 2 Desa Gaum Dina Aprilia; Nuriyah Yuliana; Tri Wulandari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4401.475 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.860

Abstract

AbstrakPengetahuan tentang penyakit COVID-19 adalah hal yang penting, agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus COVID-19. Sikap masyarakat dalam merespons setiap kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran dan penularan COVID-19 juga sangatlah penting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat terkait kejadian COVID-19 di Perumahan BSB 2 Desa Gaum. Jenis penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian 330, dan hasil cluster sampling jumlah sampel 181. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Kendall’s-Tau C. Analisis hasil univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (54.1%) dan sikap negatif (50.8%). Analisis bivariat didapatkan nilai value = 0.003 ( 0.05), yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat terkait kejadian COVID-19 di Perumahan BSB 2 Desa Gaum. Pengetahuan yang baik didukung tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin mudah dalam mencari informasi tentang suatu permasalahan. Sedangkan masyarakat dengan pengetahuan kurang tapi memiliki sikap positif, karena mereka menaati aturan yang ada. Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan sikap masyarakat terkait kejadian COVIC-19 di Perumahan BSB 2 Gaum.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap masyarakat, COVID-19 Correlation of Knowledge to Community Attitudes Regarding COVID-19 Cases at BSB 2 Residency Gaum Village AbstractKnowing COVID-19 disease is important to decrease the number of COVID-19 cases. Community attitude in responding to every government policy in breaking the chain of spread and transmission   of COVID-19 is also essential. This research aims to analyze the correlation between knowledge and community attitude related to the COVID-19 cases at BSB 2 Residency Gaum Village. A cross-sectional method was employed in this research. The population in this study 330, sampling technique used was cluster sampling technique 181 people taken as the sample of the research. Data were analyzed using the Kendall’s-Tau C test. Univariate analysis showed that most respondents have good knowledge (54.1%) and negative attitudes (50.8%). Bivariate analysis obtained a value of ρ value = 0.003 (ρ 0.05). Knowledge is influenced by education because it’s easier to find information. It can be concluded that there is a significant correlation between knowledge to community attitudes regarding COVID-19 cases at BSB 2 Residency Gaum Village.Keywords: Knowledge, Community attitudes, COVID-19
Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Penerapan Protokol Kesehatan terhadap Perilaku Remaja dalam Menerapkan Pencegahan Penularan COVID-19 di Desa Buran Dwi Wulandari; Eka Novitayanti
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3269.093 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.855

Abstract

AbstrakCorona Virus Disease 2019 merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit ringan sampai berat pada manusia dan hewan, seperti MERS dan SARS yang dapat menyerang sistem pernafasan pada manusia. Penerapan protokol kesehatan guna pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 terutama pada remaja memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan penerapan protokol kesehatan terhadap perilaku remaja dalam menerapkan pencegahan penularan COVID-19 di Desa Buran. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan non-equivalent control group. Terdapat 95 sampel diambil menggunakan teknik random sampling. Instrumen menggunakan checklist perilaku remaja. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p-value 0,000 (p0,05). Uji wilcoxon didapatkan p=0,000 pada kelompok intervensi dan p=0,004 pada kelompok kontrol, maka nilai signifikansi (p 0,05) sehingga ada perbedaan pretest posttest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dan perilaku remaja dalam menerapkan pencegahan penularan COVID-19.Kata kunci: promosi kesehatan, perilaku remaja, COVID-19 The Effect of Health Promotion on the Implementation of Health Protocols to the Youth’s Behaviour on Implementing Prevention of Covid-19 Transmission at Buran Village AbstractCorona Virus Disease 2019 is a virus cause mild to severe  illness in humans and animals, such  as MERS and SARS that attack the respiratory system in humans. The application of a health protocol to break the chain of COVID-19 spread, especially in adolescents requires good understanding and knowledge. This study aims to determine the effect of health promotion on the application of health protocols to adolescent behavior in implementing prevention of COVID-19 transmission at Buran Village. Research method used quasi-experimental employed non-equivalent control group design. The sample was 95 respondents taken by random sampling technique. The research instrument used was a checklist of adolescent behavior. Data analysis employed Mann Whitney test showed a p-value of 0.000 (p 0.05). Wilcoxon test obtained p = 0.000 in the intervention group and p = 0.004 in the control group, then the significance value (p  0.05). So, there is a difference in the pretest posttest in the intervention group and the control group. It was concluded that there is significant effect of health promotion to adolescent behavior on implementing prevention of COVID-19 transmission.Keywords : health promotion, behavior adolescent , COVID-19
Manfaat Penggunaan Komputer sebagai Media Pendokumentasian Keperawatan di Puskesmas Anastasia Wihelmin Stephanie Conterius; Sukihananto -
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4401.571 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.861

Abstract

AbstrakPenggunaan catatan kesehatan elektronik sangat dibutuhkan dalam pelayanan keperawatan di  area komunitas seperti puskesmas. Catatan kesehatan elektronik ini dapat dilakukan dengan bantuan komputer sebagai suatu cara yang digunakan pada pelayanan kesehatan primer kepada pasien dengan melibatkan inter profesi seperti dokter, perawat dan farmasi yang berisi data mengenai kondisi pasien, dapat bertukar informasi dan kerjasama antar profesi. Melalui catatan kesehatan elektronik ini di bidang komunitas, perawat memperoleh data kesehatan pasien, dapat memperkirakan angka kejadian suatu penyakit, pengkajian cepat dan tepat mampu menjadi panduan intervensi keperawatan sehingga memperoleh dokumentasi keperawatan yang berkualitas dan mengurangi medical eror dalam pelayanan kepada pasien. Berbagai acuan melaksanakan dokumentasi keperawatan dari macam-macam institusi pendidikan mengakibatkan persepsi perawat dalam menulis dokumentasi keperawatan menjadi beragam. Dengan adanya standarisasi penggunaan komputer dalam pendokumentasian maka akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien sehingga di era digital ini puskemas menjadi tertantang untuk penerapan digitalisasi. Hal ini dikembangkan dengan metode literatur review yang menggabungkan  10 artikel walaupun hanya 7 artikel yang sesuai kriteria inklusi yang menyatakan bahwa penggunaan catatan elektronik lebih bermanfaat sehingga tidak ada salahnya untuk diterapkan.Kata kunci: Dokumentasi keperawatan, Puskesmas, Komputer, Catatan kesehatan elektronik AbstractThe use of electronic health records is very much needed in nursing services in community areas such as puskesmas. This electronic health record can be done with the help of a computer as a method used in primary health care to patients by involving inter-professionals such as doctors, nurses and pharmacy which contains data about the patient’s condition, can exchange information and collaboration between professions. Through these electronic health records in the community field, nurses obtain patient health data, can estimate the incidence of a disease, rapid and precise assessments can be a guide for nursing interventions so as to obtain quality nursing documentation and reduce medical errors in services to patients. Various references in carrying out nursing documentation from various educational institutions resulted in the perception of nurses in writing nursing documentation to vary. With the standardization of the use of computers in documentation, it will improve the quality of service to patients so that in this digital era, health centers are challenged to implement digitization. This was developed using a literature review method that combined 10 articles, although only 7 articles met the inclusion criteria which stated that the use of electronic records was more useful so that it would not hurt to apply it.Keywords: Nursing documentation-Primary Health Care-Computer-Electronic health record 
STUDI KUALITATIF : PERSEPSI CALON PENGANTIN PEREMPUAN TERHADAP SKRINING PRAKONSEPSI DI KOTA YOGYAKARTA Eka Vicky Yulivantina; Gunarmi -; Siti Maimunah
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2362.54 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.847

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kesehatan prakonsepsi merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan antara perempuan dan laki-laki selama masa reproduksinya. Skrining prakonsepsi berguna untuk mengurangi resiko komplikasi pada kehamilan dan mempromosikan gaya hidup sehat untuk mempersiapkan kehamilan sehat. Tujuan: Untuk mengeksplorasi persepsi calon pengantin perempuan mengenai skrining prakonsepsi. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, instrument yang digunakan adalah pedoman wawancara. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 partisipan penelitian. Hasil: Pelaksanaan skrining prakonsepsi di Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta sudah mengacu pada standar minimal yang ditetapkan pada permenkes No 97 Tahun 2014 Tentang pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, serta pelayanan kesehatan seksual. Rendahnya kesadaran calon pengantin perempuan mengenai pentingnya skrining prakonsepsi menyebabkan rendahnya partisipasi calon pengantin pria dalam pelaksanaan skrining prakonsepsi Kesimpulan: Calon pengantin perempuan belum memiliki persepsi yang baik mengenai skrining prakonsepsi. Kata Kunci: Calon pengantin perempuan, Persepsi, Skrining prakonsepsiAbstractBackground: Preconception health is part of the overall health of women and men during their reproductive years. Preconception screening is useful for reducing risk of complication in pregnancy and promoting a healthy lifestyle to prepare for a healthy pregnancy. Objective: To explore the perception of prospective brides regarding preconception screening. Methods: Qualitative research with a phenomenological approach. The sampling technique in this study used purposive sampling, the instrument used was an interview guide. The number of informants in this study were 10 research participants. Results: The implementation of preconception screening at the Tegalrejo Health Center in Yogyakarta City has referred to the minimum standards set out in the Minister of Health No. 97 of 2014 concerning health services for the period before pregnancy, during pregnancy, childbirth, and the period after giving birth, the implementation of contraceptive services, and sexual health services. The low awareness of prospective brides regarding the importance of preconception screening causes the low participation of grooms in the implementation of preconception screening. Conclusion: Bride and groom do not have a good perception of preconception screening.Keywords: Bride and groom, Perception, Preconception screening.
Pengaruh Proses Belajar Daring terhadap Kesehatan Mental Siswa Kelas VII Anis Rohmawati; Yeni Nur Rahmayanti; Tri Wulandari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3495.887 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.856

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 terjadi hampir di seluruh dunia menyebabkan kegiatan yang melibatkan banyak orang harus dihindari, salah satunya adalah proses belajar. Proses belajar yang semula dilakukan secara langsung harus dilaksanakan secara daring. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19. Proses belajar yang dilakukan di SMP N 01 Jumantono masih mengalami beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses belajar daring terhadap kesehatan mental siswa kelas VII di SMP N 01 Jumantono. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling purposive sampling dengan teknik analisis regresi linear pada taraf signifikansi 5% atau 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kesehatan mental siswa dapat dibuktikan dengan hasil uji t yakni t hitung t tabel, 2,759 1,666 dengan persamaan Y = 37,547 + 0,256X. persamaan tersebut memberikan arti bahwa apabila proses belajar daring sebesar 0 (nol) atau konstan, maka kesehatan mental siswa sebesar 37,547, dan setiap penambahan nilai proses belajar daring sebesar 1 angka maka kesehatan mental siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,256. Maka dapat disimpulkan bahwa proses belajar daring berpengaruh terhadap kesehatan mental siswa kelas VII di SMP N 01 Jumantono pada tingkatan rendah/lemah sebanyak 19,8%.Kata kunci: proses belajar daring, kesehatan mental, siswa The Effect of Online Learning Process to the Seventh Grade Students’ Mental Health AbstractThe COVID-19 pandemic has occurred almost all over the world, causing activities that involve the crowd to be avoided, one is learning process. The learning process that was originally carried out directly must be carried out online. It prevents the spread of COVID-19. The learning process carried out at SMP N 01 Jumantono still experiences several obstacles. This study aims to determine the effect of online learning process on the mental health of seventh grade students at SMP N 01 Jumantono. This study used a quantitative descriptive method on purposive sampling technique with linear regression analysis technique at a significance level of 5% or 0.05. Based on the results of the study, it was found that students’ mental health can be proven by the results of the t test, that is t count  t table, 2.759 1.666 with the equation Y = 37.547 + 0.256X. The equation means that if the courageous learning process is 0 (zero) or constant, then the students’ mental health is 37,547, and each additional value of the brave learning process is 1 point, the students’ mental health will increase by 0.256. So, it can be concluded that there is an effect of online learning process to the mental health of grade VII students at SMP N 01 Jumantono on a low/weak level of 19.8%.Keywords: online learning process, mental health, students
Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kepatuhan Memakai Masker pada Anak Selama Pandemi di MI Sudirman Kedungjeruk Ika Sapta Rini; Nuriyah Yuliana
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2589.199 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.851

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Keterlibatan orangtua merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kerjasama pendidik dan orangtua selama pandemik COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan kepatuhan memakai masker pada anak selama pandemi di MI Sudirman Kedungjeruk. Desain penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah responden 47 responden terdiri dari siswa-siswi kelas 5 MI Sudirman Kedungjeruk. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tentang kepatuhan memakai masker dan dukungan keluarga. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan orang tua dengan kepatuhan memakai masker pada anak selama pandemi di MI Sudirman Kedungjeruk dengan hasil uji Chi-Square p = 0.024 berarti p  0.05. Orang tua merupakan pendidik pertama anak dari segala segi, karena itu orang tua merupakan penentu untuk kepatuhan seorang anak.Kata kunci: dukungan orang tua, kepatuhan, memakai masker. The Relationship of Parent Support on Children Compliance of Wearing Mask During Pandemic in MI Sudirman Kedungjeruk AbstractThe COVID-19 pandemic cannot be allowed to continue. Parental involvement is an alternative that can be used to increase collaboration between educators and parents during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the relationship between parental support and adherence to wearing masks in children during the pandemic at MI Sudirman Kedungjeruk. The research used a cross- sectional design with 47 respondents consisting of 5th-grade students at MI Sudirman Kedungjeruk. The instrument used in this study was a questionnaire about compliance with wearing masks and family support. The data analysis method used is the Chi-Square test. The results showed a relationship between parental support and compliance with wearing masks in children during the pandemic at MI Sudirman Kedungjeruk with Chi-Square test results p = 0.024, meaning p 0.05. Parents are the first educators of children in all aspects; therefore, parents determine a child's obedience.Keywords: parental support, compliance, wearing masks.
Hubungan Konsumsi Susu Formula dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah di Desa Sringin Jumantono Ira Fauziah; Christiana Arin Proborini
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3722.487 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.857

Abstract

AbstrakPrevalensi karies gigi di Jawa Tengah pada tahun 2018 sebesar 43,4%. Proporsi pada kelompok umur 3-4 tahun sebesar 38,4%, umur 5-6 tahun sebesar 53,5%. Salah satu penyebab terjadinya karies gigi pada anak usia pra sekolah adalah konsumsi susu formula yang kurang tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan konsumsi susu formula dengan kejadian karies gigi pada anak usia prasekolah di Desa Sringin Jumantono. Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu 126 anak menerapkan teknik sampling purposive sampling didapatkan 56 responden. Hasil analisis yang didapatkan untuk konsumsi susu formula menunjukan bahwa kejadian karies gigi yang paling besar adalah kategori sedang, yaitu sebesar 24 anak (42,8%). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square terdapat hubungan konsumsi susu formula dengan kejadian karies gigi anak usia prasekolah di Desa Sringin Jumantono. Orang tua diharapkan berperan lebih aktif dalam mengajarkan anak untuk terbiasa memelihara status kesehatan gigi dan mulut sejak dini.Kata kunci: susu formula, karies gigi, prasekolah The Consumption of Infant Formula Milk to the Incidence of Dental Caries on Preschool Children at Sringin Jumantono Village AbstractThe prevalence of dental caries in Central Java in 2018 was 43.4%. The proportion in the age group 3-4 years is 38.4%, aged 5-6 years is 53.5%. One of the causes of dental caries in pre-school age children is the consumption of formula milk that is not appropriate. This study aims to determine the relationship between consumption of infant formula milk to the incidence of dental caries on preschool children at Sringin Jumantono Village. Research method used observational analytic with a cross sectional approach. The population were 126 children and the respondents were 56 children taken by purposive sampling. The analysis results of formula milk consumption showed that the highest incidence of dental caries was in the moderate category, which were 24 children (42.8%). The data were analyzed using Chi-square test, there was a relationship between consumption of formula milk to the incidence of dental caries on preschool children in Sringin Jumantono Village. Parents are expected to have active role in teaching children to get used to maintain dental and oral health status from an early age.Keywords: infant formula milk, dental caries, preschool

Page 1 of 1 | Total Record : 10