cover
Contact Name
Netty Herawati
Contact Email
personfikasi@trunojoyo.ac.id
Phone
+6287886540349
Journal Mail Official
personifikasi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi
ISSN : 20877447     EISSN : 27210626     DOI : doi.org/10.21107/personifikasi
Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi is a scientific journal in Psychology published by Psychology Program of Universitas Trunojoyo Madura. Personifikasi aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Personifikasi includes topics related to the theme of clinical psychology, industry and organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, psychology of tourism, and Madurese culture of psychology. In this journal, there are discussions related to the development of problem found in society. Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi published twice in a year, in May and November. Each article sent to Personifikasi will be reviewed using blind review method and two-peer reviews method. Personifikasi published scientific articles of critical thinking and research results in the filed of Psychology.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
Mengenal Lebih Dekat Anak Lambat Belajar Dewi Mahastuti
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.155 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.702

Abstract

Banyak ragam karakteristik dari peserta didik, salah satunya adalah anak lambat belajar atau biasa disebut slow learner. Lambat belajar atau slow learner adalah anak yang mempunyai skor IQ di bawah rata-rata normal dan mempunyai tingkat keberhasilan yang relatif rendah pada tugas-tugas sekolah dibandingkan dengan anak-anak lain dalam kelas yang sama. Penyebab dari kesulitan belajar yang dialami oleh anak-anak lambat belajar terdiri dari lima kategori utama. Kelima kategori itu adalah sebab genetik, prenatal, perinatal, postnatal dan lingkungan. Ciri-ciri anak lambat belajar antara lain : anak lambat belajar umumnya mengalami kegagalan dalam memahami pelajaran dan konsep-konsep dasar di bidang akademik, misalnya membaca, menulis, matematika (berhitung) dan bahasa, selain itu juga kesulitan dalam menentukan arah, waktu, dan ukuran seperti arah kanan dan kiri, depan dan belakang, lebar dan sempit. Mempunyai daya ingat yang rendah. Anak lambat belajar sulit bersosialisasi dengan lingkungan. Anak lambat belajar lebih sering pasif, minder dan menarik diri dari pergaulan.
Kontribusi Pola Asuh dan Religiusitas Orang Tua terhadap Moralitas Siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang Alief Budiyono
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.872 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.703

Abstract

Kemajuan teknologi banyak sekali membawa dampak, terutama bagi remaja. Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki moral yang baik sehingga nantinya terbentuk pribadi yang unggul. Untuk menanamkan moral pada diri remaja sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, terutama keluarga yang merupakan komunitas pertama yang dikenal remaja. Dari lingkungan keluarga inilah remaja mengenal semua hal termasuk agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi dari : (1) pola asuh otoriter terhadap moralitas siswa, (2) pola asuh demokratis terhadap moralitas siswa, (3) pola asuh permisif terhadap moralitas siswa, dan (4) religiusitas orang tua terhadap moralitas siswa SMA Islam Hidayatullah. Populasi penelitian adalah siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang. Data penelitian dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi yang selanjutnya diuji dengan uji F dengan menggunakan analisis program SPSS 11.0 for windows. Hasil penelitian didapatkan : (1) ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh otoriter dengan moralitas siswa, dengan r = 0,387 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,150, kontribusi yang diberikan pola asuh otoriter terhadap  hasil belajar siswa sebesar 15 %. (2) Ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh demokratis dengan moralitas siswa, dengan r = 0,541 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,293,  kontribusi yang diberikan pola asuh demokratis terhadap  hasil belajar siswa sebesar 29,3 %. (3) Ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh permisif dengan moralitas siswa, dengan r = 0,334 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,112, kontribusi yang diberikan pola asuh permisif terhadap  hasil belajar siswa sebesar 11,2 %. (4) Ada kontribusi yang signifikan antara religiusitas orang tua dengan moralitas siswa, dengan r = 0,596 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,355, kontribusi yang diberikan religiusitas orang tua terhadap  moralitas siswa sebesar 35,5 %. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar moralitas siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang dapat ditingkatkan atau diprediksi melalui pola asuh orang tua (terutama pola asuh demokratis)  dan religiusitas orang tua yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan moralitas siswa. Dengan terjawabnya penelitian ini, pihak sekolah lewat guru bimbingan konseling hendaknya memberikan informasi kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat, dan juga menghimbau orang tua untuk lebih meningkatkan ketaatan beragama.
Stimulasi Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Emosi Yettie Wandansari
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.539 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.699

Abstract

Aspek emosi sangat penting untuk distimulasi sejak usia dini agar kecerdasan emosi anak dapat berkembang secara optimal. Melalui pengembangan kecerdasan emosi, keterampilan sosial anak akan mengalami peningkatan, demikian pula prestasi akademiknya (aspek intelektual), sehingga pada akhirnya akan mendukung kesiapan anak untuk sekolah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan pendidikan emosi untuk meningkatkan pemahaman Bunda PAUD mengenai stimulasi kecerdasan emosi pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Subjek adalah 34 orang Bunda PAUD dari berbagai wilayah Surabaya. Hasil uji perbedaan skor pre test dan skor post test menunjukkan nilai t sebesar -4.359 pada p = 0.000. Artinya, ada perbedaan yang signifikan pada perubahan tingkat pemahaman subjek mengenai stimulasi kecerdasan emosi antara sebelum dan setelah memperoleh pelatihan. Kesimpulannya adalah pelatihan pendidikan emosi efektif untuk meningkatkan pemahaman Bunda PAUD mengenai stimulasi kecerdasan emosi pada anak usia dini.
Dinamika Psikologis Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yuliati Hotifah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.887 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.704

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan khususnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih dipandang sebagai ikatan yang sakral, dan lebih dipenuhi dengan berbagai norma sosial, budaya dan keyakinan agama. Ada beberapa faktor yang menyulitkan perempuan korban KDRT untuk menyelesaikan masalahnya : a) masyarakat umum masih memandang masalah KDRT sebagai masalah pribadi keluarga, tidak boleh dicampuri, dianggap wajar karena suami ditempatkan sebagai kepala keluarga dan pendidik istri, b) masyarakat masih memandang keutuhan institusi keluarga ada di tangan istri, sehingga istri justru akan dipersalahkan dan dicela apabila institusi keluarga hancur, c) ada stigma di masyarakat terhadap perempuan berstatus janda, d) ada kecenderungan istri tergantung secara ekonomi maupun emosional terhadap suaminya, sehingga sulit bagi mereka membuat keputusan untuk berpisah atau melaporkan perbuatan aniaya suaminya. Hal yang paling sering muncul dan dominan adalah kebimbangan dalam membuat keputusan atas dirinya sendiri dalam menghadapi situasi kekerasan dari suaminya. Karakteristik rasa bersalah umum terjadi pada survivor kekerasan, bahkan seringkali si istri yang merasa bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab atas semua perilaku kasar suaminya. Perempuan korban KDRT biasanya memiliki stres emosional yang berkepanjangan dan terus menerus (konstan) karena dirinya telah terjebak dalam siklus kekerasan tanpa dapat memotong siklus tersebut. Dinamika psikologis perempuan korban kekerasan, antara lain yaitu : merasa bersalah, merasa tidak berdaya (powerless), kemarahan yang mendalam, malu, cemas, gangguan tidur. Kewajiban di dalam masyarakat untuk menghentikan tindakan KDRT dengan cara mencegah dan membantu korban KDRT, sehingga korban dapat terbantu dalam mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya.
Mendongeng dan Penguasaan Perbendaharaan Kata pada Anak Usia Taman Kanak-kanak Yudho Bawono
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.751 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.700

Abstract

Anak Usia Taman Kanak-kanak termasuk anak usia prasekolah (Biechler dan Snowman dalam Patmonodewo, 2000). Pada saat ini, perkembangan fisik dan perkembangan kemampuan berbahasa terbentuk dan berkembang dengan pesat (Rachmadi, 2002). Menurut Papalia dan Olds (1986) anak usia  prasekolah dapat berkomunikasi dengan teman-temannya atau orang-orang dewasa di sekitarnya melalui kemampuan berbahasanya. Bahasa juga membantu anak prasekolah untuk meminta dan meraih apa yang diinginkan, mampu menjaga diri serta melatih kontrol diri. Kemampuan berbahasa anak prasekolah salah satunya dapat dilihat dari perbendaharaan kata yang dimilikinya (Stanford-Binet dalam Gregory, 1996). Salah satu faktor yang dianggap dapat meningkatkan penguasaan perbendaharaan kata anak-anak usia taman kanak-kanak adalah melalui pemberian cerita (mendongeng).
Hubungan antara Kecenderungan Depresi Ibu-ibu yang Memiliki Anak dengan Cerebral Palsy dengan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Satih Saidiyah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.883 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.701

Abstract

Memiliki anak cerebral palsy merupakan hal yang tidak diinginkan oleh orangtua, khususnya ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) hubungan antara kecenderungan depresi dan efikasi diri, 2) hubungan antara kecenderungan depresi dengan dukungan sosial. Analisis regresi ganda digunakan untuk menguji dua hipootesis. Hasil penelitian menunjukkan, pertama: kecenderungan depresi dengan efikasi diri berkorelasi secara signifikan pada -0,308 (p kurang dari 0.05); F=2,939 (p kurang dari 0,05); R Square 9,5 persen, kedua, kecenderungan depresi dengan dukungan sosial berkorelasi secara signifikan pada -0,470 (p kurang dari 0,01); F=7, 944 (p kurang dari 0,01); R Square 22,1 %. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial memiliki korelasi yang signifikan pada 0,355 (p kurang dari 0, 05); F= 4,354 (p kurang dari 0, 05); R Square 24,4 persen. Faktor-faktor yang mempengaruhi depresi ibu antara lain banyak anak, kurangnya pendidikan, tekanan ekonomi keluarga, dan kondisi nyata yang tidak diketahui pada anak cerebral palsy. Berdasarkan data, terdapat dua coping yang menyumbangkan kecenderungan depresi yaitu pemberdayaan efikasi diri dan dukungan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 6