Articles
92 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PRAKTIKUM
Ratna Kusuma Astuti;
Ganik Sakitri
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 2 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1760.575 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i2.807
ABSTRAK Model pembelajaran memegang peranan penting dalam proses pendidikan. Pada pembelajaranpraktikumdibutuhkan model pembelajaran yang tepat sehingga pemahaman aplikasi dari pokok bahasan yang disampaikan dapat dicapai oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh model pembelajarandemonstrasiterhadappengkatanhasilbelajarpraktikum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptifkuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total samplingyaitusemua mahasiswa semester II yang berjumlah 45 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan instrumen chekclist penilaian hasil belajar pada masing-masing keterampilan praktikum.Data yang terkumpul di analisisdenganmenggunakan t-test. Hasil analisisnilai post tes pada keterampilanpraktikumpemasanganinfus p=0.0100,05, keterampilanpraktikumperawatanlukabersih p=0.0010,05, keterampilanpraktikumpemeriksaan TTV p=0.0100,05; dan keterampilanpraktikumbatukefektif p=0.0010,05. Kesimpulan dari penelitian adalah ada pengaruh model pembelajaran demonstrasi terhadap peningkatan hasil belajar praktikum. Kata kunci: Demonstrasi, Hasil Belajar, Praktikum.ABSTRACT The learning model plays an important role in the educational process. In practicum learning, an appropriate learning model is needed so that understanding the application of the subjects conveyed can be achieved by students.The purpose of this study was to determine the effect of demonstration learning models on improving practical learning outcomes.This research is a quantitative descriptive research. The sample used in this study is using total samplingwere all second semester students totaling 45 students. This study used a checklist instrument for assessing learning outcomes for each practical skill.The collected data were analyzed using t-test.The results of the analysis of the post-test scores on the infusion practice practicum skills p = 0.010 0.05, clean wound care practicum skills p = 0.001 0.05, TTV examination practicum skills p = 0.010 0.05 and effective cough practicum skills p = 0.001 0.05. The conclusion of the study is that there is an effect of demonstration learning models on improving practicum learning outcomes. Keywords: Demonstration, Learning Outcomes, Practicum.
Hubungan Penerapan Discharge Planning dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Rawat Inap check up di RSUD Karanganyar
Christiana Arin Proborini;
Yeni Nur Rahmayanti
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.599 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.777
ABSTRAK Pelaksanaan discharge planning di akhir pasien akan pulang tentunya tidak akan berjalan optimal. Discharge planning dapat dilakukan ketika pasien masuk dan selama proses perawatan, sehingga pasien memahami tindakan yang tepat untuk perawatan dirinya. Hasil studi pendahuluan masih adanya jumlah pasien yang dirawat inap di RSUD Karanganyar tidak datang kembali untuk kontrol. Discharge planning merupakan bagian penting dari program perawatan klien yang dimulai segera setelah klien masuk rumah sakit sampai dengan pasien pulang dari rumah sakit.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan penerapan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di RSUD Karanganyar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan studi secara cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 81. Instrumen menggunakan data rekam medis pasien.Uji statistik menggunakan Uji Chi Square.Hasil analisis menunjukkan adanya discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di RSUD Karanganyar, diperoleh (p value = 0.378). Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan signifikan antara data discharge planning dengan tingkat kepatuhan pasien rawat inap untuk kontrol di RSUD Karanganyar. Kata Kunci : Discharge Planning, Kepatuhan Pasien, Rawat Inap The Relationship between the Implementation of Discharge Planning and the Level of Compliance for Inpatients at check-ups at Karanganyar District Hospital Christiana Arin Proborini1,Yeni Nur Rahmayanti 2 1 STIKes Mitra Husada Karanganyar. Email:christianaarin123@yahoo.com2 STIKes Mitra Husada, Email: yeninur2004@gmail.com ABSTRACT Discharge planning at the end of the patient's going home certainly will not run optimally. Discharge planning can be done when the patient enters and during the treatment process, so that the patient understands the right course of action for himself The results of the preliminary study still show that the number of patients hospitalized at Karanganyar District Hospital did not come back for control. Discharge planning is an important part of the client care program that starts immediately after the client is admitted to the hospital until the patient is discharged from the hospital. The purpose of this study is to analyze the relationship between the application of discharge planning and the level of compliance of inpatients for control at Karanganyar District Hospital. The research design used was observational analytic study using cross sectional study. The number of samples of this study using the Slovin formula obtained a sample of 81. The instrument used patient medical record data. Statistical tests using the Chi Square Test. The results of the analysis showed a discharge planning with the level of compliance of inpatients for control in Karanganyar District Hospital, obtained (p value = 0.378 ). The conclusion from this study there is no significant relationship between data discharge planning and the level of compliance of inpatients for control in Karanganyar District Hospital. Keywords: Discharge Planning, Patient Compliance, Inpatient
Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Penerapan Protokol Kesehatan terhadap Perilaku Remaja dalam Menerapkan Pencegahan Penularan COVID-19 di Desa Buran
Dwi Wulandari;
Eka Novitayanti
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3269.093 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.855
AbstrakCorona Virus Disease 2019 merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit ringan sampai berat pada manusia dan hewan, seperti MERS dan SARS yang dapat menyerang sistem pernafasan pada manusia. Penerapan protokol kesehatan guna pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 terutama pada remaja memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan penerapan protokol kesehatan terhadap perilaku remaja dalam menerapkan pencegahan penularan COVID-19 di Desa Buran. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan non-equivalent control group. Terdapat 95 sampel diambil menggunakan teknik random sampling. Instrumen menggunakan checklist perilaku remaja. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p-value 0,000 (p0,05). Uji wilcoxon didapatkan p=0,000 pada kelompok intervensi dan p=0,004 pada kelompok kontrol, maka nilai signifikansi (p 0,05) sehingga ada perbedaan pretest posttest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan dan perilaku remaja dalam menerapkan pencegahan penularan COVID-19.Kata kunci: promosi kesehatan, perilaku remaja, COVID-19 The Effect of Health Promotion on the Implementation of Health Protocols to the Youth’s Behaviour on Implementing Prevention of Covid-19 Transmission at Buran Village AbstractCorona Virus Disease 2019 is a virus cause mild to severe illness in humans and animals, such as MERS and SARS that attack the respiratory system in humans. The application of a health protocol to break the chain of COVID-19 spread, especially in adolescents requires good understanding and knowledge. This study aims to determine the effect of health promotion on the application of health protocols to adolescent behavior in implementing prevention of COVID-19 transmission at Buran Village. Research method used quasi-experimental employed non-equivalent control group design. The sample was 95 respondents taken by random sampling technique. The research instrument used was a checklist of adolescent behavior. Data analysis employed Mann Whitney test showed a p-value of 0.000 (p 0.05). Wilcoxon test obtained p = 0.000 in the intervention group and p = 0.004 in the control group, then the significance value (p 0.05). So, there is a difference in the pretest posttest in the intervention group and the control group. It was concluded that there is significant effect of health promotion to adolescent behavior on implementing prevention of COVID-19 transmission.Keywords : health promotion, behavior adolescent , COVID-19
Implementasi Family Psychoeducation secara Online pada Keluarga dengan Isolasi Sosial di Masa Pandemi Covid-19
Dewi Wulandari;
Herni Susanti;
Ice Yulia Wardani
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 1 (2021): Stethoscope
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2770.92 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v2i1.838
AbstrakSkizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang dapat menyebabkan masalah perawatan diri, ketergantungan finansial, dan gangguan hubungan personal. Salah satu gejala negatif skizofrenia adalah isolasi sosial, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan halusinasi dan penurunan produktivitas yang dapat menjadi beban keluarga dan masyarakat. Tujuan case report ini adalah untuk memaparkan implementasi Family Psychoeducation (FPE) secara online kepada keluarga dengan masalah isolasi sosial di masa pandemi dan manfaat yang diperoleh. Metode penelitian ini menggunakan desain case report. Kasus yang diambil adalah masalah isolasi sosial pada Sdr.J yang mengalami skizofrenia. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil case report menunjukkan bahwa FPE dilakukan selama 4 kali pertemuan secara daring dengan media video call whatsapp dan google meet, dibutuhkan konektivitas jaringan yang baik dan digital literacy yang memadai. FPE online di masa pandemi aman untuk menghindari pajanan Covid-19 serta efisien biaya dan waktu. Selain itu efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa, mengurangi stres dan beban yang dirasakan keluarga. Hendaknya tenaga kesehatan melaksanakan FPE secara online pada keluarga dengan gangguan jiwa di masa pandemi.Kata kunci: psikoedukasi keluarga, online, isolasi sosial, pandemi Covid-19Online Family Psychoeducation Implementation in Families with Social Isolation in The Pandemic of Covid-19AbstractSchizophrenia is a chronic mental disorder that can lead to self-care problems, financial dependence, and impaired personal relationships. One of the negative symptoms of schizophrenia is social isolation, which if not handled properly can cause hallucinations and decreased productivity that can be a burden on families and society. The purpose of this case report was to explain the implementation of online Family Psychoeducation (FPE) to families with social isolation problems during the pandemic and its benefits. This research method used a case report design. The case taken was the problem of social isolation in Mr. J who had schizophrenia. The analysis technique used was descriptive. The results of the case report showed that FPE was carried out for 4 online meetings using WhatsApp and Google Meet video calls, good network connectivity and adequate digital literacy are needed. Online FPE during the pandemic was safe to avoid Covid-19 exposure and was cost and time efficient. In addition, it was effective in increasing the knowledge and skills of families in caring for clients with mental disorders, reducing stress and the burden felt by the family. Health workers should carry out online FPE for families with mental disorders during the pandemic.Keywords: family psychoeducation, online, social isolation, Covid-19 pandemic
OPTIMALISASI SOCIAL SUPPORT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA MELALUI FAMILY INTERVENTION
Dewi Wulandari;
Mustikasari -
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 2 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1767.404 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i2.812
AbstrakSebagian besar penderita skizofrenia tinggal dengan dan atau mempertahankan kontak dekat dengan keluarga dan kerabat lainnya. Akan tetapi keluarga jarang dilibatkan dalam perawatan klinis meskipun penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki efek positif pada individu dengan skizofrenia. Tujuan dari studi ini adalah mendeskripsikan family intervention sebagai upaya mengoptimalkan social support pada pasien gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah systematic review. Hasil telaah terhadap 11 artikel dari Proquest didapatkan bahwa family intervention dapat meningkatkan adaptasi pasien terhadap gejala skizofrenia, menurunkan skor pada BPRS, meningkatkan kesehatan dan keterampilan sosial, dan kohesi keluarga. Kata Kunci: family intervention, social support, skizofrenia Optimization of Social Support in Mentally Ill PatientsThrough Family Intervention AbstractMost schizophrenics live with and or maintain close contact with family and other relatives. However, families are rarely involved in clinical care, although studies have shown that family involvement has a positive effect on individuals with schizophrenia. The purpose of this study was to describe family intervention as an effort to optimize social support in patients with mental disorders. The method used was a systematic review. The results of a review of 11 articles from Proquest found that family intervention can improve patient adaptation to schizophrenia symptoms, reduce scores in BPRS, improve health and social skills, and family cohesion.Keywords: family intervention, social support, schizophrenia
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia di Poli Rawat Jalan RSJD DR. Arif Zainudin Surakarta
YENI NUR RAHMAYANTI
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 1 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.062 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i1.783
ABSTRAKDukungan keluarga bagi penderita skizofrenia merupakan faktor pendukung dalam proses kesembuhan. Penderita skizofrenia yang mendapatkan dukungan dari keluarganya, akan merasa diterima dan dihargai sehingga dapat meminimalkan kejadian kekambuhan pada penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekamuhan pada pasien skizofrenia di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non – eksperimen dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Insidental Sampling, dengan sampel sebanyak 75 orang. Metode analisa menggunakan uji statistik chi – square, analisa univariate didapatkan nilai p = 0.000 (p 0.05) maka disimpulkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi keluarga penderita skizofrenia agar mengoptimalkan dukungan yang diberi pada penderita. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kekambuhan, Skizofrenia Family Support with Ressurence in Schizophrenic Patients in Policlinic RSJD DR. Arif Zainudin Surakarta YENI NUR RAHMAYANTI1 1 A Lecturer Of Bachelor Of Nursing STIKes Mitra Husada Karanganyar, yeninur2004@gmail.com, 085728575771 Family supports is a supporting factor for patient in the process of healing. Patient who getting support for their family can minimize their relapse because they feel accepted and appreciated. The purpose of this study is to see the correlation between the family support and relapse level of the patient with schizophrenia in RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. This research uses quantitative non – eksperimen with descriptive and correlation method using. Insidental sampling technique is alsochosen in this reseachwith takes 75 people as sample. Data analytical method use Chi Square statistics test, univariate analysis p = 0.00 (p 0.005) means there is a family support relationship with relapse of schizophrenia patients. is a family support relationship with relapse of schizophrenia patients. This research is expected to be an additional knowledge of a schizophrenia family in order to increase the support given to the patient. Keywords: Family Support, Relapse, Schizophrenia
Manfaat Penggunaan Komputer sebagai Media Pendokumentasian Keperawatan di Puskesmas
Anastasia Wihelmin Stephanie Conterius;
Sukihananto -
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4401.571 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.861
AbstrakPenggunaan catatan kesehatan elektronik sangat dibutuhkan dalam pelayanan keperawatan di area komunitas seperti puskesmas. Catatan kesehatan elektronik ini dapat dilakukan dengan bantuan komputer sebagai suatu cara yang digunakan pada pelayanan kesehatan primer kepada pasien dengan melibatkan inter profesi seperti dokter, perawat dan farmasi yang berisi data mengenai kondisi pasien, dapat bertukar informasi dan kerjasama antar profesi. Melalui catatan kesehatan elektronik ini di bidang komunitas, perawat memperoleh data kesehatan pasien, dapat memperkirakan angka kejadian suatu penyakit, pengkajian cepat dan tepat mampu menjadi panduan intervensi keperawatan sehingga memperoleh dokumentasi keperawatan yang berkualitas dan mengurangi medical eror dalam pelayanan kepada pasien. Berbagai acuan melaksanakan dokumentasi keperawatan dari macam-macam institusi pendidikan mengakibatkan persepsi perawat dalam menulis dokumentasi keperawatan menjadi beragam. Dengan adanya standarisasi penggunaan komputer dalam pendokumentasian maka akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien sehingga di era digital ini puskemas menjadi tertantang untuk penerapan digitalisasi. Hal ini dikembangkan dengan metode literatur review yang menggabungkan 10 artikel walaupun hanya 7 artikel yang sesuai kriteria inklusi yang menyatakan bahwa penggunaan catatan elektronik lebih bermanfaat sehingga tidak ada salahnya untuk diterapkan.Kata kunci: Dokumentasi keperawatan, Puskesmas, Komputer, Catatan kesehatan elektronik AbstractThe use of electronic health records is very much needed in nursing services in community areas such as puskesmas. This electronic health record can be done with the help of a computer as a method used in primary health care to patients by involving inter-professionals such as doctors, nurses and pharmacy which contains data about the patient’s condition, can exchange information and collaboration between professions. Through these electronic health records in the community field, nurses obtain patient health data, can estimate the incidence of a disease, rapid and precise assessments can be a guide for nursing interventions so as to obtain quality nursing documentation and reduce medical errors in services to patients. Various references in carrying out nursing documentation from various educational institutions resulted in the perception of nurses in writing nursing documentation to vary. With the standardization of the use of computers in documentation, it will improve the quality of service to patients so that in this digital era, health centers are challenged to implement digitization. This was developed using a literature review method that combined 10 articles, although only 7 articles met the inclusion criteria which stated that the use of electronic records was more useful so that it would not hurt to apply it.Keywords: Nursing documentation-Primary Health Care-Computer-Electronic health record
STUDI KUALITATIF : PERSEPSI CALON PENGANTIN PEREMPUAN TERHADAP SKRINING PRAKONSEPSI DI KOTA YOGYAKARTA
Eka Vicky Yulivantina;
Gunarmi -;
Siti Maimunah
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2362.54 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.847
Abstrak Latar Belakang: Kesehatan prakonsepsi merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan antara perempuan dan laki-laki selama masa reproduksinya. Skrining prakonsepsi berguna untuk mengurangi resiko komplikasi pada kehamilan dan mempromosikan gaya hidup sehat untuk mempersiapkan kehamilan sehat. Tujuan: Untuk mengeksplorasi persepsi calon pengantin perempuan mengenai skrining prakonsepsi. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, instrument yang digunakan adalah pedoman wawancara. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 partisipan penelitian. Hasil: Pelaksanaan skrining prakonsepsi di Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta sudah mengacu pada standar minimal yang ditetapkan pada permenkes No 97 Tahun 2014 Tentang pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, serta pelayanan kesehatan seksual. Rendahnya kesadaran calon pengantin perempuan mengenai pentingnya skrining prakonsepsi menyebabkan rendahnya partisipasi calon pengantin pria dalam pelaksanaan skrining prakonsepsi Kesimpulan: Calon pengantin perempuan belum memiliki persepsi yang baik mengenai skrining prakonsepsi. Kata Kunci: Calon pengantin perempuan, Persepsi, Skrining prakonsepsiAbstractBackground: Preconception health is part of the overall health of women and men during their reproductive years. Preconception screening is useful for reducing risk of complication in pregnancy and promoting a healthy lifestyle to prepare for a healthy pregnancy. Objective: To explore the perception of prospective brides regarding preconception screening. Methods: Qualitative research with a phenomenological approach. The sampling technique in this study used purposive sampling, the instrument used was an interview guide. The number of informants in this study were 10 research participants. Results: The implementation of preconception screening at the Tegalrejo Health Center in Yogyakarta City has referred to the minimum standards set out in the Minister of Health No. 97 of 2014 concerning health services for the period before pregnancy, during pregnancy, childbirth, and the period after giving birth, the implementation of contraceptive services, and sexual health services. The low awareness of prospective brides regarding the importance of preconception screening causes the low participation of grooms in the implementation of preconception screening. Conclusion: Bride and groom do not have a good perception of preconception screening.Keywords: Bride and groom, Perception, Preconception screening.
Hubungan Pola Asuh Gizi Ibu dengan Pemberian MP-ASI pada Balita Usia 6-24 Bulan
Fifi Nurjanah Nurjanah;
Christiana Arin Proborini
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 1 (2021): Stethoscope
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2219.244 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v2i1.830
AbstrakPola asuh gizi ibu sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan balita. Kekurangan gizi dapat menyebabkan keterlambatan petumbuhan badan dan perkembangan otak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh gisi ibu dengan pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan di Desa Kaliboto. Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Teknik pengolaan data dianalisis dengan uji Spearman Rank. Teknik sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 160 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan hubungan pola asuh gizi ibu dengan pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan di Desa kaliboto dengan nilai coefficient correlation sebesar 0,196. Hasil analisa diperoleh nilai (p-value 0,013 0. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan pola asuh gizi ibu dengan pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan di Desa Kaliboto.Kata Kunci : pola asuh gizi, pemberian MP-ASI, balitaRelationship of Nutrition Parenting to Giving Complementary Feeding of Infants 6 to 24 Months of Age at Kaliboto VillageAbstractMaternal nutrition parenting is closely related to the growth and development of children under five. Lack of nutrients intake can cause body and brain developmental delay. This study was aimed at identifying the relationship between maternal nutrition parenting and giving complementary feeding of infants 6 to 24 months of age at Kaliboto village. The type of this research was analytic observational with the cross-sectional approach. The data was analyzed using the Spearman rank test. The total sampling technique was employed to take the sample of 160 respondents. The data collection used a questionnaire. The analysis of the data obtained a correlation coefficient value of 0.196, whereas the p-value is 0.05 (0.013 0.05). The research can be concluded that there is a relationship between maternal nutrition parenting in giving complementary feeding to infants 6 to 24 months of age at Kaliboto village.Keywords: nutrition parenting, complementary feeding, infants
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TERHADAP NYERI SENDI LANSIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS
Anis Risma Fadilah;
Eka Novitayanti
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 2 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1760.712 KB)
|
DOI: 10.54877/stethoscope.v1i2.808
ABSTRAK Gout Arthritis merupakan penyakit radang sendi yang dapat menimbulkan nyeri pada persendian. Nyeri sendi dapat diatasi dengan terapi non- farmakologi aktivitas olahraga yaitu senamergonomik dapat digunakan sebagai latihan fisik untuk menurunkan nyeri. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan rancangan pre-test post-test with control group. Sampel yang digunakan 36 responden yang mengalami nyeri sendi GA, sampel dibagi menjadi 17 responden kelompok eksperimen dan 19 responden kelompok kontrol dengan teknik pusposive sampling. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Uji Mann-whitney adalah (P = 0.000) atau P 0, berarti terdapat pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan skala nyeri sendi pada lansia penderita GA. Gerakan senam ergonomik, selain dapat mengaktifkan metabolisme asam urat dan melenturkan sendi yang kaku, dalam senam ergonomik lansia juga dilatih untuk dapat memunculkan respon relaksasi, sehingga pengeluaran endorphin menghambat aktifitas trigger cell, maka gerbang subtansi gelatinosa tertutup dan impuls nyeri berkurang atau sedikit di transmisikan ke otak, kondisi seperti ini dapat membuat lansia lebih rileks dan mengurangi sensasi nyeri. Saran untuk peneliti selanjutnyalebih memperhatikan variabel perancu seperti pola makan dan konsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi nyeri sendi GA. Kata kunci: Senam Ergonomik, Nyeri Sendi, Gout Arthritis THE EFFECT OF ERGONOMIC EXCERCISE PAIN ELDERLY WITH GOUT ARTHRITISABSTRACT Gout Arthritis is an inflammatory joint disease that can cause pain in joints. Joint pain can be relieved by non-pharmacological sports activities, namely ergonomic exercise can be used as a physical exercise to reduce pain. This type of research used a quasy experimental method with a pre-test post-test design with a control group. The sample used was 36 respondents who experienced joint pain in GA, the sample was divided into 17 respondents in the experimental group and 19 respondents in the control group with purposive sampling technique. The results of this study using the Mann-Whitney test were (P = 0.000) or P 0, meaning that there was an effect of ergonomic exercise on decreasing the scale of joint pain in the elderly with GA. In addition to being able to activate uric acid metabolism and flexing stiff joints, ergonomic exercise for the elderly are also trained to be able to generate relaxation responses, so that the release of endorphins inhibits trigger cell activity, the gates of gelatinous substance are closed and pain impulses are reduced or slightly transmitted to brain, conditions like this can make the elderly more relaxed and reduce the sensation of pain. Suggestions for future researchers pay more attention to confounding variables such as diet and drug consumption that can affect GA joint pain. Keywords: Ergonomic Exercises, Joint Pain, Gout Arthritis