cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl. Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JCOMENT (Journal of Community Empowerment)
ISSN : -     EISSN : 2745875X     DOI : https://doi.org/10.55314/jcoment
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) is a scientific multidisciplinary journal published by CV. The Journal Publishing. JCOMENT (Journal of Community Empowerment) has registered number ISSN 2745-875X (media online). It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Focus and Scope The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JCE, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
IN HOUSE TRAINING PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Bayu Anggileo Pramesona; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Selvi Rahmawati; Dwita Nurmumpuni; M. Fauzan Abdillah Rasyid
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.327

Abstract

Di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, sosialisasi alur dan format pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) terakhir dilaksanakan tahun 2016, sedangkan saat ini banyak pegawai baru yang belum pernah terpapar sistem pelaporan IKP di RS. Hal ini berdampak pada tidak adanya laporan IKP selama dua tahun terakhir. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan niat perawat untuk melaporkan IKP di RS melalui sosialisasi serta in-house training pelaporan IKP tentang alur dan format pelaporan IKP sehingga keselamatan pasien akhirnya dapat terwujud. In-house training ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan role play pelaporan IKP pada 32 perawat pelaksana di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara pada 4 Juli 2022. Media yang digunakan berupa materi tentang pelaporan IKP. Pre dan post-test diberikan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta latih sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian cara pengisian formulir pelaporan IKP dilakukan setelah role play melalui contoh kasus. Hasil rata-rata skor pengetahuan perawat meningkat sebesar 14.8% setelah diberikan in-house training. Perawat juga dapat mempraktikkan cara pengisian formulir pelaporan IKP dengan benar. Kegiatan in-house training tentang pelaporan IKP ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan perawat untuk melaporkan insiden keselamatan pasien di RS. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi rutin terkait pelaporan IKP pada perawat. Pihak manajemen RS juga disarankan untuk memberikan pelatihan rutin tentang pelaporan IKP pada tenaga kesehatan.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Di Rumah Sakit Dr. Soetarto Tahun 2018 Fadia Sulaiman; Fitria Latupono; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan masyarakat, serta mampu memberikan kepuasan. Mutu suatu pelayanan dinilai baik apabila pelayanan kesehatan tersebut dapat memberikan kepuasan kepada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata. Kualitas pendaftaran rawat jalan RS Dr. Soetarto terdapat nomor antrian yang tidak urut serta waktu tunggu dalam memperoleh pelayanan adalah 15 menit. Pelayanan standar yang ditetapkan adalah 5 menit, sehingga menjadi keluhan pasien. Tujuan penelitian ini mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan yaitu kehandalan, jaminan, bukti fisik/tampilan, empati, daya tanggap/kepedulian. Jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup. Teknik non probability sampling, jenis sampling insidental dengan jumlah sampel yaitu 95 responden. Hasilnya, tingkat kepuasan pasien dari 95 responden berdasarkan kehandalan yaitu 86,1%, jaminan yaitu 84,2%, dimensi bukti fisik yaitu 71,8%, empati yaitu 79,8%, daya tanggap yaitu 84,6%. Kesimpulan, kepuasan tertinggi pada lima dimensi terletak pada aspek kehandalan yaitu 86,1% pasien menyatakan puas, dan nilai terendah ada pada aspek bukti fisik yaitu 71,8% yang menyatakan tidak puas terhadap kualitas pendaftaran rawat jalan.
PEMETAAN KASUS PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT WILAYAH NGAMPILAN TAHUN 2017 Hery Setiyawan; Hendra Rohman; Widya Safitri Dano Jafar
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Negara berkembang dengan kasus ISPA tertinggi adalah Indonesia dan selalu menempati urutan pertama penyebab kematian ISPA pada kelompok bayi dan balita. Di Puskesmas Ngampilan tahun 2015 sebayak 3146 kasus, tahun 2016 sebanyak 2530 kasus, dan tahun 2017sebanyak 2833 kasus. ISPA menjadi peringkat pertama dalam10 besar penyakit di Puskesmas Ngampilan. Tujuannya memetakan persebaran penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut berdasarkan wilayah kerja Puskesmas Ngampilan, mengetahui diagram kunjungan pasien penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut berdasarkan jenis kelamin diwilayah kerja Puskesmas Ngampilan serta mengetahui diagram kunjungan pasien penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut berdasarkan golongan umur diwilayah kerja Puskesmas Ngampilan. Penelitian deskriptif. Subjek adalah 1 orang kepala bagian TU dan 1 petugas rekam medis di Puskesmas Ngampilan. Teknik purposive sampling data pasien penderita ISPA tahun 2017 sebanyak 2833. Hasil, pada peta menunjukkan bahwa tingkat persebaran penderita ISPA yang tertinggi di wilayah kelurahan Notoprajan sebanyak 1.660 penderita ISPA, berdasarkan jenis kelamin tingkat penderita perempuan lebih tinggi sebanyak 1.011 orang, laki-laki sebanyak 1.007 orang, berdasarkan golongan umur tiga tertinggi pada umur 0-4 tahun sebanyak 547 orang, umur 5-11 sebanyak 442 dan umur 56-65 sebanyak 383 orang dari total wilayah kelurahan Ngampilan dan Notoprajan. Faktor pendukung yang mempengaruhi ISPA adalah curah hujan, ketingian wilayah, status sosial, pendidikan. Kesimpulan, pasien terbanyak berasal dari Kelurahan Notoprajan yaitu 1660 kasus ISPA, Berdasarkan jenis kelamin, memiliki persentase yang lebih tinggi berada pada pasien perempuan yaitu 1.518 orang, laki-laki yaitu 1.007 orang. Berdasarkan usia, tiga tertinggi berada pada umur 0-4 tahun sebanyak 547 orang, umur 5-11 sebanyak 442 dan umur 56-65 sebanyak 383 orang dari wilayah kelurahan Ngampilan dan Notoprajan.
ANALISIS KETEPATAN DAN KELENGKAPAN KODE DIAGNOSIS KASUS PERSALINAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Ibnu Mardiyoko; Hendra Rohman; Nur Annisa Rimadanti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan coding harus lengkap dan akurat sesuai dengan arahan ICD-10. Ketepatan kode diagnosis dapat berpengaruh terhadap kelancaran proses pengklaiman pembiayaan pelayanan kesehatan, sebagai dasar pembuatan laporan morbiditas rawat jalan dan laporan 10 besar penyakit, serta pelaporan nasional morbiditas dan mortalitas. Tingkat ketepatan dan kelengkapan kode diagnosis kasus persalinan masih ditemukan penentuan kode diagnosis yang belum akurat. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan alur pelaksanaan pemberian kode diagnosis kasus persalinan, menghitung persentase ketepatan dan kelengkapan kode diagnosis kasus persalinan, serta mencari faktor penyebab ketidaktepatan dan ketidaklengkapan dalam pemberian kode diagnosis kasus persalinan. Jenis penelitian deskriptif. Subjek adalah 1 orang dokter, 3 orang coder, dan objek yaitu berkas rekam medis pasien kasus persalinan periode triwulan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2018 berjumlah 78 rekam medis di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Proses pelaksanaan pengodean dimulai dari petugas mengambil berkas rekam medis dari bangsal lalu petugas mengode pada berkas, SIMRS, dan program e-claim. Dari 78 sampel berkas rekam medis kasus persalinan Bulan Oktober-Desember 2018 ditemukan “ketidaktepatan” kode kondisi ibu sebesar 75%, metode persalinan sebesar 5%, outcome of delivery sebesar 5% dan ditemukan “ketidaklengkapan” kode kondisi ibu sebesar 54%, metode persalinan 0%, dan outcome of delivery sebesar 4%. Faktor yang mempengaruhi yaitu dari unsur man (manusia) berupa ketidaktelitian coder dalam membaca riwayat pasien, coder kesulitan dalam membaca tulisan dokter, coder kurang memahami aturan pada ICD, dan dokter jarang menuliskan diagnosis pada resume. Kelengkapan kode ICD-10 kasus persalinan pada kondisi ibu masih kurang terutama pada kode hamil postdate/serotinus seringkali coder tidak teliti dalam membaca riwayat pasien di lembar rekam medis lainnya.
Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Berbasis Microsoft Access di Klinik Dokter V. Ida Widayati Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik dr. V. Ida Widayati merupakan klinik umum dan bekerjasama dengan BPJS. Sistem informasi yang digunakan salah satunya adalah rekam medis. Penggunaan sistem informasi yang berdasarkan isi rekam medis di saranan pelayanan kesehatan sangat penting dalam melaksanakan kegiatan pelayanan terhadap pasien. Selain menggunakan rekam medis sebagai sumber informasi, pendaftaran pasien di klinik menggunakan microsoft excel. Namun terdapat kelemahan dari penggunaan microsoft excel yang digunakan di klinik tersebut adalah tampilan yang kurang menarik karena hanya berupa baris dan kolom, selain itu penggunaannya yang kurang efisien waktu karena cara pengetikan dalam mendaftar pasien dilakukan secara terus menerus ke kanan mengikuti kolom yang ada pada microsoft excel. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien berbasis microsoft access di klinik dr. V. Ida Widayati. Penelitian ini menggunakan metode perancangan SDLC waterfall model sebagai metode pengembangan sistem informasi manajemen berbasis microsoft access. Subjek yaitu petugas pendaftaran klinik dr. V. Ida Widayati. Setiap pendaftaran pasien yang dilakukan akan langsung masuk ke dalam sistem dan menjadi suatu laporan dengan adanya sistem informasi khususnya dalam pembuatan pelaporan akan mempermudah petugas pendaftaran mencari data pasien untuk kunjungan pasien selanjutnya.
Implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 Dalam Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Atas Kelengkapan Pengisian Informed consent Di Rumah Sakit Rajawali Citra Indra Narendra
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan informed consent sangat penting di dalam pelayanan kesehatan, sebab dari penyelenggaraan informed consent akan menghasilkan adanya perjanjian atau kesepakatan diantara tenaga kesehatan dengan pasien atas suatu tindakan medis tertentu. Kelengkapan di dalam pengisian informed consent harus selalu dicermati karena dapat menjadi faktor penentu keberhasilan atas pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kelengkapan pengisian lembar informed consent pasien bedah di rumah sakit rajawali citra, dan untuk mengetahui efektifitas atas implementasi keputusan menteri kesehatan nomor 129 tahun 2008 dalam pemenuhan standar pelayanan minimal atas kelengkapan pengisian informed consent. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris, dalam penelitian ini akan disajikan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan case study. Sampel subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 2 (dua) petugas rekam medis, 1 (satu) perawat bedah dan 1 (satu) dokter bedah di Rumah Sakit Rajawali Citra. Sampel objek penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis sampling jenuh Sampel objek pada penelitian ini adalah 81 lembar persetujuan tindakan persetujuan kedokteran (informed consent). Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian lembar informed consent secara keseluruhan belum dapat dikatakan optimal, dari 81 lembar informed consent belum tercapai angka persentase kelengkapan 100%. Kelengkapan pada komponen identifikasi memperoleh persentase sebesar 51,50%, pada laporan penting diperoleh persentase sebesar 71%, dan untuk komponen autentifikasi diperoleh persentase sebesar 40,1%. Pada aspek implementasi maupun efektifitas dari keputusan menteri nomor 129 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal dapat dikatakan juga belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor masyarakat disebabkan kurangnya kesadaran dan ketaatan di dalam pemberlakuan ketentuan tersebut.
PEMETAAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI WILAYAH PANGGANG GUNUNGKIDUL TAHUN 2018 Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid atau tifus banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat, di perkotaan maupun pedesaan. Penyebabnya bakteri salmonella typhi. Bakteri ini ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Panggang I dan II ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri salmonella thypi, kebiasaan masyarakat yang kurang bersih dan kekurangan air masih menjadi masalah setiap tahun. Penelitian ini melakukan pemetaan penyakit demam tifoid dan mengidentifikasi penyebabnya. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengumpulan data studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pemetaan penyakit demam tifoid di Puskesmas Panggang I dan II tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Panggang II dan berada di Desa Girisekar yaitu 31 pasien dan terendah di wilayah kerja Puskesmas Panggang I yang berada di Desa Giriwungu yaitu 2 pasien. Pasien dengan usia 20-44 tertinggi di Puskesmas Panggang I dan Panggang II, jenis kelamin laki-laki yaitu 19 pasien di Desa Girisekar dan terendah di desa Giriwungu, Girisuko, dan Giriharjo masing-masing 3 pasien. Air masih menjadi hal yang sangat mahal untuk masyarakat khususnya daerah Panggang. Penyebab demam tifoid adalah pola hidup masyarakat yang kurang bersih dan kurangnya pemahaman tentang hidup sehat.
Analisis Sistem Penyusutan Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta Hendra Rohman; Ibnu IMardiyoko
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta belum terlaksana secara rutin. Kendala dalam pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, karena terbatasnya petugas rekam medis dan pekerjaan yang semakin menumpuk sehingga untuk melaksanakan penyusutan belum bisa dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alur pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis serta mengetahui penyelesaian masalah mengenai pelaksanaan penyusutan. Penelitian deskriptif. Subjek yaitu tiga petugas rekam medis, dua orang sebagai responden dan satu orang sebagai triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Rumah sakit sudah mempunyai SPO tentang penyusutan berkas rekam medis, di dalam SPO dijelaskan bahwa waktu penyusutan berkas rekam medis dilakukan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis belum disosialisasikan dengan baik, tidak adanya petugas khusus penyusutan atau petugas filing, karena waktu luang petugas terbatas untuk melakukan penyusutan sehingga masih mengalami keterlambatan dalam melakukan penyusutan, tidak adanya ruang dan tempat khusus penyimpanan berkas rekam medis juga menjadi penghambat dalam pelaksanaan penyusutan. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis sudah sesuai dengan SPO mengenai penyusutan berkas rekam medis, akan tetapi waktu pelaksanaannya belum sesuai dengan yang ada di SPO. Belum adanya ruang dan rak khusus untuk menyimpan berkas rekam medis inaktif.
ANALISIS DATA DAN FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENDING CLAIM PASIEN BPJS DI RUMAH SAKIT CONDONG CATUR TAHUN 2019 Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit tidak diperkenankan untuk menyampaikan informasi medis yang terkandung didalam rekam medis pasien kepada pihak-pihak yang tidak berhak. Pelepasan informasi medis pasien yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat menimbulkan konsekuensi dan tanggung jawab hukum yang dapat dikenakan ancaman berupa sanksi hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran prosedur pelaksanaan pelepasan informasi medis, dan mengidentifikasi bentuk persetujuan yang diberikan oleh pasien terkait pelepasan informasi medis pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan case study. Sampel subjek dan objek pada penelitian ini menggunakan teknik jenuh dengan jumlah 3 (tiga) petugas rekam medis sebagai sampel subjek dan 30 berkas rekam medis bulan mei – juni 2019 untuk keperluan permintaan pelepasan informasi. Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini diperoleh bahwa prosedur dalam melaksanakan kegiatan pelepasan informasi medis pasien termuat pada beberapa kebijakan internal rumah sakit rajawali citra yaitu pada surat keputusan direktur nomor SK.Dir.12.15.301.07 dan surat keputusan direktur nomor SK.Dir.03.17.301.01 tentang pemberlakuan buku pedoman penyelenggaraan rekam medis. Kedua kebijakan tersebut dilengkapi dengan pengaturan secara teknis dengan diterbitkannya Standar Prosedur Operasional (SPO) nomor 203.301.021 tentang kerahasiaan informasi rekam medis, standar prosedur operasional (SPO) nomor 203.301.034 tentang surat permintaan keterangan medis, dan juga standar prosedur operasional (SPO) nomor 203.301.035 tentang pembuatan surat keterangan pelepasan rahasia medis. Pelaksanaan pelepasan informasi medis dari 30 berkas rekam medis di Rumah Sakit Rajawali Citra sudah dilengkapi dengan adanya persetujuan tertulis dari pasien sebagai pemilik informasi medisnya. Dengan adanya kebijakan-kebijakan umum maupun teknis, dan juga telah adanya formulir persetujuan tertulis yang harus disertakan pada setiap permintaan pelepasan informasi medis, dapat disimpulkan pelaksanaan pelepasan informasi medis di Rumah Sakit Rajawali Citra sudah mengupayakan pemenuhan atas jaminan aspek hukum kerahasiaan rekam medis secara optimal.
TINJAUAN PELEPASAN INFORMASI MEDIS DALAM MENJAMIN ASPEK HUKUM KERAHASIAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM RAJAWALI CITRA Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 3 (2020): AUGUST-NOVEMBER 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit tidak diperkenankan untuk menyampaikan informasi medis yang terkandung didalam rekam medis pasien kepada pihak-pihak yang tidak berhak. Pelepasan informasi medis pasien yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat menimbulkan konsekuensi dan tanggung jawab hukum yang dapat dikenakan ancaman berupa sanksi hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran prosedur pelaksanaan pelepasan informasi medis, dan mengidentifikasi bentuk persetujuan yang diberikan oleh pasien terkait pelepasan informasi medis pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan case study. Sampel subjek dan objek pada penelitian ini menggunakan teknik jenuh dengan jumlah 3 (tiga) petugas rekam medis sebagai sampel subjek dan 30 berkas rekam medis bulan mei – juni 2019 untuk keperluan permintaan pelepasan informasi. Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini diperoleh bahwa prosedur dalam melaksanakan kegiatan pelepasan informasi medis pasien termuat pada beberapa kebijakan internal rumah sakit rajawali citra yaitu pada surat keputusan direktur nomor SK.Dir.12.15.301.07 dan surat keputusan direktur nomor SK.Dir.03.17.301.01 tentang pemberlakuan buku pedoman penyelenggaraan rekam medis. Kedua kebijakan tersebut dilengkapi dengan pengaturan secara teknis dengan diterbitkannya Standar Prosedur Operasional (SPO) nomor 203.301.021 tentang kerahasiaan informasi rekam medis, standar prosedur operasional (SPO) nomor 203.301.034 tentang surat permintaan keterangan medis, dan juga standar prosedur operasional (SPO) nomor 203.301.035 tentang pembuatan surat keterangan pelepasan rahasia medis. Pelaksanaan pelepasan informasi medis dari 30 berkas rekam medis di Rumah Sakit Rajawali Citra sudah dilengkapi dengan adanya persetujuan tertulis dari pasien sebagai pemilik informasi medisnya. Dengan adanya kebijakan-kebijakan umum maupun teknis, dan juga telah adanya formulir persetujuan tertulis yang harus disertakan pada setiap permintaan pelepasan informasi medis, dapat disimpulkan pelaksanaan pelepasan informasi medis di Rumah Sakit Rajawali Citra sudah mengupayakan pemenuhan atas jaminan aspek hukum kerahasiaan rekam medis secara optimal.

Page 6 of 14 | Total Record : 140