cover
Contact Name
LAMIA DIANG MAHALIA
Contact Email
jfk@poltekkes-palangkaraya.ac.id
Phone
+6281349000042
Journal Mail Official
jfk@poltekkes-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Jalan George Obos No.30 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah
ISSN : 20879105     EISSN : 27152464     DOI : https://doi.org/10.52263
Jurnal Forum Kesehatan (JFK) adalah jurnal berbasis online dimana sumber tulisan berasal dari tulisan ilmiah bidang kesehatan terutama untuk hasil penelitian dari Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Masyarakat.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020" : 6 Documents clear
Asupan Zat Gizi Mikro Dan Stunting Pada Anak Balita di Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau Yetti Wira Citerawati SY; Erma Nurjanah Widiastuti
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.200

Abstract

Abstract- Stunting is still a problem in Indonesia, especially in the Central Kalimantan, where the prevalence is still very high compared to the national figure and WHO standards. Stunting is a problem related to nutrient intake and infection. The purpose of this study was to determine the relationship between micronutrients and the incidence of stunting in the working area of ​​the Bukit Rawi Health Center. The design of this research is analytic observational with a case-control method. The sampling technique uses Purposive Sampling. Sample characteristic data were obtained through interviews using a questionnaire while intake data (vitamin A, Fe, zinc, calcium, phosphorus) were obtained through interviews using the SQFFQ form (Semi-Quantitative Food Frequency). Analysis of bivariate data using the Chi-Square test with a tool in the form of SPSS software. Based on the results of the study, 27 (41.5%) were stunted and 38 (58.5%) were not stunted. The average age of toddlers is 28 months with a minimum age of 19.00 months and a maximum age of 58.00 months. There was no significant relationship between the intake of Vitamin A, Fe, Zinc, and Phosphorus on the incidence of stunting (p = 0.987; p = 0.842; p = 0.590; p = 0.523). However, there was a significant relationship between calcium intake and the incidence of stunting (p = 0.032). Toddlers with less calcium intake were 5.09 times more likely to be stunted than toddlers with good calcium intake (95% CI = 1.026 - 25.270), so toddlers with less calcium intake had a probability of experiencing stunting by 83.6%.
Hubungan Asupan Zat Gizi, Aktifitas Fisik, Lingkar Perut dan Persen Lemak Tubuh dengan Kadar Kolesterol Total Penderita Dislipidemia Rawat Jalan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Fretika Utami Dewi; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.204

Abstract

Dyslipidemia can arise as a result of lifestyle changes. These lifestyle changes include smoking, lack of physical activity, alcoholism, a diet high in fat and less of dietary fiber. This study aims to determine the relationship of nutrient intake, physical activity, abdominal circumference and body fat percent with cholesterol levels of outpatients with dyslipidemia in RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. The study design used a cross-sectional design with a purposive sampling method. The number of samples obtained was 48 people. Nutrient intake was obtained by the FFQ method and then analyzed with nutrisurvey, weight using digital scales, height using mikrotoice, physical activity using the Baecke form, abdominal circumference was measured using metline. Data were analyzed using the Pearson test. Results: The study show that the most of the samples were 50-59 years old, female with non-working status, moderate physical activity, abdominal circumference at risk category and thick fat percent with more category. The average intake of energy, protein, fiber are low, fat and carbohydrate intake are sufficient and the total cholesterol level are high. There was no significant relationship between energy intake (P = 0.404), protein intake (P = 0.765), carbohydrate intake (P = 0.876), fiber intake (P = 0.498), physical activity (P = 0.277), abdominal circumference (P = 0.737), percents body fat (P = 0.755) with total cholesterol levels, but fat intake was significantly related (P = 0.001)
Analisis daya terima terhadap variasi menu makanan lengkap pada anak usia 1 – 6 tahun Munifa Munifa; Dhini Dhini
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.209

Abstract

Difficulty eating in children often occurs in preschool children by > 20%. Difficulty eating in children is a complex problem. Factors causing malnutrition are nutrition imbalances, factors for providing and serving nutritious food. Acceptance is the level of individual liking or disliking of a type of food. Acceptance test was conducted to determine whether the variation of the food menu was acceptable or not. With the variation of recipe standards on quality and quality standards, among others, by changing the taste of food and the appearance of the food, but still maintaining the nutritional value, it is expected to increase acceptability. This study was conducted to analyze the variation of a complete diet on the acceptance of preschool children in daycare. Experimental research design method is posttest-only control group design. The trial was carried out for 3 days. When this stage is complete, the researcher evaluates its implementation. The intervention given is in the form of 1 toddler lunch cycle. 1 lunch cycle is given for 2 weeks. At the age of 1-3 years, staple foods showed differences in the average intake of 5 types of staple foods and vegetables with a p value of 0.002, animal side dishes 0.003, vegetable side dishes 0.737, and fruit 0.0005. At the age of 4-6 years, staple foods showed differences in the average intake of 5 types of staple foods with a p value of 0.107, animal foods 0.043, plant foods 0.351, vegetables 0.809, and fruit 0.01
Gambaran ibu bersalin dengan kehamilan Postterm Di Blud RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Marliana Marliana; Wahidah Sukriani
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.210

Abstract

Kehamilan postterm mempunyai pengaruh terhadap perkembangan janin sampai kematian janin. Data statistik menunjukkan angka kematian dalam kehamilan lewat waktu lebih tinggi dibandingkan dalam kehamilan cukup bulan. Data di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya dari tahun 2015-2017 terdapat 293 ibu bersalin dengan kehamilan postterm dan didapatkan 7 janin mengalami Intra Uterine Fetal Death (IUFD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ibu bersalin dengan kehamilan postterm di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan kehamilan postterm di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya pada tahun 2015-2017 yaitu sebanyak 293 ibu bersalin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari data register dengan alat bantu berupa format isian. Data penelitian dianalisis secara univariat.Hasil penelitian menunjukkan ibu bersalin dengan kehamilan postterm tertinggi pada nullipara (35,5%), umur 20-35 tahun (78,8%), pendidikan dasar (39,6%), Tidak bekerja (89,1%), persalinan Sectio Caesaria (65,6%). Diharapkan bidan dapat meningkatkan upaya promotif kepada masyarakat khususnya ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC secara rutin, untuk memantau kesehatan ibu maupun janin, sehingga dapat menurunkan risiko kehamilan postterm.
Hubungan Pola Konsumsi Asupan Natrium Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Eline Charla Sabatina Bingan
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.211

Abstract

Ibu dengan kehamilan/persalinan dengan preeklamsia berat atau eklampsia merupakan masalah yang cukup serius karena dapat mengancam kematian pada ibu maupun janin. Preeklamsia merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kehamilan di dunia.. Di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya menyebutkan terjadi peningkatan jumlah ibu dengan preeklamsia dari tahun 2018 yaitu sebanyak 259 kasus sampai dengan tahun 2019 yakni 277 kasus atau terjadi peningkatan sebanyak 3,35%. Pemenuhan peningkatan asupan makanan seimbang berperan penting terhadap kesehatan ibu hamil dan janin. Kebiasaan hidup tidak sehat dengan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak, tinggi garam dan sedikit protein dapat memicu terjadinya kenaikan darah yang menyebabkan preeklamsia. Untuk mengetahui hubungan pola konsumsi asupan natrium dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di ruang VK Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil di ruang VK Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus pada bulan Januari-Maret 2020. Hasill analisis Uji Chi-Square yaitu nilai ρ = 0,014 < α 0,05 yang membuktikan bahwa ada pengaruh antara variabel independen (pola konsumsi asupan natrium) dengan variabel dependen (ibu hamil dengan preeklamsia) dengan OR=6,314. Ada hubungan pola konsumsi asupan natrium dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di ruang VK Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Puteri Yongwan Nyamin; Irda Ayu Sundah; Reny Sulistyowati
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.212

Abstract

Peristiwa paling penting dalam masa pubertas remaja putri ialah datangnya menstruasi pertama atau menarche, yang menjadi pertanda biologis dari kematangan seksual. Pada saat menstruasi remaja putri seringkali merasa tidak nyaman, sehingga mereka kurang memperhatikan kesehatan dirinya. Secara umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal tersebut juga berlaku bagi kesehatan organ-organ reproduksi, terutama pada saat menstruasi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan obvervasional analitik, yaitu penelitian yang dilakukan pada waktu bersamaan terhadap subyek penelitian. Penelitian ini mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang menstruasi dengan perilaku higienis pada saat menstruasi pada remaja putri. Diketahui bahwa dari 30 siswi, sebagian besar memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 43,3%, pengetahuan cukup sebanyak 30,0%, dan baik sebanyak 26,7%. Sedangkan untuk perilaku personal hygiene saat menstruasi sebagian besar termasuk dalam kategori kurang yaitu 50,0%, kategori baik sebanyak 26,7% dan kategori cukup sebanyak 23,3%. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja puteri (p=0,000; X2 = 30,022), sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antar tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMAN 1 Palangka Raya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6