cover
Contact Name
Muhamad Ulul Albab Musaffa
Contact Email
muhamad.musaffa@uin-suka.ac.id
Phone
+6282220623338
Journal Mail Official
azzarqa@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Rumah Jurnal Fakultas Syari'ah dan Hukum (Ruang 205 - Lantai 2), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga; Jln. Marsda Adisucipto 1 Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Az Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam
ISSN : 20878117     EISSN : 28093569     DOI : https://doi.org/10.14421/azzarqa
Jurnal Az zarqa merupakan jurnal unggulan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dibentuk pada tanggal 1 Desember 2010. Jurnal Az zarqa menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan berkontribusi dalam mengembangkan teori dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang hukum islam khususnya hukum bisnis islam dalam perspektif yang luas. Jurnal Az zarqa terbit secara berkala dalam kurun 6 bulan sekali, Juni dan Desember.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'" : 7 Documents clear
Mudharabah Contracts at KJKS BMT UGT Sidogiri: Implementation and Analysis of the Compilation of Sharia Economic Laws Hafid, Hafid; Maulana, Diky Faqih
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.2727

Abstract

Abstract: The research is motivated by the practice of Mudharabah contracts at KJKS BMT UGT Sidogiri Branch Sidodadi Surabaya, where the implementation of the offer and acceptance (ijab qabul) terms in Mudharabah contracts for opening Shariah Savings Accounts does not align with the guidelines set by the central KJKS BMT UGT Sidogiri. The purpose of this research is to examine the implementation of Mudharabah contracts in Shariah Savings Accounts at KJKS BMT UGT Sidogiri Branch Sidodadi Surabaya and to understand the implementation of Mudharabah contracts in Shariah Savings Accounts at KJKS BMT UGT Sidogiri Branch Sidodadi Surabaya from the perspective of Islamic Economic Jurisprudence (KHES). The research method used in this study is qualitative research. This research falls under the category of field research. Data collection was conducted through observation techniques, interviews, documentation, and purposive sampling to address the issues in the field. Data analysis was performed using qualitative descriptive analysis techniques. The findings of this research reveal several key points. Firstly, the procedure for opening Shariah Savings Accounts at KJKS BMT UGT Sidogiri Branch Sidodadi complies with the regulations of KJKS BMT UGT Sidogiri Central. However, during the implementation of the Akad Shigat, it is expressed with the terms of a trust (wadi'ah) contract, which is not in accordance with the procedure for Mudharabah contracts. Secondly, the officials still use the terms of a trust (wadi'ah) contract during the Akad Shigat, while the instructions from KJKS BMT UGT Sidogiri Central state that all savings products should use the terms of a Mudharabah contract. According to KHES, as stipulated in Article 49, Paragraphs 1 and 2, there is no allowance for alternative interpretations in the contract interpretation. Abstrak: Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya praktek akad mudharabah di KJKS BMT UGT Sidogiri Cabang Sidodadi Surabaya dimana pelaksanaan shighat ijab qabul akad mudharabah pada pembukaan Tabungan Umum Syariah menggunakan akad titipan yang tidak sesuai dengan juknis dari KJKS BMT UGT Sidogiri Pusat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi akad Mudharabah pada Tabungan Umum Syariah di KJKS BMT UGT Sidogiri Cabang Sidodadi Surabaya dan mengetahui implementasi akad Mudharabah pada Tabungan Umum Syariah di KJKS BMT UGT Sidogiri Cabang Sidodadi Surabaya dalam perspektif KHES.  Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, Interview/ wawancara, dokumentasi dan purposive sampling guna menjawab permasalahan yang ada di lapangan. Sedangkan analisa data menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, prosedur pembukaan buku Tabungan Umum Syariah di KJKS BMT UGT Sidogiri Cabang Sidodadi sesuai dengan ketentuan KJKS BMT UGT Sidogiri Pusat. Namun, ketika pelaksanaan Shigat Akad, diucapkan dengan sighat akad titipan (wadi’ah) tidak sesuai dengan prosedur akad mudharabah. Kedua, pelaksanaan sighat akad petugas masih menggunakan sighat akad titipan (wadi’ah), sedangkan instruksi dari KJKS BMT UGT Sidogiri Pusat, seluruh produk tabungan menggunakan sighat akad mudharabah. Berdasarkan KHES pada pasal 49 Ayat 1 dan 2 tersebut tidak diperbolehkan adanya interpretasi lain dalam penafsiran akad.
Investigating Al-Istihalah in the Provisions of Shariah Texts: A Study on Models of Transformation from Impure (Najis) to Pure (Halal) Substances, or Vice Versa Miswanto, Agus; Musaffa, Muhamad Ulul Albab
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.2731

Abstract

Abstract: This article discusses the models of Istihalah introduced by Islamic jurisprudential texts. The primary issue in the contemporary era revolves around the massive food industry, which necessitates the blending of various ingredients, resulting in the unclear status of the food as either halal or haram. Istihalah becomes a crucial key in the context of the food industry because it serves as both a method and a parameter for the transformation of the substance of an object, implying a change in the legal status of the object itself, either from halal to haram or vice versa. This research employs a textual and contextual approach to reconstruct Istihalah as presented in Islamic jurisprudential texts. From this study, three models of Istihalah are identified based on the nature of the substance's transformation, namely physical, chemical, and physical-chemical transformations. From the perspective of Islamic jurisprudential texts, physical transformation can occur in two patterns: (1) halal substances processed with a catalyst that is haram result in a halal product. An example of this is honey. (2) Haram (impure) substances processed with a halal catalyst transform into a halal product, such as quarantined carrion animals and tanned animal hides. Meanwhile, chemical transformation, as found in the texts, occurs in two patterns: (1) haram (impure) products processed with a halal catalyst transform into a halal product, as seen in the case of vinegar derived from fermented wine that has transformed. (2) Halal items processed with a halal facilitator change into a haram product, such as alcoholic beverages. Finally, physical-chemical transformation in Islamic jurisprudential texts takes place when raw impure materials are processed with a halal facilitator to become a halal finished product, as exemplified by products like milk from halal animals, the liver and spleen of halal animals, and musk oil (kasturi) extracted from deer.Abstrak: Artikel ini mengulas tentang model-model istihalah yang diperkenalkan oleh nash syariat. Problem utama pada era kontemporer adalah masifnya industri makanan yang mengharuskan percampuran berbagai bahan, yang mengakibatkan tidak jelasnya status makanan itu: halal atau haram. Dan istihalah menjadi kunci penting dalam konteks industri makanan karena sebagai metode dan juga parameter terhadap perubahan zat suatu benda yang berimplikasi pada perubahan status hukum benda yang bersangkutan, yaitu dari halal ke haram, atau sebaliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan tekstual dan kontekstual dalam merekonstruksi istihalah yang tersaji dalam nash syariat. Dan dari penelitian ini ditemukan tiga model istihalah berdasarkan pada sifat perubahan pada benda, yaitu perubahan fisik, kimiawi, dan fisik-kimiawi.  Dari sisi nash syariat, perubahan fisik dapat terjadi dengan dua pola, yaitu (1) bahan halal diproses dengan bahan katalisator yang haram menghasilkan produk halal. Contohnya adalah produk madu lebah. (2) bahan haram (najis) diproses dengan bahan katalisator yang halal berubah menjadi produk halal, contohnya binatang jalalah yang dikarantina dan kulit bangkai yang disamak. Sedangkan perubahan kimia, dalam nash detemukan dalam dua pola yaitu (1) produk yang haram (najis) diproses dengan katalisator yang halal berubah menjadi produk halal, seperti cuka yang berasal dari khamar yang berubah. (2) barang halal diproses dengan fasilitator yang halal berubah menjadi produk haram, contohnya produk khamar. Akhirnya, perubahan fiski-kimiawi dalam nash syariat, terjadi dengan pola barang baku haram diproses dengan fasilitator halal berubah menjadi barang jadi halal, contohnya produk susu binatang halal, hati dan limpa binatang halal, dan minyak misik (kasturi) dari rusa.
Specification Discrepancies to Economic Usury: A Critical Evaluation of Online 'Money Bouquet' Transactions Yuniar, Sinta; Adhkar, Shohibul
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.3100

Abstract

Abstract: Buying and selling money buckets online poses many problems. Discrepancies in the specifications of goods that have been agreed between customers and sellers with the results are often encountered. Sellers also often experience problems, such as unilateral cancellation by the buyer. This article will examine the practice of buying and selling money buckets with an order system carried out at the online shop @Meikagallery_. This article is a field research that uses qualitative research methods. Data is obtained through observation, interviews, and documentation conducted on the owner of the money bucket buying and selling business. The data is then analyzed using an emperical juridical approach based on the provisions of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection Law and based on Fiqh Mua'malah. The result of this study is that the practice of buying and selling money buckets in the order system on the @Meikagallery_ account is not in accordance with applicable norms. Based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, non-compliance with the promised specifications of goods and results is a violation of positive legal norms and Islamic law. And when viewed from Fiqh Mua'malah 'aqad Istithnā' becomes void because it cannot fulfill the order according to the agreement.The transaction is also invalid because it contains an element of usury, where the buyer is charged an additional fee in exchanging money.This article provides an overview of how to ideally buy and sell a bouquet of money online, so that sellers and buyers avoid elements that are not allowed in state regulations and Islam.Abstrak: Jual-beli bucket uang secara online menimbulkan banyak masalah. Ketidaksesuaian spesifikasi barang yang telah disepakati antara pelanggan dan penjual dengan hasil produk merupakan hal yang sering ditemui. Sementara, penjual juga sering mengalami masalah, seperti pembatalan sepihak yang dilakukan oleh pembeli. Artikel ini akan mengkaji praktik jual-beli bucket uang dengan sistem pesanan yang dilakukan pada online shop @Meikagallery_. Artikel ini penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan pada pemilik usaha dan pembeli bucket uang. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan yuridis emperis berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Hukum Perlindungan Konsumen dan berdasarkan dengan Fiqih Mua’malah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kegiatan jual beli bucket uang dalam sistem pesanan pada akun @Meikagallery_ tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, tidak sesuainya spesifikasi barang yang dijanjikan dan hasil produk merupakan pelanggaran terhadap norma hukum positif dan hukum Islam. Jika dilihat dari Fiqih Mua’malah, ‘aqad Istithnā’ menjadi batal karena tidak terpenuhinya pesanan sesuai perjanjian. Transaksi juga menjadi tidak sah karena mengandung unsur riba, di mana pembeli dikenakan biaya tambahan dalam penukaran uang. Artikel ini memberikan gambaran bagaimana idealnya jual beli buket uang secara online, agar penjual dan pembeli terhindar dari unsur yang tidak diperbolehkan dalam peraturan negara maupun hukum Islam.
Unlocking the Poverty-Alleviating Potential of Zakat: A Case Study of the Sentra Ternak Mandiri, Ummul Quro Zakat Managgement Institution Kurniawati, Sarah
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.3097

Abstract

Abstract: The purpose of Islamic economic instruments (zakat, infaq, sadaqah) is not achieved, because the poverty rate tends to increase. Poverty alleviation through sharia instruments will not succeed if it is done in a consumptive manner. Zakat must begin to be seen as an important instrument in the Islamic economy that is managed productively and sustainably. This article aims to analyze the utilization of zakat for productive businesses at Amil Zakat Institution Ummul Quro Jombang Regency, namely with the Mandiri Livestock Center program. This article is a field research whose data is managed qualitatively. Data were obtained through interviews, observations, and documentation on the Sentra Ternak Mandiri program run by Lembaga Amil Zakat Ummul Quro Jombang. Through descriptive analysis, this study found that zakat management in this institution succeeded in managing zakat funds by ensuring an increase in mustahik income through independent livestock business productivity. The success of zakat utilization is thanks to mentoring, counseling and evaluation of zakat fund management. The management of the Independent Livestock Center is in accordance with the objectives of zakat in the philosophy of Islamic law and the Minister of Religious Affairs Regulation Number 52 of 2014. This article argues that poverty alleviation through Islamic economic instruments will not succeed if the management only stops at distribution. Furthermore, to increase the role of Islamic economy in alleviating poverty, amil zakat needs to be more creative in creating productive zakat management assistance programs.The implication of this article shows that assistance, supervision, and evaluation of the productivity of zakat management need to be carried out by national and private amil zakat.Abstrak: Tujuan instrumen ekonomi Islam (zakat, infak, sedekah) tidak tercapai, karena tingkat kemiskinan cenderung bertambah. Pengentasan kemiskinan melalui instrumen syariah tidak akan berhasil jika dilakukan dengan cara konsumtif. Zakat harus mulai dipandang sebagai instrumen penting dalam ekonomi Islam yang dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendayagunaan zakat untuk usaha produktif di Lembaga Amil Zakat Ummul Quro Kabupaten Jombang yaitu dengan program Sentra Ternak Mandiri. Artikel ini merupakan penelitian lapangan yang datanya dikelola secara kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada program Sentra Ternak Mandiri yang dijalankan oleh Lembaga Amil Zakat Ummul Quro Jombang. Melalui analisis deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan zakat pada lembaga ini berhasil mengelola dana zakat dengan memastikan peningkatan pendapatan mustahik melalui produktifitas usaha ternak mandiri. Keberhasilan pendayagunaan zakat ini berkat pendampingan, penyuluhan hingga evaluasi pengelolaan dana zakat. Pengelolaan Sentra Ternak Mandiri sesuai dengan tujuan zakat dalam filsafat hukum Islam maupun Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014. Artikel ini berargumen bahwa pengentasan kemiskinan melalui instrumen ekonomi Islam tidak akan berhasil jika pengelolaannya hanya berhenti pada distribusi. Lebih jauh, untuk meningkatkan peran ekonomi Islam dalam mengentaskan kemiskinan, amil zakat perlu lebih kreatif membat program pendampingan pengelolaan zakat secara produktif. Implikasi artikel ini menunjukkan bahwa pendampingan, penyulhan, dan evaluasi produktifitas pengelolaan zakat perlu dilakukan oleh amil zakat nasional maupun swasta.
One-Price Marketing Trend: Balancing Business Strategy and Legal Challenges in the Practice of Toko Serba 35.000 Andani, Widia Ayu; Susilawati, Cucu
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.3096

Abstract

Abstract: Toko Serba 35.000, renowned for its one-pricing at Rp. 35,000, has emerged as a compelling alternative for consumers seeking affordability. However, its widespread popularity has introduced ambiguity regarding the true market value of its products. This study delves into the implementation and legal implications of the one-price marketing strategy at Toko Serba 35.000, focusing on Islamic economic law and positive law. Employing a qualitative descriptive approach, the research involved observations and interviews conducted at Toko Serba 35.000 in Rengasdengklok Subdistrict, Karawang. Findings indicate that the pricing strategy is rooted in capital, profit, and market competition considerations, with a standardized price of Rp. 35,000. Sharia economic law analysis reveals a potential violation of pricing integrity or 'tadlis' and speculative uncertainty or 'gharar' due to the actual prices differing from promotional claims. Meanwhile, statutory regulations such as Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection and Trade Minister Regulation Number 35/M-DAG/PER/7/2013 mandate clear pricing, a requirement not met by this strategy. Despite this, the micro-enterprise status of Toko Serba 35.000 exempts it from certain regulations. Consequently, while compliant with formal regulations, Toko Serba 35.000 introduces inconsistencies with principles of Sharia economic law.Abstrak: Toko Serba 35.000, dengan harga seragam Rp. 35.000, telah menjadi alterbatif yang menarik bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan. Namun, popularitasnya menciptakan ketidakjelasan nilai pasar suatu produk. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan dan implikasi hukum strategi pemasaran satu harga di Toko Serba 35.000, dengan fokus pada hukum ekonomi syariah dan hukum positif. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara di Toko Serba 35.000, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Hasilnya mengindikasikan bahwa strategi ini didasarkan pada modal, keuntungan, dan persaingan, dengan harga terendah Rp. 35.000. Analisis hukum ekonomi syariah menunjukkan pelanggaran penetapan harga atau tadlis, dan memiliki potensi gharar karena harga sebenarnya tidak sesuai dengan promosi. Sementara Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35/M-DAG/PER/7/2013 mengamanatkan pencantuman harga yang jelas, yang tidak terpenuhi oleh strategi ini. Meski demikian, toko ini tidak melanggar regulasi karena statusnya sebagai usaha mikro. Implikasinya, meskipun sesuai dengan peraturan formal, Toko Serba 35.000 menimbulkan ketidaksesuaian dengan prinsip hukum ekonomi syariah
Progressiveness of LAZISMU Jombang: Utilization-Accountability of Sadaqah Maslahah Funds Ramadhanti, Nadzifah Amilia; Choiri, Muttaqin
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.3093

Abstract

Abstract: Zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) influence the people's economy because they have a strategic role in alleviating poverty. Several cases of misappropriation of zakat funds some time ago caused a lack of public trust in an amil zakat institution. So, the utilization and accountability of funds in an accountable and transparent manner, especially infaq and sadaqah, which are flexible, is essential. This writing aims to determine the utilization and accountability of funds in the maslahah alms program at the Muhammadiyah Amil Zakat Institution (LAZISMU) Jombang Regency according to Government Regulation 14 of 2014. This writing method uses field research, descriptive in nature, with a normative juridical approach. Data collection used is observation, interview, and documentation. Data analysis is inductive, which involves analyzing data based on the data obtained and then developing a specific relationship pattern. The result of this writing is that the application of PP 14 of 2014 in LAZISMU Jombang is in accordance with utilizing alms funds for maslahah needs which are in the form of necessities and utilization for employee loans used for employee maintenance or urgent employee needs whose purpose is for benefit. In addition, accountability has also been implemented with a report made every six months.Abstrak: Zakat, infak dan sedekah (ZIS) memiliki pengaruh terhadap perekonomian umat karena memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Adanya beberapa kasus penyelewengan dana zakat beberapa waktu lalu menyebabkan kurangnya kepercayaan masyarakat pada suatu lembaga amil zakat. Sehingga pemanfaatan dan pertanggungjawaban dana secara akuntabel dan transparan terutama infak dan sedekah yang sifatnya fleksibel sangat diperlukan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pertanggungjawaban dana pada program sedekah maslahah pada Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Jombang menurut Peraturan Pemerintah 14 Tahun 2014. Metode penulisan ini menggunakan penulisan lapangan atau field research, bersifat deskriptif, dengan pendekatan yuridis normatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang bersifat induktif dengan menganalisis berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya dikembangan dengan pola hubungan tertentu. Hasil penulisan ini yaitu penerapan PP 14 tahun 2014 di LAZISMU Jombang sudah sesuai dengan memanfaatkan dana sedekah untuk kebutuhan maslahah dimana berupa sembako dan pemanfaatan untuk pinjaman karyawan yang digunakan untuk maintanance karyawan atau kebutuhan mendesak karyawan yang tujuannya untuk kemaslahahan. Selain itu, mengenai pertanggunjawaban juga sudah diterapkan dengan adanya laporan yang dibuat selama enam bulan sekali.
Commodity Hoarding (Ihtikar) in Surah Al-Hashr: Exploring Historical Roots and Reassessing Interpretative Perspectives Saifullah, Ulinnuha
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Az Zarqa'
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/azzarqa.v15i1.2977

Abstract

Abstract: Cases of hoarding of goods still often occur even though legal instruments that prohibit hoarding have existed for a long time. Thus, efforts to prevent hoarding are not enough with legal instruments alone. Joint efforts are needed to mitigate hoarding. In this case, educating Muslims, as adherents of the majority religion in Indonesia, regarding Islamic views on the practice of hoarding needs to be presented. This paper aims to examine Islamic law regarding hoarding through the perspective of the Koran. The focus of the Qur'anic verses studied is Al-Hashr verse 7. The research method used is literature research with language, ushul fiqh, and historical approaches. The results of the study show that Islam Prohibits the act of hoarding goods needed by society because this action is contrary to the principle of economic equity. The principle of economic equity is the universal value of Surah Al-Hasyr verse 7. Hoarding which is prohibited by Islam is hoarding which is done by withholding the distribution of goods that are needed by the community, so that the price rises, to then be resold when the price has increased.Abstraks: Kasus penimbunan barang masih sering terjadi padahal instrumen hukum yang melarang penimbunan telah ada sejak lama. Dengan demikian, upaya mencegah penimbunan tidak cukup hanya dengan instrumen hukum. Perlu upaya bersama untuk memitigasi terjadinya penimbunan. Dalam hal ini edukasi umat Islam, sebagai pemeluk agama mayoritas di Indonesia, mengenai pandangan Islam terhadap praktik penimbunan perlu dihadirkan. Makalah ini bertujuan meneliti hukum Islam tentang penimbunan melalui perspektif Al-Qur’an. Fokus Ayat Al-Qur’an yang diteliti adalah surat Al-Hasyr ayat 7. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan bahasa, ushul fikih dan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan menimbun barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dilarang oleh Islam, karena tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip pemerataan ekonomi. Prinsip pemerataan ekonomi adalah nilai universal dari surat Al-Hasyr ayat 7. Tindakan penimbunan yang dilarang oleh Islam adalah penimbunan yang dilakukan dengan menahan distribusi barang yang dibutuhkan masyarakat, supaya harganya naik, untuk kemudian dijual kembali saat harganya telah naik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7