cover
Contact Name
Yusak Noven Susanto
Contact Email
yusaknoven7@gmail.com
Phone
+6282244739479
Journal Mail Official
yusaknoven7@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka, No. 48, Kec. Gebang, Kel. Patrang, Kab. Jember Kode Pos: 68117
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
ALUCIO DEI
ISSN : -     EISSN : 27162931     DOI : https://doi.org/10.55962/aluciodei.v6i1.53
Core Subject : Religion,
ALUCIO DEI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani dengan nomor ISSN 2716-2931 (online) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal Jember. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam bidang ilmu Teologi Kristen. ALUCIO DEI menerima artikel disiplin ilmu Teologi Kristen. Artikel yang dikirimkan haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. ALUCIO DEI terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Januari dan Juni
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
SERVANT LEADERSHIP : KAJIAN EKSEGESIS YOHANES 13:1–17 BAGI TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KRISTEN Sanjay Mendra Jubil Kampus Nadeak
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.339

Abstract

Krisis kepemimpinan Kristen kontemporer menunjukkan pergeseran dari nilai pelayanan menuju orientasi kekuasaan dan status. Kondisi ini menandakan adanya deviasi dari teladan kepemimpinan Yesus yang berakar pada kerendahan hati dan pengabdian. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi teologis yang berbasis teks Alkitab melalui pendekatan eksegesis yang mendalam dan bertanggung jawab. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan eksegesis yang bertujuan untuk menganalisis pola kepemimpinan Yesus dalam Yohanes 13:1–17 dan merumuskan implikasinya bagi transformasi pemimpin Kristen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis eksegesis teks Yohanes 13:1–17 dalam konteks historis dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis eksegesis Yohanes 13:1–17 menegaskan bahwa tindakan pembasuhan kaki merepresentasikan kepemimpinan Yesus yang berakar pada kasih, kerendahan hati, dan pelayanan dalam konteks historis-teologis yang kuat. Rekonstruksi pola servant leadership menunjukkan paradigma kepemimpinan yang bersifat kontra-budaya dan mengintegrasikan otoritas dengan pengabdian, sekaligus mengkritik praktik kepemimpinan Kristen kontemporer yang cenderung hierarkis dan elitis. Implikasi transformasionalnya menegaskan bahwa pemimpin Kristen dipanggil untuk mengadopsi model kepemimpinan Kristus yang melayani sebagai dasar pembaruan karakter, praksis, dan spiritualitas kepemimpinan.
KAJIAN TEOLOGIS DI TENGAH DISRUPSI TEKNOLOGI: RESPON GEREJA TERHADAP KECERDASAN BUATAN Martinus Loghe Bondi
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.341

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di era disrupsi teknologi membawa transformasi signifikan dalam kehidupan manusia, termasuk pola berpikir, relasi sosial, dan praktik keagamaan. Kajian ini bertujuan menelaah respons gereja terhadap AI dari perspektif teologis, etis, dan eklesiologis, serta merumuskan prinsip penggunaan teknologi yang selaras dengan iman Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode kajian kepustakaan, mengintegrasikan teologi normatif, etika Kristen, dan konteks digital Society 5.0. Data diperoleh dari Alkitab, literatur teologi, etika, teologi digital, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI merupakan manifestasi kreativitas manusia sebagai imago Dei, namun tetap berada dalam konteks keberdosaan manusia (hamartiologi). AI memiliki potensi ganda: dapat menjadi sarana untuk memuliakan Allah, mendukung pelayanan, pendidikan iman, dan penginjilan, tetapi juga berisiko disalahgunakan, menurunkan kedalaman spiritual, dan mengurangi keaslian persekutuan jemaat. Perspektif kristologis menegaskan martabat manusia tidak tergantikan oleh mesin karena relasi dengan Allah, sedangkan perspektif eklesiologis menuntut gereja beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan esensi teologisnya. Perspektif eskatologis mengingatkan bahwa harapan tidak terletak pada teknologi, melainkan pada karya keselamatan Allah.
KRISIS IDENTITAS PEMUDA KRISTEN DI ERA POSTMODERN: ANALISIS TERHADAP FRAGMENTASI WAWASAN DUNIA Harvenza Widi Murmanma
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.344

Abstract

Pasca modernisme, yang ditandai oleh relativisme nilai, penolakan terhadap landasan absolut, gaya hidup konsumeris, dominasi media digital, dan identitas diri yang tidak stabil, menghadirkan tantangan nyata bagi perkembangan iman yang kokoh di kalangan generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemuda Kristen mengalami krisis identitas di era postmodern serta merumuskan pendekatan yang relevan dalam membangun kembali identitas iman yang utuhdalam nilai alkitabiah. menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa fragmentasi wawasan dunia terjadi ketika pemuda Kristen memisahkan kehidupan iman mereka dari kehidupan sehari-hari. Situasi ini menyebabkan kekacauan moral, ketidakkonsistenan dalam kehidupan rohani, lemahnya kemampuan berpikir teologis, serta hilangnya makna hidup. Artikel ini menegaskan bahwa pemulihan identitas Kristen yang sejati hanya dapat terwujud melalui rekonstruksi komprehensif atas wawasan dunia seseorang, yang berlandaskan pada narasi Alkitab
TRANSFORMASI MUSIK IBADAH KONTEMPORER DI ERA DIGITAL: STUDI TENTANG GENERASI Z DALAM PRAKTEK GEREJA Yunatan Krisno Utomo
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi musik ibadah kontemporer di era digital serta implikasinya terhadap relasi antara pengalaman estetis dan pengalaman spiritual Generasi Z dalam praktik gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi literatur dan observasi praktik ibadah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memperkuat dimensi estetis musik ibadah melalui peningkatan kualitas audiovisual, akses personal, dan pengalaman worship yang lebih visual serta emosional. Namun, dominasi estetika berpotensi menggeser musik ibadah dari praktik liturgis komunal menuju konsumsi spiritual individual yang tidak selalu menghasilkan pembentukan iman. Studi ini menegaskan bahwa pengalaman estetis tidak secara otomatis menghasilkan kedalaman spiritual, tetapi memerlukan integrasi dengan liturgi partisipatif, refleksi teologis, dan formasi iman. Dengan menggunakan perspektif estetika liturgis Don Saliers dan desire formation James’s K. A. Smith, penelitian ini menyimpulkan bahwa musik ibadah digital perlu diarahkan bukan hanya sebagai pengalaman artistik, tetapi sebagai medium estetis-spiritual yang membentuk orientasi iman Generasi Z secara berkelanjutan.
MENYELAMI MAKNA DOA BERDASARKAN YAKOBUS 5:12-20 Yokhebed Wiratna
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.375

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak orang percaya masa kini mengalami kesulitan dalam membangun kehidupan doa. Doa sering kali dipahami secara sempit sebagai sarana meminta sesuatu, padahal dalam Alkitab, khususnya Yakobus 5:12-20, doa memiliki makna yang jauh lebih dalam dan transformatif. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis teks secara eksposisi, tujuannya untuk menggali makna doa dalam Yakobus 5:12-20 kemudian dapat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam perkembangan spiritual yang lebih berdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa menurut Yakobus 5:12-20 mencakup kejujuran, doa dalam segala situasi, pengakuan dosa yang membawa pemulihan rohani dan fisik, iman yang teguh, dan kepedulian terhadap sesama. Pada akhirnya, perlu kesadaran orang percaya untuk mempraktikkan doa secara holistik, sehingga doa tidak hanya menjadi aktivitas spiritual, tetapi juga sarana pemulihan, penguatan iman, dan wujud kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, doa menurut Yakobus 5:12–20 dapat menjadi fondasi bagi kehidupan rohani yang berdampak nyata dalam komunitas Kristen.