Jurnal Transportasi Multimoda
Jurnal Trasportasi Multimoda adalah jurnal yang memuat publikasi yang berisikan hasil penelitian, kajian, review (hasil karyya asli) dan pemikiran ilmiah yang berfokus pada transportasi multimoda baik penumpang atau barang antarmoda, logistik, integrasi, konektivitas, berkelanjutan, dan kebijakan transportasi. Jurnal Tranportasi Multimoda bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi di bidang transportasi multimoda. Ruang Lingkup Jurnal Transportasi Multimoda adalah: 1. Transportasi multimoda/antarmoda : transportasi antarmoda penumpang atau barang; 2. Logistik: rantai pasok, green freight, pergudangan; 3. Integrasi: integrasi jaringan transportasi darat, laut, udara; intergrasi prasarana dan sarana transportasi; 4. Transportasi berkelanjutan: transit oriented development, transport demand management, urban logistik; 5. Kebijakan transportasi: regulasi transportasi multimoda
Articles
160 Documents
INTEGRASI TRANSPORTASI MULTIMODA DALAM MENDUKUNG TRANSPORTASI BARANG DI KABUPATEN BOVENDIGOEL
herawati herawati;
Mutharuddin Mutharuddin
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 18, No 2 (2020): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v18i2.1716
Pola dasar penyebaran penduduk Kab. Boven Digoel terbagi dalam 3 kelompok yaitu wilayah dataran tinggi, rendah dan pegunungan. Mobilitas penduduk di dataran rendah dan tinggi menggunakan alternatif transportasi perairan dan jaringan jalan sedangkan masyarakat di pegunungan menggunakan transportasi udara. Ketiga moda tersebut sangat perlu terintegrasi satu sama lain baik jaringan maupun pelayanan dalam memwujudkan transportasi yang efisien dan efektif. Pengembangan tiga moda tersebut tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga perlu dirumuskan prioritas pengembangan dan pembangunan transportasi dalam menghubungkan antar wilayah di Kabupaten Bovendigoel dan antar Kabupaten lainnya yang terletak disekitar Kabupaten Bovendigoel. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode regresi linear untuk mendapatkan prediksi pergerakan transportasi masing-masing wilayah dan metode spasial untuk melihat keterintegrasian masing-masing moda transportasi. Hasil analisis menujukkan model pengembangan jaringan transportasi kedepannya harus memperhatikan ketersediaan infrastruktur saat ini, karakteristik daerah dan kemampuan daerah secara finansial. Keterhubungan antar wilayah sebaiknya merupakan pelayanan door to door service dan sifatnya fleksibilitas atau dengan kata lain keterhubungan antar distrik dengan transportasi jalan. Berdasarkan topografi wilayah, Perkampungan di Kabupaten Boven Digoel terletak disepanjang sungai-sungai yang dapat dilayari dengan kapal-kapal besar, sehingga transportasi air masih menjadi moda transportasi yang dominan bukan saja untuk jangka pendek tetapi juga jangka panjang ke depannya. Sedangkan untuk wilayah dataran tinggi akan terus bergantung pada transportasi udara. Selanjutnya, pengembangan jaringan jalan dapat menjadi komplemen dari kedua moda tersebut.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DI YOGYAKARTA
Reslyana Dwitasari;
Sapto Priyanto
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 14, No 4 (2016): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v14i4.160
Perencanaan kereta perkotaan sebagai transportasi yang berkelanjutan harus diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan visi Green D.I. Yogyakarta yang menargetkan adanya pembangunan dan penataan transportasi di Yogyakarta sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat serta infrastruktur dan tata kota. Moda transportasi LRT (Light Rail Transit) dipilih sebagai moda transit dalam pengembangan transportasi berbasis rel ROD (Rail Oriented Development) di Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian terkait faktor-faktor pelayanan yang diharapkan calon pengguna jasa LRT Yogyakarta, sehingga saat LRT di dioperasikan setidaknya sudah mengetahui layanan yang diharapkan oleh pengguna. Pertanyaan penelitian dari penelitian ini adalah faktor-faktor pelayanan apa saja yang diharapkan oleh calon pengguna apabila Trem/LRT dioperasikan di Yogyakarta?, sedangkan tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui faktor pelayanan yang diharapkan oleh calon pengguna apabila LRT dioperasikan di Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis bahwa faktor pelayanan yang dibutuhkan penumpang LRT, diperoleh indikator pelayanan dikategorikan menjadi 3 tingkat pelayanan yaitu: 1) Tingkat pelayanan kualitatif, dengan mementingkan faktor a)keamanan penumpang; b) keselamatan penumpang; c) kenyamanan penumpang. 2) Tingkat Kemudahan/aksesibilitas, dengan variable faktor a) Integrasi antar moda; b) Kemudahan menuju shelter/halte; c) Ketersediaan fasilitas park and ride dan 3) Tingkat pelayanan kuantitatif, dengan faktor pelayanan: a) Keterjangkauan ongkos perjalanan; b) Ketepatan jadwal keberangkatan dan kedatangan.
Strategi Peningkatan Pelayanan Transportasi Antarmoda Terpadu di Kota Palembang
Listantari Listantari;
Yessi Gusleni;
Joewono Soemardjito;
Hengki Purwoto
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 19, No 2 (2021): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v19i2.2035
Implementasi keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda di Kota Palembang saat ini belum cukup optimal bila ditinjau dari jumlah penggunanya yang masih rendah dari perkiraan sehingga membutuhkan upaya peningkatan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda di Kota Palembang saat ini. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan tujuan: (a) mendapatkan gambaran mengenai keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda di Kota Palembang ditinjau dari tiga aspek, yaitu: (1) keterpaduan jaringan pelayanan; (2) keterpaduan manajemen operasional; dan (3) keterpaduan sistem pembayaran, (b) mengidentifikasi aspek-aspek yang mendukung terwujudnya keterpaduan pelayanan transportasi antarmoda, dan (c) merumuskan strategi peningkatan kinerja keterpaduan pelayanan angkutan umum di Kota Palembang berdasar prioritas penanganannya. Analisis menggunakan data hasil survey primer secara online melibatkan 80 responden pengguna angkutan umum terpadu dan pemangku kebijakan daerah dari instansi terkait di Kota Palembang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa upaya pengembangan keterpaduan layanan transportasi antarmoda di Kota Palembang masih menghadapi kendala. Strategi yang direkomendasikan dari hasil penelitian adalah peningkatan ridership pada angkutan umum terpadu di Kota Palembang melalui pembenahan pada tiga aspek yang menjadi perhatian utama dengan urutan prioritas penanganan, yaitu: (1) waktu tempuh perjalanan; (2) besaran tarif layanan; dan (3) rute/trayek perjalanan angkutan. Implementasi strategi ini membutuhkan dukungan institusional yang menjalankan fungsi koordinasi, kolaborasi dan sinergi operasional pelayanan dari beragam jenis moda angkutan umum yang melayani di Kota Palembang.
KALIBRASI VISSIM UNTUK MIKROSIMULASI ARUS LALU LINTAS TERCAMPUR PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS: SIMPANG TUGU, YOGYAKARTA)
Muhammad Zudhy Irawan;
Nurjannah Haryanti Putri
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 13, No 3 (2015): September
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v13i3.180
Bercampurnya berbagai jenis kendaraan di ruas jalan yang didominasi oleh sepeda motor menjadikan analisis karakteristik lalu lintas dengan metode mikroskopik menjadi lebih sesuai karena metode ini memperlakukan setiap jenis kendaraan sebagai individu itu sendiri. Namun, perilaku pengemudi di Indonesia yang khas mengharuskan proses penyesuaian (kalibrasi) yang lebih detail. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah standar proses kalibrasi di simpang bersinyal dengan perangkat lunak VISSIM sedemikian sehingga kondisi nyata di lapangan dapat secara tepat direpresentasikan di model simulasi. Simpang Tugu di Kota Yogyakarta dipilih sebagai sebuah studi kasus. Proses kalibrasi dilakukan secara trial and error dengan mempertimbangkan perilaku pengemudi yang agresif sehingga menyerupai kondisi di Indonesia. Terdapat dua variabel yang diamati kesesuaiannya pada penelitian ini, yaitu jumlah volume lalu lintas yang dibangkitkan, dan panjang antrian di masing-masing lengan simpang untuk setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter-parameter yang perlu dikalibrasi di perangkat lunak VISSIM adalah pemilihan lajur jalan yang digunakan pada kondisi arus bebas (desired position at free flow), perilaku pengemudi yang dapat menyiap kendaraan lain (overtaking), sudut belok kendaraan saat keluar dari pendekat simpang (turning movement), dan jarak antara kendaraan baik pada saat berhenti maupun pada saat memasuki pendekat simpang (distance standing, distance driving, average standstill distance, additive part of safety distance, dan multiplicative part of safety distance).
REVITALISASI LAYANAN INTERMODA ANGKUTAN LAUT TANJUNG TIRAM KE KUALA TANJUNG
Rita Rita;
Juren Capah
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 14, No 1 (2016): Maret
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v14i1.198
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sampai dengan tahun 2030 telah mencanangkan 2 buah pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di kawasan pantai Timur Sumatera Utara. Pengembangan pelabuhan pendukung Tanjung Tiram di pesisir pantai timur Sumatera Utara diperlukan untuk mendukung keberadaan pelabuhan khususnya hubungan internasional Kuala Tanjung yang juga menyediakan layanan perpindahan penumpang dari dan menuju luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan melakukan pengumpulan data primer, data sekunder dari referensi, literatur dan data penunjang lainnya yang digunakan untuk dibandingkan kelebihan moda angkutan laut dengan moda angkutan darat dan hasil Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabuhan Tanjung Tiram saat ini masih digunakan sebagai pelabuhan nelayan atau pelabuhan ikan, sedangkan untuk pergerakan penumpang dan barang masih sangat rendah pemanfaatannya karena moda darat lebih dipilih karena waktu tempuhnya lebih cepat, biaya lebih murah. Hasil analisis menunjukkan rute layanan angkutan laut dari Tanjung Tiram ke Kuala Tanjung untuk saat ini belum layak dibuka kembali. Apabila dibuka atau daktifkan kembali dengan persyaratan yang wajib dipenuhi, yaitu: pengerukan alur di dermaga sehingga kapal penumpang bisa bersandar, Pembangunan kantor dan peralatan imigrasi, penyediaan kapal layanan penumpang, Penataan kawasan pelabuhan Tanjung Tiram, namun membutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga solusi yang lebih efektif dan efisien adalah penyediaan angkutan umum atau penyediaan sarana dan prasarana pendukung untuk melayani penumpang dari Tanjung Tiram menuju Kuala Tanjung Balai Asahan.
Cover Belakang September 2016
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 14, No 3 (2016): September
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v14i3.264
INTEGRASI MODA DI PELABUHAN PENYEBERANGAN SIBOLGA
Elviana R Simbolon, S.Kom., M.MTr
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v15i2.759
Pelabuhan Penyeberangan (ASP) Sibolga mempunyai peranan yang sangat penting bagi pelayanantransportasi dalam memperlancar arus barang dan manusia antara Pulau Sumatera ke Pulau Nias, untukmelayani angkutan penumpang dan barang. Dengan adanya perkembangan ekonomi dan pariwisata diPulau Nias diperkirakan kebutuhan jasa transportasi dari tahun ke tahun selalu meningkat. Peningkatanperkembangan tersebut akan berdampak terhadap permintaan kebutuhan barang, mengingat hampir semuakebutuhan barang termasuk barang konsumsi di Pulau Nias didatangkan dari Pulau Sumatera. Selain itu,pertumbuhan perekonomian Kota Sibolga yang semakin meningkat juga membuat semakin tingginya barangmaupun hasil perkebunan dan pertanian masuk ataupun keluar Kota Sibolga. Model proyeksi pertumbuhanbarang menuju Kepulauan Nias memperlihatkan variabel yang berpengaruh terhadap volume barangke Nias adalah jumlah penduduk, sedangkan model proyeksi pertumbuhan barang dari Kepulauan Niasmemperlihatkan variabel yang berpengaruh terhadap volume barang dari Nias adalah produksi pertaniandan peternakan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, maka sistem angkutan darat dan penyeberangandiperlukan harmonisasi operasional. Sehingga terwujud integrasi layanan angkutan barang yang efektifdan efisien. Tujuan penelitian ini melakukan kajian pengembangan integrasi moda untuk angkutan barangdi pelabuhan penyeberangan Sibolga, sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan pengembanganintegrasi moda untuk angkutan barang di Pelabuhan Penyeberangan Sibolga dengan memperhatikan kondisipergerakan lalu lintas barang dan perkembangan wilayah. Data yang dikumpulkan diperoleh dari pengamatanlapangan dan data sekunder meliputi lalu lintas pergerakan angkutan barang, perkembangan perekonomiandan potensi wilayah dan perkembangan penduduk serta rencana pengembangan wilayah. Berdasarkan hasilanalisa ULSA (Keunggulan, Kelemahan, kesempatan dan Ancaman) dapat disimpulkan bahwa integrasimoda angkutan darat dan penyeberangan di Pelabuhan Penyeberangan (ASP) Sibolga dapat memberikanlayanan yang optimal dengan melakukan pengembangan yaitu a) penyediaan lahan parkir yang memadaibagi kendaraan pengguna layanan angkutan penyeberangan, b) penataan akses keluar masuk pelabuhanpenyeberangan agar memudahkan pergerakan kendaraan barang di dalam dan disekitar kawasan pelabuhan,dan c) pengembangan simpul transportasi barang untuk menunjang kelancaran mobilitas angkutan barang.
Perencanaan jalur sepeda Kota Blitar yang terintegrasi dengan stasiun dan terminal
herawati herawati
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v16i2.966
Pada abad ke 21, terdapat beberapa alasan untuk meningkatkan moda bersepeda karena kemacetan dan beberapa permasalahan transportasi. Berdasarkan pada kondisi tersebut, Kota Blitar mengusulkan untuk melaksanakan program bersepeda dengan memberikan sepeda gratis untuk pelajar pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMPN). Dalam upaya untuk mewujudkan program tersebut maka perlu ditunjang oleh keberadaan sarana dan prasarana yang memadai dan aman seperti jalur sepeda. Tujuan dari kajian ini adalah melakukan perencanaan jalur sepeda di Kota Blitar sementara metodologi yang digunakan untuk perencanaan tersebut seperti metode perencanaan fasilitas sepeda dari American Association of State Highway and Transportation Official (AASHTO), desain jalur sepeda berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dan Pedoman perencanaan bersepeda di perkotaan dari Asosiasi Transportasi Perkotaan Nasional. Studi adalah menetapakan jalur sepeda yang menggunakan 4 (empat) prinsip perencanaan yang terdiri dari konektivitas dan keberlanjutan, keamanan, kenyamanan, dan kemenarikan. Perencanaan jalur sepeda yang dihasilkan dari studi ini berupa rute jalur sepeda yang terdiri dari rute utama, rute top local dan rute lokal.
The Importance of Halal Logistics Implementation in Indonesia in Compliance with Domestics and Global Halal Market Requirements
abdul mu'ti sazali;
Jeanne Svensky Ligte
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 17, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v17i2.1319
Halal logistics is very crucial in ensuring and maintaining halal requirements of halal products from production to consumption. However, the concept of halal logistics is not very well understood and implemented in Indonesia by either the regulators or the logistics players due to a lack of concern from various parties. Therefore, this research is conducted to explain the halal logistics concept, define a potential standard for halal logistics and give recommendations on how the implementation of this concept can be executed in Indonesia, in compliance with domestic and global halal requirements. The methods used in this research are a literature review and a theory analysis, concept and also rules and policies that in force in Indonesia, which in the end can be seen clearly whether halal logistics has been implemented or not to compliance domestic and global markets. The result shows that there is no specific regulation yet in Indonesia in terms of halal logistics and distribution. The authors proposed several recommendations of how to conduct and treat appropriate halal distribution process, which it is expected will be able to be fundamental for the government and MUI to implement and certify it as the regulation standard.
Integrasi Fasilitas Pelayanan Pada Pelabuhan Sekupang Kota Batam
Dessy Angga Afrianti;
Vandarina Safira Dinda;
Suci Susanti
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 19, No 1 (2021): Juni
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/mtm.v19i1.1857
Kota Batam sebagai kota kepulauan sudah memiliki titik transfer yang terintegrasi, salah satunya yaitu Pelabuhan Sekupang yang sudah terintegrasi dengan Bus Trans Batam. Namun, belum tersedia pelayanan yang optimal. Dari permasalahan tersebut penting dilakukan pengukuran kinerja integrasi antarmoda pada Pelabuhan Sekupang dengan pedoman Evaluation of Intrermodai Passenger Transfer Facilities. Dimana dalam pengukuran integrasi antarmoda menggunakan Modal Interaction Matrix dan Trip Segment Analysis. Dalam Trip Segment Analysis terdapat segment disutility dan access cost disutility. Setelah ditemukan hasil pengukuran kinerja integrasi antarmoda perlu adanya upaya dan penentuan desain peningkatan kinerja integrasi antarmoda pada pelabuhan. Kemudian setelah diterapkan upaya maka dilakukan perbandingan hasil pengukuran kinerja integrasi antarmoda eksisting dan setelah peningkatan kinerja integrasi antarmoda.