cover
Contact Name
Yusak Noven Susanto
Contact Email
yusaknoven7@gmail.com
Phone
+6282244739479
Journal Mail Official
yusaknoven7@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka, No. 48, Kec. Gebang, Kel. Patrang, Kab. Jember Kode Pos: 68117
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
ALUCIO DEI
ISSN : -     EISSN : 27162931     DOI : https://doi.org/10.55962/aluciodei.v6i1.53
Core Subject : Religion,
ALUCIO DEI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani dengan nomor ISSN 2716-2931 (online) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal Jember. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam bidang ilmu Teologi Kristen. ALUCIO DEI menerima artikel disiplin ilmu Teologi Kristen. Artikel yang dikirimkan haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. ALUCIO DEI terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Januari dan Juni
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
PERAN PEMUDA DAN IBADAH VARIATIF: IMPLIKASI UNTUK PRAKTIK PENGGEMBALAAN KONTEMPORER Andono, Yahya; Kristenson, Rasfil
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana peran pemuda dan ibadah alternatif dalam penggembalaan kontemporer. Ibadah alternatif mengacu pada jenis-jenis ibadah yang berbeda dari praktik tradisional, biasanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan sosial komunitas modern. Istilah ini dapat mencakup berbagai bentuk ibadah yang mengintegrasikan budaya populer dan inovasi dalam ekspresi, seperti musik, bahasa, dan teknologi. Ibadah alternatif seringkali tidak memiliki panggung atau pemimpin yang jelas, dan mereka mungkin sama sekali tidak melibatkan nyanyian atau presentasi bergaya ceramah. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dalam artikel ini. Mereka juga menggunakan pendekatan kajian literatur atau studi pustaka yang relevan dengan topik yang dibahas. Penelitian sebelumnya juga digunakan untuk menunjukkan perkembangan penelitian dengan tema serupa serta ide-ide baru yang dibahas. Oleh karena itu, penulis menemukan cara untuk menyelaraskan pelayanan dalam liturgi ibadah yang ditetapkan dalam satu aras gerej. Penggembalaan kontemporer ini hadir untuk mengembangkan bentuk liturgi yaitu ibadah alternatif khusus bagi para pemuda.
PENERAPAN NILAI-NILAI INJIL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEDISIPLINAN REMAJA DI SEKOLAH KRISTEN Simanjuntak, Josua Marsorin
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Injil dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan remaja di sekolah Kristen. Nilai-nilai Injil seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, ketaatan, dan penguasaan diri dipahami sebagai landasan utama dalam pengembangan sikap dan perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mengamati penerapan nilai-nilai Injil dalam kegiatan pembelajaran, ibadah harian, serta keteladanan guru dan lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Injil dalam berbagai aspek kehidupan sekolah secara signifikan berkontribusi dalam membentuk karakter positif dan meningkatkan kedisiplinan remaja. Nilai-nilai tersebut diterapkan secara praktis melalui aktivitas sehari-hari yang mengedepankan nilai-nilai moral dan spiritual. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai Injil terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter dan kedisiplinan remaja Kristen.
MENGGALI AJARAN KITAB ULANGAN TENTANG HUKUM DAN KASIH TUHAN Sarumaha, Angelina; Zendrato, Kasihani; Bambangan, Malik
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.196

Abstract

Artikel ini mengkaji korelasi hukum dan kasih Tuhan dalam kitab Ulangan melalui pendekatan hermeneutik dan teologi biblika. Analisis terhadap Ulangan 6:4-9, 7:7-9, dan 30:15-20 menunjukkan bahwa perintah Allah bukanlah memuat legalistik, melainkan ekspresi kasih-Nya yang dinamis. Kitab ini menguraikan aturan sebagai anugerah yang menegaskan identitas Israel sebagai umat perjanjian. Pemilihan mereka didasari oleh kesetiaan Ilahi, tanpa mempertimbangkan kualitas atau jumlah. Ketaatan merupakan respons terhadap Allah yang terlebih dahulu mengasihi, sebagaimana tercermin dalam ajaran Shema. Temuan penelitian menggambarkan keseimbangan antara belas kasih dan keadilan Pencipta, dengan ketetapan-Nya bertujuan untuk kesejahteraan umat. Relevansi kitab kontemporer Ulangan terletak pada pemahaman bahwa peraturan adalah panduan yang memerdekakan untuk hidup benar dengan Tuhan dan sesama, serta memaknai penderitaan sebagai proses pendidikan yang didasari cinta kasih.
DAMPAK KEKELIRUAN MEMAHAMI KONTEKS MATIUS 10:16 TERHADAP SINKRITISME IMAN KRISTEN DI SEKITAR SUKU BATAK Sagala, Kordin
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.201

Abstract

Artikel ini mengurai seputar perihal pemahaman yang keliru terhadap konteks Alkitab yang mengakibatkan tindakan yang salah bagi orang Kristen. Secara khusus penelitian difokuskan terhadap Matius 10:16 dalam konteks Yesus mengajar murid-murid mengenai strategi dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil di tengah-tengah setiap kondisi yang bisa membahayakan. Dalam lingkungan suku Batak ada yang memahami Matius 16:10 dengan keliru, ajaran cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dipergunakan untuk membenarkan pergi ke dukun atau paranormal ketika menghadapi pergumulan hidup. Hal itu dipandang sebagai cara kecerdikan yang dibangun atas dasar ketulusan. Oleh karena itu, konteks Matius 10:16 dijelaskan dalam penelitian ini supaya orang Kristen jangan sampai terperangkap pada pemahaman yang salah. Metode kuantitatif dijadikan sebagai dasar penelitian ini dengan melakukan hermeneutik-deskriptif terhadap ayat Alkitab yang dibahas. Sumber-sumber literatur yang relevan dipadukan menjadi satu kesatuan berdasarkan topik yang akan dijelaskan, sehingga menggambarkan secara utuh bagaimana dampak pemahaman yang keliru terhadap konteks Kitab Suci yang bisa melahirkan kekristenan yang bersifat sinkritisme.
SINERGI GERAKAN PENTAKOSTA KETIGA DAN PEMULIHAN PONDOK DAUD DALAM PENYELESAIAN AMANAT AGUNG DI ERA DIGITAL Nitiatmadja, Yosia; Nugroho, Andreas; Timadius, Hendrik
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.203

Abstract

Bagian “puzzle” yang belum terpenuhi selama lebih dari 2000 tahun mengenai Eskatologi saat ini sudah mulai terkuak , penantian orang percaya dan gereja Tuhan akan kedatangan Tuhan untuk yang kedua kali untuk menjemput para mempelainya sudah didepan mata karena satu tanda yang terakhir sebelum kedatangan Tuhan yaitu perihal Injil diberitakan keseluruh bumi (Penyelesaian Amanat Agung) sudah akan segera terselesaikan dengan adanya Sinergi Gerakan Pentakosta Ketiga dan Pemulihan Pondok Daud Di Era Digital ini, Dengan Metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan studi literatur dan deskriptif teologis yang digunakan oleh peneliti untuk menyelidiki, mengeksplorasi data konseptual atau teoritis secara mendalam melalui berbagai sumber pustaka, seperti buku, artikel jurnal, dokumen resmi, dan laporan penelitian. Dalam tulisan ini akan semakin terlihat seberapa dekat lagi jika dari sisi waktunya yaitu sungguh amat singkat , jadi mari kita semua sebagai gereja Tuhan harus segera memastikan diri untuk terlibat dalam Penuaian Jiwa sekarang ini dan mempersiapkan diri hidup berjaga jaga menjadi seperti 5 gadis bijaksana sehingga siap menyongsong kedatangan Tuhan kali yang kedua. Amin.
KONSTRUKSI POLA HIDUP ORANG KRISTEN BERDASARKAN 1 PETRUS 4:7-11 DI ERA DIGITAL Telaumbanua, Agus Arda Setiawan; Arifianto, Yonatan Alex
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.217

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah secara drastis cara hidup manusia, termasuk dalam aspek spiritualitas orang percaya. Transformasi ini menuntut respons teologis yang kontekstual agar umat Kristen tetap hidup selaras dengan firman Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi pemahaman teologis mengenai cara hidup orang Kristen berdasarkan 1 Petrus 4:7-11 dalam konteks digital. Dengan pendekatan kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tiga prinsip utama yang digariskan oleh Petrus, yakni: hidup dalam penguasaan diri, hidup dalam kasih, dan hidup memuliakan Allah dengan karunia. Ketiga prinsip ini memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan etika dan spiritualitas di tengah disrupsi teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan diri menjadi dasar kehidupan doa dan kewaspadaan rohani di tengah distraksi digital; kasih menjadi nilai etis yang menuntun relasi digital umat; dan karunia digunakan secara bertanggung jawab untuk membangun tubuh Kristus melalui pelayanan digital yang bermakna. Dengan demikian, surat 1 Petrus memberikan kerangka teologis dan praktis bagi umat Kristen untuk hidup sebagai terang di tengah dunia digital yang kompleks.
PENDAMPINGAN KONSELING PASTORAL BAGI ISTRI YANG MENGALAMI KELELAHAN EMOSIONAL AKIBAT SUAMI PENGGUNA NARKOBA: SEBUAH STUDI DI PERSEKUTUAN DOA EL-SHADDAI BANDUNG Boimau, Charles Yermias; Rahayu, Lita
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.240

Abstract

Kehidupan istri yang mendampingi suami pecandu narkoba kerap kali dipenuhi dengan tekanan emosional, beban psikologis, serta pergumulan sosial dan rohani yang mendalam. Mereka hidup dalam ketidakpastian, konflik keluarga, serta stigma sosial, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan emosional (emotional burnout). Kelelahan ini berdampak pada hilangnya motivasi, ketidakmampuan mengelola emosi, hingga menjauh dari kehidupan rohani. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk menjadi tempat pemulihan yang nyata, salah satunya melalui layanan konseling pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk kelelahan emosional yang dialami para istri dari suami pengguna narkoba, faktor penyebabnya, serta dampak dari pendampingan konseling pastoral terhadap proses pemulihan mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di Persekutuan Doa Oikumene El-Shaddai Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap dua partisipan yang mendapatkan layanan konseling pastoral. Pendekatan konseling dilakukan secara holistik, menyentuh aspek psikologis, emosional, sosial, ekonomi, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima layanan konseling pastoral, partisipan mengalami kelelahan emosional yang berat, konflik dalam keluarga, isolasi sosial, serta penurunan kehidupan rohani. Namun setelah menerima pendampingan secara konsisten, partisipan menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengelola emosi, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, mengatur kondisi ekonomi rumah tangga dengan bijak, serta memulihkan hubungan dengan Tuhan.
EKSPLORASI TEOLOGIS PENYATAAN KHUSUS ALLAH DALAM PEMAHAMAN IDENTITAS DIRI SEBAGAI IMAGO DEI : Suatu Kajian Teologi Biblika tentang Relasi Allah dan Manusia sebagai Gambar-Nya Waruwu, Erlina; Artaida Tiarasi Gultom, Rogate
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.241

Abstract

Artikel ini mengkaji secara teologis penyataan khusus Allah dalam kaitannya dengan pemahaman identitas diri manusia sebagai Imago Dei. Pemahaman ini penting karena kesadaran bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah menjadi dasar bagi pembentukan identitas diri yang benar, sekaligus membuka jalan bagi pengakuan akan kebutuhan keselamatan. Seseorang yang memahami dirinya sebagai Imago Dei akan menyadari keterbatasan dan ketidakmampuannya dalam menjaga keserupaan dengan Allah akibat dosa, sehingga muncul kesadaran akan kebutuhan karya keselamatan dalam Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dari literatur berupa jurnal, artikel, ensiklopedia dan Alkitab sebagai sumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyataan khusus Allah, yang berpuncak dalam Yesus Kristus, memberikan dasar teologis yang kuat bagi manusia untuk memahami identitasnya dan kebutuhan akan keselamatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman diri sebagai Imago Dei bukan hanya membentuk martabat manusia, tetapi juga menjadi langkah awal dalam perjalanan menuju keselamatan yang sejati di dalam Kristus.
KONSEP PEMILIHAN ALLAH BAGI UMAT‐NYA DALAM SEJARAH DUNIA MENURUT PEMIKIRAN WOLFHART PANNENBERG: SUATU KAJIAN KRITIK DAN RELEVANSI : Analisis Teologis terhadap Dinamika Pemilihan Ilahi dalam Perspektif Sejarah Keselamatan dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini Banjarnahor, Delima; Artaida Tiarasi Gultom, Rogate
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.242

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pemilihan Allah bagi umat-Nya dalam sejarah dunia menurut pemikiran Wolfhart Pannenberg dengan fokus pada dimensi historis, eskatologis, dan komunitarian. Pemilihan Allah dipahami bukan sekadar status keselamatan individu, tetapi sebagai panggilan umat untuk berpartisipasi aktif dalam misi Allah di dunia dan pewahyuan diri-Nya melalui sejarah menuju penggenapan eskatologis di dalam Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang mengumpulkan data dari Alkitab, karya-karya Pannenberg, serta literatur teologi relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pannenberg menekankan pemilihan Allah bersifat historis, komunitarian, dan misioner, berbeda dengan teologi pilihan tradisional yang cenderung individualistik. Implikasi teologi pemilihan Pannenberg bagi gereja Indonesia mencakup pemahaman panggilan Allah dalam konteks sosial, pluralitas agama, dan dinamika kehidupan modern, mendorong gereja untuk menjadi agen misi Allah yang aktif, relevan, dan kontekstual. Artikel ini menghadirkan perspektif baru yang memperkaya dialog teologi pilihan di Indonesia dengan menekankan partisipasi komunitas dalam sejarah keselamatan Allah.
HAKIKAT ILAHI: KAJIAN FILOSOFIS TENTANG KESATUAN DAN ATRIBUT ALLAH: - Sipahutar, Melina Agustina; Artaida Tiarasi Gultom, Rogate
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.245

Abstract

Artikel ini membahas kesatuan dan atribut hakikat Ilahi dalam perspektif teologi filosofis. Pemahaman tradisional tentang kesatuan Allah dikaji terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan sifat-sifat Ilahi (atribut) sebagai cara manusia mengenal dan merespons Allah. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur terhadap sumber-sumber klasik dan modern dalam teologi dan filsafat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesatuan hakikat Ilahi bukan sekadar kesatuan numerik, melainkan kesatuan metafisis yang mengintegrasikan keberagaman atribut Ilahi dalam satu Keberadaan Ilahi yang tunggal dan sederhana. Melalui doktrin kesederhanaan Ilahi (divine simplicity), semua atribut Allah diidentifikasikan dengan esensi-Nya, menjaga keseimbangan antara transendensi dan keimanan Allah. Kesimpulannya, pemahaman filosofis tentang kesatuan dan atribut Allah memperkaya refleksi teologis serta membantu membangun konsepsi yang koheren tentang kesempurnaan Allah.