cover
Contact Name
Eko Cahyo P
Contact Email
buanabastra@unipasby.ac.id
Phone
+6285706671185
Journal Mail Official
buanabastra@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya
ISSN : 23559411     EISSN : 28081110     DOI : https://doi.org/10.36456/bastra.vol10.no2
Core Subject : Education,
The purpose of publishing this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the fields of Language, Literature, and Learning. The Buana Bastra journal specifically focuses on the main problems in the development of the field of Language, Literature, and Learning education.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA" : 10 Documents clear
KAJIAN NEW HISTORICISM NOVEL HATTA: AKU DATANG KARENA SEJARAH KARYA SERGIUS SUTANTO Ardhianti, Mimas
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sosial, politik, dan budaya yang lekat dengan peristiwa-peristiwa dalam sejarah Indonesia. Pendekatan new historicism mempertimbangkan relevansi karya sastra sebagai dokumen sosial. Dalam mengkaji novel Hatta: Aku Datang karena Sejarah mengenai newhistoricism, digunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel Hatta: Aku Datang karena Sejarah karya Sergius Sutanto. Data dalam penelitian ini berwujud kata, ungkapan, kalimat yang terdapat dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Hatta: Aku Datang karena Sejarah karya Sergius Sutanto yang menggambarkan sosial, politik, dan budaya. Dalam penelitian ini, pengumpulan data yang diperoleh deskriptif kualitatif. Setelah data terkumpul maka dilanjutkan dengan analisis data. Dengan menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu unsur-unsur yang dipermasalahkan. Kajian new historicism dalam novel Hatta: Aku datang karena Sejarah karya Sergius Sutanto mengangkat cerita yang berlatar belakang sejarah semasa Indonesia menjadi jajahan Belanda dan Jepang. Kata kunci: kajian new historicism, nilai sosial, politik, dan budaya
RAGAM BAHASA PEDAGANG KAKI LIMA DI TERMINAL PURABAYA SURABAYA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Kartikasari, Ratna Dewi
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengaji tentang ragam bahasa Pedagang Kaki Lima (PKL) saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. Ragam bahasa PKL merupakan ragam bahasa yang dapat menambah kosa kata bahasa khususnya Bahasa Indonesia dalam kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena berupa data tertulis. Analisis penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa PKL memilik ciri khas masing-masing, baik sesama jenis dagangan maupun tidak sesama jenis dagangan. Pedagang yang berasal dari daerah tertentu cenderung mengikuti bahasa pembeli. Apabila pembeli terlihat menggunakan bahasa Jawa pedagang pun mengikuti meskipun tidak semampu bahasa pembeli yang asli orang Jawa. Pedagang dan pembeli di Terminal Purabaya Surabaya banyak yang menggunakan bahasa Indonesia saat berdagang dengan pembeli luar daerah maupun daerah yang sama. Kata Kunci: ragam, pedagang kaki lima, sosiolinguistik, bahasa
PERPADUAN TUTURAN JAWA-INDONESIA PADA ASPEK RELIGIUS DI DESA KAMAL MADURA Ulfa, Mariam
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahasa dalam masyarakat di Indonesia sangat beragam. Setiap daerah dan populasi yang mendiami suatu daerah pasti memiliki bahasa khas yang digunakan sebagai komunikasi sehari-hari. Masyarakat desa Kamal menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Berdasarkan demografi desa Kamal Madura yang dekat dengan Surabaya, muncul keunikan dalam penggunaan bahasa, bukan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi dalam aspek religisius. Pengajian di desa Kamal Madura menggunakan bahasa Jawa dalam berdoa. Bahasa yang digunakan dalam pengajian adalah perpaduan bahasa Jawa dan Indonesia. Tidak hanya perpaduan bahasa, dalam teks doa yang dibaca jika dianalisis ditemukan pesan dan amanat yang disampaikan melalui tindak tutur. Tindak tutur yang ditemukan antara lain tindak tutur representatif, direktif, dan deklaratif. Kata-kata Kunci: bahasa Jawa, Madura, aspek religius, tindak tutur
PRODUKSI FONOLOGIS ANAK DOWN SYNDROME USIA 10—12 TAHUN BERDASARKAN TINGKAT KECERDASAN DAN MASA TERAPI Febriana, Elva
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa bukan hanya bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap, melainkan bunyi yang bermakna dan memiliki struktur tertentu. Sementara itu, produksi fonologis merupakan proses menghasilkan bunyi yang tercipta dari getaran di alat ucap karena adanya energi yang bekerja. Getaran ini disadari dengan bunyi apabila getaran itu cukup kuat dan dihantarkan ke alat dengar oleh udara sekitar. Agar getaran ini memiliki berarti dan berstruktur, maka diperlukan alat ucap dan akal pikiran untuk memproduksi bahasa. Dalam penelitian ini, dipilih subjek anak anak down syndrome tipe trysomi 21 yang merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan abnormalitas perkembangan kromosom nomor 21. Anak down syndrome memerlukan perawatan khusus berupa terapi untuk mendidiknya agar mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Terapi merupakan perlakuan-perlakuan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala-gejala gangguan psikologis maupun fisik agar tubuh dan jiwa bisa bekerja dengan maksimal. Rumusan masalah penelitian ini yang pertama adalah bagaimana produksi fon anak down syndrome usia 10—12 tahun berdasarkan tingkat kecerdasan dan masa terapi? Rumusan masalah yang kedua adalah penyimpangan fonologis anak down syndrome usia 10—12 tahun berdasarkan tingkat kecerdasan dan masa terapi. Sementara itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan, sesuai dengan pembahasan yang berdasar pada rumusan masalah. Penelitian yang akan menghasilkan analisis berupa deskripsi produksi fonem dan penyimpangannya pada anak down syndrome ini secara teoretis diharapkan memberikan sumbangan pemikiran ilmiah bagi Linguistik, khususnya pada bidang Fonologi. Sementara itu, manfaat Praktis studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan landasan untuk memperbaiki dan mempermudah pengujaran atau proses pelatihan ujaran serta pemulihan fonologis bagi anak down syndrome. Bermanfaat bagi orang tua dan terapis down syndrome terkait produksi fonologis anak down syndrome. Memberikan masukan bagi guru terapi ujaran dalam menangani kasus anak down syndrome, khususnya dalam kegiatan speech therapy sehinggga anak-anak tersebut dapat meningkatkan komunikasi verbalnya. Bermanfaat dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, sehingga mampu memperkenalkan dan mengajarkan anak down syndrome agar bisa memproduksi fon lebih baik. Bermanfaat sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian di bidang produksi fonologis. Penelitian dengan judul “Produksi Fonologis Anak Down Syndrome usia 10—12 Tahun Berdasarkan Tingkat Kecerdasan dan Masa Terapi” ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berkaitan dengan data yang tidak berupa angka tetapi berupa kualitas bentuk-bentuk variabel yang berwujud tuturan sehingga data yang dihasilkan berupa kata-kata tertulis atau lisan tentang sifat-sifat individu, keadaan, gejala, dari kelompok tertentu yang diamati. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan data penelitian berupa produksi bahasa lisan anak down syndrome. Data penelitian ini terbagi menjadi beberapa bagian yakni produksi fon dan penyimpangan fonologis. Produksi fon dan penyimpangan fonologis diambil dari ujaran subjek. Pengambilan data dilakukan sampai data yang dibutuhkan sudah terpenuhi atau selama satu bulan. Pengambilan data dilakukan mulai 20 Mei 2015 sampai dengan 30 September 2015 atau sampai data yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Hasil penelitian ini adalah terapi berdampak positif dalam produksi fonologis dan peminimalisasi penyimpangan fonologis anak down syndrome. Hal tersebut tampak pada perbandingan kelompok subjek down syndome yang menjalani masa terapi 1—3 tahun dengan 4—6 tahun. Anak yang menjalani masa terapi selama 4—6 tahun lebih banyak memproduksi fon dibanding anak yang hanya menjalani masa terapi 1—3 tahun. Tingkat kecerdasan juga berpengaruh dalam produksi fonologis dan penyimpangan fonologis anak down syndrome. Semakin tinggi tingkat kecerdasan, tingkat keberhasilan produksi fon semakin tinggi dan tingkat penyimpangan fonologis semakin rendah. Semakin rendah tingkat kecerdasan dan semakin singkat masa terapi, tingkat keberhasilan produksi fon dan penyimpangan fonologis yang terjadi akan semakin rendah. Jadi, banyak atau sedikitnya fon yang diproduksi serta penyimpangan fonologis, bergantung pada tingkat kecerdasan dan masa terapi. Kata Kunci: produksi fonologis, down syndrome, masa terapi, tingkat kecerdasan
DEVIASI LINGUISTIS PADA TUTURAN PENDERITA AFASIA BROCA AKIBAT STROKE Fadhilasari, Icha
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejala utama pada penderita afasia broca adalah kesulitan dalam bertutur yang dapat terjadi dalam berbagai derajat keparahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap derajat keparahan gangguan berbahasa yang diderita seorang penderita afasia broca akibat stroke, terutama dari segi linguistiknya. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk dikaji gangguan berbahasa yang diakibatkan oleh stroke. Hal ini dilakukan karena afasia pada penderita stroke mempunyai permasalahan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi sehari-hari yang tidak lancar, peneliti ingin mengkaji tuturan-tuturan yang terjadi deviasi atau penyimpangan linguistik seperti bentuk fonologis, morfologis, dan sintaksis pada tuturan penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran fonologi pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, (2) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran morfologis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, dan (3) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran sintaksis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua penderita afasia broca akibat stroke iskemik dan hemoragik. Data berupa tuturan dari kedua penderita afasia broca tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekam, catat, wawancara dan elitasi menggunakan media gambar dan daftar pertanyaan. Data berupa tuturan kedua afasia broca akibat stroke tersebut ditranskipkan menggunakan transkipsi fonetis. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa deviasi linguistis pada pada tuturan penderita afasia broca yang secara fonologis bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh penderita afasia broca akibat stroke memang tidak seluruhnya mengalami gangguan. Terdapat 4 hal yang dilakukan kedua subjek dalam menuturkan kata-kata yang diujarkan, yaitu penghilangan atau penyederhanaan, penambahan, penggantian, dan ketidakberaturan. Hal tersebut membuat lawan tutur maupun pendengar yang lain kemungkinan tidak memahami apa yang dituturkan oleh kedua subjek. Kedua subjek tidak konsisten dalam pengucapan bunyi dan terkadang memproduksi bunyi-bunyi tidak jelas. Secara morfologis ada beberapa deviasi yang teridentifikasi dalam penelitian. Deviasi morfologis yang dialami kedua subjek yaitu mengenai penggunaan afiksasi dalam tuturannya yang meliputi, prefiks dan sufiks saja, selanjutnya penggunaan reduplikasi, bentuk dasar, dan konjungsi. Tidak banyak deviasi morfologis yang dilakukan karena subjek lebih sering menggunakan bentuk dasar. Klitika, partikel, kata penunjuk, interjeksi masih dihasilkan dengan baik dalam tuturan kedua subjek. Secara sintaksis, hal yang paling menonjol dari kemampuan sintaksis kedua penderita adalah pelesapan unsur subjek., kedua subjek lebih sering menggunakan kalimat sederhana. Deviasi sintaksis yang sering dilakukan kedua subjek diantaranya ambiguistas kalimat yang dituturkan. Kata Kunci: Deviasi lingusitik, tuturan, afasia broca akibat stroke.
ANALISIS BENTUK PELANGGARAN MAKSIM TUTURAN TOKOH CERPEN HARGA SEORANG PEREMPUAN KARYA OKA RUSMINI SEBAGAI MATERI OTENTIK PEMBENTUKKAN KARAKTER Wulandari, Yosi
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dua hal sebagai berikut. Pertama, pelanggaran prinsip kesatunan tuturan tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempuan karya Oka Rusmini. Kedua, ketidaksantunan tokoh dalam karya sastra sebagai meteri autentik pembentukkan karakter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data penelitian adalah tindak tutur tokoh yang tergolong bentuk ketidaksantunan berbahasa. Sumber data penelitian ini dari tuturan tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempuan karya Oka Rusmini dalam kumpulan cerpen berjudul Sagra. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan tokoh yang menunjukkan ketidaksantunan berbahasa dengan menerapakan prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitian ini adalah (1) Ditemukan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempaun karya Oka Rusmini terlihat pada dua tokoh yaitu Ibu Pembesar dan Perempuan muda. (2) Analisis ketidaksantunan berbahasa dalan karya sastra dalam dijadikan materi autentik dalam pembelajaran sastra di sekolah karena peserta didik dapat melihat secara langsung bentuk tuturan yang santun dan yang tidak santun. Kata kunci: ketidaksantunan berbahasa, cerpen, pelanggaran maksim, pembentukkan karakter
HIPEREALITAS WACANA PERSUASI IKLAN KARTU TELEPON SELULER Damayanti, Rini
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana persuasi iklan yang digunakan dalam brosur iklan kartu telepon seluler XL dan mendeskripsikan realitas semu yang terbentuk dari brosur iklan kartu telepon seluler XL ditinjau dari sudut pandang hiperealitas. Di tengah-tengah berbagai macam penawaran promosi iklan kartu telepon seluler yang menggiurkan sesungguhnya masyarakat dihadapkan pada suatu realitas yang semu. Realitas yang dimaksud bahwa pesan yang ada di dalam iklan tidak sepenuhnya sesuai dengan realitas sesungguhnya. Penelitian ini diawali dengan penyediaan data. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini memfokuskan pada wacana persuasi dan hiperealitas pada brosur iklan kartu telepon seluler. Data yang diperoleh berupa kata dan kalimat pada wacana iklan XL. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Wacana persuasi pada iklan tersebut digunakan untuk mengubah pikiran konsumen agar tertarik menggunakan produk XL. Pada bagian body copy dan signature line tersebut XL ingin memberikan penawaran yang lebih kepada konsumennya karena tarif murah SMS XL dapat dinikmati setiap hari sampai puas. Pengiklan juga menggunakan ide-ide yang dapat membuat para konsumennya tetap menggunakan produk tersebut, misalnya terlihat pada bagian Rp100/SMS sampe puaasssss. 2) Hiperealitas yang dibangun dalam iklan produk XL tersebut adalah seakan-akan hanya produk XL inilah yang paling murah di antara operator lainnya yang ditujukan dengan slogan ‘tarif termurah’ dan tidak perlu diragukan lagi seperti yang terlihat pada slogan ‘dijamin’. Namun, iklan promosi tarif XL ini tidak sepenuhnya sesuai dengan realitas karena masih banyak terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi konsumen untuk menikmati tarif ini, tetapi tidak tercantum dalam iklan. Kata kunci: iklan, wacana persuasi, dan hiperealitas
TOTALITARIANISM DALAM NOVEL LAMPUKI KARYA ARAFAT NUR Prawoto, Eko Cahyo
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Lampuki Karya Arafat Nur merupakan salah satu pemenang sayembara menulis novel yang diselenggarakan oleh DKJ pada tahu 2010. Lampuki mengisahkan lika-liku kehidupan seorang pemberontak, serta kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara yang mengarah pada pelanggaran HAM. Oleh sebab itu, penelitian ini menitikberatkan pada pengungkapan-pengungkapam kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupak kalimat serta paragraph yang menunjukkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara. Teknik pengumpulan data dimulai dari membaca keseluruan novel, dilanjutkan dengan pengkodean, kemudian ditulis ulang, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitaian ini adalah metode kualiatatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kekerasan secara fisik sangat mendominasi, dibandingkan dengan kekerasan kultural dan kekerasan simbolik, yang dilakukan negara maupun aparatnya. Hal ini membuktikan, bahwa pemerintahan pada masa Orde Baru memiliki ruang tanpa batas dalam mengatur segala permasalahan dengan tujuan berjalannya mekanisme-mekanisme politik, yang sudah ditetapkan. Kata kunci: totalitarianism, negara, lampuki
PENGGUNAAN TINDAK ILOKUSI DALAM SMS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI ANGKATAN 2014 UNIPA SURABAYA Indrayanti, Tri
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana dikatakan sebagai sebuah bentuk penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa akan melibatkan siapa yang menggunakana bahasa, bagaimana menggunakannya, mengapa menggunakannya, dan kapan menggunakannya. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari hasil tulisan berupa kalimat pada SMS mahasiswa angkatan 2014 Unipa Surabaya. Penelitian ini termasuk jenis analisis wacana. Pengumpulan data dalam artikel ini dilakukan melalui metode dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu digunakan metode pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan uraian di atas, metode dokumentasi yang dilakukan meliputi langkah-langkah dalam pengumpulan data sebagai berikut: 1) pengumpulan SMS dari mahasiswa, 2) pengumpulan SMS dari mahasiswa Fakulas Ekonomi angkatan 2014, 3) penyimpanan SMS-SMS yang akan dianalisis dalam penelitian, 4) pengkategorikan SMS yang ada ke dalam bentuk ilokusi yang mana, 5) pengetikan ulang SMS yang ditulis mahasiswa, 6) pengolahan data yang diperolah, 7) menyimpulkan hasil (masuk kategori ilokusi apa), 8) penghitungan prosentase tiap jenis ilokusi. Dari data di atas, bisa disimpulkan bahwa sebagian besar (terbanyak) mahasiswa menggunakan tindak tutur (ilokusi) asertif atau representatif yaitu diantaranya tindak tutur asertif kategori mengakui, menuntut yaitu sebesar 35%, urutan kedua, sebagian besar mahasiswa menggunakan tindak tutur (ilokusi) direktif kategori meminta, memohon yaitu sebesar 27%, selanjutnya pada urutan ketiga mahasiswa cenderung menggunakan tindak tutur (ilokusi) komisif kategori menawarkan, memberikan masukan yaitu sebesar 19%, urutan keempat mahasiswa menggunakan tindak tutur (ilokusi) ekspresif kategori mengucapkan permintaan maaf, mengeluh yaitu sebesar 15%, dan yang terakhir, tindak tutur (ilokusi) yang digunakan oleh mahasiswa adalah deklaratif yaitu sebesar 4%. Penulisan artikel ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peneliti lain untuk melakukan pengembangan penelitian yang sejenis dengan mengggunakan sumber data lain. Kata Kunci: tindak tutur, ilokusi, SMS, mahasiswa
NUANSA GENDHING DAN STRUKTUR PENCERITAAN WAYANG KULIT JAWA TIMURAN PRAMULIA, PANA
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang kulit Jawa Timuran merupakan seni pedalangan yang berasal dari Jawa Timur. Sub-Kultur Jawa Timur atau residu Brang Wetan meliputi Mojokertoan, Porongan, Malangan, dan Pesisiran. Ciri khas wayang kulit Jawa Timuran diantaranya terdapat pada olah gamelan dan struktur penceritaan. Gamelan dapat diperhatikan dari pukulan kendang yang khas seperti dalam tari remo dan Ludruk. Bahkan, tari Remo dipentaskan untuk membuka pergelaran wayang kulit Jawa Timuran. Fungsi tari remo sebagai conditioning atau untuk mengundang penonton hadir di pergelaran wayang kulit. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa kedudukan tari remo begitu penting dalam masyarakat Jawa Timuran. Di sisi lain, gendhing-gendhing yang digunakan memiliki nuansa tersendiri. Masyarakat yang bukan dalam wilayah Brang Wetan, akan merasa aneh mendengarkan gendhing-gendhing Jawa Timuran. Hal tersebut disebabkan, masyarakat di luar wilayah Brang Wetan tidak memahami konvensi naratif wayang kulit Jawa Timuran. Sedangkan struktur penceritaan berkaitan dengan pengadeganan, dimana struktur penceritaan wayang kulit Jawa Timuran mengalir mengikuti alur cerita. Maksudnya, jalinan antar adegan atau cerita tidak dipisah-pisahkan secara tegas, tetapi mengalir mengikuti narasi. Narasi yang dibangun dalang berfungsi sebagai pembentuk karakter cerita. Dua ciri khas dari wayang kulit Jawa Timuran tersebut menjadi identitas masyarakat Jawa Timur. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nuansa gendhing dalam wayang kulit Jawa Timuran dan struktur penceritaan wayang kulit Jawa Timuran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik gendhing-gendhing dan struktur penceritaan pergelaran wayang kulit Jawa Timuran. Metode penelitian menggunakan metode etnografi dan hermeneutik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10