cover
Contact Name
Hariyanto
Contact Email
hariyantogracia@gmail.com
Phone
+628121024884
Journal Mail Official
davarjurnalteologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ratu Menten, Komplek Grogol Permai Blok C 41, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Davar: Jurnal Teologi
ISSN : 27229041     EISSN : 2722905X     DOI : https://doi.org/10.55807/davar
Davar: Jurnal Teologi adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun. Menerima naskah dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, dan Praktisi yang sesuai dengan lingkup jurnal ini. Focus dan Scope Davar: Jurnal Teologi adalah Teologi Biblikal Teologi Sistematika Studi Pastoral dan Konseling Kristen Filsafat Kristen Apologetika Pendidikan Kristen (Gereja, Keluarga, dan Sekolah) Manajemen Gereja Kepemimpinan Kristen Sosiologi Agama Misiologi dan Penginjilan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): Desember" : 6 Documents clear
Bimbingan Pranikah Dalam Pemahaman Anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Karo Utara Rimon Jonas Simanjuntak; Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia; Supendi Supendi
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.766 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i2.39

Abstract

The purpose of this research is to get the extent of the congregation's understanding of premarital guidance correctly. In this study, the authors used a qualitative research method, namely, a questionnaire to the Seventh-day Adventist Church in North Karo district with a sample of 150 randomly selected people.The study results indicate that, in general, respondents understand premarital guidance. However, on the other hand, they argue that premarital guidance is a requirement for marriage. They often attend a premarital counseling series when they havedetermined the date of their marriage. The expected implication of this research is that the congregation can properly understand the purpose of premarital guidance so that they come not to get married but to understand marriage. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sejauh mana pemahaman jemaat terhadap bimbingan pranikah dengan benar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan menggunakan angket kuesioner kepada jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Distrik Karo Utara dengan sampel 150 orang yang ditentukan secara acak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya responden memahami dan mengerti apa itu bimbingan pranikah. Namun disatu sisi mereka berpendapat bahwa bimbingan pranikah itu adalah sebuah syarat untuk menikah sehingga membuat mereka sering datang untuk mengikuti seri bimbingan pranikah ketika sudah menentukan tanggal pernikahannya. Implikasi yang diharapkan dari penelitian ini jemaat dapat mengerti dan memahami dengan baik dan benar akan tujuan dari bimbingan pranikah sehingga mereka datang bukan untuk mendapat syarat menikah melainkan mendapat pemahaman tentang sebuah pernikahan.
Dari Dogmatika Menuju ke studi Agama dan Masyarakat: Menelusuri pemikiran Andreas A. Yewangoe Arthur Aritonang
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.152 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i2.26

Abstract

Paper ini akan menelusuri mengenai latarbelakang keahlian Andreas A. Yewangoe dalam bidang studi dogmatika. Dalam berjalannya waktu Yewangoe lebih menujukan keahliannya dalam studi agama dan masyarakat. Umumnya ruang lingkup bahasan studi dogmatika hanya membahas mengenai doktrin dan gereja, namun hal ini berbeda dengan Andreas A. Yewangoe sebagai seorang dogmatikus justru dalam banyak karya tulisnya lebih banyak menulis seputar studi agama dan masyarakat. Meskipun ada juga karya tulis Yewangoe yang membahas mengenai studi dogmatika namun tidak sebanyak dengan studi agama dan masyarakat. Oleh karena itu untuk menelusurinya penulis akan menggunakan pendekatan metodologi kepustakaan dan juga melakukan wawancara dengan sumber yang akan diteliti pemikirannya yakni Andreas A. Yewangoe beserta Barnabas Ludji sebagai mantan mahasiswa Yewangoe. Sehingga paper ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Temuan dari penelitan ini ialah bahwa studi dogmatika ketika Yewangoe di Belanda memiliki cakupan yang luas pembahasannya termasuk bidang agama dan masyarakat. Disamping itu juga dipengaruhi oleh latarbelakang sosial, politik ekonomi Yewangoe ketika berada di Sumba Nusa Tenggara Barat dan juga kiprah Yewangoe dalam gerakan oikoumene maupun dipemerintahan di Indonesia. 
Pendekatan Penginjilan Melalui Budaya Wor Gei Terhadap Masyarakat Desa Mataru Selatan Yabes Doma; Filmon Gusti Tansi
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.107 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i2.34

Abstract

Bagian penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendetakan kontekstual terhadap budaya Wor Gei yang terdapat di Desa Mataru Selatan guna menjangkau orang-orang yang masih belum mengenal akan Yesus Kristus secara peribadi. Budaya dalam kegiatan Wor Gei  sebenarnya kalau ditempat lain sama dengan kegiatan bakar batu bata yang akan di jadikan bahan untuk membangun.  Meskipun demikian dengan adanya budaya Wor gei dapat menjadi sarana untuk melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat untuk memberitakan Injil, terlebih dalam kegiatan Wor gei tidak hanya sekedar bakar batu saja ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dan disitulah menjadi suatu kesempatan untuk memberitakan Injil kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut. Budaya Wor Gei merupakan suatu kebiasaan masyarakat di Desa Mataru Selatan secara turun temurun, dengan adanya budaya bakar batu bata masyarakat bisa berkumpul, bergotong-royong dan dapat berbagi pengalaman hidup. Dengan adanya budaya Wor Gei dapat dijadikan sarana atau fasilitas dalam melakukan pendekatan secara persuasif atau bisa dalam bentuk kelompok-kelompok kecil. Pendekatan terhadap budaya Wor Gei di Desa Mataru Selatan merupakan cara yang efektif untuk melakukan penjangkauan terhadap masyarakat yang belum percaya kepada Kristus secara pribadi.
Konsekuensi Menolak Ineransi Alkitab Fajar Kurnia Harefa
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.659 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i2.31

Abstract

The inerrancy of the Bible relates to the Bible as the Word of God which is free from error in its entirety. The Bible is a life guide for Christians that is useful for teaching, rebuking, correcting behavior and educating people in the truth (2 Tim. 3:16). All his writings were inspired by God to humans (2 Tim. 3:15). However, in the postmodern era, doubts about the innocence of the Bible have resurfaced and been questioned, one of which is about the resurrection of the saints which is considered not to have actually happened (Matt. 27:51-53). Therefore, the focus of this research is to explain what are the theological consequences of rejecting the inerrancy of the Bible and formulate the problem in a question, if the Bible contains errors, then what are the theological consequences? To examine this, this research uses a qualitative method in the realm of systematic theology. The aim is to produce a new study on the consequences of rejecting the inerrancy of the Bible that can provide theoretical benefits, not only as a contribution to research in the field of systematic theology, especially at the Jakarta Sangkakala Theology College, but also to all readers. The results of the research on the consequences of rejecting the inerrancy of the Bible are that first the Bible is not the Word of God because it contains errors, the Bible cannot be believed and the Bible cannot lead to Salvation through Jesus Christ. AbstrakIneransi Alkitab berkaitan dengan Alkitab sebagai Firman Allah yang tidak mengandung kesalahan dalam keseluruhan isinya. Alkitab tersebut merupakan pedoman hidup bagi orang Kristen yang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3:16). Adapun segala tulisannya diilhamkan Allah kepada manusia (2 Tim. 3:15). Akan tetapi, di era postmodern, keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab mencuat kembali dan dipertanyakan, dimana salah satunya adalah mengenai kebangkitan orang-orang kudus yang dianggap tidak benar-benar terjadi (Mat. 27:51-53). Karena itu, fokus penelitian ini adalah menjelaskan apa saja konsekuensi teologis menolak ineransi Alkitab dan merumuskan masalahnya pada sebuah pertanyaan, jika Alkitab mengandung kesalahan, lalu apa konsekuensi teologisnya? Untuk meneliti hal tersebut penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dalam ranah teologi sistematika. Tujuannya yaitu menghasilkan sebuah kajian baru terhadap konsekuensi menolak Ineransi Alkitab yang dapat memberikan manfaat teoritis, tidak hanya sebagai kontribusi dalam penelitian bidang teologi sistematika, khususnya di Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta, namun juga kepada seluruh pembaca. Adapun hasil dari penelitian konsekuensi menolak ineransi Alkitab adalah yang pertama Alkitab bukanlah Firman Allah karena mengandung kesalahan, Alkitab tidak dapat di Imani dan Alkitab tidak dapat menuntun kepada Keselamatan melalui Yesus Kristus.
Allah Pribadi: Suatu Studi Mengenai Keakraban Allah dengan Umat Ciptaan-Nya Telly Tumarar; Yosua Feliciano Camerling
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.58 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i2.13

Abstract

The purpose of this study is to show that God as a person desires a close relationship with His created people. The writing method in this study uses a qualitative approach. Then the writing technique used in this research is literature study so that it can show the desire of God's heart for intimacy with Him. The results of this study show that in Christianity, God gives and provides access for Himself through Jesus Christ – so that everyone can believe freely in His coming. God wants His people to enjoy Himself and God is looking for people who want to have a close relationship with Him through the life of Jesus in them. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa Allah sebagai pribadi menginginkan sebuah hubungan yang akrab dengan umat ciptaan-Nya. Adapun metode penulisan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian teknik penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan sehingga dapat menunjukkan inti dari keinginan hati Allah untuk sebuah keakraban bersama-Nya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kekristenan, Allah memberikan dan menyediakan akses bagi diri-Nya melalui Yesus Kristus – sehingga setiap orang percaya bisa dengan bebas datang kepada-Nya. Allah ingin umat-Nya dapat menikmati diri-Nya dan Allah mencari orang-orang yang ingin memiliki hubungan akrab dengan-Nya melalui kehidupan Yesus yang ada di dalam mereka.
Penyelamatan Allah Atas Israel Dalam Keluaran 14 dan Implikasinya Pada Masa Kini Giechard Pelamonia
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.516 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i2.14

Abstract

Seeing Israel from the historical perspective of civilization, of course, has a very expensive historical value. Event after event occurred alternately from generation to generation, rise and disappearance became an important note that was so strongly attached to coloring the long journey to find the true meaning and purpose of God for them. The Old Testament records so much heroic and phenomenal stories that reading them creates a striking impression of both the events and the characters in them. The story of the creation of the earth and everything in it, the story of man falling into sin, Abraham the father of the believers, Jacob and his children who became the forerunners of the twelve tribes of Israel, and the kings who ruled the kingdom of Israel with all their achievements and their downfall are all recorded. will not be easily forgotten by the Jews of the past even today. Melihat Israel dari sisi sejarah peradaban tentunya memiliki nilai historis yang sangat mahal. Peristiwa demi peristiwa terjadi silih berganti dari generasi ke generasi yang tumbuh dan menghilang menjadi catatan penting yang begitu kuat melekat mewarnai perjalanan panjang untuk menemukan makna dan tujuan sesungguhnya dari Tuhan atas mereka. Perjanjian Lama banyak mencatat mengenai kisah-kisah heroik dan fenomenal sehingga saat membacanya menimbulkan kesan memukau mengenai peristiwa maupun tokoh yang ada di dalamnya. Kisah mengenai penciptaan bumi dan segala isinya, kisah manusia jatuh dalam dosa, Abraham sang Bapa orang beriman, Yakub dan anak-anaknya yang menjadi cikal bakal dua belas suku Israel, serta raja-raja yang memimpin kerajaan Israel dengan segala prestasi maupun kejatuhannya menjadi catatan yang tidak akan mudah dilupakan oleh orang-orang Yahudi di masa lampau bahkan sampai hari ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6