cover
Contact Name
Mahmuda Saputra
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6281229472841
Journal Mail Official
mahmuda@ugp.ac.id
Editorial Address
Jln. Simpang Kelaping-Lukup Badak-Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 24560
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi (Telangke)
ISSN : 28098943     EISSN : 28098978     DOI : https://doi.org/10.55542/jiksohum.v4i1
Core Subject : Education,
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi adalah jurnal terbitan berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Isipol Universitas Gajah Putih Program Studi Ilmu Komunikasi. Isi jurnal mencakup bidang studi ilmu Komunikasi dan Pendidikan. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantic pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan inter disipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan senilainnya, puisi dan prosa filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi, psikologi: psikologi pendidikan, psikologisosial, psikolog ikonseling. pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran Hukum studi budaya, Sosial. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Representasi Gender Dalam K-Drama The Judge From Hell: Analisis Semiotika Sosial Dengan Pendekatan Ibnu Hamad Corina, Salya Elva
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2025): Juli: Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v7i2.1719

Abstract

Gender representation in media, particularly within K-Dramas, reflects shifting social dynamics and the evolving construction of female identity. The Judge from Hell (2024) portrays Kang Bit-na as a female judge endowed with supernatural authority, challenging dominant patriarchal narratives commonly found in Korean mainstream media. This study aims to examine how female representation and power relations are constructed through symbols, narrative structure, and visual elements in the series. Employing a qualitative method grounded in social semiotics and Ibnu Hamad’s discourse analysis model, this research analyzes five high-intensity episodes in which Kang Bit-na plays a central authoritative role. The findings indicate that The Judge from Hell presents a transformative representation of women—from passive figures to authoritative agents who command both legal and supernatural domains. Through the categories of Field of Discourse, Tenor of Discourse, and Mode of Discourse, the series depicts women as holders of moral and structural power, while male characters occupy negotiated or subordinate positions. Visual analysis reinforces this construction through camera framing, color symbolism, body language, and legal performativity. In conclusion, the drama constructs a counter-narrative to patriarchal norms and broadens the meaning of female authority in contemporary Korean cultural contexts
Kajian Politik Media Sosial Terhadap Desiminasi Informasi Bencana Hidrometeorologi Banjir dan Longsor di Kabupaten Aceh Tengah Sabirin, Sabirin
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2025): Juli: Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v7i2.1939

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang kajian politik media sosial terhadap diseminasi informasi bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) di Aceh Tengah pada November 2025. Media sosial dapat menunjukkan peran ganda disamping sebagai alat utama penanggulangan bencana sekaligus arena komunikasi politik. Pada awal tahun 2026, media sosial bertindak sebagai infrastruktur kemanusiaan yang krusial untuk pelaporan real-time, namun juga menjadi ruang perebutan narasi antara pemerintah dan masyarakat terkait efektivitas respons pasca bencana banjir dan longsor. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitaif dengan pendekatan fenomenologi yang berfokus pada komunikasi politik pemerintah sebagai pemimpin opini dalam desiminasi informasi (penyebaran informasi) kepada masyarakat dalam penangganan banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian ini mengingatkan bahwa efektivitas komunikasi bencana yang terjadi bukan hanya pada masalah kecepatan, transparansi, dan kemampuan menjaga kepercayaan publik. Rekomendasi selanjutnya adalah memperluas analisis wacana publik secara kualitataif, membandingkan kasus banjir dengan bencana lain di Indonesia, serta mengkaji peran media dan aktor politik dalam memperkuat atau melemahkan trust Masyarakat. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi strategi komunikasi bencana yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada pemulihan kepercayaan publik.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENJALIN KERUKUNAN ANTARA MASYARAKAT MINANG DENGAN JAWA DI NAGARI BANCAH KARIANG KABUPATEN PASAMAN BARAT Vingky Vingky; Nunu Burhanuddin
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2026): Januari :Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/5v0fmp76

Abstract

Ethnic, cultural, and value diversity in multicultural societies requires adaptive intercultural communication to maintain social harmony. This study aims to analyze the patterns of intercultural communication between Minangkabau and Javanese communities in Nagari Bancah Kariang, Pasaman Barat Regency, and to identify supporting factors and their contributions to social harmony. The research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using triangulation techniques to ensure data validity. The findings indicate that intercultural communication occurs dynamically, adaptively, and contextually. The convergence communication pattern is dominant, characterized by adjustments in language, intonation, speech tempo, and communicative attitudes, with Indonesian serving as a unifying language. Meanwhile, divergence patterns appear situationally as expressions of cultural identity without disrupting social harmony. Communication adjustment involves not only linguistic aspects but also communication ethics such as politeness and respect for other cultural norms. This study concludes that social harmony is not formed spontaneously but through continuous communication processes and a balanced social system. Accommodation Communication Theory explains communication adjustments at the micro level, while Structural Functional Theory through the AGIL concept explains the sustainability of the social system at the macro level. These two approaches complement each other in explaining the dynamics of intercultural communication and its contribution to harmony in a multiethnic society.
Uses and Gratifications Media Sosial Instagram sebagai Sarana Komunikasi Universitas (Analisis Kualitatif Akun @official.usu Tahun 2025) Zulfahmi Purba; Rehia K. Isabella Barus; Ara Auza
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2026): Januari :Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jeae8b44

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Instagram sebagai sarana komunikasi institusi Universitas Sumatera Utara dalam memenuhi kebutuhan audiens melalui perspektif Uses and Gratifications, dengan objek akun Instagram @official.usu sepanjang tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data berupa dokumentasi konten dan engagement seperti likes, comments, shares, dan saves yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap seluruh unggahan selama periode tersebut. Data kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis dan tema konten, serta dianalisis untuk mengidentifikasi pola keterlibatan audiens dan diinterpretasikan menggunakan perspektif Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram @official.usu tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan audiens dalam hal informasi, hiburan, serta integrasi dan interaksi sosial. Tingginya engagement dan respons positif audiens menunjukkan bahwa konten yang disajikan telah relevan dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi institusi di era digital tidak hanya ditentukan oleh jangkauan dan interaksi, tetapi juga oleh kualitas konten dalam membangun makna bagi audiens.
Pola Komunikasi Keluarga dalam Media Digital: Studi Analisis Isi pada Web Series " Nurut Apa Kata Mama" Season 1 Syafiqah Alia Rahmah; Asrul Harahap
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2026): Januari :Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/3v854808

Abstract

  Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi sebagai fondasi utama dalam membentuk hubungan keluarga, serta berkembangnya media digital seperti web series yang merepresentasikan dinamika komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola komunikasi keluarga yang ditampilkan dalam web series Nurut Apa Kata Mama Season 1, khususnya dalam konteks hubungan multigenerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Data diperoleh melalui observasi terhadap dialog, perilaku, dan adegan yang menggambarkan interaksi antaranggota keluarga, kemudian dianalisis menggunakan teori Family Communication Patterns yang mencakup orientasi percakapan (conversation orientation) dan orientasi kepatuhan (conformity orientation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam web series tersebut didominasi oleh orientasi keterbukaan dengan bentuk pola pluralistik dan konsensual, yang ditandai dengan adanya komunikasi dua arah dan keterlibatan anggota keluarga dalam diskusi, meskipun keputusan akhir tetap berada pada orang tua. Sementara itu, pola protektif dan laissez-faire tidak ditemukan secara signifikan karena komunikasi keluarga cenderung aktif dan responsif dalam menyelesaikan permasalahan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa web series Nurut Apa Kata Mama merepresentasikan komunikasi keluarga yang adaptif dan edukatif, serta menekankan pentingnya keterbukaan dan keterlibatan dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis di era digital.