cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl. Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JCOMENT (Journal of Community Empowerment)
ISSN : -     EISSN : 2745875X     DOI : https://doi.org/10.55314/jcoment
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) is a scientific multidisciplinary journal published by CV. The Journal Publishing. JCOMENT (Journal of Community Empowerment) has registered number ISSN 2745-875X (media online). It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Focus and Scope The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JCE, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 137 Documents
Kualitas Pelayanan Publik pada Bidang Kepegawaian di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara Risnah; Congge, Umar; Deluma, Ridwan
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan, serta faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan pelayanan publik pada Bidang Kepegawaian di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik secara keseluruhan sudah mencapai standar yang baik. Hal ini dapat dilihat dari dimensi tangibles (berwujud) tercermin dengan baik melalui penampilan pegawai yang rapi, kenyamanan fasilitas layanan, kelancaran proses pelayanan, serta pemanfaatan alat bantu yang efektif untuk mendukung kelancaran layanan. Sementara itu, dimensi reliability (keandalan) juga menunjukkan hasil yang positif, dimana pegawai telah menunjukkan keterampilan yang memadai dalam mengoperasikan perangkat teknologi yang diperlukan, sehingga memastikan kualitas layanan yang handal dan efisien. Dimensi responsiveness (ketanggapan) juga tergolong baik, dengan pegawai yang responsif dalam merespon permintaan, pertanyaan, maupun keluhan masyarakat dan pihak sekolah. Dimensi assurance (jaminan) menunjukkan pelayanan yang terjamin baik dalam hal ketepatan waktu dan pengurusan berkas yang gratis. Sementara itu, dimensi empathy (empati) menunjukkan bahwa pegawai telah menunjukkan perhatian dan sikap sopan dalam melayani masyarakat atau pihak sekolah dengan transparan dan penuh empati. Faktor penghambat dalam pelayanan publik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara adalah kurangnya penguasaan teknologi oleh pegawai ASN di atas 45 tahun, sementara faktor pendukungnya meliputi kesadaran pegawai, aturan, sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi SDM. Meskipun demikian, pelayanan publik di bidang kepegawaian telah dilaksanakan secara profesional dan kompeten yang sesuai dengan Maklumat Pelayanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Organisasi dan Tata Keja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara.
Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan Lina, Herlina Muzanah Zain; Yanuar Rahmadan; Bobby Reza; Nayla Olivia Detyanti; Ijtafarukal Valent Khameini
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1064

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.
Peningkatan Ketahanan Lingkungan Berbasis Komunitas Ekoliterasi di Dusun Kanoman, Sleman, DI Yogyakarta Kurniawan, Bachtiar Dwi; Efendi, David; Fitriyani, Alni
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1069

Abstract

Dusun Kanoman yang berlokasi di Kabupaten Sleman memiliki warga yang peka terhadap keberlanjutan (sustainability). Warga dusun secara kolektif melakukan giat kerja bakti dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Namun terdapat beberapa permasalahan pada kesadaran anak-anak dan administrasi TOGA yang belum terbentuk. Sehingga dibuat kegiatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan lingkungan berbasis komunitas melalui program ekoliterasi dan training administrasi di Dusun Kanoman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, outbound dan workshop yang melibatkan anak-anak, remaja, pemuda dan ibu-ibu PKK. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil dari kegiatan menunjukkan dampak positif, di mana anak-anak menjadi lebih kreatif dan produktif, serta terdapat peningkatan dalam administrasi TOGA. Diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan secara bertahap untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan komunitas.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Musrenbangkal: Realitas Praktik dan Tantangannya Marina, Rema; Ediyono, Suryo
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1076

Abstract

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) merupakan instrumen utama dalam mendorong pembangunan partisipatif sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Desa. Namun, implementasinya kerap menghadapi berbagai kendala terkait kapasitas kelembagaan dan kualitas partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemberdayaan masyarakat dalam Musrenbangkal serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam proses tersebut di Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam Musrenbangkal belum berjalan optimal akibat rendahnya literasi perencanaan, keterbatasan akses informasi, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta dominasi aktor tertentu dalam pengambilan keputusan. Kendati demikian, terdapat peluang penguatan melalui peningkatan kapasitas aparatur, perluasan ruang partisipatif, serta penerapan transparansi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola Musrenbangkal agar forum ini benar-benar mampu menjadi wahana pemberdayaan masyarakat dan bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif
Pekerti Sehati Pendampingan Keluarga Balita Stunting Dan Revitalisasi Pusat Informasi Dan Konseling Remaja (PIK-R) Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Kemandirian Kader Dan Keluarga Suryaningsih, Endang Koni; Warastri, Annisa; Haris, Fahni; Nurrohmah, Fayakun
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1077

Abstract

Data kesehatan dari Puskesmas Notoprajan pada November 2024 mencatat 30 balita mengalami stunting, dengan sebagian besar kasus terkonsentrasi di RW 03. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Yogyakarta melibatkan kader Posyandu dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersama tenaga kesehatan melalui Program Makanan Tambahan (PMT). Namun, edukasi gizi masih kurang optimal karena keterbatasan media pembelajaran dan kemampuan kader, sementara remaja dalam PIK-R juga menghadapi tantangan dalam manajemen organisasi dan promosi. Program PMM ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan pengurus PIK-R dalam promosi kesehatan dan pendampingan keluarga. Dengan pendekatan Community Development, program mencakup kegiatan koordinasi, sosialisasi, serta pelatihan pengukuran antropometri, edukasi gizi, pengembangan media, manajemen organisasi, konseling sebaya, dan pemasaran digital. Dukungan teknologi mencakup modul pelatihan, media edukasi, alat peraga, video edukatif, konten digital, dan basis data kesehatan. Sebanyak 28 peserta mengikuti program ini. Hasil menunjukkan seluruh peserta menyelesaikan pelatihan, tiga konselor sebaya terbentuk, dan media edukasi berhasil dihasilkan. Peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0.001) menegaskan efektivitas program dalam meningkatkan kapasitas pencegahan stunting.
Optimalisasi Penggunaan QRIS untuk Efisiensi Transaksi UMKM Kuliner: Studi kasus Ayam Geprek Bu Ayu dan Lekker Spesial Megatruth Emanuel, Prita; Astuti, Tutut Dewi
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1081

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk meningkatkan efisiensi transaksi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner. Studi kasus ini difokuskan pada dua mitra, yaitu Ayam Geprek Bu Ayu dan Lekker Spesial Megatruth. Permasalahan utama adalah transaksi manual yang lambat dan rentan kesalahan dapat menghambat pertumbuhan bisnis. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang berfokus pada edukasi mengenai manfaat, tata cara penerapan, serta strategi pengelolaan transaksi digital melalui QRIS. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap sistem pembayaran digital dan kesadaran akan pentingnya transformasi digital dalam operasional usaha. Selain itu, kedua mitra juga menunjukkan kesiapan untuk beralih menuju sistem pembayaran nontunai yang lebih efisien dan transparan. Dengan demikian, penerapan QRIS dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat keberlanjutan dan daya saing UMKM kuliner di era ekonomi digital.
Peningkatan tata kelola keuangan masjid berbasis andorid untuk transparansi dan keberlanjutan Rahmanto, Dhidhin Noer Ady; Ragil Satria Wicaksana; Ratih Purbowisanti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1096

Abstract

Tata kelola keuangan masjid yang akuntabel menjadi prasyarat kepercayaan jamaah dan keberlanjutan program kemasjidan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan pencatatan kas masih dominan manual, format laporan tidak seragam, pengarsipan bukti transaksi tidak tertib, serta ketergantungan pada satu bendahara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kas masjid melalui pendampingan digital menggunakan aplikasi berbasis Android melalui AppSheet yang dilengkapi buku panduan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan: (1) koordinasi dan survei awal, (2) asesmen kebutuhan dan FGD, (3) buku panduan dan pengembangan aplikasi, (4) pelatihan dan praktik input transaksi, (5) pendampingan implementasi dan monitoring, serta (6) evaluasi dan rencana keberlanjutan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner penerimaan teknologi yang mengukur perceived usefulness, perceived ease of use, fasilitas pendukung, pengaruh sosial, kepercayaan & keamanan siber, persepsi transparansi & akuntabilitas, serta behavioral intention to adopt aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta menerima aplikasi dengan baik karena memudahkan rekap kas dan memperjelas laporan, namun hambatan utama muncul pada peserta usia lanjut yang memiliki keterbatasan literasi digital. Kegiatan merekomendasikan pendampingan berulang (micro-coaching), penunjukan PIC ganda (bendahara dan kader administrasi), serta mekanisme backup dan kontrol akses untuk memastikan keberlanjutan. Implikasi kegiatan ini adalah tersedianya model pemberdayaan tata kelola keuangan masjid yang mudah direplikasi melalui pembinaan DMI.