cover
Contact Name
Yusak Noven Susanto
Contact Email
yusaknoven7@gmail.com
Phone
+6282244739479
Journal Mail Official
yusaknoven7@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka, No. 48, Kec. Gebang, Kel. Patrang, Kab. Jember Kode Pos: 68117
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
ALUCIO DEI
ISSN : -     EISSN : 27162931     DOI : https://doi.org/10.55962/aluciodei.v6i1.53
Core Subject : Religion,
ALUCIO DEI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani dengan nomor ISSN 2716-2931 (online) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal Jember. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam bidang ilmu Teologi Kristen. ALUCIO DEI menerima artikel disiplin ilmu Teologi Kristen. Artikel yang dikirimkan haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. ALUCIO DEI terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Januari dan Juni
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
TRANSFORMASI PENGHARAPAN ESKATOLOGIS ANAK-ANAK ALLAH DI TENGAH PENDERITAAN: KAJIAN EKSEGETIS ATAS ROMA 8:18–30 Tresya, Tresya; Sugiono, Sugiono
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna transformasi pengharapan anak-anak Allah di tengah penderitaan berdasarkan Roma 8:18–30. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika eksegetis historis-kritis, penelitian ini menafsirkan teks untuk memahami pandangan Paulus tentang relasi antara penderitaan dan pengharapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penderitaan bukanlah tanda ketidakhadiran Allah, melainkan bagian dari proses menuju kemuliaan bersama Kristus. Dalam konteks modern yang sarat penderitaan eksistensial, sosial, dan rohani, pengharapan eskatologis berfungsi bukan hanya sebagai penghiburan, tetapi juga sebagai kekuatan pembentuk ketekunan dan transformasi iman. Roh Kudus berperan aktif meneguhkan orang percaya dalam menghadapi penderitaan, mengarahkan mereka pada partisipasi dalam rencana keselamatan Allah yang kekal.
ANALISISIS EKSEGETIS TERHADAP BAHAYA PESUGIHAN DAN CINTA UANG DALAM PERSPEKTIF 1 TIMOTIUS 6:9-10 Sunarko, Andreas Sese; Sariyanto, Sariyanto
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.251

Abstract

Pesugihan, sebagai praktik mencari kekayaan melalui cara-cara gaib, masih marak ditemukan dalam budaya masyarakat Jawa, meskipun perkembangan zaman dan pendidikan telah membawa perubahan nilai dalam kehidupan sosial. Fenomena ini sering kali menjadi pilihan terakhir bagi individu atau keluarga yang mengalami tekanan ekonomi dan sosial berkepanjangan. Dalam kondisi keputusasaan, mereka tergoda untuk menempuh jalan pintas demi meraih kemakmuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pesugihan dari perspektif Alkitab, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kehidupan spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menelaah literatur teologis, budaya, dan sosiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesugihan sangat erat kaitannya dengan praktik okultisme, yang tidak hanya merusak relasi manusia dengan Tuhan, tetapi juga menyesatkan iman Kristen. Berdasarkan 1 Timotius 6:9–10, cinta akan uang adalah akar berbagai kejahatan. Oleh karena itu, pesugihan perlu dihadapi dengan pendekatan pastoral dan teologis berbasis iman Kristen yang mendorong pertobatan dan pembaruan hidup.
DONUTS AND THE GOSPEL: HOSPITALITY EVANGELISM IN AN INDONESIAN PIONEERING CHURCH Saptorini, Sari; Surahman, Sukma Hendra Wahyudi
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.255

Abstract

Abstract: Missions focused on church planting often encounter significant challenges, including limited human resources, financial constraints, and underdeveloped social networks, all of which hinder the optimal implementation of evangelistic strategies. Previous research demonstrates that hospitality practices play an important role in strengthening religious moderation, shaping inclusive theological paradigms, and highlighting the contextual relevance of communal meals. However, existing studies generally emphasize broad concepts of hospitality and rarely examine simple strategies such as sharing popular everyday foods within the context of pioneering congregations. This study analyzes the use of donuts as a medium of hospitality evangelism in church-planting ministries and explores its relevance for evangelism, faith formation, and congregational witness. Employing a descriptive qualitative approach with a case study design, data were collected through interviews, observations, and literature analysis. The findings reveal that distributing donuts functions not merely as a social gesture but as an effective expression of hospitality that strengthens social relationships, initiates faith conversations, and reinforces the witness of pioneering congregations within a pluralistic society. The study concludes that mission strategies need not be large-scale or complex; rather, they can be embodied through simple, grounded, and contextually relevant actions that meaningfully support contemporary church ministry.
KETIKA LAYAR MENGGANTIKAN MIMBAR: FIRMAN DALAM BAYANG-BAYANG TEKNOLOGI Yehezkiel, Reinhard; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.256

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Kristen berinteraksi dengan Firman Tuhan, dari pengalaman audial dan komunal di ruang fisik menuju pengalaman visual yang terfragmentasi di layar digital, sehingga memunculkan persoalan teologis terkait otoritas mimbar, kedalaman spiritual, dan pemaknaan Firman yang kini dipengaruhi oleh algoritma serta pola konsumsi konten modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi teologis dari pergeseran penyampaian dan penerimaan Firman Tuhan dari mimbar fisik menuju media digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa mediasi layar dalam penyampaian Firman Tuhan menghadirkan tantangan serius terhadap pengalaman iman yang transenden, relasional, dan sakramental, karena interaksi melalui media digital berisiko mereduksi kedalaman spiritual menjadi konsumsi konten visual semata. Di sisi lain, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau jemaat lebih luas, memperkaya penyampaian pesan, dan menawarkan fleksibilitas interaksi, khususnya bagi generasi muda. Dengan pendekatan seimbang yang menjaga integritas teologis dan memperkuat persekutuan fisik maupun virtual, media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan kualitas pengalaman iman tanpa mengorbankan kedalaman spiritual.
INTEGRASI IMAN DAN EKOLOGI: ANALISIS EKOTEOLOGI KRISTEN TERHADAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR 2025: Analisis Ekoteologi Kristen terhadap Banjir dan Tanah Longsor 2025 Sugiharto, Ayub
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.285

Abstract

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia pada akhir tahun 2025 menegaskan bahwa krisis ekologis yang terjadi dewasa ini tidak hanya bersifat ekologis dan sosial, tetapi juga merupakan krisis moral dan spiritual manusia terhadap ciptaan. Bertolak pada pemahaman di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perspektif ekoteologis antara hubungan tanggung jawab ekologis dan iman Kristen. Metode yang digunakan adalah analisis teologis-kualitatif dengan menafsirkan teks-teks Alkitab dan menelaah refleksi teologis kontemporer, khususnya ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus serta pandangan para teolog ekoteologis modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman Kristen mengandung mandat ekologis yang menuntut pertobatan ekologis, pengakuan terhadap nilai intrinsik seluruh ciptaan, serta peran aktif gereja dalam pemulihan bumi sebagai rumah bersama. Kesimpulannya, sintesis keyakinan agama dan pertimbangan lingkungan telah berkembang menjadi manifestasi spiritualitas Kristen yang diarahkan pada integritas komprehensif dari tatanan yang diciptakan. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya pembaruan paradigma teologi Kristen agar gereja mampu berperan profetis dan transformatif dalam menghadapi krisis ekologis masa kini.
PERAN PENGKHOTBAH SEBAGAI PENYAMBUNG LIDAH ALLAH BAGI UMAT Devi Triningsih; Ayub Sugiharto
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.221

Abstract

Pemberitaan Firman Tuhan adalah salah satu unsur terpenting dalam kegiatan ibadah. Khotbah datang dari hati Tuhan, bukan dari manusia. Di zaman modern, pengkhotbah adalah seorang pendeta, gembala, atau penginjil yang ditunjuk dan dipercaya untuk menyampaikan Firman Tuhan. Pengkhotbah adalah penyambung lidah Allah atau di sebut juru bicara Tuhan karena dia berbicara atas nama Tuhan, bukan namanya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pengkhotbah sebagai penyambung lidah Tuhan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menganalisis dan memahami lebih dalam mengenai pokok permasalahan. Sumber data meliputi literature yang tersedia seperti artikel jurnal dan buku. Hasil Analisa data kemudian dideskripsikan dan diperoleh kesimpulan bahwa sebagai penyambung lidah Allah, seorang pengkhotbah memiliki peran memberikan nasihat, menguatkan iman, menyatakan kebenaran, dan menegur perbuatan dosa.
CARA ALLAH BERKOMUNIKASI DENGAN BANGSA ISRAEL SELAMA PERJALANAN MENUJU TANAH KANAAN Chris Maz Destiani Gulo
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.305

Abstract

: Komunikasi antara Allah dan umat manusia merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam sejarah ilahi. Sebagaimana dicatat di dalam Alkitab, Perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Alkitab yang berhubungan dengan komunikasi Allah dan umat-Nya. Sebagai Allah yang hidup dan mengasihi umat-Nya, Ia menyatakan kehendak-Nya, memberi petunjuk, teguran, dan penghiburan kepada bangsa Israel melalui berbagai cara. Komunikasi tidak hanya menggambarkan hubungan Allah dengan umat-Nya tetapi juga menunjukkan sifat Allah yang penuh kasih, keadilan, dan kesetiaan terhadap janji-Nya. Sepanjang perjalanan tersebut, Allah menggunakan media komunikasi yang beragam dan memastikan bangsa Israel tetap berjalan melalui kehendak-Nya. Cara Allah berkomunikasi dengan bangsa Israel meliputi: melalui pemimpin Israel, tiang awan dan tiang api, mukjizat, hukum Taurat dan melalui suara secara langsung. Komunukasi menjadi inti dari hubungan perjanjian yang dibangun Allah dengan Israel, sekaligus menjadi cerminan bagiamana umat dipanggil untuk merespon kehendaknya dengan iman dan ketaatan. Untuk dapat menguraikannya, penulis akan melakukan kajian pustaka deskriptif kualitatif yang didukung sumber-sumber data dari para penulis yang lainnya.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DALAM PENYAMPAIAN KHOTBAH DI ERA DIGITAL Romensensius Djahimo; Yesa Cinta
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.306

Abstract

Di era digital, metode penyampaian khotbah mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu media yang banyak digunakan adalah PowerPoint, yang dianggap mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan khotbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan dampak penggunaan PowerPoint dalam penyampaian khotbah di gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PowerPoint dapat membantu seorang pengkhotbah dalam menyampaikan pesan khotbah secara lebih sistematis, menarik, dan mudah dipahami oleh jemaat. Visualisasi yang ditampilkan melalui PowerPoint dapat memperkuat inti pesan khotbah dan meningkatkan daya ingat jemaat terhadap materi yang disampaikan. Namun, penggunaan PowerPoint harus diimbangi dengan strategi yang tepat agar tidak mengurangi esensi khotbah dan tetap mempertahankan interaksi dengan jemaat. Dengan demikian, pemanfaatan PowerPoint secara efektif dapat meningkatkan kualitas penyampaian khotbah di era digital. Pemanfaatannya yang optimal tidak hanya membantu pengkhotbah dalam menyampaikan pesan dengan lebih jelas, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan jemaat dalam menerima Firman Tuhan. Oleh karena itu, pengkhotbah perlu mengembangkan keterampilan dalam menggunakan teknologi ini secara bijak agar khotbah tetap memiliki dampak spiritual yang kuat dan relevan dengan kebutuhan jemaat masa kini.
KEPEMIMPINAN KRISTEN DI ERA POP CULTURE: FORMULASI TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP TRANSFORMASI SOSIAL DIGITAL Raymond Hessel Stephen; Yonatan Alex Arifianto
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.318

Abstract

Perubahan sosial dalam masyrakat digital yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, internet dan dominasi budaya populer telah memengaruhi paradigma berpikir serta praktik kehidupan beragama. Dinamika ini menghadirkan tantangan teologis ketika nilai-nilai iman harus berinteraksi dengan budaya yang berorientasi pada citra personal branding dan hiburan dalam konektivitas instan. Teologi kepemimpinan Kristen yang bersumber pada prinsip-prinsip alkitabiah perlu direfleksikan ulang agar tetap relevan di tengah masyarakat digital yang sarat dengan simbol dan narasi pop culture. Fenomena munculnya gereja digital, figur rohani di media sosial, serta transformasi komunikasi iman menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam cara kepemimpinan Kristen dijalankan dan dipersepsikan. Penelitian ini bertujuan merumuskan formulasi teologi kontekstual yang mampu menjembatani antara nilai teologis klasik dengan realitas sosial digital kontemporer. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi litertarure, maka dapat disimpulkan bahwa interaksi antara budaya populer dan transformasi sosial digital menuntut teologi yang kontekstual untuk memahami dinamika iman kontemporer. Paradigma kepemimpinan Kristen harus adaptif yang juga dialogis, serta berbasis relasi, memadukan otoritas spiritual dengan sensitivitas budaya digital. Model kepemimpinan kontekstual yang dihasilkan menekankan keteladanan yang berintegritas dalam iman, serta memiliki kemampuan memanfaatkan budaya populer sebagai sarana transformasi rohani dan sosial.
TRANSFORMASI GEREJA TRADISIONAL MENUJU GEREJA DIGITAL DALAM MENJAWAB TANTANGAN ERA TEKNOLOGI INFORMASI MODERN Elisa Nimbo Sumual; Yohana Fajar Rahayu
Alucio Dei Vol 10 No 2 (2026): Alucio Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i2.319

Abstract

Perkembangan teknologi informasi modern telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam ranah keagamaan. Gereja sebagai institusi keagamaan yang memiliki fungsi spiritual dan sosial turut dihadapkan pada tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika digitalisasi yang kian pesat. Pola ibadah, pelayanan pastoral, serta komunikasi antarjemaat yang sebelumnya berpusat pada ruang fisik kini mulai bertransformasi ke dalam bentuk digital yang lebih fleksibel dan interaktif. Fenomena meningkatnya penggunaan media digital oleh gereja dalam menyelenggarakan ibadah daring dan pelayanan rohani menjadi indikasi nyata dari pergeseran paradigma pelayanan keagamaan di era teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi gereja tradisional menuju gereja digital serta implikasinya terhadap kehidupan beriman umat di tengah perubahan sosial-teknologis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan analisis fenomenologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi ini bukan sekadar adaptasi teknologis, melainkan strategi eksistensial gereja dalam mempertahankan relevansi dan misi spiritualnya. Digitalisasi memungkinkan gereja menjangkau umat lebih luas, memperkuat partisipasi iman, serta menciptakan model pelayanan baru yang kontekstual dan berkelanjutan.