cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl. Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JCOMENT (Journal of Community Empowerment)
ISSN : -     EISSN : 2745875X     DOI : https://doi.org/10.55314/jcoment
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) is a scientific multidisciplinary journal published by CV. The Journal Publishing. JCOMENT (Journal of Community Empowerment) has registered number ISSN 2745-875X (media online). It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Focus and Scope The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JCE, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
ANALISIS SISTEM PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PURI HUSADA Andrias Feri Sumadi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Erina Septin Prihaningtyas
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.302

Abstract

Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta belum terlaksana secara rutin. Kendala dalam pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, karena terbatasnya petugas rekam medis dan pekerjaan yang semakin menumpuk sehingga untuk melaksanakan penyusutan belum bisa dilakukan. Tujuan, mengetahui alur pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengetahui penyelesaian masalah mengenai pelaksanaan penyusutan. Jenis penelitian deskriptif. Subjek yaitu tiga petugas rekam medis yaitu dua orang sebagai responden dan satu orang sebagai triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil, di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta sudah mempunyai SPO tentang penyusutan berkas rekam medis, di dalam SPO dijelaskan bahwa waktu penyusutan berkas rekam medis dilakukan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis belum disosialisasikan dengan baik, tidak adanya petugas khusus penyusutan atau petugas filing, karena waktu luang petugas terbatas untuk melakukan penyusutan sehingga masih mengalami keterlambatan dalam melakukan penyusutan. Tidak adanya ruang dan tempat khusus penyimpanan berkas rekam medis juga menjadi penghambat dalam pelaksanaan penyusutan. Kesimpulan, pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis sudah sesuai dengan SPO mengenai penyusutan berkas rekam medis, akan tetapi waktu pelaksanaannya belum sesuai dengan yang ada di SPO. Belum adanya ruang dan rak khusus untuk menyimpan berkas rekam medis inaktif.
EVALUASI PENERAPAN SIMRS MENGGUNAKAN TECHNOLONGY ACCEPTANCE MODEL DI RUMAH SAKIT CONDONG CATUR Andhy Sulistyo; Hendra Rohman; Fikram S. Sumangan
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.303

Abstract

Penerapan SIMRS di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Yogyakarta masih terdapat beberapa kendala yaitu pada jam kerja yang padat pengoperasian SIMRS menjadi lambat dalam melakukan input data dan pengiriman data ke unit lain yang menggunakan SIMRS sehingga data yang dibutuhkan tidak tepat waktu. Pada indikator pelayanan rumah sakit BOR, LOS dan TOI memanfaatkan penerapan SIMRS di rumah sakit tetapi ada beberapa data yang dibutuhkan belum terupdate karena ada beberapa item di SIMRS yang sering Error ketika petugas menginput data pasien, sehingga data yang ada di SIMRS seringkali berubah. Tujuan, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS serta mengetahui hubungan antara persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) pengguna SIMRS. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Teknik analisis data berupa analisis statistic deskriptif dan analisis statistik non parametris. Kesimpulan: Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan SIMRS adalah 82,44% sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan SIMRS adalah 82,51%. Dari uji korelasi Kendall’s Tau didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemudahan dengan persepsi kemanfaatan dengan signifikasi 0,000.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DI RS AT- TUROTS AL-ISLAMY Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Dona Wening Kusumastuti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.304

Abstract

Penggunaan SIMRS (Sistem Manajemen Rumah Sakit) di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy masih mengalami hambatan yaitu menu yang error pada menu pelaporan, sehingga keadaan ini mengakibatkan menu yang ada di SIMRS belum dapat digunakan secara maksimal dan ada beberapa staf yang masih merasa kesulitan dalam mengoperasikan SIMRS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, Mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS, serta Mengetahui pengaruh antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) pengguna SIMRS. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner tertutup. Teknik analisis data berupa analisis statistik deskriptif dan analisis statistik non parametris. Teknik non probability sampling jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan (perceived usefulness) SIMRS adalah 80,11%, sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan (perceived ease of use) SIMRS adalah 81,22%. Uji Kendall Tau didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan angka signifikasi 0,002. Pengguna SIMRS di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy telah mempercayai kemanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use) SIMRS, serta adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy.
EVALUASI PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN SIMPUS DENGAN METODE TAKS TECHNOLOGY FIT DI PUSKESMAS IMOGIRI I M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Nida Priastiti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i2.305

Abstract

Penerapan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul sudah cukup lama mulai dari tahun 2003. Pertama dilalukan di bagian URM, pemeriksaan umum, gigi, laboraturuim dan HIV, poli mata, poli spesialis anak, poli gizi, poli ibu dan anak, IMS, sanitasi. Petugas rekam medis mengatakan masih terdapatnya kendala pada SIMPUS hanya dioperasikan oleh orang tertentu saja, data laporan tidak sesuai yang dibutuhkan, hal ini berdampak pada rutinitas kegiatan input data. Penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan karena hanya digunakan untuk mendaftar dan melihat data pasien sehingga belum bisa digunakan secara efektif. Tujuan, untuk mengetahui kinerja (performance impact) penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019, mengetahui pemanfaatan (utilization) penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019, dan mengetahui faktor penyebab tidak maksimalnya kinerja (performance impact) dan pemanfaatan (utilization) pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 orang petugas yang menggunakan SIMPUS dan 1 kepala bagian rekam medis sebagai triabgulasi sumber. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil, setelah melalui perhitungan persetujuan reponden terhadap dampak kinerja adalah 76,85% dan lebih kecil dari 80%. Berarti kinerja belum sesuai yang diharapkan. Perhitungan persetujuan reponden terhadap dampak pemanfaatan adalah 77,42% dan lebih kecil dari 80%. Berarti pemanfaatan belum sesuai yang diharapkan. Faktor penyebab tidak maksimalnya kinerja (performance impact) SIMPUS tidak mempercepat, format pada penulisan diagnosa tidak sesuai dengan dinas. SIMPUS tidak mendukung kebutuhan dan pemanfaatan (utilization) petugas tidak mendapatkan data dari sebuah sistem yang terhubung dengan SIMPUS, proses administrasi tidak melalui SIMPUS. Kesimpulan, tingkat persetujuan responden terhadap kinerja dan pemanfaatan pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul belum mencapai yang diharapkan. Faktor penyebab tidak maksimalnya penggunaan SIMPUS yaitu faktor kinerja (performance impact) dan faktor pemanfaatan (utilization).
TINJAUAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI RUANG PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Fardana Nur Rachma
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i2.306

Abstract

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) masih belum berjalan efektif. Di ruang penyimpanan berkas rekam medis pernah terjadi kecelakaan kerja yaitu petugas terjatuh dari rak penyimpanan pada saat pengambilan BRM. Hal itu disebabkan karena terbatasnya luas ruang penyimpanan berkas rekam medis yang berukuran 7m x 10m yang di dalamnya terdapat 100 rak penyimpanan yang terbuat dari kayu dengan tinggi 2,45m serta jarak antara rak penyimpanan 62cm, selain itu juga terdapat tumpukan berkas rekam medis yang berada di kardus, sehingga membuat ruang filing sempit dan petugas sulit bergerak karena penuh dan sesak. Kurangnya sirkulasi udara serta penggunaan AC yang kurang menyebabkan ruangan menjadi pengap dan berdebu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan kerja menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis yang berkaitan dengan K3 di ruang filing RS PKU Muhammadiyah Bantul yang terletak di Jl. Jend. Sudirman no 124 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian 5 orang yang dipilih langsung dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Alat pengumpulan data dilakukan dengan cheklist observasi dan pedoman wawancara. Hasil, pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pengambilan berkas rekam medis belum efektif, karena belum adanya SPO khusus untuk mengatur tentang K3 dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis di ruang filing. Kondisi ruang filing yang kurang mencukupi untuk ruang filing, ruangan yang kurang luas karena tidak memungkinkan untuk ditambah rak penyimpanan serta masih terbatasnya APD yang ada. Faktor penyebab kecelakaan kerja dikelompokkan menjadi golongan fisik, golongan kimiawi, golongan biologis dan golongan fisiologis.
EVALUASI PENERAPAN SIMPUS DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI PUSKESMAS PATUK 1 Andhy Sulistyo; Hendra Rohman; Nurhidayati Nurhidayati
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 2 No. 3 (2021): AGUSTUS-NOVEMBER 2021
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v2i3.322

Abstract

Penerapan SIMPUS di Puskesmas Patuk 1 masih mengalami hambatan yaitu kekurangan jumlah komputer yang belum memadai mengakibatkan pengentrian data pasien terganggu karena harus bergantian dalam mengetrikan data-data pasien, tampilan SIMPUS tidak mudah digunakan karena pada saat pengetryan masih kesulitan dalam entry alamat desa pada menu pendaftaran. Tujuan, mengetahui persepsi kemudahan penggunaan SIMPUS, mengetahui persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS, serta mengetahui pengaruh antara persepsi kemudahandan persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan dan penelitian dengan menggunakan studi dokumentasi, observasi dan kuesioner tertutup. Teknik analisis data berupa analisis stastistik deskriptif dan analisis stastistik non parametris. Populasi subjek adalah 20 orang petugas yang menggunakan SIMPUS dan populasi objeknya adalah penggunaan SIMPUS Jojok. Hasil, tingkat persetujuan responden terhadap persepsi kemudahan penggunaan SIMPUS adalah 80,5%. Sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS 81%. Uji kendall tau didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kemudahandan persepsi kemanfaatan dengan nilai 0,003. Kesimpulan, pengguna SIMPUS di Puskesmas Patuk 1 telah mempercayai persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan penggunaan SIMPUS, serta adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Patuk 1.
ANALISIS PELAKSANAAN PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS DI PUSKESMAS LENDAH 1 Andrias Feri Sumadi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Febrianty Lestari
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i3.323

Abstract

Di Puskesmas Lendah 1 masih dalam proses penyusutan berkas rekam medis dan masih ditemukan permasalahan dalam penyusutan berkas rekam medis. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis yang ada di Puskesmas Lendah I belum terlaksana dengan rutin, berkas rekam medis mengalami penumpukan yang menyebabkan petugas sulit untuk mengambil dan mengembalikan berkas rekam medis pada rak penyimpanan. Jenis penelitian deskriptif. Di Puskesmas Lendah 1 alur pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis yaitu pertama cek satu satu berkas rekam medis dilihat tanggal terakhir berkunjung, pisahkan rekam medis inaktif dari rak aktif, tulis pada lembar penelaan rekam medis inaktif kemudian rekam medis inaktif disimpan di gudang. Penyusutan dilakukan oleh petugas rekam medis. SOP penyusutan ada namun belum dilaksanakan dengan baik. Hambatan machine, tidak ada rak khusus penyimpanan berkas rekam medis inaktif, belum ada lembar penelaan rekam medis inaktif, man, kurangnya SDM yang berkompeten dalam bidang rekam medis, method, SOP penyusutan sudah ada namun pelaksanaannya belum baik, environment, ruang penyimpanan inaktif yang kurang layak. Untuk penyelesaian masalah yaitu dengan mengumpulkan hasil diskusi antar tenaga kesehatan yang bersangkutan disampaikan kepada kepala rekam medis, setelah semua disampaikan diharapkan ada tindak lanjut yang akan dilakukan dan dapat meningkatkan mutu dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.
Analisis SIMPUS Rawat Jalan Dengan Penerapan Awal Rekam Medis Elektronik Menggunakan Human Organization Technology Fit Model Hendra Rohman; Vesty Yuli Istichanah
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 2 No. 3 (2021): AGUSTUS-NOVEMBER 2021
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan perlu melakukan suatu tertib administrasi dengan penyelenggaraan rekam medis. Setiap puskesmas wajib melakukan kegiatan sistem informasi puskesmas yang dapat diselenggarakan secara elektronik atau non elektronik. Sejalan dengan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi juga membawa pengaruh terhadap perubahan rekam kesehatan yang berbasis kertas dan elektronik. Penggunaan sistem informasi puskesmas bergantung pada pengguna akhir, dukungan organisasi dan kemampuan teknologi itu sendiri. Puskesmas Seyegan merupakan salah satu yang baru menerapkan sistem informasi berupa rekam medis elektronik pada pelayanan rawat jalan dimulai sejak awal Desember 2019. Analisis mengenai SIMPUS dengan penerapan awal EMR belum pernah dilakukan. Analisis perlu dilakukan untuk mengetahui penggunaan penerapan awal EMR. Tujuannya yaitu menganalisis SIMPUS rawat jalan dengan penerapan awal EMR menggunakan metode HOT-Fit Model. Metode, jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Sampel yaitu semua pengguna SIMPUS yang telah menerapkan EMR. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Hasil, tingkat hubungan berdasarkan korelasi sederhana, person correlation atau r hitung untuk hubungan manusia dengan organisasi yaitu 0,576, hubungan manusia dengan teknologi yaitu 0,637, hubungan organisasi (organization) dengan teknologi yaitu 0,852. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan H-O sedang, H-T kuat, dan O-T sangat kuat. Kesimpulan, faktor manusia, organisasi, dan teknologi saling mempengaruhi pada penerapan EMR di Puskesmas Seyegan.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL 2 (TAM 2) DI PUSKESMAS Andhy Sulistyo; Hendra Rohman; Bayu Ari Wibowo Putra
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Puskesmas Gamping I sistem informasi rekam medis elektronik (RME) digunakan di bagian pendaftaran, poli umum, poli lansia, poli gigi, poli KIA, ruang tepadu, ruang mtbs, psikologi, fisioterapi, laboraturium dan gizi. Persepsi penggunaan menggambarkan sejauh mana mereka dapat menerima sebuah teknologi khususnya sistem rekam medis elektronik (RME). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis seberapa besar persepsi dan kegunaan sistem informasi rekam medis elektronik (RME), seberapa sederhana dan mudah penerapan sistem informasi rekam medis elektronik (RME) diterapkan dan seberapa besar peningkatan kinerja dapat dicapai berkat adanya sistem informasi itu, maka digunakanlah analisis dengan metode Technology Acceptance Model 2 (TAM 2). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Pengumpulan dan penelitian dengan menggunakan, observasi dan kuisioner. Populasi subjek pada penelitian ini adalah 30 petugas yang menggunakan sistem informasi RME. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Gamping I. Hasil antara variabel bebas dan variabel terikat terhadap pengguna sistem informasi RME di Puskesmas Gamping I tidak memiliki pengaruh yang signifikan yaitu 0,813 Tidak sesuai dengan keputusan. Uji regresi linier sederhana dimana Ho lebih besar dari 0,05 maka hipotesis awal ditolak bahwa tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam pengguna sistem informasi RME di Puskesmas Gamping I.
ANALISIS KELENGKAPAN PADA PENGELOLAAN DATA GIZI DI PUSKESMAS Hendra Rohman; Sahda Aulia Khairunnisa
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i3.326

Abstract

Laporan data gizi termasuk ke dalam laporan bulanan LB3 yang di dalamnya mencakup data kegiatan gizi, KIA/KB, imunisasi yang dilaporkan setiap bulannya kepada dinas kesehatan. Kelengkapan data gizi merupakan hal yang harus diperhatikan karena akan memengaruhi dalam perumusan kebijakan, pengambil keputusan, dan perencanaan program. Di Puskesmas Kasihan 1 masih terjadi ketidaklengkapan data gizi. Penyebab data yang tidak lengkap adalah belum terinputnya data ke dalam laporan data gizi oleh petugas gizi. Tujuannya yaitu mengetahui ketidaklengkapan pengelolaan data gizi di Puskesmas Kasihan 1. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan persentase kelengkapan dan kevalidasian data gizi di aplikasi Sigizi. Hasilnya yaitu alur pelaksanaan kegiatan pengelolaan data gizi di Puskesmas Kasihan 1 adalah petugas melakukan pemeriksaan kepada pasien melalui kegiatan posyandu dan pemeriksaan gizi ibu hamil di Puskesmas Kasihan 1, lalu petugas mengumpulkan data SKDN (jumlah balita di Posyandu, jumlah balita yang mempunyai KMS, jumlah balita yang datang/ menimbang di Posyandu, jumlah balita yang ditimbang dan naik berat badannya) pemeriksaan setiap akhir bulan selanjutnya petugas melakukan entry data pemeriksaan pasien ke dalam berkas rekam medis dan aplikasi Sigizi yang akan dikirimkan kepada dinas kesehatan, lalu petugas membuat laporan data gizi yang diambil dari hasil output melalui aplikasi siGizi dan diolah menggunakan microsoft excel dan petugas melaporkan hasil laporan setiap bulan kepada Dinas Kesehatan. Kesimpulan, hasil analisis olah data yang dilakukan menggunakan aplikasi SPSS masih ditemukan data yang tidak lengkap di dalam laporan data gizi di Puskesmas Kasihan 1 pada tahun 2019 yang disebabkan karena adanya data yang belum di input oleh petugas gizi dan dapat memengaruhi dalam perumusan kebijakan, pengambil keputusan, dan perencanaan program. Persentase ketidaklengkapan data gizi pada laporan data gizi tahun 2019 dari hasil analisis menggunakan microsoft excel adalah sebesar 9.75%.

Page 5 of 14 | Total Record : 140